<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117</id><updated>2011-04-22T03:42:59.863+07:00</updated><category term='Juara'/><category term='Sri Rejeki'/><category term='Hobbies'/><category term='palestina'/><category term='Bencana alam'/><category term='PVT'/><category term='Perangsang'/><category term='Promosi'/><category term='Ramah Lingkungan'/><category term='Informasi'/><category term='indoor plant'/><category term='Flower'/><category term='Hibrida'/><category term='Nyamuk'/><category term='kontes'/><category term='Pameran'/><category term='Cara membeli'/><category term='Hydrogel'/><category term='Demam Berdarah'/><category term='bidadari'/><category term='Hama'/><category term='budidaya'/><category term='Pengendalian'/><category term='Temperature'/><category term='Penyakit'/><category term='tanaman hias'/><category term='primadona'/><category term='hari valentine'/><category term='Tanaman Mahal'/><category term='plant'/><category term='Mutasi'/><category term='home environment'/><category term='widuri'/><category term='aglaonema'/><category term='Langka'/><category term='Bisnis'/><category term='Kultur Jaringan'/><category term='Terroris'/><category term='thailand'/><category term='Metode'/><category term='Greg Hambali'/><category term='Varietas'/><category term='rotundum'/><category term='Gempa'/><category term='Mencegah'/><category term='sumatera'/><category term='Zat Pengatur'/><category term='media tanam'/><category term='silver queen'/><category term='Decorative'/><category term='chinese evergreen'/><category term='Kolektor'/><category term='Garden'/><category term='Senaya'/><category term='Musim Hujan'/><category term='Koleksi'/><category term='anthurium'/><title type='text'>AGLAONEMA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-624161440850716247</id><published>2009-04-03T13:31:00.004+07:00</published><updated>2009-04-06T11:23:09.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Greg Hambali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hari valentine'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Ratu Kasih Sayang di Tahun Kerbau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SdmDHMCebWI/AAAAAAAAAVs/1gTH3YJxo-w/s1600-h/Aglaonema+Astuti.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SdmDHMCebWI/AAAAAAAAAVs/1gTH3YJxo-w/s320/Aglaonema+Astuti.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321428594228882786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama astuti begitu berarti untuk Indri Greg Hambali. Pada seorang perempuan bernama indah itu ia memanggil Bunda. 'Orang yang paling berjasa dalam hidup saya,' kata Indri. Bukti kasih pada sang Ibu, nama astuti disematkan pada aglaonema elok berbatik merah silangan tergres Greg Hambali - suami tercinta.&lt;br /&gt;Dua puluh tujuh tahun Greg menyilang aglaonema, hampir semua nama orang terdekat pasangan itu diambil sebagai nama silangan. Sebut saja srikandi, nama adik; madame suroyo sahabat keduanya, dan tiara; anak rekan Greg. 'Kini giliran Bunda,' ujar Indri.&lt;br /&gt;Sifat astuti mirip tiara: mudah tumbuh kompak. Namun, ukuran daun lebih kecil. Bercak batiknya kecil-kecil. Tangkai daun yang kokoh tidak panjang tapi juga tidak pendek. Produksi anakan 2 - 7 buah. Astuti relatif tahan serangan hama dan penyakit. Pada sehari setelah perayaan Valentine 14 Februari 2009 astuti akan diperkenalkan pada hobiis. Ada sekitar 100 paket astuti yang disiapkan untuk momen kasih sayang itu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SdmDG0jNwiI/AAAAAAAAAVk/fA_T-fM5rN8/s1600-h/Aglaonema+Arini.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SdmDG0jNwiI/AAAAAAAAAVk/fA_T-fM5rN8/s320/Aglaonema+Arini.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321428587923751458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jumbo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain astuti, ada lagi aglaonema terbaru dari tangan Greg. Sebut saja tamara, arini, hughes, dan molek. Dua yang disebut pertama sudah berpindah tangan kepada Hendra Wijaya, pemilik Elegant Flora, sejak 6 bulan silam. Tamara berbatang besar dan kokoh. Corak pun cantik: berbercak batik warna merah jambu. Bentuk daun mirip tiara, ujung meruncing. Tamara dibandrol Rp60-juta per 3 daun alias Rp20-juta per daun.&lt;br /&gt;Arini tak kalah cantik. Daun besar dengan pinggiran agak melekuk ke atas. Penampilannya menyolok lantaran berbatik merah. Harganya? Juga fantastis: Rp40-juta per 5 daun. Hughes beda lagi. Aglaonema yang kini dikoleksi Songgo Tjahaja di Jakarta Barat itu berdaun jumbo seperti moonlight dan esmeralda.&lt;br /&gt;'Hughes termasuk aglaonema bersosok besar,' kata Songgo. Di tangannya, sri rejeki yang diperoleh 10 bulan silam itu baru sekali beranak. Toh Songgo yakin, jika perawatan lebih optimal tanaman sehat dan anakan pun cepat dihasilkan. Si bongsor dibandrol Rp5-juta per daun.&lt;br /&gt;Molek ada di Kalimalang, Jakarta Timur. Kerabat anthurium itu didapat si empunya, Harry Setiawan, 3 tahun silam. Waktu itu baru berdaun 5 lembar. Bentuk daun molek bulat sedang. Batang kokoh dan sosok kompak. Ia cantik tampil tunggal maupun majemuk. Dengan perawatan tepat, setiap indukan dengan 12 daun menghasilkan 10 anakan dan cucu dalam 1 tahun. 'Tanamannya pun bandel dan tak ringkih,' ujar pemilik Irene Flora itu. Harganya lebih terjangkau, Rp750.000 per daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry juga punya intan. Sri rejeki yang diperoleh setahun silam dari Th ailand itu kompak dengan tangkai daun pendek. Sayang, intan pelit beranak sehingga jumlah tanaman masih terbatas. Bandrolnya Rp1,5-juta per pot tanaman 6 - 7 daun.&lt;br /&gt;Jenis baru lain, jolie. Aglaonema asal negeri Siam koleksi Gunawan Widjaja di Sentul, Bogor, itu berdaun tebal mirip moonlight. Untuk perbanyakan perlu perlakuan ekstra. Sri rejeki yang diperoleh 3 tahun silam itu harus sudah dewasa dan sehat. Hingga kini Gunawan hanya punya 3 pot.&lt;br /&gt;Di negeri Gajah Putih Trubus melihat langsung parade silangan terbaru di Nonthaburi. Di sana ada sri rejeki berdaun lanset dengan tulang daun warna merah, aglaonema turunan cochin berdaun tegak, hingga dominan merah. Mana yang Anda pilih untuk Hari Kasih Sayang? (Rosy Nur Apriyanti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-624161440850716247?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/624161440850716247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=624161440850716247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/624161440850716247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/624161440850716247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2009/04/ratu-kasih-sayang-di-tahun-kerbau.html' title='Ratu Kasih Sayang di Tahun Kerbau'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SdmDHMCebWI/AAAAAAAAAVs/1gTH3YJxo-w/s72-c/Aglaonema+Astuti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-5875434064512840645</id><published>2009-04-03T13:22:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T10:54:05.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anthurium'/><title type='text'>Terpesona Lagi Kelingking Putri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SdWsZRPwfzI/AAAAAAAAAVc/PL_YzF_m_Uw/s1600-h/Terpesona+lagi+kelingking++Putri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 217px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SdWsZRPwfzI/AAAAAAAAAVc/PL_YzF_m_Uw/s320/Terpesona+lagi+kelingking++Putri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320348084934311730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Elok nian rangkaian kembang itu. Empat tangkai anthurium bunga berwarna merah cerah menjulang dengan spadiknya yang seperti menunjuk langit. Di bawahnya, 4 bunga ekor bermotif belang-belang mempercantik rangkaian.&lt;br /&gt;Rangkaian karya Iriannie Jasmine itu sederhana, tapi menawan. Merah cerah anthurium bunga menjadi daya tariknya. 'Dalam suatu rangkaian, warna merah terlihat tegas,' tutur Erna Utami Roesdiono dari Asosiasi Pengusaha dan Petani Flora Indonesia (ASPENI) Jawa Timur. Makanya cinggir putri-nama di Bogor, artinya kelingking putri-warna merah banyak diminta perangkai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari rata-rata penjualan 500 tangkai anthurium bunga per bulan di Melrimba Sentra Agrotama-produsen bunga potong, sebagian besar berwarna merah. Salah satunya bernama tropical. Ukuran bunga besar, diameter 12-14 cm. Permukaan atas bunga mengkilap. Bunga tetap segar dipajang sampai 23 hari pascapanen. 'Tropical didapat dari Belanda,' kata Andri Prabowo, manajer pemasaran Melrimba. &lt;br /&gt;Telunjuk besar &lt;br /&gt;Tropical itulah salah satu yang Trubus temukan dalam bedengan bunga ekor yang berderet-deret di nurseri Anthura. Si merah mengkilap memang berasal dari nurseri di Rotterdam, Belanda, itu. Ia lahir dari tangan Nic van der Knap 23 tahun silam. Sampai sekarang flamingo flower itu tetap favorit. &lt;br /&gt;Di sana juga ada sonera berkelir merah-hijau. Dari kertas putih di depan bedengannya didapat informasi ukuran bunga 19-21 cm. Setelah panen, bunga awet simpan hingga 39 hari. Penampilannya berbeda dengan artica. Yang disebut belakangan warnanya putih dan mungil-ukuran hanya 10-12 cm. Bunga tahan simpan 31 hari setelah dipetik. Graffity memiliki spadik yang unik, melengkung seperti huruf U. Ukuran bunga 10-12 cm dan awet simpan hingga 17 hari.&lt;br /&gt;Di beberapa bedeng, nama varietas hanya berupa kode nomor. Itu hibrida-hibrida yang masih dalam tahap seleksi. Trubus melihat sesosok yang seludangnya berwarna merah-hijau superbesar, ukurannya mencapai 24 cm. 'Dari segi penampilan memang unik, tapi ini tidak bisa komersial,' ujar Gerrie Schumacher, sales manager Anthura. Pengalaman Gerrie, mengepak-kan bunga-bunga superbesar sulit.&lt;br /&gt;Pantas meski setiap tahun nurseri yang berdiri sejak 36 tahun silam itu menghasilkan minimal 39.600 hibrida baru, hanya 3-5 varietas dirilis ke pasar. Itu setelah melewati tahap seleksi selama 8-10 tahun. Syarat tanaman lolos seleksi: tahan penyakit, tangkai bunga panjang dan kuat, serta bunga tahan lama setelah dipetik dan berwarna menarik. Dengan begitu bunga-bunga cinggir putri dari Anthura selalu mempesona. (Rosy Nur Apriyanti)&lt;br /&gt;Source : http://www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-5875434064512840645?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/5875434064512840645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=5875434064512840645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5875434064512840645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5875434064512840645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2009/04/terpesona-lagi-kelingking-putri.html' title='Terpesona Lagi Kelingking Putri'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SdWsZRPwfzI/AAAAAAAAAVc/PL_YzF_m_Uw/s72-c/Terpesona+lagi+kelingking++Putri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-87207190469729833</id><published>2009-03-05T10:15:00.000+07:00</published><updated>2009-03-05T10:16:39.513+07:00</updated><title type='text'>PERMOHONAN MAAF</title><content type='html'>Mohon maaf untuk seluruh sahabat blogger 2 bulan ini saya tidak aktiv di blog dikarenakan tugas keluar kota dan untuk itu saya sama sekali tidak pernah, meng-update ...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bukan nya saya sombong atau tidak perduli dengan kehadiran para sahabat yang sudah menyempatkan diri untuk mampir di blog aglaonemaku... tetapi alasan diataslah yang membuat keadaannya saya tidak dapat aktiv...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi insyallah pertengahan Maret 2009 saya akan aktiv kembali... (kalo tidak meleset dari jadwal) doakan pertanggungjawaban tugas saya keluar kota berhasil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Aglaonemaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap semangat untuk nge-blog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-87207190469729833?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/87207190469729833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=87207190469729833' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/87207190469729833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/87207190469729833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2009/03/permohonan-maaf.html' title='PERMOHONAN MAAF'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-1243865132771456475</id><published>2009-01-08T10:01:00.005+07:00</published><updated>2009-01-09T09:36:57.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terroris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gempa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bencana alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palestina'/><title type='text'>TRAGEDI DAN BENCANA... MARI BERDOA</title><content type='html'>Saat ini bantuanku aku hanya bisa mendoakan saudara-saudara yang tertimpah musibah baik di tragedi Palestina dan Bencana Gempa di Manokwari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawal tahun 2009 Tragedi Palestina dan Bencana melanda Indonesia, Gempa Guncang Manokwari hari Minggu 4 Januari 2009 Gempa berkekuatan 7,2 SR pada 0,42 Lintang Selatan-132,93 Bujur Timur sejauh 135 km Barat Laut Kota Manokwari dengan kedalaman 10 km mengguncang Manokwari pada sekitar pukul 04.45 WIT, suasana mencekam menjelang subuh ditambah listrik yang pada pada saat gempa terjadi membuat ketakutan warga. Gempa Susulan berkekuatan 7,6 SR 0,88 LS - 133,48 BT kedalaman 10 km dan pust gempa 76 km Barat Daya pusat kota Manokwari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa tersebut sampai saat ini menelan korban yang meninggal, luka ringan dan berat serta korban harta benda serta fasilitas umum yang hancur berantakan dan pastinya terjadi pengungsian, sampai saat ini gempa susulan masih menghantui masyarakat pengungsi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMI MENDUKUNG PERJUANGANMU RAKYAT PALESTINA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini 8 Januari 2009 Gempuran Israel sejauh ini telah menewaskan sekitar 700 warga Palestina (yang menjadi korban rakyat sipil terdiri dari anak-anak, kaum hawa serta laum adam)dan melukai sekitar 3.100 orang. Demikian menurut paramedis Gaza. Agresi ke Gaza tersebut mulai dilancarkan Israel pada 27 Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SERUKAN DOA UNTUK PERJUANGAN RAKYAT PALESTINA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah!! Sebagaimana Engkau Pernah menghantar burung-burung ababil menghancurkan tentera bergajah Musyrikin dan sebagaimana Engkau menuurunkan malaikat membantu Rasulullah SAW dalam perang Badar, maka kami memohon kepada MU Ya ALLAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita baca Surah Al Fil&lt;br /&gt;"A'lam tara kayfa fa'ala rabbuka bi as-hab al-fil "A'lam ya'jal kaydahum fi tadlil Wa arsala alayhim tayran ababil "Tarmihim bi hijaratin min sijjil Fa ja'ala hum ka asfin ma'kul"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lipat gandakan doa ini. Kirim kepada 7 orang rekan anda yang lain... Maka 7 X 7 X 7 X 7 X 7 X 7 X 7 = 823453 orang akan berbuat berdoa, kemudian 823453 X 7 = 5.8 juta orang...InsyaAllah akan ikut berdoa...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-1243865132771456475?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/1243865132771456475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=1243865132771456475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1243865132771456475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1243865132771456475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2009/01/tragedi-dan-bencana-mari-berdoa.html' title='TRAGEDI DAN BENCANA... MARI BERDOA'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-6485357082070473341</id><published>2009-01-05T11:46:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T09:34:38.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rotundum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Turunan Rotundum di Negeri Gajah Putih</title><content type='html'>Kepiawaian itu Trubus saksikan di nurseri Unyamanee Garden milik Pramote Rojruangsang yang terletak di utara Bangkok, tepatnya di Tambon Khlongsam, Amphoe Khlong Luang, Pathum Thani. Di atas rak plastik berpenyangga beton selebar 2 m, terlihat lebih dari 100 hibrida aglaonema. Itulah turunan rotundum yang diwarisi oleh chawang-hasil silangan rotundum dengan Aglaonema simplex. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan anggota famili Araceae itu beragam. Sebut saja sri rejeki setinggi 35 cm yang terletak di tengah rak dan aglaonema berdaun 13 helai di sebelahnya. Yang disebut pertama bertangkai panjang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penampilannya pasti menarik setelah rimbun anakan. Sedangkan yang kedua bertangkai pendek, penampilannya lebih kompak meski tunggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh hibrida di kebun, hasil silangan Tjiew sendiri. Pria berkacamata itu memiliki 6.000 indukan. Lebih dari 50%indukan berupa rotundum dan turunannya -chawang. Rotundum memang idola penyilang. Anggota famili Araceae itu satu-satunya spesies yang dapat mewarisi warna merah. Selain itu, Tak ada aglaonema yang memiliki keragaman begitu tinggi dan dalam populasi tinggi, kecuali rotundum, kata Gregori Garnadi Hambali, penyilang di Bogor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski rotundum berasal dari Indonesia, tapi sri rejeki itu sudah banyak di Thailand. Anggota famili Araceae itu dikirim dalam jumlah besar sejak 80-an. Nurdi Basuki, praktisi tanaman hias di Bogor, menyaksikan sendiri sejumlah 200 -250 rotundum dipasarkan di Chatuchak, Bangkok. &lt;br /&gt;Kepincut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keandalan rotundum tak hanya dimanfaatkan oleh Tjiew, tapi juga Prapanpong Tangpit. Bahkan pria yang berdomisili di Khet Thawi Watana, Bangkok,itu telah memakai rotundum sebagai indukan sejak 10 tahun silam. Di halaman rumah At -sapaan Prapanpong -seluas 50 m2 terlihat 20 hibrida turunan rotundum. Mereka diletakkan di atas rak beralaskan plastik yang disangga beton setinggi 1 m. Di rak paling kanan terdapat sri rejeki turunan cochinchinense dengan rotundum yang berumur kurang dari 6 bulan. Semua sri rejeki itu dilindungi shading net 70%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan rotundum tidak hanya dilihat oleh Tjiew dan At, dua penyilang kawakan. Kemolekan aglaonema asal Indonesia itu pun menggaet minat para pedagang. Sebut saja Witchai Chan-aram di Bangkapi, dan Siriwat Saeko di Kum Khet Bueng Kum, Bangkok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut pertama berburu hibrida turunan rotundum sejak 2 tahun silam. Saking terpesona keindahan sang ratu daun, Witchai sampai tak bisa tidur sebelum memilikinya. Hampir seluruh anggota famili Araceae itu dibeli dalam bentuk seedling. Harganya pun cukup tinggi, 100.000 baht/pot setara Rp2,5-juta/pot. Sri rejeki itu diletakkan di atas rak kayu setinggi 50 cm yang beratapkan shading net 70%di halaman belakang, samping, sampai atap rumah. Maklum halaman belakang dan samping rumah masing-masing hanya seluas 15 m2 dan 8 m2. Kini 100 hibrida turunan spesies asli Indonesia itu diperbanyak dengan memisahkan anakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang dengan Witchai, Siriwat juga rajin berburu hibrida turunan rotundum dalam bentuk seedling. Setelah diboyong ke rumah, pria 60 tahun itu merawat sri rejeki itu layaknya anak sendiri. Anggota famili Araceae itu diletakkan di atas rak bambu beralaskan asbes di lahan seluas 200 m2 yang terletak di depan rumah. Ti -begitu ia disapa -menyiram hibrida turunan rotundum itu setiap hari menggunakan sprayer. Mantan pekerja konstruksi itu menggunakan media campuran peatmoss, cocofiber, dan humus dengan perbandingan 1:2:4. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, semua sri rejeki koleksinya tumbuh subur terlihat dari daun yang segar. Wajar bila hibrida turunan rotundum miliknya banyak meraih juara di kontes. Ti pun dapat menjual kerabat keladi itu dengan harga tinggi. Itulah kehebatan hibrida aglaonema asli Indonesia yang dimanfaatkan oleh orang Thailand.(Rosy Nur Apriyanti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : www.duniaflora.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-6485357082070473341?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/6485357082070473341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=6485357082070473341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6485357082070473341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6485357082070473341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2009/01/turunan-rotundum-di-negeri-gajah-putih.html' title='Turunan Rotundum di Negeri Gajah Putih'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-1520952349078516817</id><published>2009-01-05T09:32:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T09:38:13.285+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media tanam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Budidaya Aglaonema Rotundum</title><content type='html'>Budidaya Aglaonema Rotundum&lt;br /&gt;Dalam usaha untuk melestarikan A. rotundum karena di alam tidak dapat dilakukan melalui pengetatan status cagar alam Leuser yang merupakan habitat asli, maka agar dilakukan upaya pelestarian A. rotundum adalah :&lt;br /&gt;BUDIDAYA&lt;br /&gt;• Media tanam&lt;br /&gt;Di habitat aslinya tanaman ini tumbuh pada lapisan humus yang ideal untuk pertumbuhannya. Dalam pembudidayaan tanaman ini dapat ditanam pada media berbahan humus, arang sekam, sekam lapuk, pasir kasar dan tanah kebun yang digunakan sendiri-sendiri atau berupa campuran.&lt;br /&gt;• Penyiraman&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman dapat dilakukan 3 - 4 hari sekali, diselingi dengan penyiraman pupuk cair yang diberikan 2 - 3 minggu sekali.&lt;br /&gt;• Pencahayaan&lt;br /&gt;Tanaman ini mampu ditanam di bawah rak tanaman yang masih mendapatkan cahaya samping. Pertumbuhan yang ideal diperkirakan dapat diperoleh dengan pencahayaan sekitar 30 - 40 %.&lt;br /&gt;• Perbanyakan&lt;br /&gt;Tanaman ini mudah diperbanyak dengan setek batang atau biji seperti halnya jenis  Aglaonema lainnya.&lt;br /&gt;• Pemberantasan hama dan penyakit&lt;br /&gt;Tanaman ini biasa diserang oleh hama yang menyerang jenis- jenis  Aglaonema yang lain. Ulat-ulat Sphingidae dewasa mampu melalap habis 1 - 2 lembar daun dalam semalam. Ulat-ulat Noctuidae mampu mengosongkan batang-batangnya dalam beberapa hari serangannya. Pemberantasan hama-hama ini dan hama lainnya mudah dilakukan dengan penyemprotan dengan insektisida sistemik.Penyakit busuk batang dan daun merupakan masalah paling sulit diatasi dalam pembudidayaan A. rotundum, bakteri Erwinia sebagai salah satu penyebabnya sangat sulit dieliminasi jika tanaman telah terserang. Upaya memperkecil serangan penyakit dapat dilakukan dengan melakukan penyiraman pada saat media telah cukup kering dan menghindari penyiraman berlebihan. Penyakit-penyakit yang muncul di tempat pembudidayaan merupakan penyebab utama kemusnahan koleksi-koleksi hidup A. rotundum di berbagai nurseri.&lt;br /&gt;KONTES A. ROTUNDUM&lt;br /&gt;Kegiatan pengikut sertaan  A. rotundum hasil seleksi dalam lomba-lomba Aglaonema untuk diadakan kelas khusus untuk A. rotundum seperti yang telah dirintis dan dilaksanakan oleh sdr. Frans Kusdianto (Alm) di Semarang.&lt;br /&gt;PERSILANGAN A. ROTUNDUM&lt;br /&gt;Usaha untuk melakukan persilangan antar klon perlu secara serius dilakukan karena melalui cara inilah klon-klon A. rotundum yang lebih cantik dan tahan penyakit dapat dihasilkan sehingga nilai komersial klon-klon A. rotundum hasil budidaya dapat kita tingkatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: www.klikhangarden.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-1520952349078516817?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/1520952349078516817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=1520952349078516817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1520952349078516817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1520952349078516817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2009/01/budidaya-aglaonema-rotundum.html' title='Budidaya Aglaonema Rotundum'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-8395828847919878428</id><published>2009-01-05T09:22:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T09:38:58.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='primadona'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumatera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Spesies Aglaonema Primadona asal Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SWFwLv8T28I/AAAAAAAAAVI/GYA5ieeoz9o/s1600-h/aglaonema_rotundum.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 290px; height: 309px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SWFwLv8T28I/AAAAAAAAAVI/GYA5ieeoz9o/s320/aglaonema_rotundum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287630784659971010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Spesies aglaonema primadona asal Sumatera Utara adalah Aglaonema rotundum. A. rotundum (rotundum=bulat) dikenal juga dengan nama daun seroja. Di habitat aslinya di Sumatera utara yang meliputi wilayah provinsi Sumatera Utara dan Aceh Selatan tanaman ini tumbuh di dalam kelompok-kelompok kecil yang letaknya relatif berdekatan di bawah tajuk hutan primer yang kurang mendapat cahaya matahari pada lapisan humus, yang merupakan media yang sesuai untuk pertumbuhannya.&lt;br /&gt;Keragaman ditunjukkan pula oleh sifat-sifat yang relatif mudah diamati seperti misalnya perbedaan intensitas warna merah tulang daun dan warna merah permukaan bawah daun, bentuk daun yang membulat sampai bentuk bulat telur,&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ukuran daun (lebar daun 4 - 14 cm), jumlah tulang daun yang menghiasi permukaan atas daun (6 - 20), jumlah bakal buah per tongkol bunga (1 - 15), warna bakal buah hijau muda atau merah muda, ujung kelopak bunga (runcing atau membulat), jumlah serbuk sari yang dikeluarkan (sangat sedikit atau tidak ada sama sekali sampai sangat banyak), jumlah anakan yang dihasilkan (0 - 7), toleransi tanaman terhadap serangan penyakit busuk batang dan busuk daun (sangat peka sampai sangat toleran) dan juga tingkat kekekaran pertumbuhan.&lt;br /&gt;A. rotundum meskipun merupakan satu-satunya spesies yang mempunyai peran penting dalam pemunculan warna-warna merah meriah pada silangan-silangan Aglaonema komersial, kurang mendapat perhatian yang semestinya oleh berbagai pihak yang dapat membantu mempertahankan kelestariannya di alam.&lt;br /&gt;Tulisan ini disampaikan untuk mengulas beberapa hal penting mengenai tanaman ini dan diharapkan dapat dijadikan bahan informasi dalam diskusi-diskusi yang mendorong diadakannya tindakan-tindakan konkrit yang diperlukan untuk mencegah kepunahannya di alam.&lt;br /&gt;Kriteria A. rotundum yang baik, sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Daun berwarna merah pada permukaan atas maupun bawah&lt;br /&gt;• Daun bergaris merah dan rapat antar garis (bergaris putih agak langkah)&lt;br /&gt;• Daun tebal&lt;br /&gt;• Daun berbentuk bulat telur&lt;br /&gt;• Daun posisi datar/flat atau seperti mangkok&lt;br /&gt;• Daun membentuk sudut 30&lt;br /&gt;• Tangkai daun pendek&lt;br /&gt;• Susunan tangkai rapat antar ruas&lt;br /&gt;• Batang tegak (karena dihabitat merambat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: www.klikhangarden.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-8395828847919878428?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/8395828847919878428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=8395828847919878428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/8395828847919878428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/8395828847919878428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2009/01/spesies-aglaonema-primadona-asal.html' title='Spesies Aglaonema Primadona asal Sumatera Utara'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SWFwLv8T28I/AAAAAAAAAVI/GYA5ieeoz9o/s72-c/aglaonema_rotundum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-5103258246105707811</id><published>2008-12-15T11:44:00.004+07:00</published><updated>2009-01-09T10:01:17.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thailand'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media tanam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='widuri'/><title type='text'>Widuri Tercantik di Taman Raja Thailand</title><content type='html'>Kontes Tanaman Hias Suan Luang 2007, Widuri Tercantik di Taman Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pita merah muda dan kuning tertancap mantap di pot keramik biru itu. Pita kuning lambang aglaonema di pot itu sebagai terbaik di kelas batang majemuk. Pita merah muda ditancapkan kemudian oleh tim juri ternama: Surat Wanno, Profesor Chirayupin Chantaraprasong, Kasem Kingkaew, Wanlop Ngam-wattana, dan Kolonel Winai Puksrisukg. Itu tanda ia didaulat jadi grand champion kontes aglaonema 2007 di Suan Luang, Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghuni pot nomor 32 itu tak lain widuri karya penyilang tanah air (asli Indonesia) Gregori Garnadi Hambali. Aglaonema bermotif hijau berbercak merah itu kini milik Pairoj Tianchai, kolektor di Bangkok. Widuri didaulat menjadi grand champion setelah mengalahkan 12 pesaing, juara di tiap kelas. Sri rejeki berdarah rotundum itu layak dianugerahi gelar paling bergengsi karena berpenampilan aduhai. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Daunnya bersusun rapi dan mulus tak ternoda penyakit. Warna hijau daun ngejreng berpadu bercak-bercak merah sehingga terlihat kontras. Tajuknya simetris diwadahi ukuran pot yang pas. Tak heran kelima juri memilihnya menjadi yang terbaik di kontes tahunan memperingati hari ulang tahun Raja Bhumibol Adulyadej itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Daunnya sehat dan warnanya indah,' kata Surawit Wannakrairoj PhD, pakar tanaman hias yang sering menjadi juri di berbagai kontes. Ia menunjuk lembar-lembar daun widuri yang memang tampak prima tanpa noda sedikit pun. Di mata Surawit, kecantikan widuri tak tertandingi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar serupa datang dari Ukay Saputra, pemilik Annisa Flora di Jakarta, yang sempat menjadi juri di kontes yang sama tahun lalu. Ukay memuji keindahan widuri. 'Tahun lalu, widuri hanya menempati peringkat dua di kelas chocin merah batang majemuk,' katanya. Ukay ingat betul, saat itu belum ada widuri berbatang majemuk sebesar itu. Paling besar satu indukan yang ditemani 2 anakan yang masih kecil-kecil. Makanya ia takjub begitu melihat sosok sang grand champion yang begitu rimbun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sulit mendapat widuri rimbun seperti itu,' kata Haji Basri, pemain tanaman hias dari Pamulang, yang turut hadir di Suan Luang. Ia mencontohkan salah satu widuri batang majemuk yang ikut di kontes Trubus Agro Expo 2007 di Taman Bunga Wiladatika Cibubur. Widuri itu meski rimbun tapi masih terlihat 'kosong' di beberapa tempat. Songgo Tjahaja, sang pemilik, mengakui sulit mendapat widuri yang rimbun dan kompak. Musababnya, tangkai daun widuri sangat keras. Dalam pertumbuhannya tangkai itu saling dorong mendorong, sulit untuk disusun. 'Kalau tunggal ia cantik,' ujar Songgo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun di kelas tunggal kategori daun kuning, big mama mencorong berkat kesehatannya yang prima. 'Warna kuning berpadu merah pada daun sempurna,' ujar Surawit. Ukuran daun besar dan cembung semakin menonjolkan keindahan daunnya. Ukay memuji performa apik aglaonema asal Thailand itu. Menurutnya ukuran daun dari atas sampai bawah seimbang. Tak ada daun bawah yang lebih besar dibanding di atasnya.&lt;br /&gt;Superstar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes sansevieria yang berlangsung bersamaan dengan lomba aglaonema tak kalah seru. Yang istimewa, kontes kali ini dipadati berbagai jenis unik dan langka. Superstar, sansevieria variegata milik Pramote Rojruangsang, dinobatkan menjadi grand champion.Padahal lawannya tak bisa dianggap enteng. Sebut saja samurai dwarf, mansoniana variegata, hibrid parva x gracilis, dan pongii berpenampilan prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, bintang terang memang layak menaungi sang superstar. Meski dominasi variegata begitu kuat, sansevieria berumur 7 tahun itu sehat dan tak menunjukkan tanda terbakar. 'Ia memang bandel,' kata pria yang akrab disapa Tjiew itu. Keistimewaan superstar diamini Aris Andi, pemain tanaman hias di Yogyakarta, yang bertemu Trubus di area kontes. Menurutnya selain langka penampilan superstar kompak dan warna benar-benar indah. Berkali-kali Aris bolak-balik ke area lomba untuk mengabadikan sang bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar sebagai yang terbaik di kontes adenium, ra chinne pandok milik Choochart Suntrapornchai dari Siam Adenium. Pohon induk berumur 35 tahun itu memukau juri lewat kondisinya yang prima. Diameter batang grand champion mencapai 1,25 m dan tingginya 1,75 m. Pantaslah bila juri menganugerahinya pita merah kemenangan. 'Kualitasnya bagus,' kata Chandra Gunawan dari nurseri Godongijo di Sawangan yang hampir setiap tahun datang ke Suan Luang. Menurut Chandra sang grand champion baru sekali ini turun lapang dan langsung jadi pemenang.&lt;br /&gt;Ramai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran yang berlangsung di Suan Luang Rama IX Park pada 30 November-10 Desember itu juga disemarakkan kontes caladium dan bonsai. Pada kontes caladium, Putri Maha Chakri Sirindhorn yang memberikan penghargaan pada grand champion. Tak heran karena caladium memang tanaman favorit keluarga kerajaan, terutama Ratu Sirikit. Decak kagum terdengar dari ruang caladium tempat jawara kontes dipamerkan. Sang grand champion berwarna merah dengan urat daun gelap tampil memikat, bersanding dengan kontestan dan para jawara kelas lainnya. Sementara di lomba bonsai, jenis beringin yang jadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 300 stan tanaman hias dan buah serta perlengkapannya ambil bagian memeriahkan pameran flora tahunan itu. Tak kurang dari 50 pemain tanaman hias Indonesia tampak di berbagai sudut stan. Tujuannya, memantau perkembangan terkini dunia tanaman hias Thailand sekaligus berbelanja. Namun, tren tanaman hias di tanahair rupanya berimbas kencang hingga ke negeri Siam. 'Sekarang harga tanaman mahal-mahal. Bedanya hanya 20-30% daripada harga di Indonesia,' kata Sugiono Budhiprawira, hobiis anthurium. Contohnya Anthurium jenmanii golden ukuran daun 20 cm yang dijual seharga 1-juta bath setara Rp330-juta. 'Memang cantik, tapi terlalu mahal,' komentar Nurdi Basuki, pemain tanaman hias dari Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, kemeriahan tetap mewarnai Suan Luang Rama IX Park. Para pemenang di berbagai ajang lomba jadi perhatian utama. (Andretha Helmina)&lt;br /&gt;source: www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-5103258246105707811?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/5103258246105707811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=5103258246105707811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5103258246105707811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5103258246105707811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/12/widuri-tercantik-di-taman-raja-thailand.html' title='Widuri Tercantik di Taman Raja Thailand'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-6500500498280780753</id><published>2008-12-15T11:35:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T10:02:55.702+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Greg Hambali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hibrida'/><title type='text'>Aglaonema Masa Depan</title><content type='html'>Jewel siam mendapat pujian dari Gregorius Garnadi Hambali. Aglaonema silangan Sutthi Klin-U-Thai yang dipamerkan di Suan Luang, Bangkok, Thailand, awal Desember 2007 itu disebutnya berpenampilan bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar bila Greg kagum pada jewel siam. 'Daun bulat, besar, dan bercaknya menarik serta menyebar,' kata penyilang aglaonema kawakan asal Bogor itu. Umumnya aglaonema asal Thailand bercorak splash, berwarna solid, dan polos mengikuti sifat induknya, Aglaonema cochinchinense. Menurut Greg, hibrida silangan Sutthi itu mirip varian ruby, tapi warna hijau lebih kuat dan bercak merah menyebar. Pola bintik-bintik seperti itu biasanya sifat yang diturunkan A. brevispathum.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Warna merah sudah tak asing lagi, pasti diturunkan oleh A. rotundum. Namun, Sutthi tak menggunakan aglaonema spesies asal Sumatera itu, tapi turunannya-chawang. Maklum, rotundum sulit dikembangkan di Thailand. Kelebihan lain, jewel siam berdaun raksasa. Panjang daun 33 cm dan lebar 18 cm. Lazimnya, panjang daun aglaonema rata-rata 20-25 cm dengan lebar 10-15 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Greg A. commutatum 'tricolor' bisa menurunkan sifat daun bulat dan besar. Dengan melihat sifat-sifat yang diturunkan aglaonema-aglaonema spesies tersebut, wajar bila Handry Chuhairy, praktisi tanaman hias di Serpong, Tangerang, menduga jewel siam hasil silangan (A. commutatum x A. brevispathum) x chawang.&lt;br /&gt;Layak tampil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hibrida aglaonema tipe daun bulat dan besar sudah lama dihasilkan oleh Greg. Sebut saja esmeralda, moonlight, dan kresna. Namun, warna daun masih didominasi hijau dan bentuknya cekung. Sementara jewel siam, 'Sudah flat sehingga akan membentuk suatu tanaman pot plant yang kompak,' ujar Handry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, 'Jewel siam tidak memenuhi syarat sebagai sosok untuk dikembangkan secara komersial. 'Sebagai varian ia menarik, tapi perlu diperbaiki lagi,' kata Greg. Itu karena hibrida asal Thailand itu berdaun tipis, lemas, tangkai relatif panjang, dan jarak antardaun lebar. Penampilannya lebih menarik dalam kelompok atau dengan anakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Greg tipe aglaonema masa depan bisa berdaun lebar, bulat, kecil, atau panjang. Yang paling utama sosoknya kokoh, kompak, banyak anakan, kombinasi warna menarik, dan memiliki corak baru. Dengan begitu layak tampil dan bisa dikembangkan secara komersial.&lt;br /&gt;Serupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelusuran Andretha Helmina, wartawan Trubus, di Thailand, aglaonema baru yang benar-benar berpenampilan beda sangat susah didapat. Itu karena, 'Dari 1.000 biji aglaonema yang ditanam paling hanya 20 saja yang penampilannya benar-benar beda,' kata Pramote Rojruangsang, penyilang di Pathumthani, Thailand. Buktinya, jenis seragam Trubus temui pada aglaonema silangan Tjiew-sapaannya. Corak daun dominan splash merah lantaran masih keturunan cochin. Namun, tangkai daun jadi lebih pendek dan warna daun terlihat lebih terang daripada generasi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan sedikit berbeda terlihat pada aglaonema koleksi Nuu Wong Tse di Samuth Songkhram. Daun muda berwarna merah dan bercorak batik, semakin tua berubah menjadi hijau kekuningan. Mangkonyok, itulah nama hibrida aglaonema yang ditanam dalam media cocochip dan serasah daun bambu dengan perbandingan 2:1. Aglaonema yang namanya berarti giok naga dalam bahasa Thailand itu dijual seharga 100.000 bath/pot atau setara Rp33.000.000/pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di Cilandak, Jakarta Selatan, Trubus menemui hibrida baru silangan Thailand koleksi Henry Biantoro. Hibrida itu diperoleh 1,5 tahun silam dari teman di Dumai, Riau. Ukuran daun aglaonema bercorak batik itu besar: panjang 31,5 cm dan lebar 16 cm. Tangkai daun panjang sehingga penampilannya terlihat lebih menarik ketika ada anakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua aglaonema baru juga terlihat di Sentul, Bogor. Penampilan salah satu anggota famili Araceae itu mirip butterfly. Namun, corak daun lebih cerah, warna tulang daun lebih merah, dan daun lebih tebal. Sosok butterfly varian baru koleksi nurseri Wijaya itu terlihat mempesona lantaran kompak dan rimbun. Lainnya, wijaya red. Ia tampil menarik lantaran bercorak batik warna merah. Sayang, daun berukuran sedang. Beda dengan jewel siam yang besar dan bulat. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Andretha Helmina)&lt;br /&gt;source: www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-6500500498280780753?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/6500500498280780753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=6500500498280780753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6500500498280780753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6500500498280780753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/12/aglaonema-masa-depan.html' title='Aglaonema Masa Depan'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-9105023325078853384</id><published>2008-12-15T11:24:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T10:03:55.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senaya'/><title type='text'>Dua Miliar Parkir di Senayan</title><content type='html'>Dua pria kekar berambut cepak berdiri tegak di depan tenda tertutup berukuran 36 m x 16 m. Pengaman swasta berseragam hitam itu menatap waspada setiap pengunjung yang masuk. Di langit-langit ruangan terpasang 12 lensa kamera CCTV yang tersambung layar monitor yang diawasi 2 orang. Total jenderal 6 petugas mengamankan ruangan berisi tanaman senilai Rp2-miliar.&lt;br /&gt;Angka itu nilai total 60 tanaman mewah dari berbagai penjuru Pulau Jawa. Sebut saja Sansevieria eilensis koleksi Iwan Rassat. Harganya Rp55-juta. Yang termahal aglaonema bidadari. Harga per lembar daun Rp15-juta. Dengan 20 daun harga sri rejeki koleksi Harry Setiawan itu Rp300-juta. Tanaman aneh Aglaomorpha sp yang mirip ular pun dipajang di sana.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pantas pengamanannya superketat. Selain petugas keamanan, sekeliling tenda seluas 576 m2 itu dibentengi pagar besi setinggi 2,7 m. 'Itu untuk menjamin tidak ada penerobos yang masuk mencuri tanaman,' kata Utami Kartika Putri, penanggung jawab acara. Agar tanaman aman dari goresan dan luka, pengunjung dilarang menyentuh tanaman.&lt;br /&gt;Parade tanaman mahal itu membuat pencinta tanaman hias dari Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung rela terbang ke Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat. Kartini Omar, asisten direktur Hotpark, National Park, Singapura, pun memuji. 'Indonesia luar biasa. Sejumlah tanaman langka bernilai tinggi berkumpul di sini,' katanya pada wartawan Trubus, Imam Wiguna. (Destika Cahyana)&lt;br /&gt;www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-9105023325078853384?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/9105023325078853384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=9105023325078853384' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/9105023325078853384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/9105023325078853384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/12/dua-miliar-parkir-di-senayan.html' title='Dua Miliar Parkir di Senayan'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-2305710359659742078</id><published>2008-12-11T12:07:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:04:51.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hydrogel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramah Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>APA ITU HYDROGEL ??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCgYG57cTI/AAAAAAAAATQ/xHw_bufIFLg/s1600-h/hydrogel.color+2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 231px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCgYG57cTI/AAAAAAAAATQ/xHw_bufIFLg/s320/hydrogel.color+2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278395099309109554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hydrogel, produk yang MENAWAN dan RAMAH LINGKUNGAN ini merupakan kristal polimer yang berfungsi menyerap dan menyimpan air dan nutrisi untuk tanaman dalam jumlah besar. Hydrogel dapat terurai melalui pembusukan oleh mikroba sehingga produk ini aman digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hydrogel tidak larut dalam air tetapi dia hanya menyerap dan akan melepaskan air dan nutrisi secara proporsional pada saat dibutuhkan oleh tanaman. Dengan demikian tanaman akan selalu mempunyai persediaan air dan nutrisi setiap saat karena hydrogel berfungsi menyerap dan melepaskan (absorption - release cycles). Hydrogel mampu menyerap air sebanyak 500 kali berat hydrogel itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain tampak indah, butiran hydrogel yang lebih mirip kristal sering mengecoh siapa saja yang baru melihatnya. Hydrogel juga menarik karena warnanya. Bisa dibayangkan betapa indahnya jika ruangan Anda ada vas bening berisi tanaman yang tumbuh di dalam media hydrogel dengan warna-warna yang menawan seperti Merah, Pink, Ungu, Biru, Hijau, Kuning, Orange dan Putih yang berkilauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk mempercantik ruangan, hydrogel ini dapat digunakan untuk campuran media tanam pada tanaman pot, lahan pertanian, perkebunan, hutan dll. Jadi Anda yang tinggal di daerah yang kekurangan persediaan air atau daerah yang harga airnya mahal atau Anda yang ingin mengurangi volume dan frekuensi penyiraman tanaman Anda dan Anda yang akan melakukan perjalanan jauh dan panjang, Anda tak perlu khawatir, HYDROGEL akan menyediakan air dan memenuhi kebutuhan air tanaman Anda.   Keuntungan menggunakan hydrogel :  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memastikan keteresediaan air sepanjang tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi ferekuensi penyiraman / irigasi hingga 50%.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi hilangnya air dan nutrient disebabkan oleh leaching dan evaporasi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperbaiki physical properties dari compact soils dengan membentuk aerasi udara yang baik. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan pertumbuhan tanaman karena air dan nutrient selalu tersedia di sekitar tanaman sehingga mengoptimalkan penyerapan oleh akar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi angka mortalitas. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi pencemaran lingkungan dari erosi dan pencemaran air tanah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Source: www.horties.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-2305710359659742078?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/2305710359659742078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=2305710359659742078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2305710359659742078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2305710359659742078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/12/apa-itu-hydrogel.html' title='APA ITU HYDROGEL ??'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCgYG57cTI/AAAAAAAAATQ/xHw_bufIFLg/s72-c/hydrogel.color+2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-2628129631746308408</id><published>2008-12-11T10:53:00.010+07:00</published><updated>2009-01-09T10:05:41.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hydrogel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramah Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>HYDROGEL Untuk Kreasi Tanamah Hias</title><content type='html'>Tanaman hias hidroponik untuk ruangan Anda. Tidak lagi menggunakan kerikil, pasir, zeolit dll, tapi kini bertanam hidroponik sudah menggunakan hydrogel sebagai media tanamnya. Selain terlihat lebih indah, menanam dengan menggunakan hydrogel memiliki perawatan yang lebih mudah. Kalau tanaman sudah mampu beradaptasi dengan baik, kita cukup menyemprotnya satu sampai dua bulan sekali saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aluminium Plant (Daun Mutiara) dan Bambu Emerald&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aluminium plant dan bambu emerald dengan bentuk kepang yang melingkar membentuk silinder ini terlihat begitu mempesona dan tumbuh segar dalam media hydrogel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCR19vIwpI/AAAAAAAAASw/AUBmTeOgyhw/s1600-h/Bambu+Emerald+Hydrogel.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 120px; height: 161px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCR19vIwpI/AAAAAAAAASw/AUBmTeOgyhw/s320/Bambu+Emerald+Hydrogel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278379119569584786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCR1s61npI/AAAAAAAAASo/nnWWUNMZp-w/s1600-h/Aluminium+Plant+hydrogel.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 120px; height: 161px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCR1s61npI/AAAAAAAAASo/nnWWUNMZp-w/s320/Aluminium+Plant+hydrogel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278379115055259282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                                          &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Bambu Emerald                                         &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Aluminium Plant    &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aglaonema dan Paku-pakuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah, hijau dan segar dalam ruang yang tropis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCSx4KfREI/AAAAAAAAAS4/OfOB_rB9IVc/s1600-h/Aglaonema+Hydrogel.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 125px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCSx4KfREI/AAAAAAAAAS4/OfOB_rB9IVc/s320/Aglaonema+Hydrogel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278380148865844290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCSx6VLvXI/AAAAAAAAATA/0twzd_UTVjo/s1600-h/Paku+pakuan+Hydrogel.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 125px; height: 166px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCSx6VLvXI/AAAAAAAAATA/0twzd_UTVjo/s320/Paku+pakuan+Hydrogel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278380149447572850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Aglaonema                                                                 Paku-pakuan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Scindapsus sp. (Sirih Belanda) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun sirih belanda ini indah menjuntai dan vas berkaki yang dipenuhi aneka warna hydrogel. Scindapsus sp.    &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCTcW33TGI/AAAAAAAAATI/d3T58Fq7zAY/s1600-h/Scindapsus+Hydrogel.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 120px; height: 126px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCTcW33TGI/AAAAAAAAATI/d3T58Fq7zAY/s320/Scindapsus+Hydrogel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278380878663732322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cara Penanaman   Persiapan pemindahan tanaman sebaiknya dilakukan sebelum membuat media hidrogel yang telah siap:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Siramlah dahulu pot tanaman sehingga tanaman mudah dicabut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angkatlah tanaman dari pot secara hati-hati supaya tidak banyak akar yang rusak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rendam tanaman dalam air selama lebih dari 1 jam supaya tanah mudah dibersihkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cucilah semua bagian tanaman tersebut dengan air bersih samapai seluruh daun, batang dan perakaranya bersih, perakaran yang terlalu panjang dapat dipotong&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah diadaptasikan, periksa akar yang rusak patah atau membusuk, akar yang demikian di buang lalu di cuci lagi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman harus benar benar bersih dari tanah karena tanah dapat merusak hidrogel juga tanah dapat membuat hidroigel ditumbuhi lumut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman siap dimasukkan kedalam media baru berisikan hydrogel, pertama tama masukan hydrogel sebagian (1/4 volume vas)kemudian masukan tanaman lalu masukan hydrogel sisanya sampai semua akar tertutup, vas yang telah jadi siap untuk dijadikan hiasan dan ditempatkan sesuai dengan keinginan anda.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Tanaman yang bisa ditanam   Tanaman yang akan ditanam dalam hydrogel harus mempunyai karakteristik sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tahan genangan (tahan kadar air berlebih)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahan kelembaban yang tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umumnya tidak berkayu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman indoor (tanaman dalam ruangan ) sehingga bisa hidup dengan cahaya pantulan atau cahaya tidak langsung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umumnya tanaman tidak berbunga, karena pembungaan membutuhkan suplai cahaya yang besar sedangkan cahaya yang besar menyebabkan hydrogel berlumut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman harus benar benar bersih dari tanah karena tanah dapat merusak hidrogel juga tanah dapat membuat hidroigel ditumbuhi lumut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Hydrogel juga bisa ditanami tanaman sayuran seperti caisim, selada dan kangkung. Tujuan penanaman ini bukan untuk budidaya terapi hanya sebagai hiasan semata. Tanaman tersebut ditumbuhkan dahulu dalam arang sekam setelah berumur sebulan (atau jika sudah besar) kemudian pindahkan kedalam hydrogel. Cara pemindahan sama dengan pemindahan tanaman hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan Tanaman&lt;br /&gt;Tips perawatan tanaman yang ditanam dalam media hydrogel :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gunakan tanaman yang dapat survive di media hydrogel adalah tanaman yang dapat survive di media basah antara lain Aglaonema sp, Scindapsus sp, Cripthantus sp, Dracaena sp (bambu emerald), Pilea cadieri (daun mutiara), Anthurium sp, Diffenbachia sp, Philodendron sp, Cyperus sp (rumput payung), Cordyline sp (berbagai jenis hanjuang) dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cukup mendapat sinar matahari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyiraman dan pemupukan dapat dilakukan sebulan sekali. Gunakan pupuk yang tidak merusak warna hydrogel (misal : gandapan, hyponex) dan gunakan sesuai dosis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindarkan dari cahaya matahari langsung, hal ini menyebabkan warna hydrogel pudar dan tumbuhnya lumut pada hydrogel.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Source: www.horties.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-2628129631746308408?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/2628129631746308408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=2628129631746308408' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2628129631746308408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2628129631746308408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/12/hydrogel-untuk-kreasi-tanamah-hias.html' title='HYDROGEL Untuk Kreasi Tanamah Hias'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SUCR19vIwpI/AAAAAAAAASw/AUBmTeOgyhw/s72-c/Bambu+Emerald+Hydrogel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-1977813490234112299</id><published>2008-12-02T12:23:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:06:18.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='primadona'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senaya'/><title type='text'>Mereka Tetap Primadona</title><content type='html'>Perhelatan pada 16 November di Parkir Timur Senayan, Jakarta, membuktikan aglaonema masih jadi favorit. Untuk kesekian kali diadakan, kontes siamese rainbow tetap menyedot banyak peserta. Bahkan kontes yang digelar Trubus dan komunitas Aglaonema Indonesia (AI) itu disebut-sebut sebagai yang terbesar karena diikuti 182 peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar bila kontes aglaonema yang pertama kali diselenggarakan oleh AI itu menyedot banyak peserta. Itu karena ada kategori baru yang dilombakan, yaitu remaja-jumlah daun di bawah 10 helai. Dengan begitu tanaman yang belum dewasa, tapi berpenampilan menarik dan sehat bisa ikut lomba. 'Artinya memberi kesempatan hobiis baru untuk mengikutsertakan aglaonemanya di arena kontes,' kata Gatot Purwoko, salah satu juri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maklum, selama ini banyak hobiis yang belum percaya diri mengikutsertakan tanaman kesayangan di kontes. Itu karena sri rejeki yang dikoleksi belum dewasa. Nah, dengan dibukanya kelas remaja, aglaonema berdaun 5, 6, atau 7 helai bisa ikut berpartisipasi. Kategori baru pun langsung jadi idola. Buktinya menyedot jumlah peserta terbanyak, 87 tanaman. Kategori lain, tunggal dan majemuk masing-masing 52 dan 43 peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas rata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya jumlah peserta yang menakjubkan. 'Tanaman yang dikonteskan pun berkualitas,' ujar dr Purbo Djojokusumo, juri. Bahkan kualitasnya hampir sama sehingga ketiga juri kewalahan menentukan yang terbaik. Penjurian pun berlangsung sangat ketat. Awalnya masing-masing juri memilih 20 kandidat di setiap kelas. Hasilnya didiskusikan untuk mendapat 10 kandidat. Untuk sampai ke tahap itu juri sampai 3 kali bolak-balik ke arena kontes. 'Lebih mudah menilai daripada memilih 10 besar,' kata Syah Angkasa, juri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menilai selama 3 jam akhirnya juri sepakat memutuskan para juara. Pemenang 1 dan 2 pada kelas remaja jatuh pada hot lady dan sexy pink milik Rocky Suryanto di Jakarta Barat. Sementara juara ke-3 diraih sexy lia koleksi Paulus di Jakarta Barat. Hot lady pantas jadi jawara. Sosok tanaman kompak dan sehat. Daun yang awalnya kecil terus membesar. Pada kategori tunggal, legacy milik William asal Jakarta tampil sebagai jawara. Sosok kompak dengan tangkai daun pendek, sehat, dan corak mutasi konsisten jadi kekuatannya. Sementara di kategori majemuk diraih oleh widuri milik Krismanto di Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sansevieria dan anthurium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trubus Agro Expo 2008 di Parkir Timur Senayan juga menyelenggarakan kontes sansevieria bekerja sama dengan Komunitas Pencinta Sansevieria Indonesia (KPSI). Tak mau kalah dengan aglaonema, kontes lidah mertua pun berlangsung semarak. Buktinya diikuti 108 peserta asal Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, dan Temanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes terbagi dalam 5 kategori: daun bulat, daun pipih, unik, variegata, dan trifasciata. Di arena itu, Tangerang Sansevieria Club (TSC) sukses meraih juara pertama di 2 kelas sekaligus: daun pipih dan variegata. Di kelas lain pemain asal Jakarta dan Jawa Tengah buktikan yang terbaik. Sebut saja kategori daun bulat yang diraih sansevieria hibrid koleksi nurseri Bloomfield, Jakarta. Sedangkan jawara kelas trifasciata diperoleh sansevieria milik Soejatno Soebekti asal Temanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan berselang, Trubus yang bekerja sama dengan Petani, Pedagang, Pecinta, dan Pemerhati Anthurium Indonesia (P4IA) menggelar kontes anthurium di Senayan. Sebelumnya, 26 Oktober 2008, kontes serupa diselenggarakan di Taman Wisata Wiladatika, Cibubur. Pada ajang itu tak hanya laceleave yang beradu molek, tapi juga puring. Total jenderal ada 67 peserta anthurium dan puring yang berlaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthurium terbagi dalam 4 kelas: jenmanii prospek, madya, dan utama, serta open nonjenmanii. Di kategori nonjenmanii, hookeri variegata koleksi Lius di Cianjur jadi yang terbaik. Maklum, tanaman sangat istimewa. 'Hookeri variegata yang daun tebal, mulus, dan tanpa cacat seperti itu jarang,' kata Eko Wiwis, juri dari Salatiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes tanaman hias tak hanya berlangsung di Jakarta, tapi juga di Padang, Lampung, Yogyakarta, dan Tangerang. Di ibukota Provinsi Sumatera Barat kontes digelar di halaman depan kantor gubernur pada 2 November 2008. 'Ini merupakan kontes rutin yang diselenggarakan Dinas Pertanian Sumatera Barat dan Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI),' ujar Dra Hj Wiwi Mairawita Marlis, MSi, istri wakil gubernur sekaligus ketua PAI Sumatera Barat. Kali ini merupakan kontes tanaman hias ke-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ajang itu ada 7 kategori tanaman hias dilombakan: anggrek spesies, anggrek hibrida, aglaonema tunggal, aglaonema majemuk, anthurium jenmanii, anthurium nonjenmanii, dan philodendron. Kompetisi diikuti oleh 77 peserta. Nun di Lampung, kontes tanaman hias dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-63 yang terbagi dalam 6 kategori diikuti oleh 65 peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sleman, Yogyakarta, kontes puring terbagi dalam 2 kelas: tinggi lebih dari 50 cm dan kurang dari 50 cm. Kontes yang digelar untuk memperebutkan trofi Bupati Sleman itu diikuti 82 peserta yang tak hanya berasal dari Yogyakarta, tapi juga Wonosobo, Solo, Klaten, Sragen, Muntilan, dan Borobudur. Selain kontes, acara yang bertempat di Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sleman itu juga diramaikan oleh parade puring yang diikuti 25 peserta. Pemenang parade puring adalah osqar milik Winarto asal Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tangerang kontes selama 6 hari berturut-turut diikuti sekitar 250 peserta. Dimulai dari kelas puring, adenium, sansevieria, aglaonema, anthurium nonjenmanii, dan anthurium jenmanii. Pada kontes Flora Banten Expo 2008 di Cikokol, Tangerang, itu Angel meraih juara umum. Wanita asal Cianjur itu pun berhak membawa pulang hadiah Daihatsu Xenia lantaran koleksinya meraih juara pertama di 4 kelas anthurium: madya jenmanii, utama jenamnii, madya gelombang cinta, dan utama gelombang cinta.&lt;br /&gt;Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Destika Cahyana, Imam Wiguna, dan Nesia Artdiyasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: www.trubus-online.co.id/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-1977813490234112299?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/1977813490234112299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=1977813490234112299' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1977813490234112299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1977813490234112299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/12/mereka-tetap-primadona.html' title='Mereka Tetap Primadona'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-2895497802645524532</id><published>2008-12-02T12:10:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:08:27.550+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='silver queen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chinese evergreen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indoor plant'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='plant'/><title type='text'>A Favorite Indoor Plant - Chinese evergreen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/STTD4HZTwNI/AAAAAAAAASY/VNaZkitT468/s1600-h/aglaonema_silver_bay+5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 218px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/STTD4HZTwNI/AAAAAAAAASY/VNaZkitT468/s320/aglaonema_silver_bay+5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275056432382984402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;One of my favorite groups of plants is the aroid family Araceae. This family has brought us so many great and wonderful indoor plants. Everything from Philodendrons, Spathiphyllum, Anthurium, Pothos, Alocasica, Dieffenbachia and Aglaonema, with dozens of others.&lt;br /&gt;Since the 1980's, Anthuriums and Spathiphyllums have received most of the attention of the plant breeders. They've introduced many new varieties, flower colors, sizes and leaf textures.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Now it's the Aglaonemas turn. In the last 5 years about 20-25 new varieties have been introduced. Some have already fallen by the wayside and some of the old varieties are making a comeback.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The Aglaonema has been grown for centuries an has served as a workhorse for the professional plantscaper for the past 30 years or more. Until recently the choices were limited to about 4 varieties. The most popular being "Silver Queen".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aglaonemas have remained popular even with limited varieties. One downside to Ag's is that they really don't like the cold weather, drafts. Aglaonemas don't like and exposure to low temperatures. This factor alone can simply limit where you can use these tough indoor plants as well as transporting them during the winter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many of the new Aglaonemas coming to market are being bred to have one very important characteristic. They must be able to handle much lower temperatures. This alone opens up quite a few new avenues:&lt;br /&gt;• There will be more varieties grown&lt;br /&gt;• Production cost should be lower since heating bills should be lower&lt;br /&gt;• Less chance of cold damage in transport&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• More places that the Aglaonema could be used inside&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;More cold tolerance is just one area of improvement as well as:&lt;br /&gt;• Many new leaf patterns&lt;br /&gt;• Different color combos.&lt;br /&gt;• White or cream colored stems&lt;br /&gt;• Wider leafs&lt;br /&gt;• Taller plants&lt;br /&gt;• Fuller plants&lt;br /&gt;• and the list goes on.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;A couple of varieties to keep on the look out for is Aglaonema "Silver Bay", Aglaonema "Jewel of India" and Aglaonema "Silver Ribbon". They all sucker well which helps them not to get leggy, have good color and handle the cooler temperatures.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although Aglaonemas have been used for decades indoors, with all the new varieties coming to market this spring it's going to give you a lot more choices indoors. I'm looking forward to seeing what's around the corner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/STTEMCz1NHI/AAAAAAAAASg/et4oQdGd8ts/s1600-h/AglaonemaJewelofIndia+5.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 216px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/STTEMCz1NHI/AAAAAAAAASg/et4oQdGd8ts/s320/AglaonemaJewelofIndia+5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275056774749434994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Make sure you check your local nursery for these new varieties. If they don't have them... all it should take is a simple call to their plant supplier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just a plant or two can provide a whole new look inside. One of the best features Aglaonemas have is that they are very versatile and easy to care for... if you know the basics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since the aroid family has always been one of my favorites and I started collecting them back in my teen's. They hold a special place in my plant growing history. They are the plants that really taught me "how to grow".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In fact, our second eBook, is devoted Aglaonemas. It covers some of their history, production, old and new varieties, care and disorders. All wrapped up in 80 plus "e-pages" with color pictures, plant specifications and more. It's easy to read (not techie) and written for you, homeowners, plant professionals and garden center personnel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: www.plant-care.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-2895497802645524532?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/2895497802645524532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=2895497802645524532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2895497802645524532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2895497802645524532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/12/favorite-indoor-plant-chinese-evergreen.html' title='A Favorite Indoor Plant - Chinese evergreen'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/STTD4HZTwNI/AAAAAAAAASY/VNaZkitT468/s72-c/aglaonema_silver_bay+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-7650648314807173993</id><published>2008-11-27T14:58:00.002+07:00</published><updated>2008-11-27T15:08:04.351+07:00</updated><title type='text'>Hari ini aku mengerjakan PR... Selesai Bebas euyyy</title><content type='html'>PR Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka dan tak dinyana akhirnya datang juga tuch PR tepatnya tanggal 2 November 2008 dari Om  &lt;a href="http://easyblogtrick.blogspot.com"&gt;EBT&lt;/a&gt; alias Easy Blog Trick alias Ayas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengennya hari gini ada yang ngasih uang gitu ..(maunya sehh) ini adalah PR yang pertama dari awal ngeblog tapi baru saat ini aku ngerjain PR (sudah minta ijin ama Om &lt;a href="http://easyblogtrick.blogspot.com"&gt;EBT &lt;/a&gt;– Minta kelonggaran waktu hehehehe…dan diberikan …baik yaa) PR ini tertunda sudah lama, dan hari ini aku akan menyelesaikan PR nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya sih PR ini merupakan 'warisan' dari &lt;a href="http://rajaon.blogspot.com/"&gt;RAJA&lt;/a&gt;. Tapi dengan adanya PR persahabatan dalam dunia maya makin asyik aja...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bukan nya tidak mau mengerjakan PR itu tetapi akhir2 ini aku disibukan dan dikejar sama dealine ... namanya juga kuli hehehe... koq cerita melulu nich ...ya udah lihat cara aku mengerjakan PR... serius ato nggak yaaa.. Sersan aja kali yeee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya nich EBT kan dapat PR dari bung RAJA,  nah ... cerita punya cerita ketahuan tuch bahwa sebenarnya PR itu adalah : Menceritakan 10 hal tentang diri kita. OOOO walah dalah gitu tooh ... Nah, kalau sudah dikerjakan, dilanjutkan tuch PR alias di 'wariskan' kembali ke 10 teman lain... (pesan berantai tapi bukan MLM lho itu menandakan rangkaian persahabatan kali yaaa... kali aja) Kalau sudah, bagi yang kebagian warisan, harap meninggalkan koment kepada sang pewaris PR. Buat laporan klo PRnya dah dikerjain, supaya bisa cepet dinilai... (jadi pak guru nich) anda bingung jangan  bingung... ikutin aja petunjuknya tinggal ngetik aja koq hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PR Kedua dari Om &lt;a href="http://chamber-anime.blogspot.com"&gt;PRIWA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PR kedua datangnya tanggal 10 November 2008 mo di tolak nggak enak... nah untuk itu sekalian aja di jawabnya nich PRnya yang datangnya dari Om &lt;a href="http://chamber-anime.blogspot.com"&gt;PRIWA&lt;/a&gt; ... Konon ceritanya PR tersebut hasil warisan dari Mas Ridwan  tapi buat Om PRIWA jangan berkecil hati karena PR nya akan saya selesaikan juga saat ini ... semoga tidak berkecil hati ya Om &lt;a href="http://chamber-anime.blogspot.com"&gt;PRIWA&lt;/a&gt; ??? walaupun di gabung dengan PR pertama yang penting esensinya tetap kita menjalin persahabatan sesama blogger di dunia ini ... pilitis banget sih hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke kali ini berikut jawaban dari PRnya, tadi... 10 hal tentang diri aku is:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Namaku = Berdasarkan sejarah dan melihat ijazah aku itu bernama AGUS HERMANTO, yang pasti itu nama dari kedua orang tuaku yang tercinta walaupun saat ini ibunda tercinta telah mendahulikyu (jadi sedih...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aglaonemaku = itu nama panggilan blogku tapi kalo waktu zamannya kuliah aku di panggil CHABE, kalo di kantor dipanggil HERMANTO kalo di perumahan di panggil PAK AGUS ... Jadi binun nggak tapi pastinya terserah para blogger mo panggil apa aja yang penting persahabatannya bukan begitu bukan ...sip lah... lanjut mang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sejak tahun 90 aku berada di Jakarta, yang semakin hari semakin macet dan semakin macet dan semakin macet... eehhh sekarang ditambah banjir dan banjir dan banjir karena lagi musim hujan... tolong dunk pak Gubernur DKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lahirku di kota ujung pulau Sumatera tepatnya di Aceh Tengah (Takengon) dan selalu berpindah-pindah karena Bokap adalah seorang Tentara saat ini udah sepuh alias pensiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sukuku??? aku jadi binun kalo ditanya sukunya apa ... karena bokap dari Kalimantan Barat (Pontianak) Melayu dan kalo mendiang nyokap lahirnya di Padang sedangkan orang tuanya yang laki-laki tentara juga loo yang selalu berpindah-pindah terus (kakeku...sudah wafat) dari Ciamis dan ibunya (neneku... masih sehat) dari Melayu deli dicampur lagi dari Aceh ... jadi sukuku adalah orang Indonesia 100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bulutangkis adalah olah raga yang paling aku suka saat ini tapi sebelumnya sewaktu masih zamannya kuliah aku lebih sering melakukan kegiatan alam bebas dan kadang lebih spesifik di clambing (bukan clabing looo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Musik ...wow suka lah, kalo menurutku orang yang tidak suka musik itu adalah hal yang teraneh... karena musik adalah bahasa yang sangat universal... sekalian looo aku sering karokean di rumah ...gayanya bak penyanyi profesional aja padahal kata istriku kalo aku nyanyi orang pada tutup kuping semua ..hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kerjaku saat ini disalah satu perusahaan jasa consultan management ... sering tugas keluar kota hampir seluruh Indonesia sudah disinggahi kalo kata istriku lagi nich kerjaan berwisata (jalan-jalan di gaji hehehehehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Rencana Kedepannya apabila Allah SWT memanggilku aku ingin sekali menunaikan Ibadah Haji bersama keluarga besarku, akan aku bawa kedua orang tua kami menunaikan Rukun Islam yang ke 5... semoga ...doa in ya...para Blogger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Akhirnya selesai juga Prnya, terakhir aku ingin selalu dan terus berbuat kebaikan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah jawaban Prnya semoga para sahabat Blogger nggak binun yaaaa... Sekarang saatnya berbagi warisan sama sahabat blogger...siap-siap siapa yang beruntung dapet PR .... yang mendapatkan PR adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://yunihadi.blogspot.com"&gt;Yunihadi Indra - Pekan Baru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://sulae.blogspot.com/"&gt;Sulae - Kalimantan Selatan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://mig33citeureup.com/"&gt;Sari Dewi A - Citeureup&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://blogdakwahislam.blogspot.com/"&gt;Rudi Wahyudi - Tangerang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://raispunya.blogspot.com/"&gt;Rais - Palembang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://priasehat.blogspot.com/"&gt;Odoy - Cibuntu Kuningan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://noeqiah.blogspot.com/"&gt;Noeqiah - Bandung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://mykawali.blogspot.com/"&gt;Mykawali&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://www.lukmannoer.co.cc/"&gt;Lukman Noer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10.  &lt;a href="http://milikmu-milikku.blogspot.com/"&gt;Laurent Susanto - Kediri&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat mengerjakan sukses deh ... dikasih kelonggaran waktu deh untuk mengerjakan PR tapi jangan kelamaan yaaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Aglaonemaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-7650648314807173993?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/7650648314807173993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=7650648314807173993' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7650648314807173993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7650648314807173993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/hari-ini-aku-mengerjakan-pr-selesai.html' title='Hari ini aku mengerjakan PR... Selesai Bebas euyyy'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-1974953737445647994</id><published>2008-11-25T15:28:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:09:34.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Promosi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Cara Berbinis Tanaman Hias</title><content type='html'>Ternyata jadi buser atau hunter bisa jadi pilihan. Modal hanya handphone yang bisa MMS. Berikut ini beberapa model bisnis yang bisa Anda pilih sesuai dengan kondisi keuangan, kesehatan, dan cita-cita pribadi sejak kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewa dan Buka Gerai Tanaman Hias.Ini cara paling konvensional. &lt;br /&gt;Ini cara paling konvensional.Menjual tanaman hias dengan cara menyewa lapak di tempat terbuka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda punya nyali dan mau sedikit nekad, bisa menggunakan lahan kosong milik pengembang yang tidak difungsikan atau lahan kosong milik siapa saja. Cuma konsekuensinya, Anda harus siap-siap dikejar petugas Trantib dan berurusan dengan para preman. Jelas, cara ini tidak dianjurkan. Yang paling baik, sewa saja secara resmi lapak-lapak di sentra-sentra tanaman hias yang juga resmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jabodetabek misalnya ada di Ragunan; Flona Alam Sutera di Serpong Tangerang, dan Pusat Tanaman Hias BSD City di Kompleks Taman Tekno Tangerang.Sistem sewa biasanya dihitung per bulan atau per tahun di luar biaya kebersihan dan keamanan. Hitungan untuk tahun 2007, rata-rata per tahun 5—10 juta rupiah untuk setiap kapling. Kalau lahan sudah habis di tempat resmi tadi, Anda bisa ‘membeli hak pakai’ pada penyewa lama secara ‘bisik-bisik’. Dengan catatan, penyewa lama sudah bosan. Harga beli ‘hak pakai’ juga bervariasi, antara Rp20—100 juta per kapling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyewa lapak di sentra penjualan tanaman hias resmi, selain tidak dikejar-kejar petugas Trantib, Anda juga tidak perlu repot-repot promosi. Karena sentra tanaman itu sendiri sudah mampu mengumpulkan pengunjung. Paling tidak, kalau Anda belum punya pelanggan, kalau nasib baik, ada pelanggan tetangga ‘kesasar’ masuk ke gerai Anda. Yang perlu Anda lakukan tinggal memajang tanaman-tanaman yang bagus, mempekerjakan karyawan yang ramah, dan membuat gerai Anda menyenangkan. Sewa Stan dan Buka Pameran &lt;br /&gt;Pameran tanaman hias merupakan ajang promosi dan ajang penjualan yang bagus. Pihak penyelenggara melakukan banyak promosi untuk mengudang konsumen datang. Kalau Anda sewa stan dan buka pameran di situ, bukan mustahil gerai Anda dikunjungi orang, dan tanaman Anda dibeli orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar informasi, di Jabodetabek, sewa stan pameran saat ini berkisar Rp750.000 sampai Rp3.000.000, untuk gerai ukuran 3 x 5 meter, selama pameran berlangsung antara 7 sampai 10 hari. Di Jakarta ada beberapa event pameran tanaman yang berskala nasional, seperti Pameran Flora Fauna di Lapangan Banteng setiap bulan Agustus, atau pameran-pameran tanaman hias yang diselenggarakan Majalah Trubus. Namun, banyak juga pameran-pameran serupa yang diselenggarakan oleh Pemda, Supermal, atau event-event organizer di banyak tempat. Yang perlu Anda lakukan adalah selain menyiapkan tanaman hias andalan juga mencetak kartu nama untuk disebar. Jangan lupa cetak nomor telepon Anda jelas-jelas agar setelah pameran usai, tanaman Anda tetap dibeli orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open House &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open house atau buka nurseri di rumah sendiri paling enak. Anda bisa setiap hari menongkrongi, memantau, dan menerima pembeli. Kalau bisnis Anda laku, Anda boleh bilang pada keluarga di rumah yang ikut menyaksikan, bahwa jadi pedagang tanaman hias tidak ‘hina’. Cara ini gampang dilakukan bila Anda punya pekarangan atau lahan yang memenuhi persyaratan. Namun bagi yang tidak punya lahan, jangan berkecil hati, bisa bikin dak di atas rumah. Enaknya, para tetangga yang lewat dan melihat, atau sanak keluarga yang kebetulan mampir bisa menjadi pengiklan bisnis Anda. Syukur-syukur mereka juga ikut tergerak untuk membelinya, bukan malah memintanya secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang terakhir ini terjadi, jangan sekali-kali Anda mengabulkannya. Lebih baik Anda menjual kepada mereka dengan harga miring atau rugi, daripada memberinya cuma-cuma. Jangan sampai yang kemudian menjadi berita dari mulut ke mulut adalah bahwa tempat Anda adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan tanaman secara gratis. Dengan menjual murah atau rugi, sedikitnya, yang akan menjadi berita adalah tempat Anda menjual tanaman dengan harga murah.Keuntungan lain dengan memilih cara ini, Anda tentu saja tidak perlu buang biaya untuk menyewa lapak. Selain itu, jika sedang tidak ada pembeli, Anda bisa menikmati keindahannya setiap hari. Kerugiannya, istri, mertua, anak atau cucu Anda bisa terganggu ruang geraknya. Anda juga harus mulai bersiap-siap memiliki rumah seperti hutan belantara. Cara ini juga bisa dilakukan secara luwes. Misalnya, kalau Anda masih kerja, atau punya usaha lain, Anda bisa melakukan open house khusus pada hari Sabtu dan Minggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menitipkan Tanaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman bisa Anda titipkan ke teman yang menjual tanaman atau ke penjual tanaman yang Anda kenal. Ini cara paling aman, terutama jika Anda tergolong hobiis pembosan. Jadi kalau ada tanaman yang Anda anggap sudah menjemukan, Anda bisa meminta mereka untuk memasarkannya. Cara titip teman juga pas jika Anda tergolong pemalu, atau masih malu-malu menjadi pedagang tanaman hias. Keuntungannya, rumah Anda nyaman, dan Anda tak perlu mengeluarkan biaya sewa lapak. Jeleknya, ada kemungkinan tanaman Anda tersia-sia di tempat ‘penitipan’. Bahkan bukan tidak mungkin, orang-orang yang Anda titipi malah ‘mencuri’ tanaman Anda dengan memotong bonggol atau akarnya tanpa Anda ketahui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyewa Tukang Gerobak Keliling &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cara paling jitu kalau rumah Anda sempit, dan Anda tidak punya kebun sendiri. Bikin gerobak dorong, dan panggil para pengangguran yang tinggal di sekitar Anda untuk diajak menjadi pedagang keliling tanaman hias. Minta kepada mereka untuk masuk ke perumahan-perumahan menjajakan tanaman Anda. Dewasa ini banyak orang senang tanaman hias tapi terlalu sibuk untuk mendatangi nurseri. Mereka adalah pasar potensial Anda.Enaknya, setiap hari Anda menerima setoran dari para penarik gerobak dorong. Kalau setiap gerobak menyetor Anda uang Rp1 juta saja sehari, kita sudah bisa bayangkan, betapa indahnya bisnis tanaman hias. Dari sana sekaligus Anda juga bisa mendapat info tanaman yang disukai dan tanaman yang tidak disukai. Dengan demikian, Anda bisa langsung belanja tanaman yang disukai konsumen di tempat penjualan grosir tanaman hias. Risikonya, kalau penarik gerobak kabur beserta gerobaknya Anda bisa gigit jari. Namun, Anda bisa cegah terlebih dulu dengan menyimpan fotokopi KTP-nya. Kalau ada apa-apa, tinggal lapor polisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Hunter atau Buser &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda ingin dapat untung dari berjualan tanaman hias tapi modal cekak atau tidak punya modal sama sekali, cara ini bisa dilakukan, yaitu dengan menjadi seorang hunter (pemburu) atau buser (buru sergap) tanaman hias.Pada dasarnya hunter dan buser adalah makelar atau istilah kerennya brooker. Modalnya, informasi dan sebuah handphone yang bisa kirim foto melalui Multimedia Messaging Service (MMS). Dengan model bisnis ini, Anda bahkan tidak harus punya tanaman sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka Kebun Khusus Sendiri di Daerah Pinggiran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini mungkin termasuk cara paling mahal. Karena kita harus menyewa atau memiliki lahan luas di daerah pinggiran yang harga atau sewa tanahnya masih murah. Namun, percayalah, meski di dearah pinggiran sekali pun, kalau koleksi tanaman hias Anda bagus, orang akan tetap memburunya. Bak syair lagu “Ke gunung kan kudaki, ke laut kan kuseberangi….”Keuntungannya, Anda bisa memilih konsumen yang datang ke kebun. Kalau Anda sedang capek Anda bisa mengatakan nurseri Anda tutup, Anda sedang di luar kota atau alasan-alasan lainnya. Bahkan Anda bisa menyeleksi pembeli Anda. Keuntungan lainnya, kalau orang sudah jauh-jauh datang ke tempat Anda, sudah pasti mereka juga akan berbelanja cukup banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka Kebun, Sekaligus Membuka Kedai Kopi atau Galeri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kondisi keuangan memungkinkan, dan lokasi mendukung, selain membuka kebun dan menjual tanaman, Anda bisa menambah fasilitas lain seperti kafe, kedai kopi, atau galeri lukisan. Jadi, selain berburu tanaman, pengunjung bisa menikmati kopi atau membeli lukisan.Di Bandung ada All About Strawberry. Bapak dan ibu membeli buah atau tanaman stroberi, sementara anak-anak bisa minum jus stroberi. Di Baturaden, Purwokerto ada Puspa Tiara Nurseri yang menyediakan bakso dan kopi. Istri membeli tanaman, anak-anak makan bakso dan suami bisa minum kopi. Semua happy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjajakan dengan Sepeda Motor atau Mobil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara bisnis seperti ini boleh dicoba kalau Anda tidak punya lapak. Anda tinggal ambil dagangan di tempat kulakan, lalu menjajakan secara keliling dengan sepeda motor atau mobil. Sasarannya, pedagang-pedagang tanaman hias kaki lima atau masuk ke pedagang-pedagang yang sedang buka stan pameran yang karena terlalu sibuk tidak punya waktu untuk kulakan.. Kita bisa menjual per lima atau per sepuluh pot. Tak usah untung banyak, asal penjualan lancar dan pembayaran bagus, sudah aduhai. Modalnya, cuma tahu tempat kulakan, tahu lokasi sasaran kita berada, dan punya sepeda motor atau mobil yang bisa dipakai. Kalau Anda bisa ngutang dulu di tempat kulakan, lebih asoy. Jadi Anda tak perlu mengeluarkan modal. Tentu saja, Anda harus langsung membayarnya begitu Anda menerima uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat Website &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau memasarkan tanaman Anda ke pasar lebih luas, Anda bisa membuat website. Di situ Anda bisa memasang foto-foto tanaman, dilengkapi deksripsi dan harganya.Membuat website tidak mahal. Anda cuma harus membayar seorang desainer web, untuk membuat website. Lalu menghubungi dan membayar pihak web hosting, agar website Anda bisa disiarkan ke seluruh dunia. Keuntungan lain jika mempunyai website, Anda malah bisa jadi brooker. Tanaman milik teman yang hendak dijual bisa Anda foto, lalu gambarnya dipasang di website. Jika laku, Anda akan mendapatkan komisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasang Iklan Baris di Internet &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya tanaman, tapi tidak punya gerai, atau malu mejeng di pameran, tidak bisa bikin gerobak boro-boro punya website? Gampang saja. Pasang iklan baris di Internet. Dewasa ini banyak portal-portal tanaman hias yang bersedia memasangkan iklan baris Anda secara gratis. Contohnya, duniaflora.com . Syaratnya cuma satu: Anda tidak gaptek Internet. Kalau cuma tidak punya Internet, gampang, datang saja ke Warnet atau bawa laptop dan bayar vouncher sewa hot spot yang banyak dimiliki supermal atau kafe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka Supermarket &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka supermarket butuh lahan dan bangunan yang memadai. Di situ orang bisa berbelanja tanaman hias secara swalayan. Cuma mungkin, Anda tidak cukup bayar tenaga untuk bagian kasir, tapi perlu juga sewa para detektif untuk mengatasi para pengutil tanaman. Maklum, tukang kutil biasanya juga mencari peluang di supermarket Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi importir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berangkat ke Thailand, dan membawa pulang tanaman yang sedang digemari di tanah air. Kelihatannya keren. Syaratnya, paling sedikit Anda punya paspor, surat izin impor dan uang memadai... Menurut orang yang suka ulang-alik ke sana, sedikitnya kita harus membawa Rp. 500 juta, supaya kita untung. Kalau bawa uang dibawah itu, bisa saja, tapi Anda tekor. Anda juga harus siap berurusan dengan masalah bea cukai setelah barang Anda tiba di bandara. Repotnya, tidak ada tarip resmi, semua masih dihitung suka-suka.Saat buku ini ditulis, beaya seperti ini, untuk sekali masuk barang bisa mencapai antara Rp. 10 juta sampai Rp. 25 juta. Tentu saja beaya sebesar itu harus Anda masukkan sebagai komponen harga jual. Salah-salah berbicara dengan pihak berwenang, bukannya Anda dapat untung, barang malah disita, untuk dimusnahkan. Anda pun gigit jari. Kalau Anda tergolong tidak gentar atau suka naik pesawat terbang dan sedikit punya nyali, model bisnis ini bisa dicoba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari buku, “JURUS SUKSES BISNIS TANAMAN HIAS”, karangan Kurniawan Junaedhie, PT Agro Media Pustaka, Jakarta 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: www.duniaflora.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-1974953737445647994?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/1974953737445647994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=1974953737445647994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1974953737445647994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1974953737445647994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/cara-berbinis-tanaman-hias.html' title='Cara Berbinis Tanaman Hias'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-2375549189728498871</id><published>2008-11-20T10:12:00.004+07:00</published><updated>2009-01-09T10:10:11.744+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bidadari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Walah! Aglaonema Bidadari Dijual Rp 300 Juta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSTWZsFiksI/AAAAAAAAAQ8/cej9uPcE0ns/s1600-h/Aglaonema+Bidadari+300jt.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSTWZsFiksI/AAAAAAAAAQ8/cej9uPcE0ns/s320/Aglaonema+Bidadari+300jt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270573200749793986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, RABU — Sebuah tanaman dibanderol Rp 300 juta. Wow! Mengapa bisa semahal itu? Pasalnya, tanaman koleksi eksklusif Harry Setiawan berjenis aglaoneme bidadari itu merupakan tanaman langka dan hanya satu-satunya di Indonesia. Penasaran?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanaman itu dipajang dalam Agro Expo yang digelar di Parkir Timur Senayan hingga 22 November. Salah satu panitia, Suci Puji Suryani, mengatakan, alasan mahalnya tanaman itu semata-mata karena kelangkaannya. "Penetapan harga itu ada beberapa faktor. Melihat harga pasar, juga terserah si pemilik saja," kata Suci kepada Kompas.com, Rabu (19/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya bagaimana menjamin bahwa tanaman itu hanya satu-satunya di Indonesia, Suci mengatakan, hal itu sudah dipastikan oleh kalangan pecinta tanaman. Tanaman itu, menurut dia, merupakan hasil persilangan yang belum pernah ada sebelumnya. Daunnya agak lebar, berwarna merah muda bercampur putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain aglaonema bidadari, ada pula aglaonema harlequin yang dijual dengan harga Rp 150 juta. Saat awal kemunculannya pada 2007, tanaman ini bahkan ditawarkan dengan harga Rp 650 juta! Di atasnya, masih ada lagi adenium socotranum (batang merah) seharga Rp 250 juta. Tanaman ini berasal dari Pulau Socotra di Semenanjung Yaman yang tergolong jenis langka di habitatnya. Diperkirakan, bisa mencapai umur 60 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman-tanaman ratusan juta ini ditempatkan pada satu area yang terdiri atas sekitar 60 jenis tanaman. Jika ditotal, harga jual seluruhnya mencapai Rp 2 miliar! Siapa para pembeli tanaman mahal ini? "Ada saja yang cari. Namun, sudah laku atau belum kami tidak tahu karena untuk transaksi langsung ke pemilik dan biasanya sehabis pameran," kata Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suci mengingatkan, bagi para pecinta tanaman yang tertarik dengan bunga-bunga mahal agar mengumpulkan berbagai informasi dan memastikan jenis tanaman yang dibelinya kepada komunitas pecinta tanaman. Salah satu milis disebutkan Suci, yaitu aglaonemaindonesia@yahoogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary&lt;br /&gt;source : www.kompas.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-2375549189728498871?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/2375549189728498871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=2375549189728498871' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2375549189728498871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2375549189728498871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/walah-aglaoneme-bidadari-dijual-rp-300.html' title='Walah! Aglaonema Bidadari Dijual Rp 300 Juta'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSTWZsFiksI/AAAAAAAAAQ8/cej9uPcE0ns/s72-c/Aglaonema+Bidadari+300jt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-4902521177746648784</id><published>2008-11-18T13:31:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T10:11:14.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim Hujan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media tanam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Musim Hujan dan Dampak Bagi Tanaman</title><content type='html'>Menurut hemat saya, musim hujan dapat dibagi menjadi tiga fase. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Awal musim hujan (akhir musim kemarau) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri, sinar matahari cukup banyak, suhu udara panas, kelembaban udara absolute (Ah) tinggi, kelembaban udara relatip (Rh) tinggi, hujan masih jarang terjadi, dan sumber air tanah maupun air permukaan sedikit. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dampak bagi tanaman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses transpirasi (proses pendinginan) terganggu karena tingginya nilai Rh. Keadaan ini diperparah dengan sulitnya proses pendinginan secara konduksi lewat daun, karena bahang panas pada fase musim ini juga tinggi. Akibatnya tanaman akan kepanasan, daun dan batang tanaman nampak layu meski masih nampak hijau. Kalau kondisi parah ranting dan daun akan menguning dan rontok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan yang sering dilakukan pada fase ini, melihat tanaman nampak layu timbul anggapan tanaman kurang air. Padahal kelayuan muncul bukan karena kekurangan air (seperti pada musim panas), namun akibat terganggunya proses penyerapan air karena transpirasi terhambat. Dampak selanjutnya gampang diduga, zona akar akan kelebihan air dan mengundang penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pertengahan musim hujan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri, sinar matahari terhalangi mendung, suhu udara turun, kelembaban udara absolute (Ah) turun / rendah, kelembaban udara relatip (Rh) tinggi, frekwensi hujan tinggi, dan sumber air tanah maupun air permukaan melimpah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak bagi tanaman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelembaban (Rh) tinggi pada suhu yang rendah merupakan kondisi ideal pertumbuhan spora jamur. Tanaman yang tidak sehat atau bagian tanaman yang tua menjadi rentan serangan jamur. Genangan-genangan air pada bagian batang, bonggol, dan daun (bagian-bagian yang kaya karbohidrat) cepat atau lambat akan diserbu jamur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Akhir musim hujan (awal musim kemarau) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri, sinar matahari mulai banyak terlihat, suhu udara naik, kelembaban udara absolute (Ah) naik / tinggi, kelembaban udara relatip (Rh) turun/rendah, hujan semakin jarang terjadi, dan sumber air tanah melimpah sedang air permukaan menurun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak bagi tanaman : &lt;br /&gt;Transpirasi dapat berjalan dengan baik dan dengan demikian proses penyerapan nutrisi dapat berlangsung dengan baik pula. Proses pertumbuhan tanaman dimulai kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thari Wie (www.omahijo.com)&lt;br /&gt;Source : www.kebonkembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-4902521177746648784?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/4902521177746648784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=4902521177746648784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4902521177746648784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4902521177746648784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/musim-hujan-dan-dampak-bagi-tanaman.html' title='Musim Hujan dan Dampak Bagi Tanaman'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-6482913938619857640</id><published>2008-11-18T12:53:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T10:11:57.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perangsang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zat Pengatur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media tanam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Zat Pengatur Tumbuh untuk Perangsang Bunga</title><content type='html'>Munculnya bunga pada suatu tanaman menunjukkan tingkat kematangan tanaman memasuki fase atau masa dari vegetatif ke generatif. Perubahan ini dapat dikarenakan pengaruh internal hormon tanaman atau zat pengatur tumbuh tanaman secara eksternal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara alamiah di dalam tanaman terdapat banyak hormon yang mengatur dan memicu terjadi proses fisiologis. Proses-proses fisiologis itu antara lain pertumbuhan akar, tunas, pembungaan dan sebagainya. Pembahasan topik dibatasi pada hormon ataupun zat pengatur tumbuh yang berperan dalam mendorong pembungaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: zat pengatur tumbuh adalah hormon yang disintesis (buatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hormon di dalam tanaman yang berpengaruh dalam pembungaan, yaitu Gibberelin. Sedangkan zat pengatur tumbuh tanaman yang berperanan adalah kelompok Auksin NAA, gas etilen (karbid) dam penghambat tanaman (retardan) Paklobutrasol, Alar dan Cycocel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh penggunaan zat pengatur tumbuh untuk perangsang pembungaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman kelompok Bromelia (Nanas) dirangsang dengan gas Etilen (Karbid) dan Ethepon (Ethrel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Mangga dan Durian dirangsang dengan Paklobutrasol (Patrol, Goldstar)&lt;br /&gt;Tanaman Aglaonema dan Spathiphyllum dirangsang dengan Gibberelin/GA3 (Grow Quick Flower, Sunerellin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yudha Hartanto MSi., diolah dari berbagai sumber). &lt;br /&gt;source: www.tokopupuk.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-6482913938619857640?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/6482913938619857640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=6482913938619857640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6482913938619857640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6482913938619857640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/zat-pengatur-tumbuh-untuk-perangsang.html' title='Zat Pengatur Tumbuh untuk Perangsang Bunga'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-716152263322263259</id><published>2008-11-18T12:47:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:13:09.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media tanam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Pengenalan Hama: Cara Makan dan Pengendaliannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSJXW-z_MmI/AAAAAAAAAQc/jnCjmCGrVfI/s1600-h/HAMA+penyakit_aglaonema2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 77px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSJXW-z_MmI/AAAAAAAAAQc/jnCjmCGrVfI/s320/HAMA+penyakit_aglaonema2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269870566306689634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSJXQ4aJXvI/AAAAAAAAAQU/ZxtIUwcAwC4/s1600-h/HAMA+penyakit_aglaonema.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 69px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSJXQ4aJXvI/AAAAAAAAAQU/ZxtIUwcAwC4/s320/HAMA+penyakit_aglaonema.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269870461508476658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hama tanaman mempunyai ciri tersendiri dalam melakukan aktifitas makannya. Aktifitas ini dapat dijadikan acuan penentuan jenis hama yang menyerang dan sekaligus pengendaliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut disajikan macam cara makan dan gejala serta jenis hama yang menyerang:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menggigit - mengunyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;daun/bunga sobek&lt;br /&gt;daun/bunga berlubang&lt;br /&gt;daun/bunga terpotong&lt;br /&gt;daun tinggal tulang daun&lt;br /&gt;kuncup bunga berlubang&lt;br /&gt;daun menggulung&lt;br /&gt;gerekan pada batang&lt;br /&gt;Menusuk - menghisap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bentuk daun/bunga menjadi keriting&lt;br /&gt;daun menjadi salah bentuk&lt;br /&gt;permukaan atas daun menjadi kusam&lt;br /&gt;permukaan atas daun terdapat bintik yang kontras dengan warna daun&lt;br /&gt;permukaan bawah daun terdapat bekas luka tusukan&lt;br /&gt;terdapat substansi yang lengket seperti �honeydew�&lt;br /&gt;permukaan atas daun terdapat lapisan hitam (jelaga)&lt;br /&gt;terdapat sarang seperti sarang laba-laba&lt;br /&gt;Meraut - menghisap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bunga tidak membuka normal&lt;br /&gt;permukaan atas daun menjadi keperakan&lt;br /&gt;gugur bunga prematur&lt;br /&gt;Memarut/mengorok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdapat bekas korokan di permukaan atas daun&lt;br /&gt;menimbulkan puru (gall)&lt;br /&gt;Penjelasan hama yang menyerang dan pengendalian dengan insektisida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggigit- mengunyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis hama yang menyerang: Ulat, Kumbang dan Belalang&lt;br /&gt;Insektisida: Decis, Metindo, Sevin, Supracide, Larvin, Buldok, Baycarb, Furadan 3G- Dursban, Slamfast/Mitecut, Matador, Rizotin.&lt;br /&gt;Menusuk - menghisap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis hama yang menyerang: Aphid, Kutu Perisai, Whitefly, Mealybug, Root Mealybug, Spider Mites (Red Spider dan Two Spotted), Fruitfly (Lalat Buah), Fungus Gnats&lt;br /&gt;Insektisida: Pegasus, Confidor, Diazinon, Supracide, Matador, Metindo, Agrimec/Bamex/Schumec, Kelthane, Talstar, Demiter, Easy Clean, Curacron, Pro Leaf, Slamfast/Mitecut, Trigard, Jian Jing.&lt;br /&gt;Meraut - menghisap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis hama yang menyerang: Thrips&lt;br /&gt;Insektisida: Pegasus, Confidor, Curacron, Regent, Akodani, Easy Clean, Pro Leaf, Jian Jing.&lt;br /&gt;Memarut/mengorok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis hama yang menyerang: Leafminer&lt;br /&gt;Insektisida: Calypso, Confidor, Agrimec/Bamex/Schumec, Trigard, Provado&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yudha Hartanto MSi., diolah dari berbagai sumber).&lt;br /&gt;Source: www.tokopupuk.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-716152263322263259?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/716152263322263259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=716152263322263259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/716152263322263259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/716152263322263259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/pengenalan-hama-cara-makan-dan.html' title='Pengenalan Hama: Cara Makan dan Pengendaliannya'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSJXW-z_MmI/AAAAAAAAAQc/jnCjmCGrVfI/s72-c/HAMA+penyakit_aglaonema2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-386940911100084666</id><published>2008-11-18T12:45:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T10:14:14.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengendalian'/><title type='text'>Manajemen Pengendalian Hama Tanaman</title><content type='html'>Tanaman dalam siklus hidupnya tidak terlepas dari serangan hama. Serangan hama muncul pada saat kondisi tertentu sesuai dengan habitat yang diinginkan. Habitat yang dimaksud adalah kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban dan sumber makanan.&lt;br /&gt;Secara umum populasi hama meningkat pada musim kemarau, dimana suhu tinggi (&gt;28oC) dan kelembaban rendah (&lt;60%) merupakan kondisi yang sesuai untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan hama pada musim kemarau, selain sumber makanan yang tersedia adalah kondisi lingkungan yang sesuai untuk bertelur dan menetas. Sedangkan saat musim hujan banyak hama musim kemarau bertahan pada tanaman inang lain seperti gulma rumput atau bayam liar. Contoh hama musim kemarau seperti belalang, ulat, aphids, thrips, spider mites, white fly, lalat buah, pengorok daun, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Namun ada kasus tertentu ada hama yang berkembang pada musim hujan seperti fungus gnats dan shore fly. Dimana perkembangan hama ini lebih dikarenakan ketersediaan makanan berupa lumut yang berkembang dalam kondisi lembab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar kondisi di atas, pengendalian hama selain menggunakan insektisida, cara lain adalah dengan membersihkan lingkungan (sampah organik dan gulma). Contoh lalat buah berkembang pada buah yang busuk, spider mites bertahan pada gulma bayam liar, dan lain-lain. Selain itu mencegah lingkungan media tanam atau sekitar tanaman terlalu lembab yang bertujuan mencegah serangan fungus gnats dan shore fly. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yudha Hartanto MSi., diolah dari berbagai sumber&lt;br /&gt;Source : www.tokopupuk.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-386940911100084666?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/386940911100084666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=386940911100084666' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/386940911100084666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/386940911100084666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/manajemen-pengendalian-hama-tanaman_8882.html' title='Manajemen Pengendalian Hama Tanaman'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-1711103178238279177</id><published>2008-11-18T12:41:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:15:33.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media tanam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengendalian'/><title type='text'>Manajemen Pengendalian Cendawan dan Bakteri Patogen pada Tanaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSJWJIevf9I/AAAAAAAAAQM/8BBLgJWqFC4/s1600-h/HAMA++penyakit_aglaonema7.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 92px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSJWJIevf9I/AAAAAAAAAQM/8BBLgJWqFC4/s320/HAMA++penyakit_aglaonema7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269869228872138706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penyakit tanaman dapat berkembang dan menyebar bila kondisi seperti suhu dan kelembaban memenuhi syarat untuk berkembang, selain itu kondisi tanaman dan teknis budidaya juga berperan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyebab penyakit yang sering menyerang tanaman yaitu bakteri dan cendawan. Bakteri dan cendawan cenderung berkembang pada lingkungan yang mempunyai kelembaban tinggi (&gt;80%), dimana bakteri berkembang pada suhu tinggi (&gt;28oC), sedangkan cendawan pada suhu rendah (&lt;22 -25oC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman yang mengalami stres rentan terhadap serangan penyakit, stres yang dimaksud dapat dikarenakan (1) penggantian media baru dan (2) penggenangan air di daerah perakaran dalam jangka waktu lama. Faktor lainnya adalah salah pemberian pupuk (konsentrasi pupuk yang kurang/lebih dan macam pupuk yang salah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan jarak tanam ataupun jarak antar pot tanaman di dalam membudidayakan tanaman juga mempengaruhi perkembangan dan penyebaran penyakit. Semakin rapat jarak antar tanaman memberikan resiko tinggi dalam penyebaran penyakit tersebut. Demikian pula dengan media tanam yang salah menentukan komposisi dan perbandingannya. Bila media tanam terlalu lembab dan kuat memegang air maka akan membuat akar tanaman membusuk yang dapat menjadi awal masuknya penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi selain mencegah dengan menggunakan fungisida dan bakterisida adalah dengan cara kontrol lingkungan dengan membuat lingkungan sekitar tanaman mudah teraliri udara, mengatur penyiraman air, pemberian pupuk yang tepat (konsentrasi,macam pupuk), mengatur jarak antar tanaman dan membuat media tanam tepat komposisi dan perbandingan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yudha Hartanto, MSi., diolah dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;source : www.tokopupuk.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-1711103178238279177?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/1711103178238279177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=1711103178238279177' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1711103178238279177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1711103178238279177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/manajemen-pengendalian-cendawan-dan.html' title='Manajemen Pengendalian Cendawan dan Bakteri Patogen pada Tanaman'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSJWJIevf9I/AAAAAAAAAQM/8BBLgJWqFC4/s72-c/HAMA++penyakit_aglaonema7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-7778260600022645908</id><published>2008-11-17T10:32:00.005+07:00</published><updated>2009-01-09T10:20:44.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mencegah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demam Berdarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyamuk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>INFORMASI: Cara Murah Mengusir Nyamuk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSDp4l9bpLI/AAAAAAAAAOs/8mBKp_yMwzg/s1600-h/zodiac.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 216px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSDp4l9bpLI/AAAAAAAAAOs/8mBKp_yMwzg/s320/zodiac.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269468722495202482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSDoLPptx_I/AAAAAAAAAOk/wclDcmd3h8g/s1600-h/lavender.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 198px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSDoLPptx_I/AAAAAAAAAOk/wclDcmd3h8g/s320/lavender.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269466843901183986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini penyakit Demam berdarah atau Dengue adalah penyakit yang diketahui paling mematikan dan sulit dicegah apalagi pada saat musim hujan. DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan virus dengue­terutama menyerang anak-anak. Tanda-tandanya antara lain demam tinggi mendadak, dengan manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan shok dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara dilakukan untuk mencegah dan mengobatinya. Salah satunya dengan menggunakan bahan yang bisa digunakan untuk melumpuhkan sumbernya, yaitu Nyamuk. Bukti galaknya promosi dan penyuluhan untuk mencegah penyakit ini adalah banyaknya obat anti nyamuk yang beredar di pasaran. Pemberantasan nyamuk biasanya dengan menggunakan insektisida sintesis sebagai racun serangga, entah itu obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar, maupun obat antinyamuk yang dioleskan, yang tentu saja mengandung senyawa kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua obat anti nyamuk tersebut bersal dari tumbuhan karena pola hidup orangsaat ini adalah back to nature, seperti: Geranium, Lavender, Serai wangi, Selasih dan banyak sekali jenis tumbuhan yang memiliki kandungan pengusir nyamuk. Namun, dari semua jenis tumbuhan tersebut tidak ada satupun yang bisa digunakan secara langsung, yakni masih membutuhkan pengolahan sebelumnya. Proses pengolahan ini membutuhkan biaya yang cukup mahal sehingga harga obat ini pun relatif mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tanaman yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk dan pemanfaatannya mudah adalah tanaman zodia (Evodiaa suaveolens) yang termasuk dalam famili Rutaceae. Tanaman perdu ini berasal dari keluarga Rutacea. Tinggi tanaman 0,3 – 2 m dan panjang daun dewasa 20 – 30 cm. Bentuk zodia cukup menarik sehingga banyak digunakan sebagai tanaman hias. Zodia berasal dari Papua, namun saat ini sudah banyak tumbuh di Pulau Jawa. Tanaman ini tumbuh baik di ketinggian 400 – 1.000 m dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman ini bisa memiliki tinggi mencapai 200 cm jika dibiarkan tumbuh bebas di alam. Daunnya berwarna hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur. Tanaman ini berfungsi ganda, selain sebagai tanaman hias yang dapat menyejukkan suasana rumah ketika dilihat, juga berfungsi sebagai anti nyamuk yang handal. Tanaman ini mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine sehingga menghasilkan aroma yang cukup tajam dan tidak disukai serangga. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool 46 persen dan apinene 13,26 persen. Linalool berfungsi sebagai pengusir nyamuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun zodiac mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70 persen. Selain efektif mengusir nyamuk, belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari zodia, misalnya penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganya juga dapat dijadikan obat gosok untuk mengobati masuk angin. Di samping itu, daun zodia terasa pahit, bisa digunakan sebagai obat tradisional, antara lain untuk menambah stamina tubuh, sementara rebusan kulit batangnya bermanfaat sebagai pereda demam malaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zodia mengeluarkan aroma bila daun-daunnya digosokkan. Tanpa digosokkanpun tanaman ini akan menebarkan aroma wangi yang bisa mengusir nyamuk dari dalam ruangan. Dengan kata lain, tanaman ini merupakan tanaman hidup pengusir nyamuk yang dalam kondisi hidup mampu menghalau nyamuk. Artinya tanaman ini tidak perlu diolah terlebih dulu. Daunnya juga bisa mengobati kulit yang bentol karena gigitan nyamuk. Meskipun harga bibitnya mahal (antara Rp 5000 hingga Rp 200.000 per pohon sesuai dengan tinggi dan kesuburan tanaman), tapi dari segi manfaatnya yang sama, tanaman ini masih bisa bersaing dengan tanaman lain yang menjadi sumber bahan utama dalam pembuatan obat anti nyamuk yang ada selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, budidaya dari tanaman ini cukup mudah bila dibandingkan dengan tanaman sejenisnya sehingga tidak perlu takut akan gagal. Ini cocok sekali dengan orang yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk merawat tanaman atau bahkan orang yang memang tidak bisa merawat tanaman. Bisa diperbanyak melalui biji dan stek ranting. Tanaman yang sudah berbunga dan berbiji, maka bijinya akan jatuh dan tumbuh di sekitar tanaman. Penanaman zodia dari biji hingga berkecambah memerlukan waktu 4 minggu. Penanaman bisa menggunakan sekam bakar sebagai medianya. biji tingal ditaburkan atau disemai kemudian diletakkan di tempat teduh. Dari habitat aslinya biji zodia menyebar dengan cara pemecahan sendiri. Sehingga biji bisa jatuh jauh dari induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatannya juga mudah, cuma perlu dipupuk satu bulan sekali,  jarang dihinggapi hama. Dua hari sekali, zodia perlu dikeluarkan dari ruangan selama dua hingga tiga jam agar terkena cahaya matahari. Biarkan terkena sinar matahari. Hanya, fase pertumbuhan membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung kena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang cukup dingin. Biasanya, tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor plant). Namun, baik juga bisa langsung ditanam di halaman rumah. Penyimpanan tanaman juga sering diletakkan di sekitar tempat angin masuk ke dalam ruangan, nyamuk yang hendak masukpun terhalau. Bahkan, bisa memberikan kesejukan tersendiri. Di daerah perumahan, tanaman yang habitusnya perdu ini dapat digunakan sebagai tanaman penghijau sekaligus tanaman potensial di lingkungan rumah. Tingkat efektifitasnya akan terasa apabila sirkulasi udara di sekeliling tanaman tersebut baik. Karena aroma yang dikeluarkan oleh tanaman tersebut akan disebarkan oleh angin ke sekeliling lingkungan sehingga dapat mencegah pertumbuhan nyamuk di sekitar perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemanfaatannya bisa dengan langsung menggosokkan atau mengoleskan daun yang sudah digosok-gosok ke permukaan kulit, atau hanya dengan sekedar meletakkannya di ruangan agar ruangan tersebut tidak dihuni nyamuk. Jika tanaman ini tertiup angina, maka daun-daunnya akan saling bergesekan sehingga menimbulkan bau harum. Satu yang perlu diperhatikan, jika ruangan terlalu sempit dengan sirkulasi udara yang kurang baik, aroma dari tanaman ini juga bisa menyebabkan orang mabuk atau pusing karena aromanya yang terlalu menyengat. Meskipun baunya lumayan keras, namun tanaman ini lebih sehat bila dibandingkan dengan obat nyamuk bakar atau semprot buatan pabrik karena aroma dari tanaman ini tidak membahayakan pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalakan pemanfaatan tanaman ini perlu dilakukan karena terbukti ramah lingkungan dan aman. Promosi ini bisa dilakukan dari mulut ke mulut di lingkungan sekitar kita, namun akan lebih efektif jika diberikan penyuluhan oleh pemerintah daerah untuk melakukan budidaya atau setidaknya setiap rumah punya sehingga masyarakat bisa terhindar dari penyakit DBD yang sangat mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Oleh: Mo Awwanah*&lt;br /&gt;*Penulis adalah Mahasiswi Biologi/2006&lt;br /&gt;Universitas Negeri Malang&lt;br /&gt;source: moaw745.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-7778260600022645908?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/7778260600022645908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=7778260600022645908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7778260600022645908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7778260600022645908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/informasi-cara-murah-mengusir-nyamuk.html' title='INFORMASI: Cara Murah Mengusir Nyamuk'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSDp4l9bpLI/AAAAAAAAAOs/8mBKp_yMwzg/s72-c/zodiac.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-3690173818242800143</id><published>2008-11-17T09:46:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:21:45.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Metode'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hibrida'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kultur Jaringan'/><title type='text'>KULTUR JARINGAN AGLAONEMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSDb1qbAgjI/AAAAAAAAAOc/1E6-t_8-SA0/s1600-h/Kultur+Jaringan+Aglaonema+foto.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSDb1qbAgjI/AAAAAAAAAOc/1E6-t_8-SA0/s320/Kultur+Jaringan+Aglaonema+foto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269453278990598706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KULTUR JARINGAN AGLAONEMA: Teknik Sterilisasi Memegang Kendali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lama aglaonema telah dicoba diperbanyak lewat kultur jaringan. Namun baru kali ini menunjukkan hasil. ADALAH MONFORY NUSANTARA YANG BERHASIL. MELALUI METODE ORGANOGENIS, menggunakan batang bermata tunas. Total ada sekitar 15 hibrida aglaonema yang menunjukkan performa bagus di laboratorium dan nursery milik Monfory di Bogor, Jawa Barat. "Sejak lebih kurang dua tahun lalu kami &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;melakukan percobaan pada 30 hibrida dan belakangan kami tambah 12 hibrida," ungkap Suzy Ratnawati Madjid, Plant Manajer Monfory Nusantara. Hasil kuljar sudah masuk ke divisi nursery untuk diadaptasi dan dibesarkan sampai siap dipasarkan. Antara lain, Lady valentine, Cochin tembaga, Red fire, Lipstik flamingo, dan Madonna. Silangan Gregory Hambali macam Madame Suroyo, Adelia, dan Siti Nurbaya juga sudah mulai diproduksi. "Sekarang kami sudah bisa menghasilkan total 2.000 anakan silangan aglaonema perbulan. Tetapi angka tersebut akan terns meningkat," lanjut Suzy.&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;SIKLUS LEBIH PANJANG&lt;br /&gt;Teknik tissue culture pada tanaman berjuluk ratu daun ini serupa dengan prosedur kuljar (kultur jaringan) tanaman hias lain. Namun aglaonema punya siklus kuljar yang lebih lama. "Kalau caladium dan alokasia hanya butuh waktu 4 minggu sampai eksplan tumbuh dan siap dipotong kembali. Tetapi aglaonema butuh waktu sampai 5-6 minggu," terang Suzy. Tahap ini biasa disebut  subkultur melalui stek mikro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun persoalan utama dalam proses kuljar aglaonema adalah sterilisasi eksplan. Kalau eksplan terkontaminasi, tak bakal bisa tumbuh. Setup tanaman menyimpan bakteri endogen yang bisa jadi berbeda. "Kami melakukan banyak trial £t error sampai menemukan teknik sterilisasi khusus dan berhasil. Bahan untuk sterilisasi persis seperti yang kami pakai untuk tanaman hias lain,"  lanjut Susy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proses sterilisasi berhasil, tinggal mencoba-coba ramuan media dan hormon paling pas supaya pertumbuhannya maksimal. Monfory menggunakan media kuljar padat berbahan dasar media MS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi dengan beberapa modifikasi dan penambahan ramuan hormon tertentu. Teknik pemotongan eksplan juga berbeda," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KULJAR HEMAT&lt;br /&gt;Kultur jaringan skala rumahan untuk tanaman bernama lokal Sri rejeki ini sudah dicoba. Seperti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang dilakukan oleh Novi Syatria di Klender, Jakarta Timur. Namun belum seratus persen berhasil, permasalahan sterilisasi masih jadi kendala. "Eksplan sudah kelihatan tumbuh tetapi masih terkontaminasi bakteri. Saya sedang mencoba dengan tambahan formula anti bakteri yang hasilnya bagus pada tanaman lain," ungkap down Universitas Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novi melakukan sterilisasi eksplan sebelum ditanam. Potongan batang bermata tunas dicuci dengan air mengalir dan deterjen. Kemudian di-shaker dalam larutan fungisida dan dibilas dengan air stern. Dilanjutkan direndam larutan fungisida, dibilas air stern sampai bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga langkah itu dilakukan masingmasing 30 menu Terakhir direndam dalam larutan alkohol 70% sambil digoyang dan dibilas 5 kali dengan air. Proses kultur jaringan, menurut Novi, bisa dilakukan dalam skala rumah tangga. Bisa menggunakan &lt;br /&gt;peralatan yang terjangkau. Semisal Laminar air flow, semacam kotak stern, bisa diganti dengan incase yang bisa dipesan pada tukang kaca. Autoclaf bisa diganti dengan panci presto, asalkan suhunya bisa melebihi 100 °C. Penggunaan mediaa padat tak perlu mesin shaker. Kalau menggunakan media beli jadi, tak perlu timbangan dan alat ukur. Perlengkapan botol juga bisa diganti. Namun perlu ruang sejuk untuk menyimpan kultur yang sudah diisolasi. Bagi pemula  bisa memanfaatkan kamar ber-AC.&lt;br /&gt;"Proses kerja dasar bisa dipelajari hanya dalam satu hari, selebihnya lewat praktik langsung,"  lanjut Novi yang acap memberikan pelatihan kuljar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Anda pun bisa mencobanya. ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAPAN KULJAR&lt;br /&gt;1. Media masak masuk botol, dimasukkan ke autoclaf selama 1 jam. Pastikan steril sampai 3 hari.&lt;br /&gt;2. Alat yang hendak digunakan disterilisasi dulu dalam autoclaf. &lt;br /&gt;3. Sterilisasi alat, kalau menggunakan laminar, letakkan dalam laminar tertutup dan lampu UV &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyala sejam.&lt;br /&gt;4. Laminar dibuka, blower dan lampu nyala, semprot alkohol 70%.'&lt;br /&gt;5. Bahan dan alat disemprot alkohol.&lt;br /&gt;6. Memotong bahan eksplan dari induk yang sehat.&lt;br /&gt;7. Sterilisasi dan pemotongan eksplan diluar dan di dalam alat kerja (laminar atau in case).&lt;br /&gt;8. Eksplan ditanam, gunakan pinset yang telah dibakar api bunsan dan dicelup air steril. Mulut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;botol juga dibakar api bunsan.&lt;br /&gt;9. Botol diletakkan di ruangan steril bersuhu sejuk sampai siap dimultifikasi lewat jalan stek &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silangan Lokal Menggembirakan&lt;br /&gt;Kebanyakan aglaonema yang sukses dikembangbiakkan lewat semacam teknologi clone di Monfory adalah hibrida hash persilangan Thailand. Sementara aglaonema silangan Gregory Hambali di Bogor, belum optimal. "Barangkali dipengaruhi bahan silangan, silangan Thailand keturunan cochin punya rugs lebih panjang pertanda pertumbuhannya cepat. Berbeda dengan keturunan rotundum yang beruas pendek," ungkap Lewi Pohar Cuaca, manajer marketing Monfory Nusantara. "Kuljar menggunakan ramuan media dan formula yang sama, pertumbuhan aglaonema lokal masih belum secepat silangan Thailand," tambah Suzy. Diperlukan ramuan hormon khusus. Sampai saat ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monfory telah membuat 28 ramuan media untuk menginisiasi 12 spesies tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKS: RUDI&lt;br /&gt;FOTO: ROHEDI/RUDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discan dan diedit oleh Sabina dari majalah Flona Edisi 65/V Juli 2008&lt;br /&gt;source : www.kebonkembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-3690173818242800143?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/3690173818242800143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=3690173818242800143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/3690173818242800143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/3690173818242800143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/kultur-jaringan-aglaonema.html' title='KULTUR JARINGAN AGLAONEMA'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSDb1qbAgjI/AAAAAAAAAOc/1E6-t_8-SA0/s72-c/Kultur+Jaringan+Aglaonema+foto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-6633851618944301309</id><published>2008-11-11T14:07:00.004+07:00</published><updated>2009-01-09T10:22:37.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri Rejeki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumatera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Aglaonema Abnormal yang Menarik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkyBiQkudI/AAAAAAAAAOM/WLswToC00Ko/s1600-h/Adelia+Mutant+koleksi+bung+Moes.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkyBiQkudI/AAAAAAAAAOM/WLswToC00Ko/s320/Adelia+Mutant+koleksi+bung+Moes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267296241144084946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pantas bila Tum-sapaan Satid Srimarksook-memiliki pride of sumatera berpenampilan nyeleneh dalam jumlah banyak. Pria kelahiran 35 tahun silam itu punya 100.000 indukan sehingga peluang mutasi terbuka lebar. 'Dari 1.000 tanaman paling hanya 1 yang mengalami mutasi,' ujar Sukasdi, pemulia aglaonema di Bogor. Nah, dengan asumsi itu, Tum bisa memperoleh sekitar 100 tanaman mutasi. Angka spektakuler untuk sebuah kelainan pemicu harga tinggi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Harga sri rejeki abnormal yang langka itu memang luar biasa. Sebut saja balanthong mutasi berdaun 4 helai milik Anti Nursery yang terjual seharga Rp2,5-juta/pot. Pride of sumatera mutasi dihargai Rp250-ribu-Rp300-ribu per pot untuk tanaman berdaun 6-7 helai. Harga pride normal paling hanya Rp125-ribu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kultur jaringan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 100 km dari kebun Satid Srimarksook, Trubus pun menemukan 'gudang' balanthong mutasi. Daun yang awalnya berwarna hijau dengan tulang dan jari-jari daun merah berubah jadi merah muda. Saat beralih rupa sang ratu bertambah cantik. Di antara 1.000 indukan yang ada di sana hanya segelintir yang abnormal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di nurseri lain ditemukan dynamic ruby dengan motif seperti lipstik. Warna hijau hanya terlihat menghiasi daun bagian pinggir. Lazimnya, corak menyerupai lady valentine, bercak hijau muncul di tengah daun berwarna merah muda itu. Perubahan rupa aglaonema milik Pichai Manichote itu muncul lantaran diperbanyak dengan kultur jaringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sukasdi, teknik perbanyakan itu memang kerap memacu munculnya kelainan. 'Jadi, tergantung sel yang diambil,' katanya. Bila yang diambil sel hijau, maka yang muncul dominan hijau. Selain itu, mutasi juga dapat disebabkan oleh perbanyakan dengan cara vegetatif, yakni setek batang atau pemisahan anakan. Sel-sel yang sebelumnya dorman, terpicu bangun dan membentuk tunas yang mengalami penyimpangan. Jadi, 'Setiap titik tumbuh diaktifkan,' ujar Greg Hambali, penyilang di Bogor. Perubahan sosok bisa berupa warna, gurat daun, atau bentuk daun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisah Anakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja snow white mutasi koleksi Prapanpong Tangpit. Daun aglaonema asal Florida yang awalnya berwarna putih dengan bercak hijau itu berubah jadi dominan putih. Itu karena At-begitu ia disapa-sering memperbanyak kerabat alokasia itu dengan cara memisahkan anakan. Bak mendapat durian runtuh, pria yang berdomisili di Khet Thawi Watana, Bangkok, itu memperoleh satu yang berpenampilan abnormal dari 3.000 indukan. Wajar bila ia masih enggan melepas anggota famili Araceae itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di Serpong, Tangerang, Trubus juga menjumpai nina dan hot lady berpenampilan beda koleksi Handry Chuhairy. Nina yang semula berdaun hijau dengan tulang daun merah berubah warna jadi lebih cerah. Hijau kekuningan dengan merah muda yang sangat menonjol di tulang daun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dengan hot lady. Warna daun aglaonema silangan Greg Hambali itu berubah menjadi dominan hijau tua. Bercak merah nyaris tak ada sehingga penampilannya gelap. Pantas bila sri rejeki itu menyemat nama black hot lady. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Semakin sering aglaonema diperbanyak dengan vegetatif, peluang mutasi yang muncul semakin besar,' ujar Prempree Na Songkhla, pimpinan redaksi majalah pertanian Kehakaset di Bangkok. Terbukti banyaknya kasus dengan sosok menyimpang yang ditemukan pada donna carmen dan pride of sumatera asli Indonesia. Karena berpenampilan nyeleneh, si mutan pun langsung menyedot perhatian peminat (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Evy Syariefa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source:  www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;Pic : Adelia Mutant - Koleksi Bung Moes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-6633851618944301309?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/6633851618944301309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=6633851618944301309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6633851618944301309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6633851618944301309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/aglaonema-abnormal-yang-menarik.html' title='Aglaonema Abnormal yang Menarik'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkyBiQkudI/AAAAAAAAAOM/WLswToC00Ko/s72-c/Adelia+Mutant+koleksi+bung+Moes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-1168309150108539686</id><published>2008-11-11T13:45:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:23:25.481+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Garden'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indoor plant'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Creating Indoor Gardens</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkrfyNM3zI/AAAAAAAAAOE/5_nfU4LQPmw/s1600-h/Plant+Indoor.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 235px; height: 176px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkrfyNM3zI/AAAAAAAAAOE/5_nfU4LQPmw/s320/Plant+Indoor.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267289064239587122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Indoor gardening can be tricky and there is definitely an art to doing it right. There are five important factors to consider when starting your own indoor garden; light, temperature, water, nutrition, and soil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Light&lt;br /&gt;Light is the main source of energy to manufacture food and different plants need differing amounts, which are designated as low, medium, high or very high light.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temperature&lt;br /&gt;Most varieties of indoor plants do well under normal household temperatures in the range of 70 to 80 degrees during the day and 60 to 65 degrees at night. Most tropical indoor plants will tolerate temperatures below that and can be damaged by ‘chilling injury’ if they are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Water&lt;br /&gt;One of the most common problems is improper watering. Some plants thrive in drier conditions while other must be kept moist at all times. Too little water can cause wilting and too much water can cause root rot problems.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t let the surface of the soil be your guide. Be sure to feel the soil by pushing your finger in an inch or so below the soil’s surface to determine whether or not more water is needed. Another option is investing in a ‘watering meter,’ which can give you an easy and accurate indication of when your plants need watering.&lt;br /&gt;Tap water is completely satisfactory for most indoor plants and once a month, plants should be put in the sink and watered thoroughly to leach salts from the soil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soil&lt;br /&gt;Most nurseries sell a variety of soil mixes for indoor gardening and as long as they have good drainage abilities, are aerated and have good water and nutrient holding capacity, they will be very satisfactory. It is not necessary to use specialty mixes for most types of houseplants.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fertilization&lt;br /&gt;Most houseplants have reduced fertilizer requirements because of their indoor environment and nutritional problems usually result from overfertilization rather than lack of nourishment. In some cases, specialty fertilizers are needed, but they are the exception.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are literally hundreds of plant species to choose from that are suitable for your indoor garden. Here is a list of some of the most common varieties.&lt;br /&gt;African Violet - among the most popular of flowering indoor plants and are available in multiple colours.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aglaonema - compact, low-growing and hardy. A tough plant well suited for the indoors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begonia - an excellent indoor plant if there is adequate light.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cast-iron Plant - often overlooked but a very hardy plant that will persist under difficult conditions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coleus - commonly grown outdoors in summer for its colourful foliage. It is a good indoor plant if adequate light is provided.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dracaena - common varieties include solid green or striped foliage. All are dependable plants, especially where height is needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fern - some types suffer from low humidity indoors so they make a good kitchen or bathroom plant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ficus - tolerant of a wide range of environmental conditions but sometimes reacts to rapid changes in environment by almost total defoliation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geranium - popular outdoor plants as well as good indoor plants that will flower continuously if they are given adequate light.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jade Plant - very susceptible to overwatering and resultant leaf drop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palm - not the easiest of indoor plants to grow, but popular because of their height and graceful character.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperomia - most are small compact plants, but leaf size, shape, texture, and coloration vary widely. Peperomias are easily overwatered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Philodendron - there are numerous species and varieties cultivated, and they differ widely in growth habit, leaf size, and height.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pothos - one of the easiest of indoor plants to grow, well adapted to hanging baskets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Snake Plant - one of the easiest indoor plants to grow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spathiphyllum - one of the most satisfactory plants for low light situations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spider Plant - very easy to grow and is very adaptable for hanging baskets. All are susceptible to fluoride tip-burn from tap water so be careful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wandering Jew - fast growing, trailing plants. Many have variegated leaves. The underside of some are also brightly purple colored.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wax Plant - some varieties are vigorous vines which climb by means of twining. Many have highly variegated foliage, which is sometimes deeply curled or crinkled.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yucca - grow upright and stiff and may become somewhat grotesque in appearance with age. The plant is often confused with Dracaena, but require much higher light intensities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written By: Ann Zaza&lt;br /&gt;Source :www.wnetwork.com&lt;br /&gt;Picture :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-1168309150108539686?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/1168309150108539686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=1168309150108539686' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1168309150108539686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1168309150108539686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/creating-indoor-gardens.html' title='Creating Indoor Gardens'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkrfyNM3zI/AAAAAAAAAOE/5_nfU4LQPmw/s72-c/Plant+Indoor.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-626253406194803982</id><published>2008-11-11T13:20:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:31:22.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Decorative'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='home environment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indoor plant'/><title type='text'>Decorative plants work to absorb air pollution</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkleyZBzAI/AAAAAAAAAN8/mqoB44QGmDE/s1600-h/Decorative+plants+work+to+absorb+air+pollution+gbr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 161px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkleyZBzAI/AAAAAAAAAN8/mqoB44QGmDE/s320/Decorative+plants+work+to+absorb+air+pollution+gbr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267282450039557122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Decorative plants can be grown almost anywhere and when placed around the yard, can make the home environment more pleasant.&lt;br /&gt;Likewise, decorative plants grown in a pot can also beautify the interior of a home.&lt;br /&gt;Nowadays, people are starting to look more closely at plants that absorb air pollution. Such plants offer double benefits: Apart from decorating a room, they also absorb poisonous substances that circulate in air.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;According to the National Aeronautics and Space Administration (NASA)'s Report on Interior Plants for Indoor Air Pollution Abatement, there are as many as 29 varieties of decorative plants that are able to absorb pollution from the air.&lt;br /&gt;"The best plants for absorbing poisons can be placed inside the home," said Saiful Sulun, an agricultural researcher from the Winasari Garden in Bogor, West Java.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to environmentalists who cultivate decorative plants, small trees and shrubs that function as absorbents of air pollution are suitably placed inside the home or office. Likewise, in areas where people smoke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiful, who was a speaker in a discussion on the properties of decorative plants at the 2008 Flora Exhibition, which was held at Banteng Field, Jakarta, in August, said there were some varieties of decorative plant that could be used as anti-pollution plants around the home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Among them are the yellow palm (Chrysalindocarpus lutescens) the Paris lily (Cholorophyllum clevelandii), blanceng, or Chinese evergreen (Araceae), sirih gading (Scindapsus aureus), lidah buaya (Aloe vera) and lidah mertua, or sansieveira (Sansieviera trivasciata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It has been proven that the lidah mertua (translated as "mother-in-law's tongue") plant, for example, has a special ability to neutralize polluted air: According to research conducted by NASA, the leaves of the lidah mertua are able to absorb formaldehyde at the rate of 0.938 grams/hour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a room measuring 75 square meters, for example, only four leaves of an adult sansieviera plant are required to keep the room free of pollutants.&lt;br /&gt;Formaldehyde is a colorless gas that inhibits breathing. It can come from the smoke of burning forests, and the fumes from vehicle exhaust systems and cigarette smoke.&lt;br /&gt;This dangerous gas is often used to preserve dead bodies, as a preservative in paint, an ingredient in cosmetics and medicines, and in timber processing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Paris lily and yellow palm are beneficial in absorbing carbon monoxide, a major air pollutant. This dangerous substance, which is produced from vehicle and factory emissions, is one of the principal gasses causing global warming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yellow palm varieties are known to be particularly useful as pollutant absorbers, as they are able to produce as much as one liter of water vapor in 24 hours, which allows this plant to soak up a larger volume of poisonous gasses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The aglaonema plant (Aglaonema brevispathan) can also absorb formaldehyde and benzena. Benzena is a dangerous chemical compound that is found oil, fuel and cigarette smoke, which can cause vomiting and headaches in humans when exposed to high doses.&lt;br /&gt;Saiful said decorative plants have the special ability of absorbing poisons, while being easy to maintain. The plants can be placed inside a room, but can also be moved outdoors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"They have to be routinely looked after and get exposure to sunshine. That's why pot plants kept inside the home should be regularly put outside to sunbathe every two or three days," she said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiful suggested alternating potted plants of the same variety, so that when one is sunbathing, a replacement is still present in the home. Organic fertilizers or compost can be used to maintain plant health.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the plant trade, decorative plants and varieties of anti-pollutant plants are easily found. Prices vary depending on the plant varieties, their age and their features, such as the form of their leaves and colors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the Flora and Fauna 2008 Exhibition, a medium-size potted sansieviera plant was priced from between Rp 15,000 to Rp 50,000 (US$1.50 to $5). Meanwhile, aglaonema seedlings were priced at around Rp 25,000 ($2.50) per punnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apart from making rooms more beautiful, it is clear that some decorative plants have other benefits. By using plants to absorb gases and pollutants in the home, an environment can be created that offers fresher, healthier air to breathe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this age of increased environmental awareness, improving our surroundings can begin in the home - it's as simple as keeping potted plants. (Bambang Parlupi , Contributor , Jakarta )&lt;br /&gt;Source : www.thejakartapost.com&lt;br /&gt;Picture: The lidah mertua (Sansieviera trivasciata- JP/Bambang Parlupi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-626253406194803982?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/626253406194803982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=626253406194803982' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/626253406194803982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/626253406194803982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/decorative-plants-work-to-absorb-air.html' title='Decorative plants work to absorb air pollution'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkleyZBzAI/AAAAAAAAAN8/mqoB44QGmDE/s72-c/Decorative+plants+work+to+absorb+air+pollution+gbr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-6618405321331933443</id><published>2008-11-11T12:56:00.004+07:00</published><updated>2009-01-09T10:32:26.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PVT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Varietas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Sekilas Tentang PVT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkg0aixt9I/AAAAAAAAAN0/d2UXSdZqb9w/s1600-h/Pos+PVT.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 236px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkg0aixt9I/AAAAAAAAAN0/d2UXSdZqb9w/s320/Pos+PVT.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267277324036978642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa itu PVT?  bagi masyarakat awam istilah ini sangat asing ditelinga, bahkan masyarakat petani yg secara kasat mata akan bersentuhan langsung dengan kepentingan varietas unggul suatu tanaman, bisa jadi baru mendengar istilah ini, Bagi komunitas kita yg notabene sebagai insan pecinta tanaman unik, eksklusif  dan cenderung mengarah ke prestise, perlu juga memahami paling tidak seberapa perlunya PVT bagi masyarakat kita:  Saya kutip ucapan Hindarwati kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), PVT perlu  “Agar bangsa Indonesia mampu membendung serbuan benih dari negara lain,” (bagi komunitas kita barangkali aglo-aglo dari Thailand).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Indonesia merupakan calon anggota Internasional Union for Protection New Varieties of Plants (UPOV), UPOV merupakan organisasi internasional untuk melindungi varietas tanaman baru. yg anggotanya sebanyak 66 negara, bayangkan Indonesia baru calon anggota, yg kita tahu kita adalah salah satu negara agraris terbesar di dunia, belum menjadi anggota UPOV (karena baru sedang menjalani proses menuju anggota). Gila bener ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantesan aglo-aglonya Greg lebih berkibar di negara lain ketimbang dinegeri sendiri, sedih rasanya tiap menjelang tahun baru Thailand mengirim ribuan pohon Pride of Sumatera ke Eropa untuk dijadikant buket, ironis dan ajaib sekaligus menyedihkan. Sementara pemiliknya tak berdaya alias tidak bisa berbuat apa-apa.  Sengaja tulisan ini saya angkat ke komunitas milis kita, agar kita tahu sebenarnya kita bisa dengan ketat melindungi aglo-aglo local yang dihasilkan para pemulia tanaman hias, bukan cuma aglo tapi semua jenis tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Jumat (7/11) telah diadakan seminar  “Internasional Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik  terkait Perlindungan Varietas Tanaman” di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyono/085&lt;br /&gt;(Penulis Member MASRI)&lt;br /&gt;Photo: Koleksi Aglaonemaku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-6618405321331933443?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/6618405321331933443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=6618405321331933443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6618405321331933443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6618405321331933443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/sekilas-tentang-pvt.html' title='Sekilas Tentang PVT'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SRkg0aixt9I/AAAAAAAAAN0/d2UXSdZqb9w/s72-c/Pos+PVT.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-2459879820609510691</id><published>2008-11-04T10:24:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:36:52.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobbies'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chinese evergreen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flower'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='plant'/><title type='text'>Aglaonema - Flowers or Foliage on a Low Light Plant</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ_A5j3klQI/AAAAAAAAANs/X8vyiTu4BXQ/s1600-h/aglaonema-flower+-+plant+care+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 288px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ_A5j3klQI/AAAAAAAAANs/X8vyiTu4BXQ/s320/aglaonema-flower+-+plant+care+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264638584532800770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Question: I have an Aglaonema that is growing what looks like little “pods”… What are they? Will they hurt the plant? Can I remove them? Katlin, Nashville, TN&lt;br /&gt;Answer: I believe what you are describing is the “flower” of the Aglaonema. The Aglaonema also know as the “chinese evergeen” comes from the Aroid family. This plant family gives us many house plant varieties including the Spathiphyllum, Pothos Philodendron, Anthurium, the ZZ plant and of course the Aglaonema species, but there are others.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Most people are familiar with the Anthurium flower which has become a symbol for the Hawaiian Islands, or the ‘Peace Lily” (Spathiphyllum) one of the most popular houseplants grown around the world for its pure white "hoods" stands above its dark green foliage during the spring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, most people are not familiar with the Philodendron or Aglaonema flower. Generally they are not flashy and get lost among the foliage.&lt;br /&gt;The Aglaonema can be a very prolific bloomer, and does at times confuse people. The "flower" is really an inflorescence (a group of flowers on a stem) and is often mistaken for a distorted leaf. This can lead to other mistakes in caring for this durable low light house plant by trying to "fix" the problem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The flowers look very similar to a Spathiphyllum except for the fact they usually carry a "green hood" and a rather calcified looking spath coming out of it. The "flower" will typically be found below the foliage but can be found easily if you look.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chinese Evergreen Flower Removal – Yes or No?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The question asked most often on this subject is flower removal – should you remove the flower? And… does it hurt the plant?&lt;br /&gt;My recommendation is YES – remove the flowers. This goes for any variety of Aglaonema – from the species commutatum, Calypso to Silver Queen, Silver Bay or large BJ Freeman, The flowers serve no benefit – to the plant or to look at. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From my experience I’ve noticed an adverse effect from leaving the flower on the plant. Aglaonemas can bloom pretty heavy even if they are “blooms” are insignificant this flower production consumes a lot of energy. The heavy blooming pulls nutrients or energy from the plant. The net result – again from my experience – produces new leaves that are smaller, sometimes distorted and lacking in color appearing pale. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To prevent this potential problem, remove or cut off the flowers as they emerge. Just make sure that you remove the flower and not the leaf!!!&lt;br /&gt;Aglaonemas are great indoor plants which hold up very well in low light and don't require lots of water. New hybrids like "Silver Bay”, “Silverado”, “Jewel of India” can "Calypso” introduced over the last few years are the “new breed” of Chinese Evergreens slowly making their way into the marketplace. These new varieties continue to make the Aglaonema one of the BEST house plants for indoor use.&lt;br /&gt;source : www.plant-care.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-2459879820609510691?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/2459879820609510691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=2459879820609510691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2459879820609510691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2459879820609510691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/aglaonema-flowers-or-foliage-on-low.html' title='Aglaonema - Flowers or Foliage on a Low Light Plant'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ_A5j3klQI/AAAAAAAAANs/X8vyiTu4BXQ/s72-c/aglaonema-flower+-+plant+care+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-2763989781013887572</id><published>2008-11-04T10:13:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T10:39:48.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chinese evergreen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Varietas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='plant'/><title type='text'>Chinese Evergreen - Versatile Widely Used Houseplant</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ_AAJ8n9XI/AAAAAAAAANk/ZlqCGWKbG2c/s1600-h/chinese-evergeen-aglaonema+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 166px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ_AAJ8n9XI/AAAAAAAAANk/ZlqCGWKbG2c/s320/chinese-evergeen-aglaonema+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264637598322128242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Question: Can I plant my Chinese evergreen outside in a planter bed where it's shady. I know it's sold as an indoor hosueplant but I've seen some used outside at a mall in Florida when we were there. Lil, Minnesota&lt;br /&gt;Answer: The "Chinese Evergreen" or Aglaonema are cold sensitive and should be grown in protected areas if used in any outdoor landscape (which is very rarely). The primary production of Aglaonema's as a group is for use indoors as houseplants where they can enjoy the same temperatures you do year-round.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Thousands of Aglaonema's are grown today for indoor use. They are available in most garden centers, grocery stores and nurseries that carry indoor houseplants. Although some varieties of Aglaonemas may only be found in some of the high-end garden centers and nurseries or by placing a special order with your favorite greenhouse. Some of the newer varieties or extreme slow growers like "Aglaonema costatum" are available in limited numbers and are generally purchased in smaller quantities by interior plantscapers. &lt;br /&gt;Chinese Evergreen - Versatile Recognizable and Widely Used &lt;br /&gt;The Chinese evergreen has become one of the most versatile, recognizable and widely used group of plants for indoor use. "Silver Queen" and "Emerald Beauty" have been one of the cornerstone plants for indoor use by the professional interior plantscaper for decades. With the many new varieties becoming available you can only expect the indoor gems to find more use in the indoor landscape. &lt;br /&gt;I know you're wondering... Is it possible that you can have the same plant, indoors, for years? It's possible... by having the right information and applying it... you can enjoy your chinese evergeen for decades. Some of our Plant Care subscribers have been growing the same plant indoors for over 20 years. &lt;br /&gt;source : www.plant-care.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-2763989781013887572?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/2763989781013887572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=2763989781013887572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2763989781013887572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2763989781013887572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/chinese-evergreen-versatile-widely-used.html' title='Chinese Evergreen - Versatile Widely Used Houseplant'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ_AAJ8n9XI/AAAAAAAAANk/ZlqCGWKbG2c/s72-c/chinese-evergeen-aglaonema+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-6664768463338818317</id><published>2008-11-04T09:58:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:41:02.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri Rejeki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thailand'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kultur Jaringan'/><title type='text'>Belang di Mutu Manikam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ-75tbbH6I/AAAAAAAAANc/ne17uymLiSw/s1600-h/Dud.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ-75tbbH6I/AAAAAAAAANc/ne17uymLiSw/s320/Dud.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264633089540956066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seribu restoran didatangi, seribu penolakan didapat. Itulah nasib Kolonel Harland Sanders waktu menawarkan paten resep ayam goreng miliknya. Penolakan demi penolakan juga dialami sepot bibit dud unyamanee di nurseri Wijaya, Bogor. Namun, waktu kemudian membuktikan: ayam goreng sang Kolonel beken seantero dunia sebagai Kentucky Fried Chicken. Dud unyamanee di Bogor jadi aglaonema mutasi berpenampilan cantik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bibit sri rejeki itu didatangkan Gunawan Widjaja dari Thailand akhir 2007. Ia datang berbarengan dengan 4.999 bibit dud unyamanee lain. Sayang, nasib mutu manikam-arti dud unyamanee-satu itu merana. Berpuluh bahkan beratus pembeli datang ke nurseri Wijaya, tak satu pun yang meliriknya.&lt;br /&gt;Duduk perkaranya begini. 'Penampilan daun pertamanya jelek. Warna merah di daun sangat sedikit-hanya menyerupai titik. Yang dominan justru hijaunya,' tutur Gunawan. Padahal merah di dud unyamanee mestinya kuat. Daun kedua, warna merah mulai banyak tapi ada titik-titik putih yang memberi kesan kotor. Pantas ia selalu tersisih-tidak dipilih pembeli.&lt;br /&gt;Namun, ketika daun ketiga keluar, aglaonema hasil perbanyakan kultur meristem itu mulai menampakkan kecantikannya. Titik-titik putih kian banyak. Kelir itu berpadu dengan kombinasi hijau merah khas dud unyamanee. Rupa-rupanya anggota famili Araceae itu bermutasi menjadi variegata. Kini sang mutu manikam tampil elok dengan 9 daun berpola hijau-merah-putih yang langka.&lt;br /&gt;Grup chimera &lt;br /&gt;Mutasi juga membuat penampilan legacy koleksi Suparman beda. Mestinya sri rejeki itu didominasi warna merah kejinggaan. Yang dimiliki Suparman justru dominan putih gading dengan aksen bercak hijau. Dengan pola warna seperti itu penampilan aglaonema asal negeri Siam itu pun terlihat anggun.&lt;br /&gt;Penelusuran Trubus, legacy salah satu sri rejeki yang banyak mengalami mutasi warna. Di lomba tanaman hias Suan Luang, Bangkok, pada Desember 2006 ada legacy hijau dan merah menjadi peserta. Di nurseri Wijaya ada legacy bertulang violet. Menurut Gregori Garnadi Hambali, pakar botani yang juga penyilang aglaonema, peluang sri rejeki bermutasi kian besar jika kerap diperbanyak.&lt;br /&gt;Hal itu sejalan dengan yang diungkap oleh Dr Ir Syarifah Iis Aisyah, MSc Agr. 'Peluang mutasi pada aglaonema besar,' tutur pakar dari Institut Pertanian Bogor itu kepada Laksita Wijayanti, wartawan Trubus. Aglaonema, bersama puring, termasuk tanaman grup chimera. Maksudnya secara alami tanaman itu mudah mengalami mutasi. Itu karena satu sifat-dalam hal ini warna-dikendalikan oleh banyak gen. Jika satu gen berubah, maka variasi sifat itu dengan mudah berubah pula. Perubahan atau mutasi di tingkat gen biasanya terjadi pada saat sel-sel berdiferensiasi. Ini kondisi sel ketika tanaman diperbanyak.&lt;br /&gt;Tanaman indoor &lt;br /&gt;Toh, aglaonema cantik tak melulu didapat karena mutasi. Tangan-tangan penyilang di negeri Gajah Putih melahirkan varian lipstik terbaru. New lipstick berpulas warna merah muda di tepi daun. Dasar daun bernuansa kuning. Lipstik klasik bertepi merah. Kelebihan lain lipstik baru: sosok pendek, kompak, daun kecil tapi bentuknya melebar, rata, dan tangkai pendek. &lt;br /&gt;Jenis baru lain sri rejeki berwarna hijau. Warnanya memang kurang mentereng, tapi pendatang dari tanah Siam itu kompak. Susunan daunnya padat, tapi terlihat gemulai. 'Yang pasti ia tahan diletakkan di dalam ruangan sehingga cocok sebagai indoor plant,' ujar Gunawan. Si hijau itu juara kelas hijau di kontes Thailand.&lt;br /&gt;Nuansa hijau juga dimiliki aglaonema koleksi Tirto Hartono di Jakarta Barat. Yang membuat menarik, tulang daunnya merah muda. Kerabat alokasia itu pun bandel-tidak gampang terkena penyakit. Penampilan sri rejeki dari Thailand itu mirip dengan silangan dr Purbo Djojokusumo. Hanya saja silangan Purbo ukuran daun besar dan cenderung membulat. Sayang paduan warna hijau dan merah muda masih bleber. &lt;br /&gt;Penyilang Thailand memang getol menghasilkan jenis baru yang apik. Pantas bila di setiap kontes selalu ada kelas hibrida baru. Itu yang dilihat Rosy Nur Apriyanti, wartawan Trubus, di Nonthaburi, Thailand pada Agustus 2008. Di kelas new hybrid si merah dengan pulasan keemasan jadi pemenang. Kontestan lain juga elok. Sebut saja aglaonema merah polos dan mengkilap, sri rejeki perpaduan warna hijau muda dan merah muda, serta merah berdaun bulat. Dari mutasi atau silangan, sang ratu tetap memikat. (Evy Syariefa) &lt;br /&gt;Source : www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;Gambar : Koleksi Aglaonemaku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-6664768463338818317?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/6664768463338818317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=6664768463338818317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6664768463338818317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6664768463338818317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/belang-di-mutu-manikam.html' title='Belang di Mutu Manikam'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ-75tbbH6I/AAAAAAAAANc/ne17uymLiSw/s72-c/Dud.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-1696808792892328837</id><published>2008-11-04T09:54:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T10:42:52.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobbies'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolektor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanaman Mahal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Hobi Tanaman Rp1- M</title><content type='html'>Suasana vila di puncak bukit di kawasan nan dingin Tretes, Kabupaten Pasuruan, itu begitu asri. Selepas gerbang yang terbuat dari kayu meranti, jalan yang lebarnya cuma bisa dilalui 1 mobil menuntun tamu ke vila bergaya minimalis modern. Di samping kiri pintu masuk sesosok Encephalartos lehmannii setinggi 50 cm dan diameter 20 cm gagah menyambut. Banderol blue encephalartos itu saat diboyong dari Thailand 5 tahun silam Rp60-juta!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kesan maskulin palem roti yang tumbuh alami di Afrika Selatan itu kontras dengan gemulai nolina di pojok taman dekat selasar penghubung ruang tamu dan ruang santai. Beaucarnea recurvata itu menjulang jangkung setinggi 4 m-hampir menyentuh atap rumah. Pony tail palm yang habitat aslinya di Meksiko itu juga diapungkan dari negeri Siam. Harganya Rp80-juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki areal taman ruang santai yang berpemandangan ke arah Surabaya ada Cycas rumphii 'purba'. Julukan itu pantas ditilik dari susunan ruas batangnya yang sangat rapat. Jumlahnya lebih dari 100 ruas. Setiap ruas mewakili hitungan tahun umur tanaman. Artinya umur anggota famili Cycadaceae asli Australia Utara itu lewat dari 100 tahun! Pantas penampilannya meraksasa: tinggi batang 1,7 m, tinggi tajuk, 2,5 m; bentangan tajuk 4 m. Kusnadi Halim, si pemilik, mesti membayar Rp100-juta demi mendapat si jangkung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, bukan semata-mata karena berisi koleksi tanaman mahal jika setiap akhir pekan Kusnadi Halim betah ngendon di sana. Suasana asri vila berlokasi di ketinggian 950 m dpl itu memang membuat kerasan. Kesan hijau kian kuat dengan kehadiran 4 E. lehmannii, 2 E. horridus, 2 E. princeps, Cycas 'Glen Idle Blue', Zamia skinneri, dan drasena yang bonggolnya pecah-pecah seperti tempurung kura-kura di sekitar bangunan utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira 10 m dari situ ada gazebo berhias air terjun mini. Di tepi kolamnya Kusnadi menanam 2 blackboy Xanthorrhoea australis setinggi 40 cm dan 60 cm. Blackboy juga mengisi taman di dekat ruang barbeque. Si batang hitam itu bergandengan dengan Macrozamia moorei, serta-lagi-lagi-E. lehmanii dan Cycas 'Glen Idle Blue'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat jiwa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika embun masih menempel di dedaunan Kusnadi sudah berkeliling taman seluas total 2 ha. Jika terlihat ada tanaman yang sedikit saja merana, Alex Santoso Halim-tenaga ahli kebun-siap-siap kena omelan. Maklum bagi pengusaha tambak bandeng untuk ekspor itu tanaman adalah belahan jiwanya.&lt;br /&gt;Kolektor kuda pacu itu tidak sendirian mabuk kepayang karena tanaman. Di Jakarta seorang pria nekat membongkar bangunan rumah di sebuah hunian elit menjadi tanah rata seluas 3.000 m2. Di atas tanah itu lalu dibuat undak-undakan dari batu alam hingga menyerupai gunung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa bagian dibuat jalan setapak sehingga orang bisa berjalan hingga ke puncak. Di 'gunung' itulah ia menanam keluarga sikas-sikasan. Bukan jenis biasa tapi yang spektakuler. Sebut saja 65 E. hirsutus berbagai ukuran yang membuat Michael D Ferirera, jagoan tanaman hias dari Australia, terbelalak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia sikas, hirsutus salah satu idaman. Di alam sudah sangat langka. Warna daunnya biru mempesona. Nurseri-nurseri besar di Afrika Selatan-habitat aslinya-pun hanya punya 1-2 tanaman. Harganya jangan ditanya. Salah satu yang berpola variegata banderolnya US$20.000-US$25.000 setara Rp200-juta-Rp250-juta. 'Itu surganya encephalartos,' kata Chandra Gunawan yang banyak mengoleksi tanaman variegata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, buat para kolektor memiliki tanaman mahal bukan sekadar urusan membelanjakan rupiah. Ada yang lebih bernilai ketimbang melulu uang. 'Tanaman itu penghilang stres,' ujar drg Thomas Aquinas W Santoso. Minimal 3 kali sehari alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti itu 'menyantap' obat stresnya. Pukul 06.00 sebelum berangkat praktek, pukul 12.00 sepulang praktek pagi, dan pukul 22.00 setelah praktek sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cangkul di Florida &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jam-jam itu ayah 1 anak itu pasti ada di teras atau dak lantai 2 rumah. Di sana ia menimang-nimang tanaman koleksi seperti E. munchii dan E. turneri variegata yang baru dibeli 3 bulan silam. Kaudeks munchii baru seukuran bola kasti dengan 4 daun. Daun yang lazimnya kebiru-biruan justru kuning cerah. Harganya? Sekadar perbandingan E. munchii normal berkaudeks 5 cm di salah satu nurseri di Amerika Serikat US$600 setara Rp5,4- juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi lain, Zamia vasquezii berdaun kaku, Zamia furfuracea yang batangnya seperti berserabut, Z. furfuracea berbentuk seperti keong berduri, Z. furfuracea variegata dan berdaun keriting, E. horridus berdaun ekstrarapat, hingga beragam sansevieria variegata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah bertemu dengan para pujaan hati, pangkat, jabatan, dan status sosial para penggila tanaman itu tidak berarti. Di Tangerang, Edi Sebayang yang biasa membawahi ratusan karyawan di perusahaan kayu milik sendiri rela blusuk-blusuk masuk ke perkampungan mencari tanaman aneh. Husny Bahasuan, direktur perusahaan sarung BHS Tex, kerap membawa adenium kesayangan masuk ke kamar. Di sana ia merepotting mawar gurun itu sembari menonton acara televisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari-hari Harry Setiawan berbisnis makanan jadi dan mi. Namun, setiap akhir pekan tangan pemenang lelang aglaonema harlequin senilai Rp660-juta itu belepotan media tanam aglaonema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polah untuk mendapatkan tanaman pun kerap membuat kening berkernyit. Aris Andi rela menempuh perjalanan darat selama 6 jam dari Bangkok menuju sebuah kota kecil. Di sana ada Dion spinulosum istimewa. Diameter bulb 14 cm, tinggi bulb 35 cm. Tinggi total tanaman 2 m. Yang membetot hati, pelepah daun berwarna kuning-umumnya hijau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan Hendrayanta sudah melepas Yucca rostrata alba koleksi pada hobiis di Solo senilai Rp45-juta. Namun, setelah itu kelahiran Makassar itu jadi tidak bisa tidur tenang. Yucca berdaun putih keperakan itu selalu membayang di depan mata. Akhirnya dengan dibarter encephalartos dan uang Rp60-juta yucca kembali ke pangkuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edi Sebayang sejatinya cuma kesengsem pada Sansevieria 'Dragon King'. Namun, kolektor ayam serama itu mau tak mau memborong seisi kebun si empunya dragon king. Itu syarat untuk si empunya melepas sansevieria yang di dunia hanya ada 5 tanaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenekatan para hobiis untuk mendapat tanaman incaran kadang menyerempet bahaya. Jantung seorang kolektor berdegup keras ketika memasuki bandara internasional di Cape Town, Afrika Selatan. Musababnya di dalam koper ada 50 encephalartos senilai Rp200-juta. Ia membeli tanaman itu secara legal dari Kebun Raya Kirstenbosch. Namun, yang membuat keringat dingin ia tidak sempat mengurus izin impor ke pihak berwenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila koper dipindai dan terlihat ada encephalartos urusan bisa panjang. 'Untung saja waktu itu tidak ada pemeriksaan X-ray untuk penerbangan lanjutan,' ujarnya lega.&lt;br /&gt;Pengalaman Usnelly Usman tak kalah mendebarkan. Ia sempat diberondong peluru dari senapan milik tentara di sebuah bukit di Aden, Yaman. Itu gara-gara Nelly asyik mengabadikan habitat Adenium arabicum. Untung saja lutut yang nyaris copot terbayar dengan adenium-adenium spektakuler yang ia peroleh dari sana. Sebut saja arabicum yaman berbatang merah dan arabicum golden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelusuran Trubus, kelompok Cycads jadi koleksi utama kolektor kakap. Itu karena, 'Kesannya abadi,' ujar Kusnadi. Nyaris seluruh sikas-sikasan lamban tumbuh. Bentuk tanaman seperti tidak berubah-abadi-meski berumur puluhan tahun. Iwan Hendrayanta salah satu saksinya. Pada 1994 pengusaha perusahaan pemakaman itu menanam E. natalensis di taman di rumah barunya di kawasan Permatahijau, Jakarta Selatan. Palem roti seharga Rp2,7-juta itu ditata berdampingan dengan bromelia, palem-paleman, soka, dan heliconia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setahun lewat, taman yang semula apik terlihat berantakan. 'Semua tanaman ukurannya cepat membesar dan tajuknya tak beraturan,' keluh ayah putri kembar Nabila Chiara dan Nadira Chianti itu. Satu-satunya yang tidak berubah encephalartos. Jadilah sejak itu keluarga Cycads satu per satu memenuhi tamannya. Ada 50 encephalartos berbagai jenis dengan kisaran harga Rp15-juta-Rp75-juta/tanaman disana. 'Total sekitar Rp1-miliar-Rp1,5-miliar,' kata si empunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula ence dan kerabatnya berkesan gagah dan maskulin. Di halaman rumah Chandra Gunawan yang lapang, sepasang Microcycas menjuntaikan daun raksasa sepanjang lebih dari 1,5 m. Satu-satunya sikas yang epifit itu berasal dari tepian pantai di Panama yang menghadap Samudera Atlantik. Empasan angin bercampur garam membuat kerabat zamia itu tahan banting. Harganya sepasang US$ 30.000 setara Rp300-juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan maskulin juga ada pada bonsai dan adenium-terutama jenis nonobesum. Soeroso Soemopawiro mendapat 7 indukan sancang dari Thailand pada 2001. Harga setiap induk Rp10-juta. Di tanahair bahan bonsai populer itu diperbanyak dengan cangkok. Hasil cangkok ditata di atas relief pegunungan. Hasilnya miniatur alam pegunungan yang gagah. Contoh lain adenium asal Tanzania koleksi Rusli Hadinata. Kaudeksnya membulat menyerupai botol dengan tinggi 25 cm lebar 32 cm. Warnanya yang keemasan terlihat megah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak tiri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target buruan lain ialah tanaman mutasi: bentuk maupun warna. Soeroso Soemopawiro kesengsem pada euphorbia kristata. Batang anggota famili Euphorbiaceae itu melekuk-lekuk membentuk bidang setinggi 40 cm dan lebar 50 cm. Batang crown of god lazimnya langsung meninggi. Cycas revoluta setinggi 60 cm yang seluruh daunnya berwarna kuning jadi klangenan Kusnadi. Koleksi lain Cycas revoluta berdaun keriting dan yang daunnya separuh hijau separuh kuning. Ketiganya didapat dengan merogoh kocek Rp180-juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman mutasi elok lainnya, gasteria variegata, adenium variegata, dan zamia berdaun rawing koleksi Rusli Hadinata, S. gracilis variegata (Edi Sebayang), serta Pandanus utilis variegata dan kaktus berbatang melintir dan miring seperti menara Piza (Chandra Gunawan). Boleh dibilang Indonesia jadi terminal tanaman elok-dan juga mahal-dunia. &lt;br /&gt;Tak dipungkiri mengoleksi tanaman mahal juga berarti prestise. 'Saya inginnya mengoleksi tanaman yang orang lain tidak punya,' kata Husny Bahasuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara gaya seperti itu banyak tanaman elok kerap tergusur dari deretan koleksinya. Pada 2002 direktur 6.000 karyawan itu mengumpulkan adenium dan aglaonema koleksi terbaru. Waktu itu mawar gurun dan sri rejeki memang mulai naik daun. Harganya masih melangit. Contohnya harga tiara ketika itu Rp3-juta per daun. Sekarang sudah kurang dari setengahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan 2 belahan jiwa Husny turun pamornya. Harga jauh lebih terjangkau sehingga banyak yang memiliki. Pria yang senang berkaos itu lantas menggusur adenium dari kebun koleksi di Trawas dan Surabaya. Shabi star itu ditanam berjejer di halaman pabrik di Surabaya. Kini penggemar bonsai itu tengah gandrung mengumpulkan tanaman berbonggol alias caudiciform dan euphorbia nonmilii. 'Ini unik dan jarang yang punya,' kata Husny. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimal ada 40 caudiciform sudah ia koleksi. Salah satu yang istimewa Raphionacme procumbens. Tanaman itu cuma berupa bonggol seperti batu bundar yang permukaannya datar. Diameternya sekitar 25 cm. Meski sudah setahun tidak mengeluarkan daun, sebetulnya ia masih hidup. Buat para kolektor, cinta selalu membara untuk tanaman pujaan. (Evy Syariefa/Peliput: Destika Cahyana, Imam Wiguna, Nesia Artdiyasa, Rosy Nur Apriyanti, dan Tri Susanti)&lt;br /&gt;Source : www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-1696808792892328837?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/1696808792892328837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=1696808792892328837' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1696808792892328837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1696808792892328837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/hobi-tanaman-rp1-m.html' title='Hobi Tanaman Rp1- M'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-9175360777164397800</id><published>2008-11-04T09:35:00.004+07:00</published><updated>2009-01-09T10:46:29.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolektor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media tanam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Polesan Secantik Mung Mee Srisuk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ-1jK9hGMI/AAAAAAAAANU/1YLWhrW7GFw/s1600-h/Polesan+Secantik+Ming+Mee+Srisuk+poto.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ-1jK9hGMI/AAAAAAAAANU/1YLWhrW7GFw/s320/Polesan+Secantik+Ming+Mee+Srisuk+poto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264626105261824194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penampilan cochine berpaduan warna merah cerah dan hijau pekat milik Songgo Tjahaja, kolektor di Jakarta Barat, itu mempesona. Di dalam pot berdiameter 50 cm, sebatang indukan dikelilingi anakan-anakan hingga membentuk tajuk selebar 1 m. Yang istimewa, sosok tanaman sehat, ukuran daun seragam, dan warna cerah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu masih ingat pada mung mee srisuk? Aglaonema turunan cochinchinense itu meraih gelar terbaik di kontes tanaman hias Flora dan Fauna 2005. Sosoknya kompak, rimbun, dan warnanya merah pekat menarik. Penampilan dan prestasi yang terbilang spektakuler karena cochine dan turunannya sulit dirawat. Punya cochine prima patut diacungi jempol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah apa yang dialami Gunawan Widjaja di Sentul, Bogor. Aglaonema turunan cochine miliknya mati lantaran busuk. Mula-mula daun menguning, lalu mengering satu per satu. Usut punya usut ternyata media yang digunakan terlalu lembap. Pemilik nurseri Wijaya Orchids itu menggunakan cocopeat sebagai salah satu campuran media. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat cocopeat mengikat air. Padahal, anggota famili Araceae itu menyukai media porous, kering, dan cenderung basa. Maklum, di habitat asal-Myanmar, selatan Thailand, Kamboja, dan Vietnam Selatan-cochine hidup di antara semak-semak tandus atau di bawahnya. Kerabat anthurium itu tumbuh di daerah gersang berbatu dan bukit berkapur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pantas Gunawan lantas mengganti bahan media dengan pasir agar porous. Para hobiis sepakat, media kunci sukses merawat cochine agar prima. Di Semarang media yang dipakai campuran sekam bakar yang telah diayak dan pasir malang dengan perbandingan 4:1. Untuk menaikkan pH, ditambahkan kapur dolomit sebanyak 5% dari komposisi media. &lt;br /&gt;Bila rata-rata aglaonema tumbuh maksimal pada pH 6-6,5, cochine dan turunannya tumbuh bagus pada pH 7-8. Pada kondisi itu pertumbuhan tanaman lebih cepat 2-3 kali lipat. Media basa juga membuat warna daun lebih cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husny Bahasuan di Surabaya menggunakan campuran media seperti di Semarang. Hanya saja perbandingannya berbeda, 3 bagian sekam bakar dan 1 bagian pasir malang. Menurut pemilik perusahaan sarung BHS-Tex itu, cochine dan hibridanya lebih rentan serangan penyakit karena ringkih. Jika media terlalu basah, cendawan datang menyerang akar. Akar busuk dan tanaman mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar besar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat cochine mirip Caladium sp. Bila media asam dan lingkungan tidak menguntungkan ia dorman atau berhenti tumbuh. Kalau biasanya setiap bulan muncul 1 daun, bisa-bisa dalam 2 bulan tak ada daun muncul. &lt;br /&gt;Cochine dan turunannya memiliki akar besar yang berfungsi menyimpan air dan cadangan makanan. Maklum, ia hidup di daerah bebatuan. Oleh karena itu, menurut Greg Hambali, penyilang aglaonema di Bogor, frekuensi penyiraman sri rejeki itu jangan terlalu sering. Frekuensi cukup 2-3 hari sekali hingga media basah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cochine lebih menyukai sinar matahari dibandingkan jenis lain. Karenanya letakkan chinese evergreen itu di tempat yang lebih terang. Bila sri rejeki lain diletakkan di bawah jaring peneduh 60-70%, maka cochine dan hibridanya, 40-50%. Itu berlaku buat hibrida cochine hijau yang senang panas. Sedangkan turunan cochine yang berwarna merah membutuhkan naungan 75%. Selain itu sirkulasi udara harus lancar dan lebih kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar penampilan dan pertumbuhan tanaman lebih maksimal, berikan pupuk lengkap mengandung unsur mikro satu minggu sekali. Contohnya, Vitabloom, Kristalon, Gandasil, atau Growmore. Dosisnya 1-2 g/l air. Untuk mencerahkan warna daun, berikan pupuk dengan mengutamakan unsur mikro seperti Fe, Mg, Mn, dan Zn. Dengan perawatan yang tepat cochine dan turunannya tampil prima seperti mung mee srisuk.(Rosy Nur Apriyanti)&lt;br /&gt;source :www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-9175360777164397800?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/9175360777164397800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=9175360777164397800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/9175360777164397800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/9175360777164397800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/11/penampilan-cochine-berpaduan-warna.html' title='Polesan Secantik Mung Mee Srisuk'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQ-1jK9hGMI/AAAAAAAAANU/1YLWhrW7GFw/s72-c/Polesan+Secantik+Ming+Mee+Srisuk+poto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-2474819361269346887</id><published>2008-10-24T12:48:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:48:44.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='silver queen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chinese evergreen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Temperature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='plant'/><title type='text'>Aglaonema ‘Silver Queen’, Cold Damage and Spring!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQFiMez17BI/AAAAAAAAANM/3WiLCCTY4yE/s1600-h/aglaonema-cold-damage+8.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 189px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQFiMez17BI/AAAAAAAAANM/3WiLCCTY4yE/s320/aglaonema-cold-damage+8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260593806313909266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Spring may be just around the corner but depending on the plant variety - “cold” can still be an issue. One of the most popular and commonly grown Agloanmeas is the variety called ‘Silver Queen.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Silver Queen’ does not handle the cool temperatures like many of the new varieties.&lt;br /&gt;Here’s a pictire of two leaves of Aglaonema ‘Silver Queen’ - you’ll notice the leaf on looks very much different than the one on the right!. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ‘chinese evergreen’ on the left shows the injury that commonly occurs during the winter months when “Silver Queen’ faces temperatures in the 55-60 degree range for periods of time!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t forget to watch the temperatures your plants receive even during the spring. Remember - they can’t throw on a sweater to stop the chill!&lt;br /&gt;Source : www.plant-care.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-2474819361269346887?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/2474819361269346887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=2474819361269346887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2474819361269346887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2474819361269346887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/10/aglaonema-silver-queen-cold-damage-and.html' title='Aglaonema ‘Silver Queen’, Cold Damage and Spring!'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SQFiMez17BI/AAAAAAAAANM/3WiLCCTY4yE/s72-c/aglaonema-cold-damage+8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-5382000527885631406</id><published>2008-10-24T09:49:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T10:50:40.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara membeli'/><title type='text'>Time to Buy - Saat yang tepat Untuk Membeli Tanaman Hias</title><content type='html'>Belakangan ini, setelah melalui fase cooling down, tampaknya harga juga sudah terdesak jauh, melampaui harga normalnya. sekaranglah saat yang tepat bagi pecinta tanaman menambah koleksinya. Kenapa ? :&lt;br /&gt;1. Umumnya harga yang akan diperoleh bisa jauh dibawah harga pasar. karena banyak nursery yang kejar setoran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Kita akan mendapatkan tanaman dengan form yang lebih baik - lebih besar, lebih banyak daun, lebih sehat, sudah beradaptasi (karena pada saat trend, yang dijual adalah tanaman impor yang baru datang)&lt;br /&gt;3. Kita bisa memilih-milih tanaman dengan seksama. Sehingga merupakan keuntungan bagi Pembeli tanaman Hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang ingin membeli tanaman hias, berikut hal-hal yang harus diperhatikan pada saat membeli tanaman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pilihlah tanaman yang sehat, jangan tertipu oleh kemasan atau pot yang tampak bagus,tetapi tanaman tidak sehat. Pilih tanaman yang sudah tampak beradaptasi dimana daun dan tunasnya dalam keadaan segar. sering sekali tanaman dipaksa dijual meskipun masih dalam keadaan stress, yang ditandai dengan daun yang tampak layu.&lt;br /&gt;* Perhatikan secara seksama tanda-tanda penyakit, seperti busuk batang, layu tunas, jamur, bakteri.anda tentu tidak ingin tanaman yang baru dibeli menularkan penyakit di rumah anda.&lt;br /&gt;* Untuk tanaman bunga, pilihan tanaman yang masih memiliki kuncup bunga (tidak mekar seluruhnya) sehingga bunganya dapat anda nikmati di rumah dalam bberapa waktu kedepan.&lt;br /&gt;* Pilih tanaman yang sudah lama ditanam. dapat dilihat dengan cara menarik atau menggoyangkan tanaman pelan-pelan. tanaman yang baru ditanam, perakarannya belumlah maksimal, sehingga akan mudah goyah. tanaman yang baru ditanam juga memiliki resiko stress dan kemungkinan mati lebih besar, akibat perubahan lingkungan.&lt;br /&gt;* Adaptasikan tanaman yang baru dibeli di tempat yang terpisah (jangan langsung dicampur) usahakan tempatnya teduh dan lembab selama 2 hari. hal ini juga bertujuan untuk mengkarantinanya terlebih dahulu sehingga jika terdapat penyakit, dapat segera diketahui, dan tidak menular. Beri tanaman dengan hormone perangsang tumbuh dan vitamin supaya tanaman dapat dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya&lt;br /&gt;* Ganti media tanaman, terutama yang ditanam dengan sekam dengan media tanam baru yang kaya akan unsur unsur hara. Selain menjadi tidak praktis dan ekonomis untuk keperluan di rumah, tanaman juga memerlukan jatah unsur tanah dan hal itu dapat diberikan dengan larutan pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi selama berburu koleksi, jangan lupa untuk memantau tanaman yang tampak menyimpang dari kumpulannya, baik mengalami mutasi daun, varigata, kristata, ataupun mungkin saja anda akan menemukan varietas baru yang diakibatkan oleh persilangan sendiri. Selamat Berburu tanaman.&lt;br /&gt;source : www.duniaflora.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-5382000527885631406?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/5382000527885631406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=5382000527885631406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5382000527885631406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5382000527885631406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/10/time-to-buy-saat-yang-tepat-untuk.html' title='Time to Buy - Saat yang tepat Untuk Membeli Tanaman Hias'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-8554913507614570875</id><published>2008-10-24T09:47:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T10:51:28.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobbies'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolektor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanaman Mahal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Pasar Tanaman Hias Mulai Menggeliat</title><content type='html'>Dari pantauan yang dilakukan mulai menggeliatnya dan maraknya perkembangan ini lebih dipicu pada Hobbies (Penggemar Tanaman)untuk menambah koleksi mereka. Baik Penggemar yang fanatik pada Koleksi tertentu, ataupun penghobbi pemula.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan pembelian dipicu karena rasio harga yang sangat murah, sehingga mengakibatkan tanaman hias menjadi sangat terjangkau harganya. Disamping tanaman hias sekarang sudah menjadi faktor "Must Have" di setiap rumah, sehingga perlahan tapi pasti kebutuhan ini akan terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan dan situasi pasar belakangan ini dimanfaatkan oleh sebagian pembeli yang sempat disurvei untuk menambah koleksi yang belum dimiliki ataupun karena form tanaman yang diperoleh sekarang lebih layak dikoleksi. Dahulu akibat harga yang sangat tinggi, yang didapatkan adalah kecambah-kecambah ataupun tanaman dengan satu helai daun saja. Keterpaksaan untuk membeli lebih karena tidak terjangkaunya tanaman tersebut, sehingga kondisi tanaman yang sangat tidak layak disebut tanaman juga dibeli dengan terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Kolektor fanatik, ataupun penghobby kelas berat memanfaatkan situasi pasar yang sepi, untuk mencoba mendapatkan tanaman incarannya. Yang nota bene dahulu dipertahankan mati-matian oleh si empunya, tetapi dengan situasi sekarang mulai goyah pertahanannya. Mengingat kebutuhan biaya untuk kelangsungan hidupnya membuat banyak tanaman tersebut berpindah tangan dengan cepatnya. Tidak jarang tanaman koleksi yang dahulu berharga puluhan juta, sekarang diperoleh dengan harga yang berpuluh kali lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang menarik, berkat keberhasilan seluruh pecinta tanaman hias dan komunitas tanaman hias untuk mencekal aksi tidak terpuji orang-orang tertentu yang menggoreng pasar, dengan tidak mengapresiasi apapun tanaman yang digoreng. Mengakibatkan dunia tanaman hias kembali recovery. Dan aksi goreng menggoreng tidak membawa hasil seperti yang diharapkan. Hal ini dilakukan karena hampir seluruh komunitas tanaman hias prihatin dengan upaya penjegalan terhadap pasar anthurium yang dilakukan kalangan dan media tertentu. yang justru membuat seluruh pasar tanaman hias jatuh terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan ini juga membawa hikmah, baik untuk tanaman yang menjadi target untuk digoreng seperti sansevieria, Bromelia, Aglaonema tidak menjadi korban. dan Komunitas tanaman bersangkutan dapat berkembang dengan tenang tanpa dipengaruhi faktor-faktor spekulasi yang merusak ketenangan jiwa dalam berhobbi. Karena akibat permainan tadi harga tanaman menjadi tidak terkendali dan merugikan penghobbinya, pada ujungnya justru membuat tanaman tersebut ditinggal penghobbinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ragam tanaman hias tampaknya seluruh jenis tanaman hias baik Anggrek, Adenium, sansevieria, Aglaonema, Anthurium, Philodendron, Bonsai mulai ramai diperjual belikan. Hobbies pun mulai tampak rajin mengunjungi Nursery-nursery yang ada, baik untuk melihat, bertanya ataupun membeli tanaman yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ini tentu sangat menggembirakan bagi perkembangan kedepan Dunia tanaman hias di Indonesia. Diharapkan situasi kondusif ini dapat terus bertahan dan membaik.&lt;br /&gt;source : www.duniaflora.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-8554913507614570875?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/8554913507614570875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=8554913507614570875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/8554913507614570875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/8554913507614570875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/10/pasar-tanaman-hias-mulai-menggeliat.html' title='Pasar Tanaman Hias Mulai Menggeliat'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-7199322558321684383</id><published>2008-10-24T09:42:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T15:18:21.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobbies'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Situasi Pasar Dunia Flora pertengahan 2008-2009</title><content type='html'>Seperti yang sudah diprediksikan pada akhir tahun 2007, seiring rekayasa yang dilakukan makelar dan media tanaman hias tertentu ternyata tidak ada yang bisa merubah situasi yang terlanjur terpuruk. Terbukti meskipun ada upaya sporadis dilakukan beberapa pemain untuk menggoyang pasar, tampaknya pasar dan penghobbi flora di tanah air sudah capek dan kehilangan tenaga mengikuti goyangan ngebor pendatang baru yang digoreng. Seperti fenomena goyangan panas di panggung dangdut, yang akhirnya berlalu seiring waktu. Terbukti beberapa tanaman yang digoyang para makelar, seluruh penghobbi hanya menonton pasif. Beberapa tanaman yang berupaya naik mengalami nasib serupa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kontradiksi justru terjadi di aglo, begitu sempat naik, harga malah terkoreksi turun sangat tajam. Berbeda dengan pakem yang biasa terjadi padafenomena sebelumnya. Disinyalir hal ini diakibatkan pemain aglo yang memiliki stok menggelontorkan stoknya, karena kesempatan once in a life time ini, disamping faktor mental yang tidak siap naik secepat itu (takut keburu turun). Sehingga membuat nanar penghobbi dan pemain, karena tidak mengira hal seperti ini akan terjadi (padahal sudah sempat diwanti-wanti sebelumnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Fase Goreng Menggoreng dan upaya tarik menarik kepentingan antara Importir sebagai perwakilan tanaman import dan pemain tanaman hias lokal, sekarang dunia flora tanah air memasuki fase cooling down. Seperti segelas kopi yang selesai diaduk, semuanya mengendap dan kembali menempati posisinya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghobbi Adenium yang terlanjur kecanduan moleknya bonggol, penghobbi aglaonema yang tersapu liukan si ratu, penghobbi bonsai yang terpesona kewibawaan sosok sikerdil, maupun penghobbi sanse, kaktus, euphorbia yang tertusuk hatinya oleh duri sitajam, anggrek yag selalu mistis menggoda, ataupun penggemar anthurium yang terpesona urat si raja tidak bisa kelain hati. Semuanya kembali ke esensi Hobby, merawat si tanaman sebaik-baiknya untuk menenteramkan jiwa dan menghilangkan stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan berdampak baik pada perkembangan di anah air, dimana masing-masing kelompok hobby akan tetap menekuni bidangnya masing-masing. Disamping harga yang pada umumnya merupakan harga terbaik, mengingat harga sekarang hampir sama dengan harga di thailand. Sehingga untuk Penghobbi dan kolektor yang ingin melengkapi koleksi ataupun memenuhi hasratnya yang lama dipendam, sekarang menjadi saat terbaik untuk berburu. Disamping dari segi faktor stok yang melimpah, sehinga memudahkan untuk memilih barang koleksi pada harga terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika situasi ini terus terjaga, dunia flora kita akan tetap berwarna-warni akan keanekaragaman tanaman hias yang ada dan dikembangkan. Diharapkan kedepan upaya-upaya untuk menjegal perkembangan salah satu tanaman hias yang sedang populer tidak lagi dilakukan, karena hal semacam itu membuat dunia tanaman hias dan pasar yang tengah bergerak laju, distop begitu saja, limbung dan akhirnya jatuh terjerembap. yang justru berakibat menyeluruh dan jatuhnya image dunia tanaman hias tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kami lakukan disini adalah dalam upaya menghentikan sekelompok makelar dan media yang berupaya menjadikan dunia tanaman hias sebagai jajahannya. yang bertentangan dengan apa yang kami yakini bahwa tanman hias itu adalah sahabat dan teman kita. Biarkan semua itu berjalan secara alami, karena pada akhirnya semua memiliki fase alamiah untuk tumbuh, berkembang dan menurun kalau tidak mampu memaintenance pasar ataupun memunculkan inovasi. Penghobbi dan kolektor hanya memerlukan informasi dan panduan memulai menikmati keindahan tanaman hias tertentu sebanyak-banyaknya. tidak perlu tahu hitung2an angka keuntungan yang selama ini justru menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu ada orang-orang yang merasa berkewajiban moral dan menjadi pihak yang berusaha mengintervensi pasar seolah-olah menjadi tangan tuhan. tetapi disisi lain melakukan hal yang sama. Semua Orang merupakan Individu unik dan berbeda, baik sifat, keinginan, kebutuhan, preferensi, keuangan, kesempatan, lingkungan , dll. jadi semua orang akan memulai dari tanaman yang berbeda, dan kecintaan yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;source: www.duniaflora.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-7199322558321684383?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/7199322558321684383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=7199322558321684383' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7199322558321684383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7199322558321684383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/10/situasi-pasar-dunia-flora-pertengahan.html' title='Situasi Pasar Dunia Flora pertengahan 2008-2009'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-4900878434831045143</id><published>2008-10-13T15:39:00.001+07:00</published><updated>2008-10-13T15:43:47.864+07:00</updated><title type='text'>Automatic Watering For Plants</title><content type='html'>Automatic Watering For Plants &lt;br /&gt;Plant Watering Even When You're on Vacation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Question: I'm looking for some advice on ways to automatically water my plants. I enjoy my houseplants very much and they look great thanks to many of your tips. However, my family is finally taking a vacation and I hate the thought of all my plants suffering while we're gone for 2 weeks. How can I mix a vacation, watering and plants together? Diane, NJ&lt;br /&gt;Answer: Diane, watering your plants while out of town or on vacation can be a problem. On the market you can find a self watering pot, large and small in size but it can get expensive outfitting all your houseplants for a short time. I happen to like self watering pots especially for those with a busy lifestyle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Automatic Plant Watering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SmartHome.com offers an "automatic watering system for plants" system. It's called the Deluxe Plant Watering System and is capable of handling the automatic watering for 14 plants over a two-week schedule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The plant watering system is intended for indoor use only. The system comes equipped with a lightweight 7-liter plastic container to hold water, a 65-foot hose (19 meters approximately) and 14 taps with adjustable nozzles to regulate how much water each plant receives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The automatic watering tank needs a firm level surface and should sit above or the same height as the plants you plan on watering. Since we're talking about water – potential leaks can always be a problem, DO NOT sit the watering tank on any electrical appliances.&lt;br /&gt;With 65-foot of tubing you have plenty of tubing to spread the plants out, give them good lighting and still water them. Spacing the plants a foot or two apart should be fine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The back of the watering tank has an outlet connector where you'll connect the first tube after cutting the tube to the desired lengths. The other end of the tube gets placed into it's own "water tap." The tap connects to another tube going to the next plant in a daisy chain pattern. You'll repeat the process until you have all of your houseplants or window planters "ready for automatic watering duty." On the last plant you'll put a stopper in the outgoing tap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Make Your Own Self Watering System&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Each "water tap" has a stem which is pressed into the soil to hold the tap in place, plus each tap can be adjusted so larger plants can receive more water than smaller plants. You may want to double up on larger pots to put more water around the root ball. In fact on oversized houseplants I would recommend using two taps. This is a great way to make your own self watering pot for large or small planters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before you set everything up and assume you'll be watering your plants while out of town – test it out. Pour water into the tank but do not overfill. Also do not put in any liquid or soluble plant fertilizer in the water, this will encourage algae growth.&lt;br /&gt;Now, plug in the power adapter, turn the water system to test mode. If everything is set up correctly – it's easy - the water will begin pumping through the tubes and nozzles after a brief delay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The system gives you the opportunity to adjust the taps or nozzles to get everything right by running at 30-second intervals during the test mode. In fact, the system delivers water in 30-second intervals when watering to give the soil time to absorb the water as it's delivered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be prepared for a loud buzzing drone when the watering system is working, pumping and automatically watering your plants. When the water reservoir runs out of water, the machine turns off by itself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Set it for whole system up for automatic operation, align the control knob at the front of the water tank with the quantity of water you want delivered every 24 hours and your ready to go. Although daily watering I think could be a little much, stay on the low side – don't over water.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's also not a bad idea to place under each plant a sauce to catch any excess water which could run out the bottom of the pots drain holes.&lt;br /&gt;Now instead of worrying about your plants drying up when on vacation or writing down long detailed instructions for the boy next door on "how-to water your plants." All you need to do is have him make sure the water reservoir is filled.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This technology isn't something that new in concept. Nurseries have used "drip irrigation" for years with great success. Now you can take advantage of this subirrigation technology while traveling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Deluxe Plant Watering System from SmartHome.com offers an "automatic plant watering system" is affordable, portable and gives you complete control over how much water each plant receives. Now go enjoy your trip and make the watering – automatic.&lt;br /&gt;Source: www.plant-care.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-4900878434831045143?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/4900878434831045143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=4900878434831045143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4900878434831045143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4900878434831045143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/10/automatic-watering-for-plants.html' title='Automatic Watering For Plants'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-4478161488490438712</id><published>2008-10-07T12:06:00.002+07:00</published><updated>2008-10-07T12:11:31.198+07:00</updated><title type='text'>Di antara Banyak Pilihan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SOrvVxKTUCI/AAAAAAAAANE/deLDHsLysuo/s1600-h/Hot+Lady.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SOrvVxKTUCI/AAAAAAAAANE/deLDHsLysuo/s200/Hot+Lady.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254275072533942306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Betapa masygul hati Haryman. Delapan anakan chao phraya yang masih menyatu dengan induk rontok satu per satu. Daun yang merah cerah tiba-tiba terputus dari batang. 'Daunnya tetap bagus, tapi putus dari batang karena busuk,' keluh dokter umum itu. Alhasil, koleksi chao phraya tak pernah bertambah.&lt;br /&gt;Kisah setali 3 uang dialami Tirto Gunawan alias Wiwi. Juwita kepunyaanya tak pernah kunjung dewasa. Setiap kali daun ke-11 muncul, daun tertua rontok. Jumlah daun ajek 10 helai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal penampilan silangan Gregori Garnadi Hambali itu menarik: daun kecil dan panjang dengan warna dasar kuning. Chao phraya pun elok dengan bercak kuning keemasan di atas warna merah mengkilap. Makanya aglaonema yang namanya diambil dari nama sungai di Thailand itu pernah jadi jawara kontes tanaman hias di negeri Siam. &lt;br /&gt;Jenis unggul &lt;br /&gt;Menurut Songgo Tjahaja, kolektor di Cengkareng, Jakarta Barat, sri rejeki yang layak dimiliki bila memenuhi syarat sebagai tanaman unggul. Kriterianya penampilan tanaman harus cantik, mudah dirawat, tahan hama dan penyakit, gampang beranak, dan daya adaptasinya bagus. &lt;br /&gt;Penampilan cantik maksudnya punya susunan daun kompak, tangkai daun pendek, daun tidak ngelancir, batang besar, serta warna ngejreng, kontras, dan mengkilap. Sri rejeki dianggap gampang beranak jika setiap memiliki 10-15 daun mulai menghasilkan anak. Ketahanan terhadap hama dan penyakit penting terutama jika tanaman hendak dikembangkan secara massal. &lt;br /&gt;Wiwi menambahkan kriteria ukuran daun besar. 'Besar itu mewah,' ujar pengusaha bengkel itu. Menurutnya, tanaman bagus tapi berukuran kecil, keindahannya kurang terekspos. Untuk menikmati tanaman mini sampai medium mesti dilihat hingga detail-detailnya. Sementara tanaman besar, keindahan dan kemewahannya terlihat dari jauh. &lt;br /&gt;Makanya dari puluhan jenis dan varian anggota famili Araceae itu, hobiis dan pekebun mesti bijak memilih. Jenis-jenis yang sukses diperbanyak massal dan dipasarkan dengan harga ratusan ribu rupiah teruji sebagai tanaman bagus. Contohnya pride of sumatera, snow white, dan lady valentine. &lt;br /&gt;Hal serupa berlaku pada jenis eksklusif. 'Biasanya jenis eksklusif punya karakter istimewa yang membuatnya menonjol dibanding jenis lain,' kata Wiwi. Sebut saja tiara, hot lady, sexy pink, dan legacy. (Evy Syariefa/Peliput: Imam Wiguna, Nesia Artdiyasa, Rosy Nur Apriyanti, &amp; Sardi Duryatmo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: www.jerapah-nursery.blogspot.com&lt;br /&gt;source:www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;source:gambar koleksi Tony S&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-4478161488490438712?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/4478161488490438712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=4478161488490438712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4478161488490438712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4478161488490438712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/10/di-antara-banyak-pilihan.html' title='Di antara Banyak Pilihan'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SOrvVxKTUCI/AAAAAAAAANE/deLDHsLysuo/s72-c/Hot+Lady.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-6895563044523644455</id><published>2008-10-07T11:42:00.004+07:00</published><updated>2008-10-07T12:12:47.864+07:00</updated><title type='text'>Lima Legenda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SOrqGfd-FDI/AAAAAAAAAM8/mMHa86DSBM0/s1600-h/Tiara.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SOrqGfd-FDI/AAAAAAAAAM8/mMHa86DSBM0/s200/Tiara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254269312528421938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperempat abad. Masa 25 tahun itu menjadi saksi babak baru aglaonema hibrida. Pada 1983 lahir pride of sumatera, hibrida merah pertama, dari tangan dingin Gregori Garnadi Hambali. Ia mengentak dunia tanaman hias karena selama ini sri rejeki berwarna hijau. Warna merah diturunkan dari Aglaonema rotundum, spesies asal Sumatera yang memiliki warna merah. Kehadiran hibrida merah itu membuat iri penyilang Thailand.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada 1985 ia dirilis. Tiga tahun berselang PT Fitotek Unggul membeli dengan harga Rp3-juta per pot. Dari sanalah pride of sumatera menyebar ke seluruh pelosok negeri. Hingga saat ini permintaan pasar tetap tinggi. Tetuanya, A. rotundum pun melegenda karena satu-satunya spesies yang menjadi pewaris warna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes Thailand &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2006, harlequin aglaonema berwarna merah muda dengan kombinasi metalik, dirilis. Ketika itu ia menjadi tanaman termahal di dunia. Sepot harlequin dibeli kolektor seharga Rp660-juta melalui sebuah lelang. Hingga kini harlequin menjadi sri rejeki termahal, Rp10-juta per daun. Maklum, jumlahnya masih terbatas. Sejak dilepas 2 tahun silam, jumlah di tangan kolektor hanya 20 tanaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda lain tiara dan widuri. Keduanya akrab di telinga hobiis karena kerap memenangkan kontes. Sejak 4 tahun belakangan tiara dan widuri selalu berada di 3 besar adu kecantikan. Dimulai pada 2004, keduanya menjadi pemenang pertama dan kedua kontes sri rejeki di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Sejak itu mereka kerap bergantian di posisi terhormat. Widuri bahkan pernah memenangkan kontes serupa di Thailand. Maka, pride of sumatera, harlequin, tiara, widuri, dan rotundum bagaikan 5 ratu yang paling bersinar. (Destika Cahyana/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : www.trubus.co.id&lt;br /&gt;source : gambar koleksi Tony S&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-6895563044523644455?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/6895563044523644455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=6895563044523644455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6895563044523644455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6895563044523644455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/10/lima-legenda.html' title='Lima Legenda'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SOrqGfd-FDI/AAAAAAAAAM8/mMHa86DSBM0/s72-c/Tiara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-3734201307691414451</id><published>2008-10-06T10:09:00.002+07:00</published><updated>2008-10-06T11:10:35.916+07:00</updated><title type='text'>Tak Percaya... Tapi Nyata... Page Rankku ...</title><content type='html'>Salam ngeblog kembali para blogger... &lt;br /&gt;tak terasa sekitar 2 minggu nggak ngeblog banyak hal yang membuat aku nggak ngeblog padahal tanggan dah gatal mau masuki artikel-artikel yang sudah ada tetapi saat ini baru sempat ngeblog dan menyapa saja dulu tapi belum semua dapat di sapa karena langsung hari pertama kerja, pekerjaanku menumpuk... mana nanti pertengahan bulan aku ada tugas ke Aceh selama 1 mingguan dilapangan lagiiiii...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terakhir aku ngeblog 26 september 2008 alias 4 hari sebelum lebaran (nggak sempat maklum kejar deadline ) dan baru sempat ngeblog lagi tanggal 6 oktober 2008 (lama juga nggak ngeblog... kagen juga sama blogger nich ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tak di nyana dan tak disangka saat ini blog ku sudah berada di page rank 3 (coba lihat deh hehehehe)padahal sebelumnya terkahir ngeblog itu page rank nya masih 0 ... aku mulai mengaktifkan blog aglonemaku sejak Juli 2008 ... ternyata dengan seringnya aku berselancar ke seluruh blogger di dunia maya ini itulah mungkin salah satunya Om google memberiku langsung page rank 3 untuk blog aglaonemaku...( itu hanya analisaku mungkin lho ... nggak tahu juga pastinya kenapa page rankku langsung melejit ke page rank 3)mudah-mudahan akan bertambah terus page rankku....aminnnn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon kepada temanku bloggerku mohon masukan dan kritikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aglaonemaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-3734201307691414451?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/3734201307691414451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=3734201307691414451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/3734201307691414451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/3734201307691414451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/10/tak-percaya-tapi-nyata-page-rankku.html' title='Tak Percaya... Tapi Nyata... Page Rankku ...'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-785414317792348430</id><published>2008-09-22T12:36:00.001+07:00</published><updated>2008-09-22T12:38:31.473+07:00</updated><title type='text'>Plants for your home</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SNcvSns5yCI/AAAAAAAAAMw/ddjOJpu_YmY/s1600-h/Rumah+aglao.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SNcvSns5yCI/AAAAAAAAAMw/ddjOJpu_YmY/s200/Rumah+aglao.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248715887665072162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aglaonema  &lt;br /&gt;Take a quick look at the picture, you will definitely recognize a plant you have seen plenty of times. Aglaonema is one of the most favorite indoor plants, as it grows easily with minimum care and is ideal to even the most inexperienced amateur gardener.  &lt;br /&gt;Its name is once more totally Greek and its parts are translated as "aglos: shiny nema: string. Regardless of the Greek origin of its name, aglaonemas come from the tropical forests of south-east Asia, from Thailand and Cambodia to Vietnam and Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The first time aglaonemas crossed their natural borders was around 1900 when the plant was brought to America and has been cultivated ever since. The first new varieties were developed in the 60s; those varieties led to the plants we know today as aglaonemas. However, new varieties are still being developed in the US mainly, the differences being in the color of its leaves. &lt;br /&gt;Aglaonemas belong to the aroids family, together with spathifyllum, dieffenbachia and philodentron. As its "relatives", it has shiny oval-shaped leaves, with jigged edges, fleshy to the touch and with impressive alternations of various tones of green. Its flowers look like small white callas and they produce a few yellow or red fruits. However, the basic reason for cultivating aglaonemas is their wonderful foliage and not its colors. Depending on the variety, its height can easily reach one meter or over.  &lt;br /&gt;Care &lt;br /&gt;Aglaonema is one of the most ideal indoor plants. It is very resistant to disease and can be grown in conditions that might "kill" many other indoor plants. It can be easily adapted to different conditions and this trait makes it really easy to care for and as a result makes it very popular.  &lt;br /&gt;Aglaonemas can be grown to any degree of lighting, from full-light rooms (filtered - never direct sunlight) to the darkest room of hour home. Of course, the more the light it gets the most impressive the colors on its leaves will be. If your problem is low light, aglaonemas are an ideal choice. Moreover, they can be easily grown together with other plants in the same pot.  &lt;br /&gt;Although this is an indoor plant, in warm climates it can be cultivated outdoors as long as you keep it in a shaded area, preferably facing north. &lt;br /&gt;Aglaonemas love it warm and hate abrupt temperature changes and cold drafts. Ideally, temperatures should be between 18-30οC and the change in temperature between night and day should not be more than 10οC. A long time in either too low (&lt;15ο) or too high (&gt;35ο) temperatures may lead to yellowing of leaves or falling leaves and it will hinder its development to a great extent. So you're your plant around, to a warmer or cooler location depending on the temperatures and keep it away from drafts, i.e. next to windows or doors. When you decide where to place the pot, remember that temperatures are much lower close to windows than from any other area in your home during winter.&lt;br /&gt;Aglaonemas are not very particular to the soil quality, so any packaged soil is suitable. Make sure though to add some sand into the soil and some pebbles in the bottom of the pot to ensure excellent drainage which is necessary to these plants.  &lt;br /&gt;Depending on the specific conditions of your home, watering once a week seems to be adequate. Check the soil before watering and do not let your plant live in soil that is always wet, also do not let it sit in water and always empty any excess water from the tray to avoid root rot. Take care not to let the plant go thirsty because the leaves will wilt and may never recover. You can repot any time of the year avoiding days with extreme heat or extreme cold in order not to stress your plant more than necessary. &lt;br /&gt;As far as humidity is concerned, provide as much humidity as possible either by using a humidifier, or with spraying the leaves. You could also use a pebble tray as we have described in various other articles. Do not worry too much though because aglaonemas can adapt to less humidity than most indoor plants.  &lt;br /&gt;Use any liquid or tablet form fertilizer but use approximately ? of the dosage described on the label to avoid damaging the roots or the tips of its leaves. In very young plants, avoid fertilizing until the plant is around 6 months old, while in mature plants you should fertilize 3 times per year (every 4 months). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can easily propagate aglaonemas from cuttings. Cuttings can be placed in water until they grow roots or they can be planted directly into soil. Aglaonemas can grow in water for a long time, provided that you replace the water often and that you carefully remove any algae from the inside of the container. Same as pothos (devil's ivy), aglaonemas can be grown in small glass vases with water that can be placed on your bathtub or on window-sills, creating small tropical areas in minimum space. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As we already mentioned, one of its basic advantages is that it is almost disease- and insect-proof. However, to be on the safe side, keep leaves very clean and check often for aphids, thrips, or spider mites that may have affected other indoor plants. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You have plenty of good reasons to buy aglaonemas. They are beautiful, easy to grow, hardy, needs no specific care, it adapts easily, is suitable for low light rooms, with quick growth, even in water, extremely easy to propagate . . . what else could you ask for? By mary Efanti&lt;br /&gt;Mary Efanti&lt;br /&gt;mefanti@otenet.gr &lt;br /&gt;Source : www.valentine.gr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-785414317792348430?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/785414317792348430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=785414317792348430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/785414317792348430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/785414317792348430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/09/plants-for-your-home.html' title='Plants for your home'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SNcvSns5yCI/AAAAAAAAAMw/ddjOJpu_YmY/s72-c/Rumah+aglao.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-2294198031241059729</id><published>2008-09-22T11:45:00.002+07:00</published><updated>2008-09-22T11:51:35.398+07:00</updated><title type='text'>Aglaonema 'Pride of Sumatra' legends</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SNcjOMnRR7I/AAAAAAAAAMo/tIFb34K7yfs/s1600-h/POS.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SNcjOMnRR7I/AAAAAAAAAMo/tIFb34K7yfs/s200/POS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248702617534678962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;This new "Chinese evergreen" from Indonesia was bred by Mr. Gregori Hambali of Bogor, West Java (A. rotundum X A. commutatum 'Tricolor'). It is one of a series of new hybrids that make the old varieties look dowdy by comparison. The leaves are deep red beneath, green above with screaming carmine pink midribs and veins. The stem is creamy yellow blushed carmine, and there is cream in the leaf too, outlining the pink of the veins. Flowers are like miniature callas, cream in color. An excellent house plant for strong light but not sun. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Will accept low light, but the colors are not as strong. Use a well-drained soil mix and allow to dry before watering&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-2294198031241059729?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/2294198031241059729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=2294198031241059729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2294198031241059729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2294198031241059729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/09/aglaonema-pride-of-sumatra-legends.html' title='Aglaonema &apos;Pride of Sumatra&apos; legends'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SNcjOMnRR7I/AAAAAAAAAMo/tIFb34K7yfs/s72-c/POS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-564277313820009793</id><published>2008-09-15T12:03:00.000+07:00</published><updated>2008-09-15T12:05:48.725+07:00</updated><title type='text'>NAMA WANITA UNTUK AGLO, MENGAPA?</title><content type='html'>Mengapa aglaonema silangan Greg Hambali lebih banyak menggunakan nama wanita? Adakah karena Greg Hambali pecinta wanita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Greg, pemberian nama untuk silangan Greg itu sesungguhnya lebih banyak inisiatif dari isterinya sendiri: Indri. Greg sendiri pasrah. “Untuk kepentingan bisnis, memang harus diberi nama” kata penyilang itu cuek.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi Greg, nama itu penting agar orang tak salah menyebut, sekaligus untuk menjadi pembeda masing-masing hibrida dalam menetapkan harga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak semua aglo yang sudah dijual diberi nama. “Karena waktu itu masih ‘bodoh’, ya jadi dijual saja,” kenang Greg sambil tertawa kepada penulis buku "Aglaonema Silangan Greg Hambali". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Greg, penjualan aglo tanpa nama merugikan. Karena untuk jenis yang mirip bisa dihargai sama. Sebut saja Donna Carmen dengan segala variasinya akan dihargai sama. Padahal, variasi yang ada terkadang lebih unik dari yang biasa. Tentu saja yang unik, harga lebih mahal. ”Jadi, harusnya ada Donna Carmen, ada juga Donna Carmina," ucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian lain dengan adanya aglaonema tanpa nama itu, pembeli bisa saja menamai dengan semaunya sendiri. Bahkan terkadang menghilangkan jejak bahwa sebenarnya aglo itu silangan Greg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman itulah, aglaonema silangan Greg yang dirilis tahun 2000 hingga kini selalu diberi nama, walaupun mirip satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, Tiara, Widuri, Srikandi, Petita, Evita, Camelia, Siti Nurhaliza, Siti Nurbaya, Adelia dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama cantik itu dilekatkan pada silangan Greg bukan tanpa cerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widuri, misalnya, adalah judul sebuah lagu yang sempat ngetop dilantunkan oleh Bob Totopoly. Lagu itu sampai sekarang masih sering disenandungkan dan Widuri silangan Greg memang masih bergengsi di jagat aglaonema. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula nama Siti Nurhaliza, penyanyi dengan suara merdu dari negara tetangga Malaysia. Pengagum Siti Nurhaliza amat banyak di Indonesia. Sampai sekarang silangan Greg bernama Siti Nurhaliza itu masih diburu penghobi aglaonema seperti juga orang masih merindukan kebeningan suara sang penyanyi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Camelia. Kecantikan aglo ini diimajinasikan secantik tokoh Camelia dalam lagu yang dilantunkan Ebiet G Ade. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian nama silangan si ratu daun ini dengan nama wanita sekaligus juga membedakannya dengan tanaman hias yang lain. Pada anthurium, misalnya, nama yang diberikan kadangkala terkesan garang, berbisa, dan siap menerkam, seperi cobra, phyton, king kobra dan sebagainya. &lt;br /&gt;Popularitas aglo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aglaonema atau yang biasa disebut orang Cina sebagai Chinese Evergreen, di Indonesia, dulunya lebih dikenal sebagai Sri Rejeki. Thailand yang terkenal di bidang hortikultura berhasil mengembangkannya melalui penyilangan dan menghasilkan variasi warna daunnya dan karena itu di Thailand aglo dikenal sebagai Siamese Rainbow atau pelangi dari Thailand. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, aglaonema terkenal berkat jasa Gregori Garnadi Hambali yang berhasil dengan silangan lagendarisnya yang diberi nama Pride of Sumatera tahun 1985. Pada waktu dirilis, Pride dijual dengan harga RP. 350 ribu per daunnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencinta aglaonema pun semakin meluas. Di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, harganya sangat mahal, ada yang selembar daunnya mencapai Rp. 10 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aglaonema sendiri merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki corak maupun bentuk daun yang sangat menarik. Selain mudah perawatannya tanaman ini sangat cocok untuk dikoleksi karena tidak memerlukan lahan yang luas. Kebiasaan hidupnya berada dalam kondisi teduh dengan intensitas matahari sekitar 30 % - 40%. Selain itu tanaman ini tidak terlalu suka akan air namun jangan sampai juga terlalu kering, serta menyukai kondisi yang agak lembab. Saat ini terdapat sekitar 350-an aglaonema hibrida. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kaltim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, di Kaltim, terutama di kota Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Bontang dan Sangatta, penghobi aglaonema berkembang luar biasa. Salah satu penyedia aglaonema terlengkap di Samarinda adalah Pusat Tanaman Hias Salma Shofa. Nursery ini termasuk yang memiliki koleksi silangan Greg yang menggunakan nama wanita yang cukup lengkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Siti Nurbaya disandingkan dengan Siti Nurhaliza di setiap kali Sala Shofa ikut dalam bursa tanaman hias, selalu saja pengunjung dibuat kagum oleh kecantikan kedua sosok aglo yang serupa tapi tak sama. Demikian pula mereka terpesona oleh kecantikan dan keindahan Srikandi, Widuri, Petita, Camelia, dan aglo lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularitas aglaonema di daerah ini tampaknya mampu menyaingi popularitas anthurium, adenium maupun phylodendron. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah menanjaknya popularitas anthurium, justru aglo tetap berkibar di sepanjang bursa tanaman hias baik di Balikpapan, Bontang maupun Samarinda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Mungkin karena sosoknya yang memang cantik, mungkin juga karena nama wanita yang disandangnya dapat mengingatkan orang pada lagu kesayangan, tokoh wanita dalam dunia pewayangan, atau justru pengalaman masa remaja dan masa bercintanya yang sangat berkesan. &lt;br /&gt;Jadi, siapa bilang nama tiadalah artinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(espernyata/salmashofa)&lt;br /&gt;Sumber : www.langitlangit.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-564277313820009793?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/564277313820009793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=564277313820009793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/564277313820009793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/564277313820009793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/09/nama-wanita-untuk-aglo-mengapa.html' title='NAMA WANITA UNTUK AGLO, MENGAPA?'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-7952414236639695738</id><published>2008-09-15T11:55:00.002+07:00</published><updated>2008-09-15T11:58:21.853+07:00</updated><title type='text'>Greg Hambali, Sang Penghulu Tanaman Hias</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SM3rATcSHQI/AAAAAAAAAMc/wWbGFWaNtnQ/s1600-h/profile+greg+poto.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SM3rATcSHQI/AAAAAAAAAMc/wWbGFWaNtnQ/s200/profile+greg+poto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246107531407924482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para penggemar tanaman hias pasti mengenal nama Gregori Garnadi Hambali atau biasa disapa Greg Hambali. Hasil karyanya dalam menyilangkan tanaman sudah bejibun. Karya terakhirnya yang sukses besar adalah tanaman aglaonema. Pada 2006 silam, aglaonema jenis harlequin hasil silangan Greg Hambali mampu terjual seharga Rp 660 juta lewat proses lelang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para penyuka tanaman menilai aglaonema hasil silangan Greg sangat menawan. Saat lelang, sang pemenang, Harry Setiawan, pemilik Irene Flora di Rawa Domba, Jakarta Timur, mengaku aglaonema Greg memang sangat pantas dihargai sebesar itu. Lelang ini menjadi harga termahal sepanjang sejarah tanaman aglaonema. Kalau pun harga tidak mahal dari lelang, harga yang wajar juga akan terbentuk dari permintaan di pasar, terang Greg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ingin menyedot keuntungan yang berlipat dari hasil silangannya, Greg juga meyakinkan bahwa pemilik tunggal silangan pertama akan mendapatkan keuntungan pula. Sebab, jenis baru itu hanya satu orang yang punya. Jika nantinya dapat dianakkan, pemilik aglaonema jenis baru ini memiliki hak jual selama dua tahun. Jika ingin punya aglaonema jenis baru tersebut, silakan membeli lewat pemilik pertama, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka Mengawinkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahlian mengawinkan tanaman adalah buah kecintaan Greg terhadap alam. Sejak kecil Greg memang sangat mencintai alam. Waktu masih bocah, ia punya hobi mengutak-atik tanaman. Pada saat duduk di kelas 4 SD, Greg bahkan memelihara lebah. Lebah itu saya pelihara untuk diambil madunya, kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan pada alam saat itu bukanlah turunan dari orang tua. Menurut anak ke empat dari lima bersaudara ini, kegemaran ini ia jalani secara naluriah. Karena ayah Greg adalah seorang montir elektro. Ayah saya montir radio dan reparasi kelistrikan, jelasnya. Sedangkan sang ibu, merupakan ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperdalam pengetahuannya terhadap jenis-jenis tanaman, Greg suka keluyuran di hutan. Lantaran ilmu dari sekolah masih sangat minim, Greg pun menambah pengetahuannya dengan rajin membaca berbagai ilmu pengetahuan, tapi terutamanya yang berhubungan dengan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu dari alam dan dari buku itu memang bermanfaat. Bahkan saat baru duduk di bangku SMP, Greg sudah mampu menyilangkan pepaya. Saya menyilangkan pepaya burung dikawinkan dengan pepaya semangka (berbentuk bulat), katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, proses ini susah. Apalagi kalau cuma berdasar pengetahuan sekolahan. Tapi, menurut Greg, untuk penyilangan pertama ini, ia berbekal membaca buku soal pembuatan varietas baru. Dan ketika percobaan perdana itu, Greg mengaku cuma iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin Getol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk SMU, tentu pengetahuan Greg bertambah. Ia mulai menyukai ilmu kimia. Menurutnya, semua pelajaran sains selalu berhubungan satu sama lain. Ia mulai membuat percobaan dengan mencampur bahan kimia. Ketertarikan di bidang sains ini membawa Greg memilih masuk ke jurusan biologi. Saya kuliah Biologi Pertanian di IPB, terang Greg. Saat masuk bangku kuliah pada 1969, Greg semakin yakin bahwa itu adalah jalannya. Bahkan, ia semakin getol menyilangkan tanaman dan buah. Semasa itu, Greg mencoba menyilangkan tanaman jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseriusan Greg di dunia tanaman menarik perhatian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang kemudian merekrutnya sebagai pegawai. Menurut Greg, yang menariknya ke LIPI adalah Min Rifai. Saya hanya bermodal ijazah SMU, terangnya. Dari situ, keingintahuan Greg terhadap beragam jenis tanaman, cara tumbuh, dan bagaimana sistem reproduksinya semakin berkembang. Di situ, ia juga mulai mempelajari serangga yang membantu reproduksi tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat yang besar pada tanaman menggiring Greg Garnadi Hambali untuk melanjutkan belajar di Inggris. Berbekal pengalaman itu, Greg lantas mengembangkan beragam varietas tanaman. Dari palem, salak, dan caladine. Salah satu karya silangan yang cukup terkenal adalah aglaonema. Jenis tanaman ini identik dengan Greg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greg senang menjadi pegawai di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Soalnya, ia bisa leluasa mengakses laboratorium LIPI untuk mengembangkan penelitian. Sejak mengawali karier di LIPI pada 1973 silam, ia sudah meneliti salak dan tanaman palem. Dari lab LIPI itu, ia bisa menghasilkan beberapa silangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran punya minat cukup besar di bidang konservasi dan pemanfaatan sumber-sumber daya genetik, Greg mendapat banyak tawaran untuk memperdalam ilmu di Inggris. Saat itu saya belum menyelesaikan kuliah di IPB, jelas Greg. Ia baru menggondol predikat sarjana muda dan sedang proses mengerjakan skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran tak mau melewatkan peluang mendapat beasiswa, akhirnya Greg memutuskan meneruskan studi ke Inggris meski skripsinya belum kelar. Saya mendapat beasiswa dari British Council, katanya. Pada 1975, ia berangkat ke Inggris untuk mempelajari pemanfaatan plasma nutfah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian, Greg berhasil menyelesaikan kuliah di Inggris dan pulang dengan nama baru: Gregori Garnadi Hambali, MSc. Ia langsung menyabet gelar master tanpa harus mengikuti program sarjana S1. Sepulang dari Inggris, pada 1978, Greg mulai mengaplikasikan ilmunya dengan membuat silangan caladium. Sayangnya, jenis ini tidak dapat bertahan lama. Sebab, menurutnya, walau modelnya bagus, tapi bentuk daunnya tidak kokoh alias loyo. Sehingga, dia pun harus terus mengembangkan agar lebih kuat. Namun rekor harga tertinggi caladium ini hanya Rp 50.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka Talas&lt;br /&gt;Greg juga meneliti tanaman talas. Saya juga mengembangkan soka, kata Greg. Saat mengembangkan soka, ia tidak pernah mengomersialkannya. Dalam benak Greg hanya ada niat mengembangkan tanaman tropis dalam negeri agar lebih komersil. Caranya, dengan menyilangkan tanaman yang semula biasa menjadi tanaman yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran idealismenya ini, kadang usaha Greg mengembangkan tanaman jadi terhambat. Maklum, sebagai seorang pegawai negeri, dia harus mengikuti program dari pemerintah. Merasa dikekang kebebasannya, pada 1983, Greg memutuskan keluar dari LIPI. Saya ingin lebih mengekspresikan diri saja, dalihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita Greg adalah menciptakan tanaman varietas baru. Ini bukan persoalan gampang. Pasalnya, untuk tujuan ini, ia mengaku kesulitan mendapatkan dana membiayai proyek. Pertama kali, saya, ya, jatuh bangun, ujarnya. Untung, beberapa teman yang mempunyai perhatian terhadap tanaman mau membantu Greg dengan mengucurkan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan cita-citanya, Greg bekerja sebagai konsultan di sebuah nursery. Di sana, dia mempelajari tanaman palem. Pada 1986 tanaman ini pernah berjaya. Sayangnya, nilai ekonomis tanaman ini tidak dapat bertahan lama lantaran terjadi kelebihan pasokan di pasar. Sekarang tanaman ini banyak digunakan untuk real estate, terangnya. Ia juga mengembangkan tanaman salak lantaran ingin menciptakan buah salak yang rasanya enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, usia Greg sudah menjelang kepala enam. Usia saya 59 tahun, katanya. Tapi semangatnya tidak kalah dari anak muda. Bahkan, dia masih sering jalan ke hutan untuk mencari tanaman yang bisa ia komersilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, Greg dikenal sebagai ahli penyilangan. Karyanya yang spektakuler adalah the big five aglaonema. Yaitu Tiara, Widuri, Hot Lady, Harlequin, dan Pride of Sumatra. Semua dihargai tinggi per lembar daunnya. Aglaonema Tiara, misalnya, harga per lembar daunnya sempat mencapai Rp 3 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sukses sebagai breeder aglaonema, Greg masih punya impian untuk menjadikan tanaman tropis di Indonesia lainnya bernilai jual tinggi. Kalau bisa tanaman hias kita bisa menghasilkan devisa, harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat Gregori Greg Garnadi Hambali mengembangkan tanaman hias sangatlah besar. Pada 2000 lalu, Greg membuat heboh dunia tanaman hias setelah sukses menghasilkan the big five aglaonema, yakni Widuri, Tiara, Hot Lady, Harlequin, dan Sexy Pink. Bahkan saat dilelang banderol Harlequin mencapai Rp 600 juta. Luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak percuma bertahun-tahun Greg Hambali melakukan riset penyilangan tanaman hias. Hasil karyanya sungguh luar biasa. Yang menghebohkan, tentu saja, hasil persilangan aglaonema. Sampai kini, banyak orang yang memburu tanaman hias yang satu ini. Mereka bersedia membayar dengan harga tinggi. Aglaonema saya ini dihargai mahal karena memang indah, tutur Greg Hambali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mula Greg meneliti aglaonema pada akhir 1982. Ketika itu ia masih bekerja di LIPI. Saat itu saya menjadi juri tanaman hias di Ancol, kenangnya. Karena cintanya pada tanaman, dia sudah mempunyai feeling, jika mengembangkan aglaonema tentu akan menjadi tanaman yang punya daya tarik luar biasa. Dia bilang, saat bertemu pertama dengan aglaonema, keindahannya sudah terpancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai Memelihara Aglo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Greg mulai memelihara dan mengembangkan aglaonema. Saya dikasih teman saat itu, ucapnya. Untuk menyilangkan aglaonema, Greg harus menunggu sampai aglaonemanya itu beranak. Nah, aglaonema silangan pertama Greg itu baru muncul pada 1986 dan 1987. Hasil karya pertama itu dia beri nama Pride of Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyilangan pertama ini ternyata menarik minat pasar. Buktinya, harga per lembar daun Pride of Sumatera sempat mencapai Rp 300.000. Harga yang mahal memang sebanding dengan kerja kerasnya. Butuh proses yang rumit untuk menghasilkan Pride of Sumatera. Untuk menghasilkan satu silangan baru, dia harus membuat indukan. Untuk itu semua, butuh waktu riset minimal tiga tahun. Meski idealnya hingga lima tahun. Itu baru menjadi sebuah tanaman yang menarik, terang dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang kini jadi penyesalan Greg, dia tidak memperbanyak hasil karya silangannya itu. Ada seorang penangkar dari Thailand yang memperbanyak sampai 500.000 pot jenis Pride of Sumatera, ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas Greg tidak mendapat keuntungan dari penjualan aglaonema ini. Padahal jika tanaman ini dijual dengan harga Rp 20.000 per pot saja, bisa menghasilkan Rp 10 miliar. Greg mengakui, pengembangan tanaman hias di Indonesia terkendala oleh sempitnya lahan dan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menghasilkan Pride of Sumatera, kreativitasnya tak berhenti. Tiga tahun setelah itu, Greg membuat karya baru, yakni aglaonema jenis Aloutte dan Donna Carmen serta Adelia. Pada 2000, Greg kembali menghebohkan dunia tanaman hias. Ia membuat the big five aglaonema, yakni Widuri, Tiara, Hot Lady, Harlequin, dan Sexy Pink. Saat dilelang pertama kali, banderol Harlequin hingga Rp 600 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Greg belum puas. Masih ada satu hal yang mengganjal pikirannya. Masih banyak orang yang mau mengembangkan tanaman hias secara total. Dia menyayangkan fenomena goreng menggoreng harga tanaman hias, seperti yang terjadi pada anthurium akhir-akhir ini. Menurutnya, cara itu hanya melahirkan keuntungan sesaat. Hanya mengambil gampangnya saja, kata Greg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sebetulnya punya segudang tanaman hias, termasuk di hutan. Sayang, hutan kini banyak dibabat dan diganti dengan kebun kelapa sawit. Tanpa memperhatikan plasma nutfah yang ada di dalamnya. Ia berharap orang harus punya pikiran jangka panjang dan berkomitmen pada hortikultura. (Avanty Nurdiana/Kontan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.kompas.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-7952414236639695738?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/7952414236639695738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=7952414236639695738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7952414236639695738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7952414236639695738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/09/greg-hambali-sang-penghulu-tanaman-hias.html' title='Greg Hambali, Sang Penghulu Tanaman Hias'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SM3rATcSHQI/AAAAAAAAAMc/wWbGFWaNtnQ/s72-c/profile+greg+poto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-4108988340590190456</id><published>2008-09-15T11:35:00.001+07:00</published><updated>2008-09-15T11:54:58.879+07:00</updated><title type='text'>Fosfor dan Kalium</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SM3o0vdUvdI/AAAAAAAAAMU/0a_SfmKyFHM/s1600-h/fosfor+dan+kalium+poto.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SM3o0vdUvdI/AAAAAAAAAMU/0a_SfmKyFHM/s200/fosfor+dan+kalium+poto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246105133746798034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pupuk Terbaik Aglaonema&lt;br /&gt;Banyak persepsi yang mengatakan kalau aglaonema harus menggunakan unsur yang netral/seimbang saat pemberian unsur makro, terutama NPK. Namun sebenarnya, ada dua unsur yang memberikan efek paling berpengaruh pada tampilan aglaonema dewasa. Fosfor dengan simbol P dan kalium dengan simbol K, keduannya merupakan kunci mendapatkan aglaonema berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Unsur NPK (Nitrogen Fosfor Kalium) memang unsur makro yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan, sehingga hampir semua pupuk akan mengambil unsur ini sebagai poin penting. Hanya yang membedakan adalah jumlah komposisi dan kandungan zat terlarut yang dimasukkan.&lt;br /&gt;Kondisi perbedaan komposisi NPK memang harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan tahapan usia tanaman. Sebab saat bibit, remaja, dewasa, dan indukan punya kebutuhan unsur makro yang tak sama. Jadi untuk perkembangan maksimal, kebutuhan pupuk juga harus menyesuaikan, agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan.&lt;br /&gt;Aglaonema memang unik, karena pertumbuhan tanaman diupayakan untuk menghasilkan tanaman yang sehat dan mampu mengeluarkan karakter warna. Di sini, kebutuhan kedua faktor itu bisa dipenuhi dengan mengandalkan unsur P dan K yang mempunyai komposisi lebih besar. Namun bukan berarti Nitrogen (N) dilupakan, karena unsur ini tetap dibutuhkan, tapi untuk usia aglaonema dewasa kebutuhan unsur ini tak terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur P dalam bentuk H2 PO4-HPO4 2 -sangat penting untuk proses respirasi yang ada di bawah permukaan daun melalui stomata. Selanjutnya untuk regenerasi, yaitu membentuk pembelahan sel. Fosfor juga berperan penting dalam penyusunan asam nukleat dan molekul ATP untuk transfer energi.&lt;br /&gt;Baik bila terjadi proses yang terjadi di permukaan daun, seperti respirasi dan transfer energi, maka otomatis struktur yang dimiliki juga mengikutinya. Pada daun aglaonema akan membuat daun terlihat lebih mengkilat dan warna lebih keluar. Sebab, P juga mendukung proses fotosintesis sebagai pabrik pengolahan makanan di tanaman. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan unsur P akan menyebabkan,warna hijau daun lebih gelap dari yang normal. Selain itu, daun di bagian bawah sering berwarna keunguan, terutama diantara tulang-tulang daun. Parahnya, di tahap kritis daun akan terlihat rapuh dan mudah layu, seperti tak mempunyai kekuatan untuk berdiri dan akhirnya menghambat pertumbuhan daun baru aglaonema.&lt;br /&gt;Dari paparan itu, jelas penting untuk memenuhi kandungan P dalam pot aglaonema. Sebab, sebagai tanaman yang dipelihara dalam pot sirkulasi unsur hara lebih rendah dibandingkan penanaman dalam tanah, sehingga wajib diberikan unsur tambahan dengan memberikan pupuk NPK. Selain dari kimia, unsur P secara organik bisa ditambahkan dari humus daun bambu, tapi harap dijaga sterilisasinya untuk menghindari bakteri masuk &lt;br /&gt;Unsur lain yang juga memegang peranan penting adalah Kalium (K) dalam bentuk ion K+ yang larut dalam air tanah. Kalium akan memberikan bantuan untuk pembentukan protein dan karbohidrat. Selain itu, juga memperkuat jarngan tanaman sekaligus membentuk anti-bodi untuk melawan penyakit. Unsur ini juga ikut mengaktifkan enzim, terutama yang terkonsentrasi pada jaringan meristem.&lt;br /&gt;Kekurangan unsur ini jelas akan membuat tanaman mudah terserang penyakit dan ini tentu akan merusak keindahan aglaonema. Struktur daun bisa berubah dan berwarna kuning dimulai dari tepi daun menuju ke pusat/tengah dan akhirnya mati. Di bagian akar akan menyebabkan kekerdilan yang berujung berkurangnya kemampuan untuk menyerap makanan, sehingga tanaman akan kekurangan nutrisi.&lt;br /&gt;Menghindari hal itu, tentu harus ada asupan lebih unsur K yang membuat tanaman tahan penyakit dan punya struktur kuat, baik dari batang, tangkai daun maupun daun.&lt;br /&gt;Untuk memilih kadar P dan K yang lebih tinggi, caranya mudah. Selain bertanya pada pejual, bisa juga dilihat pada kemasan. Saat membeli pupuk, pasti akan terlihat tiga kombinasi angka yang sejajar. Contohnya 10-15-18, kombinasi ini menandakan kadar unsur secara berurutan, mulai dari N, P, dan K. Jadi, kadar unsurnya adalah N-10%, P-15% dan K-18%. [bayu] &lt;br /&gt;Sumber : http://tabloidgallery.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-4108988340590190456?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/4108988340590190456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=4108988340590190456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4108988340590190456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4108988340590190456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/09/fosfor-dan-kalium.html' title='Fosfor dan Kalium'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SM3o0vdUvdI/AAAAAAAAAMU/0a_SfmKyFHM/s72-c/fosfor+dan+kalium+poto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-5480036434296262130</id><published>2008-09-12T09:27:00.002+07:00</published><updated>2008-09-15T11:45:19.956+07:00</updated><title type='text'>Bisnis Tanaman Hias</title><content type='html'>Tanaman hias kini tidak hanya menjadi penyaluran hobi semata, tetapi sudah menjadi komoditas dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi, terutama pada tanaman hias yang sedang tren. Bahkan tanaman hias yang trennya mulai memudarpun tetap memiliki penggemarnya sendiri. Oleh karena itu, membuka tanaman hias tidak bisa sekedar hobi saja, tetapi harus dijalankan dengan benar dan melalui perhitungan ekonomi yang tepat agar mendapatkan keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk menjadi seorang entrepreneur harus belajar strategi bisnis dan manajemen usaha ini. Setiap langkah dalam usaha ini tetap harus memperhitungkan modal, faktor risiko, lokasi pemilihan jenis tanaman yang akan diperdagangkan serta Strategi pemasaran dan promosinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkup usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkup bisnis tanaman hias adalah :&lt;br /&gt;1. Penjualan Bibit Tanaman, &lt;br /&gt;2. Penjualan Tanaman Hias, dan &lt;br /&gt;3. Saprotan (Sarana Produksi Pertanian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penjualan Bibit Tanaman Hias &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit yang bisa ditawarkan adalah bibit anggrek, euphorbia atau tanaman berbunga lainnya, bibit tanaman berdaun indah seperti aglaonema serta beberapa bibit sayur-sayuran dan buah-buahan. Para pelaku pembibitan biasa disebut dengan breeder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan&lt;br /&gt;- Keahlian dan pengetahuan tentang cara memperbanyak tanaman, baik secara konvensional atau melalui penyilangan&lt;br /&gt;- Tren tentang tanaman&lt;br /&gt;- Jenis-jenis media tanam yang sesuai dengan bibit&lt;br /&gt;- Ketekunan dan kesabaran tinggi, terutama untuk breeder silangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal yang diperlukan  &lt;br /&gt;- Sebidang tanah (tidak harus luas, dihalaman rumah pun bisa).&lt;br /&gt;- Aneka bibit tanaman&lt;br /&gt;- Rak atau lemari kaca&lt;br /&gt;- Katalog tentang bibit tanaman yang akan dijual.&lt;br /&gt;- Kartu nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penjualan Tanaman Hias &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa ditawarkan dalam bisnis ini adalah tanaman hias buah atau daun, seperti jenis adenium, aglaonema, euhobia, anthurium, anggrek, begonia, bonasai, keladi halus dan palem-paleman (palem putri, palem raja, palem botol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan&lt;br /&gt;- Jenis-jenis tanaman yang sedang tren.&lt;br /&gt;- Jenis-jenis media tanam yang sesuai.&lt;br /&gt;- Cara memperbanyak tanaman&lt;br /&gt;- Cara perawatan tanaman serta jenis hama dan cara membasminya agar bisa memberikan  layanan yang baik kepada langganan.&lt;br /&gt;- Penataan tanaman hias yang menarik.&lt;br /&gt;- Karakteristik tanaman hias yang dijual. Contohnya. Tanaman hias daun dalam pot umumnya menyukai panas tidak langsung. Sirkulasi udara yang baik dan kelembaban sedang sementara tanaman hias bunga justru menyukai sinar matahari langsung. Karakter keladi hias pun tergantung pada jenisnya ada yang senang tempat teduh, tetapi ada juga yang senang dengan tempat terbuka dan panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal yang diperlukan&lt;br /&gt;- Aneka jenis/stok tanaman hias yang cukup beragam sesuai dengan tren&lt;br /&gt;- Sebidang tanah tidak harus luas, dihalaman rumah pun bisa tetapi lebih baik jika di pingggir jalan agar memudahkan konsumen dalam pembelian/pengangkutan.&lt;br /&gt;- Bermacam-macam pot yang sesuai dengan tanaman hias.&lt;br /&gt;- Rak kayu/besi untuk memajang aneka tanaman hias pot.&lt;br /&gt;- Katalog tentang tanaman hias yang anda jual.&lt;br /&gt;- Kartu nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang usaha lainnya&lt;br /&gt;- Jasa pembuatan taman dan kolam.&lt;br /&gt;- Jasa perawatan taman.&lt;br /&gt;- Jasa penyewaan tanaman hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penjualan Saprotan Tanaman Hias &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis penjualan saprotan untuk tanaman hias termasuk sederhana, tetapi cukup menjanjikan dan dapat menjadi bisnis pendukung penjualan bisnis dan tanaman hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diingat, dalam bisnis saprotan, yang dijual adalah produk jadi maka harga menjadi penentu utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saprotan tanaman hias meliputi semua bahan dan alat yang mendukung usaha budi daya dan perawatan tanaman hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan dan alat yang mendukung&lt;br /&gt;- Cangkul dan aneka gunting tanaman (untuk menggunting daun, dahan dan rumput).&lt;br /&gt;- Aneka jenis pot untuk tanaman indoor, outdoor atau pot untuk tanaman air.&lt;br /&gt;- Media tanam pestisida, pupuk, kompos, hingga zat pengatur pertumbuhan.&lt;br /&gt;- Buku dan majalah pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan&lt;br /&gt;- Bermacam macam jenis saprotan dan kegunaannya, produksi dari dalam maupun luar negeri.&lt;br /&gt;- Tren tentang tanaman hias dan media untuk tanaman hias tersebut.&lt;br /&gt;- Tren tentang pot tanaman.&lt;br /&gt;- Hortikultura, contohnya paham kelebihan dan kekurngan aneka pot yang dijual. Jika anda paham waktu pemupukan dan jenis pupuk yang tepat dipakai untuk tanaman daun/bunga/buah, anda bisa memberikan “layanan lebih” kepada pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal yang diperlukan&lt;br /&gt;- Aneka jenis saprotan, lengkapi dengan label, keterangan fungsinya&lt;br /&gt;- Sebidang tanah untuk memajang aneka pot ukuran besar, aneka gerabah untuk tanaman air, aneka pupuk, kompos dan humus.&lt;br /&gt;- Rak untuk memajang aneka ragam pot ukuran kecil dan unik.&lt;br /&gt;- Lemari kaca untuk menyimpan bermacam-macam pestisida, pupuk, zat penumbuh tanaman.&lt;br /&gt;- Kartu nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang mengelompokkan tanaman hias dalam 4 kategori yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanaman hias untuk kebutuhan lanskap taman, seperti aneka jenis rumput, semak, perdu, palem pohon, cemara dan tanaman air.&lt;br /&gt;b. Tanaman hias indoor atau pemanis ruangan, seperti aglaonema, kuping gajah, dan palem hias.&lt;br /&gt;c. Tanaman hias outdoor, seperti krisan, aster dan lili.&lt;br /&gt;d. Tanaman hias yang tidak termasuk 3 kategori dia atas, seperti kaktus, paku-pakuan dan aneka bonsai.&lt;br /&gt;Umumnya, berbisnis tanaman hias berarti mulai menjual bibit hingga tanaman hias kelompok tertentu atau lebih. Ada juga yang sekaligus dengan saprotannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat menjalankan usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Apapun usaha yang anda pilih bisnis tanaman hias harus dimulai dari kecintaan/hobi, karena bisnis ini membutuhkan ketekunan.&lt;br /&gt;b. Sebagai pemula, mulailah dengan pilihan bisnis skala kecil yang membutuhkan perhatian paling sederhana dan resiko kecil, seperti penjualan saprotan. Anda tidak perlu kawatir pada perawatan dan pembudidayaan tanaman. Namun anda perlu melengkapi koleksi saprotan anda. Seperti aneka ragam pot-pot cantik dan unik dari gerabah maupun keramik untuk menarik calon pelanggan dan membedakan usaha anda dengan penjualan saprotan lainnya.&lt;br /&gt;c. Jika perlu bekerjasamalah dengan koperasi, pengerajin tradisional atau produsen penghasil saprotan untuk mendapatkan produk-produk saprotan yang murah, tetapi berkualitas. Jika hubungan baik dengan pengerajin traditional sudah terbina, anda bisa meluncurkan produk unik terlebih dulu dibandingakan pesaing anda.&lt;br /&gt;d. Jika ingin berjualan tanaman hias, ketepatan memilih produk merupakan kunci keberhasilan. Pilih satu jenis segmen terlebih dahulu dan pilih salah satu produk ungggulan sebagai icon usaha anda misalnya anda ingin menjual tanaman hias yang sedang “in”: saja (aglaonema, euphorbia, kamboja jepang, anthurium dll), tanaman hias secara umum untuk penataan tanman, atau spesialis aneka tanaman air. Lagi-lagi cari ciri khusus anda. ini merupakan modal awal sebagai jati diri usaha anda.&lt;br /&gt;e. Buat nama usaha yang sederhana dan mudah diingat, tetapi masih berhubungan dengan dunia tanaman.&lt;br /&gt;f. Jika usaha anda sudah berjalan mulailah melihat peluang usaha lainya, seperti pembuatan taman atau kolam.&lt;br /&gt;g. Tingkatkan wawasan mengenai tanaman hias untuk mengetahui tren dunia tanaman hias serta sarananya. Misalnya dengan membaca majalah/katalog tanaman dari dalam dan luar negeri atau melalui internet. Hal ini bisa menjadi nilai tambah dalam meberikan layanan yang baik. Ingat pelayanan yang baik adalah salah satu kunci sukses untuk mengikat pelanggan.&lt;br /&gt;h. Jika ada kesempatan belajar untuk menjadi breeder. Ikutilah karena profesi ini masih langka, pesaing usaha andapun masih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :www.peluangwirausaha.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-5480036434296262130?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/5480036434296262130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=5480036434296262130' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5480036434296262130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5480036434296262130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/09/bisnis-tanaman-hias.html' title='Bisnis Tanaman Hias'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-6577017214159896505</id><published>2008-09-09T09:04:00.002+07:00</published><updated>2008-09-09T09:41:25.103+07:00</updated><title type='text'>Berbagai Cara Perbanyak Si Ratu Daun</title><content type='html'>PERBANYAKAN CANGKOK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyakan aglaonema bisa dengan biji dan anakan, apa yang harus kita lakukan jika terlalu lama menunggu munculnya anakan ? Kita bisa mencoba melakukan perbanyakan dengan cara mencangkok dengan cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;(1) Pilih aglaonema yang mempunyai batang cukup panjang, dan bersihkan pelepah  daun yang sudah tua&lt;br /&gt;(2) Siapkan botol plastik bekas, potong leher dan bagian bawah botol dan sayat dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;(3) Pasang botol yang sudah dipotong di batang aglaonema, isi dengan media tanam berupa cocopeat dan kompos ( 1:1 ), lalu ikat botol biar rapat. Siram media tanam dan usahakan media dalam botol tidak sampai kering.&lt;br /&gt;(4) Setelah kurang lebih sebulan, muncullah tunas-tunas, tunggu sampai akarnya cukup kuat.&lt;br /&gt;(5) Setelah berumur tiga bulan, bukalah botol dan bersihkan media, gunakan pisau tajam steril untuk memisahkan tunas-tunas anakan, kita sudah berhasil mendapatkan beberapa bibit baru.&lt;br /&gt;(6) Rendam bibit-bibit tersebut dalam larutan fungisida selama 10 menit kemudia ditanam pada pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MENYILANGKAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya tarik tanaman hias jenis aglaonema terletak pada keindahan motif daunnya, saat ini sudah banyak sekali jenis aglaonema varian baru hasil penyilangan. Yang paling fenomenal adalah Pride of Sumatera hasil penyilangan oleh Greg Hambali yang pernah meraih medali emas di ajang lomba tanaman hias internasional di Belanda Floriade tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita bisa melakukan penyilangan sendiri dan ternyata tidak sulit untuk dilakukan, siapa tahu kita bisa menghasilkan aglaonema yang unik, langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut :&lt;br /&gt;(1) Syarat utama adalah harus ada induk jantan dan induk betina. Ketika bunga-bunga aglaonema mulai bermekaran, pilihlah aglaonema yang pada tongkol bunga terdapat serbuk sari ( seperti bedak ) dan pilih aglaonema yang siap diserbuki untuk dijadikan induk betinanya.&lt;br /&gt;(2) Gunakan kuas yang bersih untuk mengambil serbuk sari, lalu oleskan pada putik yang terdapat pada induk betinanya, Setelah itu, tanaman yang sudah diserbuki dikerudung dengan kantong plastik transparan agar aman dan kelembabannya terjaga.&lt;br /&gt;(3) Penyilangan sebaiknya dilakukan di pagi hari antara pukul 07.00-09.00, jika dilakukan di siang hari, biasanya serbuk sari sudah rontok.&lt;br /&gt;(4) Jika penyilangan berhasil akan terbentuk buah, satu tongkol aglaonema bisa menghasilkan 10-30 biji, sedangkan seludang bunga lainnya biasanya mengering.&lt;br /&gt;(5) Sekitar enam bulan, buah hasil penyilangan bisa dipanen dan diseleksi untuk mendapatkan buah yang siap tanam. Buah yang sehat adalah yang tidak terserang hama dan penyakit, berwarna hijau dan menjadi merah ketika siap di petik. Untuk menanamnya kulit buah harus dikupas, biji yang baik berwarna kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: tulisan ini di sadur dari http://trubus.blogspot.com dari 2 makalah menjadi 1 dan diberi judul sesuai yang diatas dan tulisan ini tidak ada yang di kurangi dan ditambahi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-6577017214159896505?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/6577017214159896505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=6577017214159896505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6577017214159896505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6577017214159896505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/09/berbagai-cara-perbanyak-si-ratu-daun.html' title='Berbagai Cara Perbanyak Si Ratu Daun'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-5796110159054270070</id><published>2008-08-29T09:50:00.001+07:00</published><updated>2008-08-29T09:53:52.393+07:00</updated><title type='text'>Tips Media Tanam dalam Pot</title><content type='html'>Pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias dan buah dalam pot berjalan dengan normal apabila didukung oleh media tanam yang sesuai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi media tanam untuk tanaman hias dan buah umumnya menggunakan tanah dengan kombinasi kerikil, sekam mentah, pupuk organik (pupuk kandang/kompos) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan berkembangnya kesadaran masyarakat akan nilai keindahan, maka beberapa tanaman hias yang biasanya merupakan tanaman outdoor ditempatkan dalam kondisi indoor untuk beberapa waktu (maksimum 1 minggu),sedangkan untuk tanaman hias indoor tetap dalam posisi di dalam ruangan, tetapi waktu penempatan agak lebih lama (3-4 minggu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak sekedar melihat aspek keindahan penempatan tanaman hias di dalam ruangan, aspek kerapian dan kebersihan media tanam dan pot juga memegang peranan.  Sehingga memunculkan media tanam alternatif (non tanah), dimana media tanam ini bertujuan tidak sekedar sebagai tempat jangkar akar tanaman untuk mencari nutrisi, tetapi juga bertujuan memberikan nuansa rapi dan bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa komposisi media tanam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A.  Tanaman Berkayu (tanaman hias daun/bunga, tanaman buah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.  Tanah tanam (hindari tanah berliat/berlempung) (1 bagian)&lt;br /&gt;2.  Pasir hitam (Cimangkok) atau kerikil (1/2 bagian)&lt;br /&gt;3.  Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) (1/2 bagian)&lt;br /&gt;4.  Sekam mentah (1/2 bagian) - (pilihan)&lt;br /&gt;5.  Sekam bakar (1/2 bagian) - (pilihan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B.  Tanaman Sukulen (tanaman hias Sanseviera, Kaktus, Agave)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;1.  Pasir Malang/kerikil (1/2 - 1 bagian)&lt;br /&gt;2.  Sekam mentah/bakar (1/2 bagian)&lt;br /&gt;3.  Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) (1/2 bagian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi media tanam alternatif:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;A.  Tanaman Berkayu (tanaman hias daun/bunga)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.  Cocopeat (1/2 - 1 bagian)&lt;br /&gt;2.  Sekam bakar (1/2 - 1 bagian) &lt;br /&gt;3.  Pupuk Organik (Andam/kompos daun bambu,kompos biji kapuk) (1/2 bagian)&lt;br /&gt;4.  Pasir malang/kerikil (1/2 bagian) (pilihan)&lt;br /&gt;5.  Zeolit (1/4 - 1/2 bagian) (pilihan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B.  Khusus Anthurium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.  Cocochip (1/2 bagian)&lt;br /&gt;2.  Pakis cacah (1/2 bagian) &lt;br /&gt;3.  Pupuk organik (Andam/kompos daun bambu,kompos biji kapuk) (1/2 bagian)&lt;br /&gt;    (pilihan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C.  Khusus Philodendron&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.  Cocochip (1/2 bagian) (pilihan)&lt;br /&gt;2.  Cocopeat (1/4 bagian) (pilihan)&lt;br /&gt;2.  Pakis cacah (1/2 bagian) &lt;br /&gt;3.  Pupuk organik (Andam/kompos daun bambu,kompos biji kapuk) (1/2 bagian)&lt;br /&gt;    (pilihan)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D.  Khusus Anggrek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.  Phalaenopsis sp (Anggrek Bulan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        a.  Spagnum moss (1 bagian) (pilihan)&lt;br /&gt;        b.  Pakis cacah (1 bagian) (pilihan)&lt;br /&gt;        c.  Cocochip (1/2 bagian)&lt;br /&gt;        d.  Styrofoam (1/4 bagian) (pilihan)&lt;br /&gt;        e.  Arang kayu (1/4 bagian) (pilihan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;  2.  Dendrobium sp&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        a.  Pakis chip (1/2 bagian) (pilihan)&lt;br /&gt;        b.  Pecahan genteng (1/2 bagian) (pilihan) &lt;br /&gt;        c.  Arang kayu (1/4 - 1/2 bagian) (pilihan)&lt;br /&gt;        d. Cocochip (1/2 bagian) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;(pilihan) : tergantung ketersediaan, bisa merupakan bahan pengganti media lain.&lt;br /&gt;(Yudha Hartanto, MSi., diolah dari berbagai sumber)- www.godongijo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-5796110159054270070?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/5796110159054270070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=5796110159054270070' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5796110159054270070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5796110159054270070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/08/tips-media-tanam-dalam-pot.html' title='Tips Media Tanam dalam Pot'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-1726407889890249806</id><published>2008-08-29T09:24:00.001+07:00</published><updated>2008-08-29T09:45:58.017+07:00</updated><title type='text'>Nama Aglaonema Silangan Greg Hambali</title><content type='html'>Tahukah anda apa saja nama aglaonema yang telah dihasilkan Bpk. Greg Hambali ? Kami menemukan catatan untuk itu sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Donna Carmen&lt;/span&gt; (1985), asal nama : Donna Carmen diambil dari nama penjual nasi di Costa Marques - Brazil, tempat dimana Greg singgah untuk makan selama ekspedisinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pride of Sumatera &lt;/span&gt;(1993): Pride og Sumatera artinya kebanggaan Sumatera. Greg berterimakasih kepada Sumatera yang telah mempersembahkan aglaonema Rotundum sebagai penyumbang warna merah yang monumental, yang menjadi bahan ciri khas dari penyilangannya. Adelia (Tahun release : 2000). Asal nama : Diambil dari nama kolektor tanaman hias di Manila, Adelia Angeles yang membantu perburuan Aglaonema Commutatum di kawasan Panay, Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Widuri &lt;/span&gt;(Tahun release : 2000). Asal nama : Terinspirasi dari lagu lama yang berjudul Widuri yang dinyanyikan oleh Bob Tutupoly. Lagu tersebut menceritakan tentang seorang gadis yang cantik , secantik Aglaonema Widuri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tiara &lt;/span&gt;(Tahun release : 2004). Asal nama : Nama dari puteri Antony Ekasaputra, petani tanaman palem di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Madame Soeroyo &lt;/span&gt;(Tahun release : 2004). Asal nama : Mengambil nama kolektor setia aglaonema asal Jakarta Selatan yang merupakan sahabat baik Greg, Tati Soeroyo. Nama itu sekaligus sebagai hadiah untuk ulang tahunnya yang ke 80.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Angelina &lt;/span&gt;(Tahun release : 2004). Asal nama : karena mirip dengan A. Angela maka dinamai Angelina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agela &lt;/span&gt;(Tahun release 2004). Sebenarnya namanya Ageles, berasal dari Adelia Angeles , nama kolektor tanaman. Tetapi karena Angeles merupakan nama laki-laki , maka diganti menjadi Angela.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kreshna &lt;/span&gt;(Tahun release 2004). Asal nama : Nama Raja yang bijaksana , salah satu tokoh dalam pewayangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sexy Pink&lt;/span&gt; ( tahun release : 2004). Asal nama : Warna pink yang dominant dan indah.Shinta (elease : 2004). Asal nama : Nama tokoh pewayangan dalam kisah Rama dan Shinta.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ruby&lt;/span&gt; (tahun release : 2006). Asal nama : Warna bercaknya merah sebagaimana batu Rubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jatayu&lt;/span&gt; (Tahun release: 2004). Asal nama : Nama tokoh burung dalam cerita pewayangan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lipstick.&lt;/span&gt; (tahun release : 2004 / 2005). Asal nama : Dinamai lipstick lantaran pinggiran daunnya berwarna merah menyala sebagaimana bibir yang menggunakan pemulas bibir (lipstick)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Petita &lt;/span&gt;(tahun release : 2004) asal nama : Berasal dari bahasa latin yang berarti langsing.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JT 2000.&lt;/span&gt; (Tahun release : 2000) . Asal nama : diambil dari nama sahabat Greg dari Singapura : John Tan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ruth &lt;/span&gt;(tahun release 2005). Asal nama : nama ahli botani yang bermukim di Malaysia DR.Ruth Kiew.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dolores.&lt;/span&gt; (tahun release : 2004/ 2005). Asal nama : berasal dari nama pemilik Blooming Good Nursery, di Florida : Dolores Fugina.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teresa.&lt;/span&gt; (tahun release : 2004 / 2005). Asal nama : diambil dari nama Bunda Teresa , tokoh perdamaian dunia yang punya hati lembut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Srikandi.&lt;/span&gt; (tahun release : 2004). Merupakan aglaonema seri wayang ( yang dinamai tokoh pewayangan). Srikandi diambil dari ksatria putri yang pandai memanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Juliet. &lt;/span&gt;(tahun release : 2004 / 2005. Asal nama : Pemilihan namanya terkait erat dengan kisah romantis Romeo and Julie. Drama klasik karangan Shakespeare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jake Henny.&lt;/span&gt; (tahun release : 2003). Asal nama : penampilannya gagah hingga cenderung maskulin, maka dinamai dengan nama laki-laki, Jake.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hot Lady.&lt;/span&gt; (tahun release : 2005). Asal nama Namanya agak lain dari sebelumnya karena yang memberinama anak pak Greg : Mia).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Super Pride.&lt;/span&gt; (tahun release : 2005). Berasal dari nama Pride of Sumarera dengan warna super merah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Stella.&lt;/span&gt; (Tahun release : 2004 ). Asal nama : Nama lembut identik dengan nama perempuan, karena Aglaonema Stella berkarakter lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catherine. &lt;/span&gt;(tahun release 2004). Asal nama : nama lembut yang mencerminkan kelembutan warna.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lucky &lt;/span&gt;(tahun release : 2004). Asal nama : Nama maskulin karena warnanya yang kontras dengan sosok gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lisa &lt;/span&gt;(tahun release : 2004). Asal nama : nama feminim.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Evita &lt;/span&gt;(tahun release : 2004). Asal nama : nama perempuan (feminim karena warna daun lembut).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Esmeralda &lt;/span&gt;(tahun release : 2004). Asal nama : Nama perempuan karena warna tanaman lembut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Moonlight.&lt;/span&gt; (tahun release : 2005). Asal nama : bentuk daunnya bulat dan kekuningan seperti bulan yang sedang bersinar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diana &lt;/span&gt;(tahun release : 2004). Asal nama : sosoknya tinggi, ibarat Lady Diana, mendiang istri Pangeran Charles sehingga dinamai Diana.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amalia &lt;/span&gt;(tahun release 2004 / 2005 ). Asal nama : tidak diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Srigading&lt;/span&gt; (tahun release : 2004 / 2005). Asal nama : Berasal dari kata gading karena warnanya kuning mirip warna gading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Reina &lt;/span&gt;(tahun release : 2005). Asal nama : nama perempuan (feminism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Veronica.&lt;/span&gt; (tahun release: 2005. Asal nama : nama perempuan (feminism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harlequin.&lt;/span&gt; Tahun release : 2006). Asal nama : Penampilannya memukau orang. Dengan melihatnya akan mendatangkan kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mutiara .&lt;/span&gt; Asal nama : Aglaonema ini diberi nama Mutiara karena kelir putih kekuningan di daunnya menimbulkan suasana kemilau , ibarat kilauan cahaya mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siti Nurbaya.&lt;/span&gt; Asal nama : pemberian nama aglaonema ini terinspirasi oleh legenda Siti Nurbaya, sesungguhnya agklaonema ini termasuk seri Ruby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Urat Bihun / Siti Nurhaliza.&lt;/span&gt; Asal nama : Terinspirasi oleh kecantikan paras dan kemerduan suara penyanyi asal Malaysia, Siti Nurhaliza, yang terkenal lewat lagu “Cindai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ariana &lt;/span&gt;(tahun release 2004). Asal nama : Aglaonema ini koleksi Songgo (Jakarta). Nama Ariana untuk menghormati nama teman Songgo, kolektor aglaonema di Jakarta Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Audrey&lt;/span&gt; (tahun release : 2004). Asal nama Audrey diambil dari nama puteri Songgo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari buku :Aglaonema Silangan Greg Hambali /FLONA Serial)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-1726407889890249806?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/1726407889890249806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=1726407889890249806' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1726407889890249806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1726407889890249806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/08/nama-aglaonema-silangan-greg-hambali.html' title='Nama Aglaonema Silangan Greg Hambali'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-833098070347274960</id><published>2008-08-27T12:24:00.002+07:00</published><updated>2008-08-27T12:27:54.279+07:00</updated><title type='text'>Semangat Menyosialisasikan Aglaonema Silangan Lokal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SLTlrgsdhmI/AAAAAAAAAL8/E9IXs08LssM/s1600-h/indri+greg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SLTlrgsdhmI/AAAAAAAAAL8/E9IXs08LssM/s200/indri+greg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239064802212284002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua tahun ini nama Indri Greg Hambali mulai berkibar di kalangan pencinta tanaman hias, terutama aglaonema. Tanaman koleksinya acap keluar sebagai pemenang dalam lomba aglaonema. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada 2004, misalnya, aglaonema tiara koleksinya, meraih gelar juara pertama pada ajang lomba aglaonema di Pameran Flora-Fauna 2004 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Gelar yang sama ia raih pada ajang yang sama tahun 2006. Ia pun tercatat aktif dalam Aglaonema Indonesia, komunitas pencinta tanaman hias aglaonema, sebagai ketua umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, nama Indri tenggelam di balik nama suaminya, Greg Hambali. Bicara tentang aglaonema di Indonesia memang tak bisa lepas dari nama Gregori Garnadi Hambali, nama lengkap Greg. Lewat tangan dinginnyalah, lahir aglaonema pride of sumatera, yang dijuluki "si sulung" dari hibrid aglaonema berwarna merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum muncul berbagai hibrid warna merah pada aglaonema, awam mengenal tanaman hias ini dengan nama sri rejeki. Tanaman hias itu berwarna hijau dengan bercak-bercak putih. Greg yang pernah memperdalam ilmu konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik di Universitas Birmingham, Inggris, tertarik menyilangkannya untuk mendapatkan warna merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pride of sumatera lahir tahun 1985 melalui persilangan Aglaonema commutatum 'tricolor' dengan Aglaonema rotundum asal Sumatera. Pride of sumatera yang dikoleksi dokter Purbo Djojokusumo, bahkan berhasil meraih gelar juara dua dalam lomba tingkat internasional di Belanda pada 2002. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, penggemar tanaman hias dilanda tren aglaonema. Satu demi satu aglaonema bersemburat merah pun lahir dari tangan Greg, di antaranya madame suroyo, lady valentine, widuri, tiara, donna carmen, harlequin, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu, saya hanya membantunya di belakang, mengurusi penjualan," kata Indri, dalam perbincangan di rumahnya, di kawasan Baranangsiang Indah, Bogor, Selasa (9/1). &lt;br /&gt;Hingga suatu saat Indri tergerak muncul ke permukaan. Hatinya terusik ketika mendapati suatu ajang lomba aglaonema didominasi aglaonema hasil silangan dari Thailand. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada satu peserta yang menge-luarkan 30 koleksinya, semuanya hasil silangan Thailand. Hati saya berontak. Nggak benar juga, lomba di Indonesia, tetapi yang diikutkan tanaman hasil silangan Thailand? Di mana kebanggaan kita kalau pemenangnya hasil silangan Thailand?" Indri mengenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan hal yang gampang bagi Indri untuk ikut terjun dalam lomba. Ia harus meyakinkan suaminya tentang alasan keinginan ikut serta dalam lomba. Bukan hanya karena Greg acap ditunjuk sebagai juri, namun juga Greg selama ini dikenal sebagai sosok yang lebih senang berada di balik layar. "Ia selalu bilang, biar orang lain yang maju," Indri menirukan Greg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, argumentasi Indri akhirnya diterima suaminya. Kapan lagi bisa bersaing dengan Thailand. Konsekuensinya, Greg, yang dianggap ahli aglaonema, harus mundur dari kegiatan penjurian. "Keikutsertaan saya juga bukan cari kemenangan, tetapi lebih bertujuan mendorong semangat para hobbyist untuk ikut mengembangkan aglaonema ini sendiri, supaya bisa bersaing dengan Thailand. Yang penting, di tengah-tengah serbuan hasil silangan Thailand, harus ada hasil silangan dalam negeri," ia menegaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip Lomba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah kemenangan itu pula yang menyebabkan hasil silangan lokal semakin dikenal. Indri ikut gembira pada akhirnya bangkit semangat penggemar aglaonema mau menekuni tanaman hias ini, bukan hanya mengoleksinya, namun juga turun tangan menyilangkannya hingga memperoleh hibrid baru. "Semangat saya, silangan lokal selalu hadir dalam setiap lomba. Saya membandingkan dengan produksi film dalam negeri, yang dalam waktu lama tidak bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri akibat serbuan film Hollywood. Senang juga dampaknya bagus dan positif," Indri menambahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sering ikut lomba, dan acap pula menang, wajar kalau ia dianggap sebagai nara sumber yang pas mengenai kiat-kiat mengikuti lomba. Indri pun tak pelit membaginya. "Saya hanya mengelap aglaonema dengan spons khusus yang bisa dibeli di toko peralatan rumah tangga, untuk menghilangkan debu. Spons khusus itu bisa menghapuskan debu yang paling halus. Saya tidak pernah mengoleskan zat-zat khusus, agar mengilap," ujarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Indri, yang bernama lengkap Indrijani Kusudiardjo, bukannya asing dengan dunia tanaman sebetulnya. Ia lulusan Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Walau tidak terjun langsung dalam kegiatan persilangan tanaman, ia turun tangan dalam perawatan. Dalam keseharian, ia lebih memusatkan perhatian menangani pemasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia maklum, banyak orang mempertanyakan harga aglaonema yang sangat fantastis. Bahkan harga ditentukan per daun. Aglaonema adelia, misalnya, harga per daunnya Rp 500.000. "Mahal tidaknya, ditentukan oleh kecantikan penampilannya, hasil silangan baru, serta jumlahnya di pasar. Semakin langka, semakin mahal," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indri berpendapat usaha tanaman hias, terutama aglaonema, masih cerah prospeknya. Walau sesekali terkesan kalah pamor dengan anthurium maupun filodendron, bisnisnya bisa dikatakan stabil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, boleh dikatakan seluruh anggota Keluarga Greg Hambali terjun dalam usaha tanaman hias ini. Anak sulung pasangan Indri dan Greg, Adrian Gibran, membantu Indri dalam bidang pemasaran. Anak keduanya, si bungsu Mia Sutranina, rupanya mengikuti jejak Greg Hambali. Ia mendalami bioteknologi di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, dan sedang dalam tahap menyelesaikan skripsi. "Dia akan melanjutkan menimba ilmu di Thailand," kata Indri. [Suara Pembaruan/Sotyati] 09/01/2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-833098070347274960?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/833098070347274960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=833098070347274960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/833098070347274960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/833098070347274960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/08/semangat-menyosialisasikan-aglaonema.html' title='Semangat Menyosialisasikan Aglaonema Silangan Lokal'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SLTlrgsdhmI/AAAAAAAAAL8/E9IXs08LssM/s72-c/indri+greg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-4717050804542432449</id><published>2008-08-25T12:12:00.000+07:00</published><updated>2008-08-25T12:14:33.692+07:00</updated><title type='text'>Ampas Kelapa Perkilap Daun Aglaonema</title><content type='html'>Memperkilap daun aglaonema memang butuh biaya karena bahan-bahannya mahal. Tapi sekarang ada Iho cara paling murah. Bagaimana? Sekarang telah ditemukan sejumlah teknik untuk memperkilap daun aglaonema yang diantaranya ada yang menyemprotkan Leaf-Shine sekelas Paral dan Hortico. Ada pula yang mengoleskan susu pada daun aglaonema satu per satu. Semua cara ini memang telah direkomendasi oleh penghobi aglaonema termasuk pakarnya Greg Hambali. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, dua teknik tadi kendati efektif mampu memperkilap daun aglaonema, terkadang ada efek samp-ingnya. Sebut saja Leaf-Shine dimana kalau diberikan secara berlebihan justru bisa merusak daun aglaonema sendiri seperti daun menggulung. Sebab itu pemakaiannya harus hati-hati dan sesuai kadar anjuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain kelemahan pemakaian Leaf-Shine dan susu adalah si kolektor harus mengeluarkan isi koceknya yang relatif besar. Kalau punya koleksi aglaonema banyak, maka ia harus mengeluarkan isi kocek banyak untuk pembelian Leaf-Shine dan susu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi aplikasi bahan-bahan ini minimal sebulan sekali. Mungkin hanya mereka yang berkantung tebal bisa melakukannya, sementara penghobi berkantung tipis hanya gigit jari. Lantas bagaimana? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bicara soal daun aglaonema yang mengkilap itu, Greg Hambali selaku penemu aglaonema varietas Pride of Sumatera punya jurus alternatif yang tentu lebih murah dan aman. Pakai apa? Pakailah ampas kelapa, niscaya daun aglaonema Anda akan lebih mengkilap, papar Greg Hambali di Malang belum lama ini. Pemakaian Leaf-Shine dan susu murni sangat dianjurkan oleh staf ahli Taman Buah Mekarsari Bogor itu. Tapi keduanya membutuhkan biaya mahal sehingga kalau dipaksakan, sang kolektor aglaonema bisa tersiksa jadinya. Sangat bagus menggunakan keduanya, tapi harus mengeluarkan duit banyak ya, papar pria jebolan Universitas Brimingham Inggris itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai alternatifnya, pria yang akrab disapa Greg itu memberi resep yakni pakai ampas kelapa. Anda boleh pakai ampas kelapa untuk memperkilap daun aglaonema karena sudah terbukti dan murah lagi, papar Greg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan demikian untuk memperkilap daun aglaonema boleh atau tidak sama sekali dilakukan. Tapi kalau si empunya menginginkan punya koleksi yang daunnya mengkilap, terpaksa harus melakukan hal demikian. Sebaliknya mereka yang ingin lebih ekonomis ya pakai ampas kelapa karena ternyata limbah ini mampu memperkilap daun agalaonema, tandas Greg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebar Pada Seluruh Daun Aglaonema &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampas kelapa yang dimaksudkan Greg adalah ampas yang sudah diperas santannya sehingga murni tersisa ampasnya saja. Meski santannya hilang, bukan berarti kadar lemaknya sirna tanpa sisa. &lt;br /&gt;Kandungan lemak tetap ada dalam ampas kelapa. Biar sedikit, tapi mampu memperkilap daun-daun aglaonema, papar Greg. kadar lemak itulah yang bisa bikin daun aglaonema jadi mengkilap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ampas-ampas kelapa itu didapat, lalu langsung tebar ke seluruh daun aglaonema berapa pun jumlahnya. Usai penebaran tersebut, ambil kain lap atau kain apa saja yang sebelumnya sedikit dibasahi dengan air. Kemudian usap tiap-tiap daun aglaonema tadi satu per satu hingga ampasnya hilang, jelas Greg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengusap itu, daun-daun aglaonema jadi bersih dan mengkilap. Upayakan pengusapan dengan kain lap itu sebersih mungkin hingga ampas benar-benar hilang. Cara ini memang kurang praktis. Tapi lebih ekonomis lho sehingga cocok untuk pengiritan. Yang penting daun aglaonema bisa mengkilap kan. Dan tentu, ampas kelapa tidak memiliki efek samping pada aglaonema apalagi sampai mematikan segala. Pokoknya koleksi Anda aman dengan ampas kelapa, terang Greg. (fen, agrobis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-4717050804542432449?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/4717050804542432449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=4717050804542432449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4717050804542432449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4717050804542432449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/08/ampas-kelapa-perkilap-daun-aglaonema.html' title='Ampas Kelapa Perkilap Daun Aglaonema'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-7735120398562528383</id><published>2008-08-25T11:07:00.002+07:00</published><updated>2008-08-25T11:41:29.179+07:00</updated><title type='text'>Demi Anakan, Penggal Leher Ratu</title><content type='html'>Sosok aglaonema snow white itu mempesona. Sepuluh daun hijau bertabur bercak putih membuatnya kompak. Namun, dengan pisau tajam, kres... tangan kanan Prapanpong Tangpit memotong batang si putih salju menjadi 2 bagian. Batang yang tumbuh di pot terdiri atas 4 daun; batang terpotong, 6 daun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Prapanpong Tangpit bukan sedang meluapkan marahnya. Memang begitulah cara dia memperbanyak aglaonema. Di depan rumahnya, di bilangan Khet Thawi Watthana, Bangkok, Thailand, menghampar 3.000 aglaonema. Semuanya diperbanyak dengan pemenggalan pucuk. Dengan teknik potong pucuk, At-sapaannya-menghasilkan minimal 5 anakan per tanaman setahun. Bandingkan dengan cara konvensional, cuma 2-3 anakan per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemotongan pucuk, merangsang induk mengeluarkan tunas baru. 'Dari satu bonggol keluar 2-3 anakan,' ujar At. Selang 5- 6 bulan, anakan aglaonema itu dipisahkan dari induk. Setelah dirawat 1-2 bulan atau keluar akar baru, kerabat anthurium itu siap jual. Itu baru anakan dari bonggol, belum dari batang hasil pemotongan. Potongan pucuk menghasilkan sekitar 2-3 anakan dan dapat dipanen setelah berdaun 5-7 helai. Jadi anakan diperoleh dari 2 tanaman, induk dan pucuk yang dipotong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hasilnya spektakuler, sistem potong pucuk pun ditiru pekebun di Indonesia. Sebut saja Ukay Saputra di Jakarta. Pemilik Anisa Flora nurseri itu mengadopsi teknik itu sejak akhir 2005. Penggal pucuk dapat diterapkan untuk semua jenis aglaonema, tak hanya snow white. Itu yang Trubus saksikan di kebun produksi milik Ukay di Sawangan, Depok. Di lahan 3.000 m2, pria setengah baya itu memenggal heng-heng, legacy, venus, dan pride of sumatera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di Sentul, Bogor, Gunawan Widjaja pun melakukan hal sama. Itu terlihat dari puluhan pot di atas rak setinggi 1 m yang sekilas hanya berisi media tanpa tanaman. Begitu didekati, 2-4 tunas berbentuk jarum muncul ke permukaan. Itulah bonggol-bonggol tanaman induk yang telah dipotong pucuknya. Sedangkan pucuk yang telah dipisahkan, diletakkan di bawah rak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar hasil maksimal, pilih aglaonema dewasa terdiri atas 8-10 daun. Kondisinya sehat: daun segar, kokoh, dan daun muda tak mengecil. Tanaman berakar kuat, putih, gemuk, dan tak busuk. Bila syarat itu terpenuhi, lakukan potong pucuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pemenggalan, Ukay dan Gunawan memberikan perlakuan khusus. Ukay membenamkan batang aglaonema lebih dalam di pot. Biasanya, panjang batang sri rejeki yang ditanam hanya 5-7 cm yang terendam media. Sebelum dipotong, panjang batang yang tertutup media jadi 8-10 cm. 'Prinsipnya seperti cangkok, sehingga akar terangsang keluar,' ujarnya. Selain itu, sri rejeki diberi pupuk lambat urai berkomposisi seimbang setiap 3 atau 6 bulan. Penyemprotan hara mikro setiap satu bulan. Untuk mempercepat akar muncul, Ukay memberikan vitamin B1 seminggu sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Gunawan meningkatkan frekuensi pemupukan 2-3 minggu sebelum pemotongan. Biasanya pemupukan setiap satu minggu dengan pupuk seimbang berkonsentrasi 2 cc/l air. Sebelum dipenggal, ditingkatkan jadi 2 kali seminggu dengan konsentrasi sama. Tujuannya, meningkatkan jumlah makanan di akar sebelum dipotong. Ketika pucuk dipenggal, makanan dari akar tak lagi didistribusikan ke daun sehingga memacu keluarnya tunas di batang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potong &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saatnya aglaonema dipenggal. Korek media hingga terlihat akar. Sebaiknya pucuk yang akan dipotong memiliki 3 akar untuk mencegah kematian. Potong batang sri rejeki itu dengan menyisakan minimal 1 daun pada tanaman induk. Tujuannya, agar kerabat keladi itu masih bisa berfotosintesis untuk menghasilkan makanan. 'Dengan demikian tunas baru yang muncul berdaun besar,' ujar Gunawan. Pemotongan tanpa membongkar media. Artinya aglaonema tak perlu dikeluarkan dari pot agar tidak stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olesi aglaonema terpotong dengan antiseptik atau obat penutup luka. Gunawan memberikan campuran bahan-bahan yang biasa dipakai untuk menyirih. Seperti campuran pinang, kapur sirih, dan gambir yang dihaluskan. Oleskan obat itu di atas luka. Setelah kering angin-sekitar 5 menit-tanam sri rejeki bagian atas dalam media campuran pasir malang, humus andam, pakis, dan sekam. Perbandingannya, 5 : 2 : 2 : 1. Siram potongan pucuk, sedangkan induk 3 hari kemudian untuk menghindari busuk batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif lain, rendam pucuk aglonema dalam larutan hormon, bakterisida, dan fungisida selama 0,5 jam seperti dilakukan Ukay. Lalu tanam sri rejeki itu dalam media campuran sekam bakar, cocopeat, pasir malang, dan dolomit dengan perbandingan 70 : 12,5 : 12,5 : 5. 'Dolomit berfungsi untuk menetralisir pH,' kata Ukay. Selanjutnya siram anggota famili Araceae itu dengan air rendaman sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letakkan pucuk aglaonema yang memiliki ketahanan tinggi, seperti snow white dan pride of sumatera, di bawah jaring peneduh 65% sebanyak 2 lapis. Sementara jenis yang agak ringkih, seperti legacy dan venus, taruh di bawah jaring dan plastik UV agar terhindar dari hujan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merangsang tunas pada bonggol bawah, Ukay menyemprotkan campuran auksin dan sitokinin murni satu minggu sekali. Pemberian cukup 2 kali. Selang 1 bulan, 2-3 tunas muncul dan bisa dipisahkan setelah berdaun 5 helai atau 6 bulan kemudian. Aglonema pun siap jual 1 bulan kemudian. Cepat dan banyak bukan? (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Evy Syriefa)  www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan melakukan pemenggalan leher ratu:&lt;br /&gt;1.Siapkan pisau dan alat pengorek &lt;br /&gt;2.Aglonema dalam kondisi sehat terlihat dari akar yang putih dan gendut&lt;br /&gt;3.Korek media untuk melihat akar&lt;br /&gt;4.Potong batang aglaonema dan sisakan minimal satu daun pada bonggol&lt;br /&gt;5.Oleskan obat penutup luka, seperti betadine atau campuran bahan menyirih pada luka   &lt;br /&gt;  pucuk dan induk&lt;br /&gt;6.Tanam pucuk aglaonema di media campuran pasir malang, humus andam, pakis, dan sekam &lt;br /&gt;  dengan perbandingan 5: 2:2:1&lt;br /&gt;7.Siram aglaonema lalu letakkan di tempat ternaungi&lt;br /&gt;8.Tunas muncul 1 bulan kemudian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-7735120398562528383?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/7735120398562528383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=7735120398562528383' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7735120398562528383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7735120398562528383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/08/demi-anakan-penggal-leher-ratu.html' title='Demi Anakan, Penggal Leher Ratu'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-1611824414197161510</id><published>2008-08-25T10:55:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:33:47.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri Rejeki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rotundum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Greg Hambali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumatera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Agar Aglaonema Tetap Tampil Menawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SLIvjf6Fh4I/AAAAAAAAALw/nphXY08OXUM/s1600-h/Lipstick+Greg+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SLIvjf6Fh4I/AAAAAAAAALw/nphXY08OXUM/s200/Lipstick+Greg+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238301603492366210" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Tidak kalah menarik, Aglaonema rotundum yang berasal dari hutan Sumatera. Kekhasannya, warna daun merah gelap dengan garis-garis merah bata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat disayangkan, andai tanaman hias yang dihargai dari jumlah daunnya ini, memudar dan tidak bisa tampil angun menawan lantaran tidak terawat dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada satu syarat penting bagi pecinta untuk bisa menampilkan Agolnema seperti yang diinginkan. “Perhatikan kebiasaan hidupnya,” saran Greg Hambali, pakar tanaman hias dari Bogor. Aglaonema, lanjut Greg, butuh tempat teduh atau ruang yang mempunyai naungan. Hindarkan dari cahaya matahari secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Greg, para penyinya Aglaoneme mesti memperhatikan media tanamannya. Bisa digunakan humus daun dan pasir, dengan perbandingan 3:1. Bisa juga dengan campuran sekam, cocofit, dan pasir, dengan perbandingan 4:1:1. “Pilihlah sekam yang masih bagus atau utuh, bukan yang sudah hancur,” tandasnya. Media tanam yang lain adalah campuran sabut kelapa giling halus, humus, dan pupuk kandang, dengan perbaningan 1:1:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Lupa Pemupukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Greg, yang juga pencipta Aglaonema JT 2000 ini, agar Aglaonema tampak rimbun, berdaun besar, tebal, dan mengkilap, dalam perawatan perlu dilakukan aplikasi pupuk yang tepat. Diupayakan daun tidak rontok, karena di situlah nilai jual Aglaonema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam merk pupuk daun, banyak dijual di pasaran. Tentunya, setiap merk mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pupuk daun yang bisa dipakai misalnya Vitablum, Gandasil B, Hyponex, Vitablon, Kristatlon, atau Gaviota. Pepupukan dilakukan 1—3 minggu sekali. Dosis disesuaikan dengan rekomendasi yang tertera dalam kemasan. Yang jelas, supaya rimbun, Aglaonema perlu mendapat banayk pupuk N (nitrogen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greg sendiri tidak begitu fanatik dengan salah satu merek pupuk daun. “Semua pupuk sama, cuma yang dibutuhkan adalah berapa kandungan zat-zat yang dibutuhkan untuk menyuburkan tanaman tersebut,” jelasnya. Selain itu, agar daun Aglaonema selalu tampak lebih mengkilap, daunnya dibersihkan dengan air bersih. Lalu, dilap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diwaspadai pula, ada beberapa hama pemakan daun. Bila tidak dikendalikan, daun bisa ludes. Bila Anda mempunyai sedikit koleksi Aglaonema, daun yang terserang hama itu bisa dibuang, dan ulatnya dimusnahkan. Tapi, jika koleksinya banyak, cara satu-satunya hanya dengan melakukan penyemprotan pestisida secara rutin sebulan sekali. (Tri Mardi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.agrina-online.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-1611824414197161510?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/1611824414197161510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=1611824414197161510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1611824414197161510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1611824414197161510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/08/agar-aglaonema-tetap-tampil-menawan.html' title='Agar Aglaonema Tetap Tampil Menawan'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SLIvjf6Fh4I/AAAAAAAAALw/nphXY08OXUM/s72-c/Lipstick+Greg+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-389241765822083994</id><published>2008-08-14T10:45:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T10:35:10.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Juara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aglaonema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media tanam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman hias'/><title type='text'>Kiat Hasilkan Aglaonema Juara</title><content type='html'>Lingkungan Tumbuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat bibit berkualitas, selanjutnya mencari lokasi tepat agar Srirejeki itu bisa tumbuh prima. Bila ada ruang kosong dan sedikit dana, sebaiknya dibangun rumah plastik. Tujuannya agar pemberian air terkontrol. Artinya, tanaman hanya menerima air dari penyiraman.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ditempat terbuka, turunnya hujan sulit dikontrol. Akibatnya pada musim hujan, kelembaban disekitar tanaman menjadi lembab. Akibatnya penyakit merajalela. Tanaman kesayanganpun menjadi sasaran serangan. Di tempat ternaung, kelembaban terkontrol sehingga mengurangi keberadaan atau akibat serangan penyakit. Selain itu, titik hujan juga bisa membuat daun merunduk bahkan daun jadi sobek atau patah. Pemakaian jaring peneduh, hanya sekedar mengurangi intensitas sinar matahari sehingga menjadi teduh. Namun tidak bisa mengurangi terpaan air hujan. Namun bila keterbatasan dana, cukup banyak pecinta yang meletakkan koleksi aglao ditempat terbuka. Tanamannya pun tetap tumbuh dengan baik. Tentu saja ada persyaratan yang harus dipenuhi. Pot mempunyai banyak lubang agar sirkulasi udara dan air berlangsung lancar. Kalau tidak, koleksi bakal sulit tumbuh prima karena dihadang penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencahayaan perlu diperhatikan. Aglaonema merupakan tanaman daun yang anti pada sinar matahari langsung. Kebutuhan cahaya minim, hanya maksimum 40 %. Bila lebih, daun akan keriput, pudar, daun terbakar, hingga akhirnya mati. Untuk mengatasi bisa dipakai net untuk meneduhkan. Biasanya yang tersedia dipasaran hanya 55 %, 65 % dan 75 %. Namun dengan naungan seperti itu, pada musim panas, tetap belum memadai. Sehingga pada umumnya pekebun memasang 2 rangkap. Ada pula yang memasang net 90 % karena lebih teduh sehingga tidak harus memasang dobel. Paranet khusus ini biasanya digunakan oleh petambak udang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di areal itu, maka idealnya sinar matahari berkisar 28°C - 30°C. Bila suhu lebih dari itu, biasanya diatasi dengan melakukan penyiraman. Idealnya tanaman menerima sinar matahari secara merata. Bila hanya satu sisi yang menerima sinar, maka arah tumbuh daun tidak seragam. Daun yang berada atau muncul di bagian yang kurang cahaya akan tumbuh lebih tinggi ketimbang yang menerima sinar lebih banyak. Arah daunpun hanya satu arah, sehingga sosok tanaman tidak kompak. Kalaupun keterbatasan tempat menjadi penyebab, maka pemilik harus sering melakukan pemutaran tanaman agar bisa tumbuh kompak. Tinggi naungan 3 -4 m dari permukaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelembaban diharapkan rendah, atau berkisar 30 % - 60 %. Untuk mendapatkan kelembaban ideal itu, ada beberapa hobiis yang melengkapi rumah plastik dengan kipas angin. Tujuannya agar sirkulasi udara berjalan dengan baik. Demikian pula dengan titik air diudara sehingga kelembaban jadi rendah. Penyakitpun diharapkan enyah ‘tertiup’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata, kipas angin yang terus menerus aktif membuat tanaman dan medianya kekeringan. Agar tanaman tidak mengalami kekeringan maka dilakukan penyiraman lebih sering. Kalau kelamaan atau keseringan menerima udara panas, maka pada pinggir dan ujung daun jadi cokelat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan bibit dan lokasi atau rumah yang tepat, pemilik segera mempersiapkan media tanam. Ada berbagai bahan yang bisa dipilih. Misalnya sekam bakar, cacahan pakis oven, humus kaliandra, pasir Malang dan coco-peat. Bahan lainpun bisa dipakai, bila lebih mudah diperoleh. Bahan-bahan itu kemudian dicampur. Komposisi masing-masing bahan biasanya dibuat berdasarkan lingkungan. Bila agak lembab, maka komponen yang bersifat porous dipakai lebih banyak. Sedangkan bila daerah kering, ditambahkan bahan yang menyerap air bisa lebih banyak. Salah satu komposisi yang bisa dipakai, yaitu dengan perbandingan 1:1:1:1:1. Artinya setiap bahan perbandingannya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum mencampur, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, terutama untuk bahan kaliandra dan coco-peat. Kedua bahan itu direndam 2 – 4 minggu. Air yang digunakan diberi fungisida, atau sedikit dolomite. Setelah diaduk, media direndam. Bila digunakan 2 – 4 minggu kemudian, bahan itu diangkat lalu dibilas hingga bebas dari fungisida. Setelah ditiriskan, media siap dicampur. Bahan lain bisa langsung dipakai. Tambahkan sedikit zeolit yang membantu porositas. Campuran media itupun siap dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih wadah atau pot yang seukuran dengan bola akar. Pemilihan juga didasari oleh sifat tanaman. Untuk jenis bongsor, gunakan pot lebih besar karena potensi bola akar yang dihasilkan besar. Contohnya Widuri dan Hot Lady. Sedangkan Legacy atau Lipstick bisa menggunakan pot kecil karena bola akar juga kecil. Wadah itu kemudian dilubangi agar sirkulasi air dan udara lancar. Tidak ada patokan khusus baik jumlah atau ukuran. Pada pot besar, dibuat lubang besar dan banyak. Bila sebelumnya hanya 3 - 6 buah lubang, maka perlu dibuat 10 – 15 lubang. Sebagian didasar pot sebagian didinding pot. Dengan lubang lebih banyak, sehingga meski sering disiram, tidak akan membahayakan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menanam, pot diisi dengan media hingga sepertiga bagian. Tidak perlu memasukkan Styrofoam sebab berpotensi merusak akar saat ditembus. Masukkan batang di media dan timbun. Setelah itu ditimbun lagi hingga 1/3 bagian. Lalu masukkan pupuk slow release (maksudnya setelah pot terisi 2/3 bagian). Pupuk ini merupakan sumber hara utama tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemupukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski telah disediakan cadangan hara dari pupuk lambat urai dan humus kaliandra, tetapi, sebaiknya tanaman tetap diberikan asupan tambahan. Bisa dipilih pupuk kimia yang diberikan lewat akar atau daun. Frekuensi pemberian bisa dilakukan per 2 hari atau per 2 minggu. Dosis pemakaian 2 hari yaitu 1/5 dosis anjuran. Sedangkan yang diberikan per 2-4 minggu, dosisnya sesuai anjuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bila diberikan per 2 hari, mempunyai resiko tanaman cepat jenuh. Biasanya ditandai dengan munculnya tepung-tepung putih dipinggir daun. Bila itu terjadi, sebaiknya daun disemprot sehingga tepung itu hilang. Sebaiknya akar juga harus dimanfaatkan menyerap hara dengan memberikan larutan pupuk lewat tanah dengan mengocor. Gunakan beberapa pupuk secara bergantian. Selain pupuk juga diberikan fungisida dan bakterisida. Contoh larutan Super Thrive + Growmore + Baktosin. Ulangi setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lingkungan kering serangan hama dan penyakit relatif kurang. Namun, ada saja penyakit yang biasa menyerang, terutama mealy bug dan kutu putih. Binatang-binatang itu cukup lihai dengan memanfaatkan saluran pelepah daun untuk bersembunyi. Agar pestisida yang diberikan efektif, maka kocor racun itu dari atas, dengan demikian, sela-sela daun juga diisi racun sehingga musuh tanaman itu ‘enyah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aglaonema sebenarnya tanaman yang suka air. Jadi penyiraman bisa dilakukan pagi – sore hari, bahkan pada siang bolong pun bisa disiram untuk menurunkan suhu. Selain media dibuat porous, bagian yang disiram pun hanya daun. Pengguyuran media atau tanaman dilakukan hanya bila media amat kering. Biasanya dilakukan setiap 5 – 7 hari, tergantung kondisi media. Biasanya, pemberian air secara tepat dapat merangsang agar daun tumbuh optimal sesuai dengan potensi genetiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggantian Pot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon besar yang (mungkin maksudnya ‘jangan’) terlalu sering dibongkar karena riskan putus akar. Bahkan bila hanya akan memisahkan anak, tidak perlu membongkar tanaman, tetapi dengan menggali sehingga bagian yang akan dipotong. Tujuan utama pengantian pot agar akar leluasa bergerak. Biasanya dilakukan karena bola akar sudah padat. Media yang padat menghalangi pembentukan anakan. Selain mengganti pot, biasanya diiringi dengan memisahkan anakan. Dan mengganti media baru. Proses ini dilakukan setiap 6 – 12 bulan, tergantung kondisi tanaman. Media yang digunakan sama dengan sebelumnya, hanya lebih baru. Biasanya, media itu dibuat membumbung. Tujuannya merangsang pembentukan akar. Bila batang atau pangkal batang dipenuhi akar, memudahkan untuk perbanyakan lewat stek. Sebab stek batang itu mudah dan cepat membentuk tunas karena mempunyai kemampuan menyerap hara. Namun ada batasan kedalaman, yaitu maksimal 8 ruas, terdiri dari 4 ruas tanpa daun dan 4 ruas dengan daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa teknik perbanyakan Aglaonema. Diantaranya lewat pemisahan anakan. Stek dan cangkok. Perbanyakan dengan stek ada beberapa cara. Ada cara memotong dengan 1 ruas atau lebih. Perbanyakan cara ini dianggap paling riskan karena gampang mati. Namun, dengan mengikuti kiat berikut, semoga bisa berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon sehat – Siapkan indukan yang sehat, minimal memiliki 15 daun dan sehat. Indukan yang sakit akan mengakibatkan tingkat keberhasilan lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan Yang Dibutuhkan – Siapkan peralatan pisau, fungisida, pot dan media untuk perbanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korek Lubang     – Korek media untuk menentukan tempat memotong.&lt;br /&gt;Potong Batang    – Potong batang dengan menyisakan 1-2 lembar daun untuk bonggol.&lt;br /&gt;Hasil Pemotongan – Hasil pemotongan menyisakan bahan yang masih panjang.&lt;br /&gt;Olesi Fungisida  – Olesi luka di bonggol dan sisa potongan agar bebas dari busuk.&lt;br /&gt;Potong Sisa Potongan – Potong lagi sisa potongan itu menjadi beberapa bagian dengan memotong 1 – 2 ruas.&lt;br /&gt;Hasil Cacah      – Dari 1 pohon diperoleh 8 bibit baru.&lt;br /&gt;Tanam di Pot Kecil – Bibit langsung ditanam di pot kecil.&lt;br /&gt;Siram Air Bersih – Siram dengan air agar lembab.&lt;br /&gt;Satu Bulan Bertunas – Bibit diletakkan ditempat aman, dan bertunas 1 bulan kemudian. Anakan itu bisa dipisahkan 2 – 3 bulan kemudian, Saat itu akar sudah cukup banyak. Setelah ditanam, diperoleh individu baru lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Kontes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk persiapan kontes, perlu persiapan beberapa bulan sebelumnya. Bahkan bisa sampai 1 tahun. Dimulai dengan melakukan pengaturan anakan agar kelak tumbuh rimbun. Proses itu dilakukan sekaligus untuk mengganti pot dan media. Anakan yang tidak tumbuh merata pada sisi tertentu diarahkan sehingga mengelilingi induk. Biasanya anakan itu muncul sesuai dengan arah daun yang melingkar seperti spiral. Setelah besar, sosok keseluruhan jadi kompak. Daun-daun yang tertekuk karena banyaknya daun diarahkan agar lurus. Bila perawatan diatas diterapkan, tanaman akan tumbuh optimal. Sehari sebelum hari H, daun dan batang dibersihkan dari kotoran yang mungkin melekat. Tanaman disemprot dengan Vit B1 untuk memperkuat ketahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Bpk. Songgo dan Bpk. Wiwik&lt;br /&gt;Parkir Timur Senayan, 27 Juni 2008&lt;br /&gt;Diketik ulang sesuai aslinya oleh Bung Henry Biantoro&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-389241765822083994?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/389241765822083994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=389241765822083994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/389241765822083994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/389241765822083994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/08/kiat-hasilkan-aglaonema-juara.html' title='Kiat Hasilkan Aglaonema Juara'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-8308473612094146619</id><published>2008-07-29T15:42:00.001+07:00</published><updated>2008-07-29T15:44:25.372+07:00</updated><title type='text'>Beda Ketinggian Beda Penampilan</title><content type='html'>Nama sama, tapi sosok berbeda. Itulah yang Trubus lihat pada lulaiwan koleksi dr Purbo Djojokusumo. Satu pot berdaun kecil, tebal dengan warna hijau mendominasi. Sedangkan lainnya, ukuran daun lebih besar, tipis, dan warna merah lebih banyak. Penampilan kontras juga terlihat pada siam pearl, tulang merah, lemon kecil, dan cochin. Dari pengamatan selama 7 tahun, Purbo menyimpulkan itu terjadi lantaran aglaonema dirawat pada ketinggian berbeda. Satu di dataran rendah-Jakarta-dan yang lain di dataran sedang-Pancawati, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Awal mula perubahan penampilan itu terlihat pada pride of sumatera dan dona carmen. Pada 1998-2000 Purbo merawatnya di kebun di Gadog, ketinggian 700 m dpl. Ketika itu lebih dari 100 pot dona carmen berisi 10-15 tanaman/pot penampilannya jelek. Daun mengecil, keriting, dan ujungnya melengkung. Sementara pride of sumatera, daun mengecil, tangkai memendek, dan warna lebih pekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sekitar 7-8 pot dona carmen diungsikan ke Jakarta pada 2000. Setelah 3-4 bulan dipelihara, penampilan dona carmen berubah. Daun yang awalnya keriting menjadi rata dan ukurannya lebih besar. Waktu itu Purbo masih menduga-duga penyebab perubahan penampilan tersebut. Keyakinan muncul setelah ia punya kebun di Pancawati, Bogor, berketinggian 600 m dpl 3 tahun silam. Kasus serupa ditemui kembali. 'Ketika itu saya tak kaget lagi karena sudah ada pengalaman sebelumnya waktu di Gadog,' kata dokter di Rumah Sakit Husada itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda penampilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan pride of sumatera di kebun Joe Kok Siong di Kaliurang, Yogyakarta, di ketinggian 500 m dpl mirip sri rejeki koleksi Purbo. Tangkai daun pendek, daun agak kecil, dan tebal. Namun, 'Penampilannya jauh lebih bagus. Warnanya jadi keunguan,' ujar Gunawan Widjaja, pekebun di Sentul, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang dengan kondisi di kebun Purbo dan Joe, tiara dan widuri koleksi Pairoj Tianchai di Bangkok, Thailand, pun berubah. Tiara di kebun Pairoj berdaun besar, tipis, tangkai memanjang, dan warna pucat lantaran lebih banyak bintik putih. Widuri pun pudar. Sementara tiara dan widuri di tempat Gregorius Garnadi Hambali yang berketinggian sekitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;300 m dpl berdaun sedang, tebal, dan warna merah lebih keluar. Dugaan Purbo pun kian menguat, penampilan aglaonema dipengaruhi oleh ketinggian lokasi penanaman. Penampilan sri rejeki akan optimal bila dirawat di lokasi yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan lokasi tumbuh optimal dipengaruhi oleh induk spesiesnya. Penyilang di Thailand mayoritas menggunakan induk A. cochinchinense dan chawang. Yang disebut pertama habitat hidupnya di dataran rendah, terutama hutan hujan tropis. Sementara chawang hasil silangan A. simplex x A. rotundum. 'Rotundum habitatnya di dataran rendah hingga sedang. Sedangkan simplex jenis yang variannya sangat tinggi, habitatnya mulai dataran rendah hingga tinggi,' kata Greg Hambali, penyilang asal Bogor. Kemungkinan besar simplex induk chawang berasal dari dataran rendah. Dengan melihat habitat kedua induk, turunan chawang dan cochin mayoritas pertumbuhannya lebih baik di dataran rendah. Contohnya siam pearl, tulang merah, dan cochin kuning silangan Pramote Rojruangsang yang dibeli Sultan Brunei Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada juga hibrida asal Thailand yang cocok dipelihara di dataran sedang atau tinggi. Sebut saja lipstik klasik dan hibrida cochin merah. Yang disebut pertama warna merah muda di pinggir daun melebar ketika dirawat di dataran sedang. Di dataran rendah garis merah muncul tipis, hanya 1 mm. Sementara hibrida cochin merah di dataran rendah cenderung berwarna hijau dan pada ketinggian di atas 500 m dpl, merah muda muncul lebih dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh ketinggian tempat merawat juga berlaku pada sri rejeki-sri rejeki silangan Greg. Pengamatan Purbo widuri dan tiara lebih cocok dirawat di dataran sedang atau tinggi. 'Warnanya lebih keluar,' kata Purbo. Hot lady dan adelia lebih baik dirawat di dataran rendah. Di dataran sedang warna hot lady dan adelia cenderung hijau karena bercak merah tak keluar. Perbedaan itu lantaran variasi genetik yang luas yang diturunkan A. commutatum 'tricolor' x A. rotundum. Maklum, di alam varian commutatum dan rotundum banyak tergantung habitatnya. Commutatum hidup mulai dari dataran rendah hingga sedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, berdasarkan pengamatan Purbo 80-90% aglaonema tumbuh baik di ketinggian 300-400 m dpl, seperti di Bogor, Boyolali, dan Malang. Di dataran rendah seperti Jakarta 60-70% aglaonema tumbuh baik dan di dataran tinggi, hanya 30-40%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intensitas dan suhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lanny Lingga warna dan morfologi daun dipengaruhi metabolisme tanaman. 'Beda penampilan di dataran tinggi dan dataran rendah adalah efek intensitas cahaya,' kata alumnus Budidaya Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Kristen Satyawacana, Salatiga itu. Di dataran tinggi intensitas cahaya lebih tinggi dibandingkan dataran rendah, sehingga metabolisme lebih aktif. Itu tampak pada daun yang lebih tebal, artinya biomasa juga lebih banyak. Prof Dr G. A Wattimena mengatakan daun tebal terjadi karena penimbunan karbohidrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dataran rendah, warna merah tidak muncul karena fungsi fisiologi tumbuhan lebih aktif mendorong pembentukan klorofil zat warna hijau. Akibatnya, pembentukan pigmen lain seperti karotenoid terhambat. Menurut Wattimena suhu juga berpengaruh banyak terhadap perubahan warna. 'Suhu tinggi mendorong warna hijau keluar, sehingga warna lain seperti violet dan kuning terhambat,' ahli fisiologi tumbuhan di IPB itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Karena intensitas memadai maka tangkai daun juga lebih pendek sehingga untuk mengalirkan hasil fotosintesis jadi lebih optimum,' kata Lanny. Ruas batang juga lebih pendek. Pantas penampilan 2 lulaiwan di tempat Purbo sangat beda. (Rosy Nur Apriyanti)&lt;br /&gt;http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewcat&amp;cid=7&amp;min=30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-8308473612094146619?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/8308473612094146619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=8308473612094146619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/8308473612094146619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/8308473612094146619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/beda-ketinggian-beda-penampilan.html' title='Beda Ketinggian Beda Penampilan'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-9202357183986747797</id><published>2008-07-29T11:19:00.002+07:00</published><updated>2008-07-29T11:22:35.604+07:00</updated><title type='text'>Alternatif Pupuk Organik Instan</title><content type='html'>Kualitas Optimal, Ramah Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak alternatif menuju lingkungan sehat. Meski keinginan hidup jauh dari pencemaran, peluangnya kecil. Belum lagi, redusi bahan kimia yang kerap akrab di sekitar kita. Pertanian tradisional pun jadi sasaran empuk terjadinya pencemaran lingkungan, dimana kebutuhan untuk hasil pertanian lebih didominasi produk kimia. Kini, saatnya kembali ke alam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Modernitas rupanya menggerus alam secara perlahan. Sama halnya dengan dunia pertanian yang telah menerapkan teknik modern sebagai program kerjanya. Misalnya, penggunaan pupuk ataupun pestisida kimia, dimana hasilnya pun memang cukup membanggakan. Terlebih, dengan waktu yang relatif cepat. Namun ada yang harus ditanggung dari penggunaan kebutuhan tanaman berbahan kimia. Dampak terbesar bisa terjadinya pencemaran lingkungan di semua aspek. Dalam hal ini, manusia akan menuai dampak yang besar. Sebab, kita merupakan pengkonsumsi terbesar produk hasil pertanian – dimana tanpa disadari – hasil pertanian yang kita makan sudah tercemar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya mudah saja untuk mengatasi fenomena semacam ini. Selama kita masih menghargai alam dan lingkungan sekitar. Itu saja kok kuncinya,” kata Penangkar Hortikultura di Surabaya, Dani Bambang Suryo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan Limbah Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian terhadap alam bisa dimulai dari lingkungan sekitar, yaitu dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada dan tidak terpakai. Bahkan sampah rumah tangga pun berpeluang untuk dijadikan bahan dasar pupuk organik. Rontokan daun di halaman rumah, rendaman air cucian beras, dan air cucian darah (ikan, sapi, kambing, dan ayam), merupakan bahan-bahan yang kerap digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, mudah dilakukan. Hanya dengan menyiramkan ke media tanam secara rutin, satu kali dalam seminggu. Bagi Anda yang memiliki kebun dengan ukuran lahan yang tak terlalu luas, alternatif ini bisa diterapkan. Teknik ini sebenarnya sudah lama diterapkan orang-orang dulu. Sebab jaman sudah makin modern, perlahan cara ini ditinggalkan dan orang lebih memilih cara modern. Selain instan, hasilnya pun bisa dinikmati dalam waktu relatif singkat. Namun tak ada salahnya, menerapkan satu hal bermanfaat tanpa merusak lingkungan sekitar? Jangan anggap remeh sampah yang ada di sekitar Anda. Siapa mengira, di balik sisa-sisa sampah ini tersimpan begitu banyak manfaat yang bisa diaplikasikan ke lingkungan. Selama ini, mungkin banyak yang beranggapan kalau sampah hanya sisa produksi yang tak memiliki fungsi apa-apa.&lt;br /&gt;Mungkin Anda salah satunya? Boleh percaya atau tidak, ada rahasia terbesar di balik sisa-sisa sampah rumah Anda yang bisa dimanfaatkan untuk proses keberlangsungan pertumbuhan tanaman di lahan rumah. Hal ini bisa dibuktikan dari penelitian yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa di Institut Pertanian Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini disebutkan, kalau lebih dari 50% tanaman (khususnya tanaman buah dan sayur) yang disiram menggunakan cucian darah hewan (ikan, sapi, ayam, dan kambing), cenderung tumbuh lebih optimal. Dalam salah satu penelitian menyebutkan, darah kambing yang disiramkan pada tanaman tomat dengan frekuensi satu kali dalam seminggu, bisa meningkatkan hasil sebesar 82 %. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanaman anggrek yang disiram dengan air cucian darah ikan secara rutin, satu kali dalam seminggu pun bisa cepat berbunga,” imbuh Penangkar Anggrek di Malang, Raphael.&lt;br /&gt;Hal ini juga terjadi pada air rendaman cucian beras dan sampah rontokan daun. Sebaiknya, buang air cucian beras ke media tumbuh tanaman. Sebab, zat yang terkandung di dalamnya berpotensi menyuburkan tanaman yang ada di sekitar. Itu sama halnya dengan sampah rontokan daun, sebaiknya untuk tidak membuang atau membakarnya.&lt;br /&gt;Cukup dengan merendamnya dengan air bersih ke dalam wadah, selama kurang lebih satu hari. Barulah, keesokan harinya siramkan ke halaman atau kebun yang ditumbuhi tanaman. Alternatif lainnya, bisa mengaplikasikannya dengan cara memendam kotoran sampah (rontokan daun) dalam tanah sebagai proses fermentasi, selama kurang lebih satu minggu. Kemudian bisa segera diterapkan pada tanaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan tidak langsung digunakan, karena kondisi tanaman tak tahan dengan proses fermentasi pupuk, sehingga waktu satu minggu merupakan fase untuk menetralisir unsur yang ada dalam media tanam. Optimalnya pertumbuhan tanaman yang menggunakan sisa-sisa bahan produksi rumah tangga ini, lantaran disebabkan oleh beberapa hal, yaitu adanya kandungan unsur Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K) tinggi yang bisa memenuhi kebutuhan tanaman. Selain pertumbuhan yang prima, alternatif membuat pupuk organik dari bahan sisa produksi rumah tangga jadi alternatif aman lingkungan. [santi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimalkan Kualitas Hasil Pertanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, kompos (pupuk organik) bisa meningkatkan kesuburan kimia dan fisik tanah yang selanjutnya akan meningkatkan produksi tanaman. Pada tanaman hortikultura (buah-buahan, tanaman hias, dan sayuran) atau tanaman yang sifatnya perishable (tak tahan lama) ini, hampir tidak mungkin ditanam tanpa kompos.&lt;br /&gt;Demikian juga di bidang perkebunan, penggunaan kompos terbukti bisa meningkatkan produksi tanaman. Di bidang kehutanan, tanaman akan tumbuh lebih baik dengan kompos. Selain itu, kompos membuat rasa buah-buahan dan sayuran lebih enak, lebih harum, dan lebih memiliki cita rasa khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang mendorong perkembangan tanaman organik – selain lebih sehat dan aman – karena tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia. Selain itu, air lindi yang dianggap mencemarkan sumur di lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa dijadikan pupuk cair atau diolah terlebih dulu sebelum dialirkan ke saluran umum.&lt;br /&gt;Meski hasil yang didapat nanti tak bisa dinikmati dalam waktu singkat, tapi penerapan pupuk berbahan organik ini memiliki jangka panjang yang memuaskan. Selain lingkungan tetap dalam keadaan lestari, masyarakat akan sehat dan pendapatan petani bisa meningkat. [santi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan unsur N, P, dan K dalam Darah Binatang&lt;br /&gt;Unsur (mg/100g) Sapi Kambing Ayam&lt;br /&gt;Nitrogen (N) 0,0084 0,0787 0,0058&lt;br /&gt;Phospor (P) 0,1000 0,7000 0,2000&lt;br /&gt;Kalium (K) 0,0098 0,1400 0,0145&lt;br /&gt;http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/07/04/alternatif-pupuk-organik-instan/#more-222&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-9202357183986747797?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/9202357183986747797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=9202357183986747797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/9202357183986747797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/9202357183986747797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/alternatif-pupuk-organik-instan.html' title='Alternatif Pupuk Organik Instan'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-4838507729737982947</id><published>2008-07-29T11:11:00.002+07:00</published><updated>2008-07-29T11:15:03.621+07:00</updated><title type='text'>Impor Aglaonema?</title><content type='html'>Kenali Dulu Prosedurnya&lt;br /&gt;Kondisi alam Thailand tak sama persis dengan Indonesia. Namun keduanya memiliki kemiripan di sektor florikultura. Seperti bombastisme semarak daun aglaonema yang membuat kedua negara ini saling bertukar spesies untuk memperkaya jenisnya – baik untuk jenis lokal maupun hibridanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Greg Hambali – terkenal sebagai penangkar sekaligus penyilang aglaonema Tanah Air. Ia sukses melahirkan Pride of Sumatera (POS) yang jadi sebuah ikon aglaonema silangan Indonesia. Sedangkan di Thailand, muncul juga berbagai jenis hibrida yang kerap dilirik penggemar aglaonema Indonesia, seperti jenis Red Emerald. Dengan kombinasi pola percik dan dominasi merah di permukaan daun, membuatnya tampil semarak. Julukan red emerald untuk aglaonema ini, karena pola percikannya menyerupai bentuk jamrud. Tampilan daunnya pun tebal dan lebar – mendukung karakternya – dimana lebar per daunnya bisa mencapai 15-20 cm. Itulah salah satu keunikan jenis hibrida negara Gajah Putih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, varian aglaonema dari Thailand bervariasi, sehingga tak sedikit penggemar aglaonema Tanah Air kepincut untuk mengimpor beberapa jenisnya. Bahkan beberapa pakar aglaonema ber-eksperimen dengan alternatif menyilangkan jenis lokal dan impor. Harapannya, agar muncul varian baru yang bisa memperkaya khasanah dunia tanaman hias.&lt;br /&gt;Namun teknik hibridanya tak bisa dilakukan sembarang orang. Terlebih jika tak didukung dengan konsep laboratorium yang memadai. Meski proses persilangannya sendiri bisa dilakukan natural, yaitu dengan mengawinkan media alat reproduksi tanaman (bunga). Hanya peluang keberhasilannya kecil. Malah beberapa penggemar aglaonema tak menginginkan tumbuhnya bunga. Sebab dengan munculnya bunga, otomatis akan menghambat keseluruhan proses pertumbuhan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun Relasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena proses penyilangannya rumit, proses impor jadi alternatif untuk mendapat varian aglaonema baru. Itu biasanya kebanyakan dilakukan oleh para kolektor maupun pebisnis aglaonema. “Biasanya, untuk mendapat aglaonema jenis baru dari Thailand, saya harus pesan sebulan sebelumnya. Kalau tak begitu, akan keduluan orang lain,” kata Pebisnis Aglaonema di Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng) – Eni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak semudah yang dibayangkan untuk melakukan proses impor tanaman dari negara lain, terutama bagi pemula yang ingin memiliki beberapa jenis aglaonema impor. Dalam hal ini, sistem kedekatan dengan membangun relasi jadi hal penting untuk memperoleh jenis yang diinginkan, sehingga ia memanfaatkan rekannya untuk hunting beberapa jenis aglaonema jenis baru. Namun bagi Anda yang tak mempunyai relasi di luar negeri, bisa berinteraksi langsung dengan pembudidaya aglaonema di Thailand. Selain berguna menjalin kerjasama sebagai aspek jangka panjang, juga berkaitan dengan faktor harga, seperti transaksi dengan tawar-menawar yang sudah jadi ‘hukum wajib’, agar harga bisa bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiga atau empat kali pertemuan, biasanya sudah bisa menjalin hubungan baik, dimana masalah sistem kepercayaan antara kedua belah pihak bisa dijadikan pondasi. Agar tak terjebak dengan permainan perdagangan, sebaiknya mencari informasi sebanyak-banyaknya sebagai bahan referensi memburu aglaonema impor, baik tentang jenis aglaonema yang akan diburu ataupun pembudidayanya,” ungkap Eni. Pastikan juga untuk tak lupa membuat surat perjanjian kerjasama atau MoU (Memorandum of Understanding) jika berniat menjalin hubungan yang sifatnya jangka panjang. Dengan itu, maka akan membawa keuntungan. Misalnya, Anda tak perlu terbang ke Thailand atau negara lain untuk hunting jenis baru. Cukup lakukan komunikasi dengan memanfaatkan media informasi elektronik, semua akan teratasi. Selain hemat ongkos, Anda juga tak ketinggalan perkembangan jenis tanaman hias. Mengingat, hibrida aglaonema selalu mengalami inovasi yang tentunya menghasilkan varian baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Tanah Air, biasanya tanaman harus mengalami masa karantina. Tujuannya, untuk meyesuaikan habitatnya, dimana perbedaan habitat tanaman di masing-masing negara tidaklah sama. Perlakuan pada masa karantina ini meliputi penggantian media tanam yang harus disesuaikan dengan lingkungan baru. Proses ini dilakukan bertahap, agar tanaman bisa melakukan adaptasi secara perlahan pula. Jika media tanamnya diganti secara spontan, kemungkinan besar akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman yang tak maksimal. Ironisnya, akan berdampak pada tampilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya, jenis impor akan mengalami perubahan tampilan jika sudah tiba di Indonesia. Itu terlihat baik dari corak warna, bentuk, dan tekstur aglaonema,” imbuh Eni.&lt;br /&gt;Fenomena perubahan itu wajar terjadi, karena terjadinya kondisi lingkungan yang berbeda. Namun itu bisa diminimalisir dengan memberikan perlakuan yang sesuai dengan karakter tanaman, seperti aplikasi media, penyesuaian naungan, dan proses pencahayaan. Sebab, ada beberapa jenis aglaonema impor yang karakter perawatannya rewel. Misalnya jenis red emerald, corak warnanya akan terlihat berkarakter jika ada dalam kondisi panas maksimal. Namun keserempakan warnanya tak dibarengi dengan bagian batang yang melemas akibat panas berlebih. Maka, alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur posisi tanaman ada pada keteduhan, tapi matahari tetap bisa masuk. Fase karantina ini penting dilakukan, guna mengurangi indikasi terjadinya perubahan karakter tanaman secara keseuluruhan, dimana pada fase ini memakan waktu kurang lebih 1-2 bulan, bergantung pada jenis tanamannya. Namun perlakuan rutinitas untuk mendukung pertumbuhan tanaman sebaiknya dilakukan continue, seperti pemberian pupuk dan vitamin satu minggu sekali, penggantian media tanam sebulan sekali, dan penyiraman. [santi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Impor Tanaman Hias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat atau prosedur yang harus dipenuhi untuk membeli tanaman dari luar negeri menurut Peraturan Pemerintah (PP) No.14 tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Surat Ijin Menteri. Pertama, mengurus Surat Ijin Pemasukan Benih ke Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk mendapatkan Surat Ijin Pemasukan Benih dari Menteri Pertanian. Meskipun Anda membeli satu saja tanaman dari luar negeri, syarat untuk memiliki ijin Menteri adalah mutlak. Bila Anda tak memiliki Surat Ijin Pemasukan Benih, maka tanaman yang Anda beli akan disita oleh Dinas Karantina Tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tanaman harus dilengkapi sertifikat fitosanitari, yaitu sertifikat kesehatan tumbuhan dari negara asal tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kemudian setelah Anda memiliki surat ijin dari Menteri dan sertifikat kesehatan tanaman, maka Anda harus memasukkannya melalui tempat-tempat pemasukan yang ditetapkan. Misalnya, melalui Bandara ataupun Pelabuhan di masing-masing kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dilaporkan dan diserahkan pada petugas Karantina Tumbuhan di tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina. Tindakan karantina adalah pemeriksaan, pengasingan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pengamatan. Pemeriksaan administratif untuk mengetahui kelengkapan, kebenaran isi, dan keabsahan dokumen persyaratan dan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi kemungkinan adanya OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). [santi]&lt;br /&gt;http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/05/06/impor-aglaonema/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-4838507729737982947?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/4838507729737982947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=4838507729737982947' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4838507729737982947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/4838507729737982947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/impor-aglaonema.html' title='Impor Aglaonema?'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-6668497114925533590</id><published>2008-07-29T11:06:00.002+07:00</published><updated>2008-07-29T11:10:25.110+07:00</updated><title type='text'>Jurus Jitu Memilih Aglaonema</title><content type='html'>Agar Berkualitas dan Bernilai Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan aglaonema tak pernah ada batasnya. Stok silangan yang terproduksi dari lokal maupun impor, membuat kita tak pernah bosan dengan tanaman hias yang juga dikenal dengan nama sri rejeki ini. Namun pertanyaannya, bagaimana memilih aglaonema impor atau lokal yang baik dan apakah merawatnya semudah kita memilih tanaman ini di toko bunga?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Membeli tanaman idola memang gampang-gampang susah, termasuk membeli aglaonema. Maklum, sebulan belakangan pamor aglaonema memang ‘naik pangkat’. Sebelum membeli aglaonema, sebaiknya kita paham dengan barang yang akan dibeli. Sebab pada dasarnya, beberapa aglaonema memiliki keunggulan dan ciri khusus, hingga tak jarang jika lengah berakibat pada penularan koleksi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, jika dispesifikasikan ada tiga kelompok besar aglaonema yang biasa didapat di pasaran, yaitu aglaonema lokal non silangan, lokal, dan impor silangan. Menurut Pakar Aglaonema Indonesia, Gregori Garnadi Hambali, saat ditemui di Banjarbaru Kalimantan Selatan (Kalsel) belum lama ini, sebenarnya ada lagi aglaonema lokal non silangan dari luar (umumnya dari Belandan dan Amerika). Hanya ketetatnya birokrasi dan sistematika pindah tangan, membuat jenis ini sulit untuk keluar.&lt;br /&gt;Terpenting adalah mengenal ciri yang ada pada beberapa golongan aglaonema tersebut. Selain berguna bagi proses pemeliharaan dan perawatan, tahap ini bisa meminimalisir kekecewaan pasca pembelian tanaman (karena cepat mati atau sering terserang penyakit). Aglaonema silangan impor, menurut Greg, jenis ini sering dengan perwujudan yang fantastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu ditandai dengan kemunculan warna-warna yang kontras, seperti kuning dan merah sampai warna solid salah satunya. Karena kebanyakan dihasilkan dari kultur jaringan (mayoritas produk Thailand sebagai negara pengimpor aglaonema terbesar di Indonesia), umumnya jenis ini memiliki daun yang lebih tipis ketimbang hasil budidaya biji. Namun keistimewaannya, jenis ini memiliki struktur permukaan daun yang lebih halus.&lt;br /&gt;Beberapa orang beranggapan, daun yang tipis bisa jadi tebal ketika dibawa ke Indonesia. Pengaruh musim, diduga melatar-belakangi perkembangan daun ini. Secara umum, dalam hal estetika aglaonema impor silangan unggul jauh. Hanya karena dibudidaya secara instan dan tak melalui metode pemuliaan yang panjang, tak jarang jenis ini rentan penyakit. Tak jarang, jenis ini juga disebut-sebut pembawa wabah penyakit yang siap menular ke aglaonema koleksi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berhati hatilah memberi aglaonema impor. Jika ragu, gunakan sistem karantina yang cukup sampai dirasa aglaonema steril dari penyakit. Sistem karantina bermacam-macam, bisa menggunakan desin-sektan atau memberi spase tersendiri aglaonema yang baru datang,” ungkap Greg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan kesehatan tanaman, usahakan tak hanya melihat dari daun yang menarik, tapi juga akar dan batang bawah. Semakin banyak ditemukan kebusukan di akar dan batang bawah, makin tak sehat tanaman.&lt;br /&gt;Aglaonema Lokal Silangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kedua adalah aglaonema lokal silangan. Jenis ini biasanya lebih tahan banting bila dibandingkan dengan jenis impor. Tak mau kalah dengan jenis impor, jenis lokal silangan sangat kuat dalam hal komposisi warna. Gradasi warna dasar dan baru, membuat motifnya menarik. Contoh paling mudah dapat kita lihat dari aglaonema silangan fenomenal Pride of Sumatera (POS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun yang tebal jadi keistimewaan selanjutnya, meski daun yang ada tak sehalus struktur daun jenis aglaonema selangan impor. Beberapa jenis juga sering rentan menderita sakit akibat virus. Penyusunan gen yang tak sempurna diduga jadi latar belakang fenomena ini. Namun secara umum, aglaonema silangan lokal jarang sakit seperti aglaonema silangan impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berembel-embel lokal, jangan meremehkan dalam hal harga. Pasalnya, jika dilihat dari perputarannya hasil silangan pertama jenis ini bisa dihargai sampai Rp 50 juta. Ini yang sering terjadi pada koleksi Greg yang dipinang kolektor lain. Memilih jenis ini yang berkualitas pada dasarnya sama dengan aglaonema impor silangan. Daun, akar, dan batang bawah jadi sorotan yang harus tak terlewatkan. Usahakan melihat akar yang telah tertancap di pot. Semakin banyak dan jarang busuk adalah pertanda tanaman sehat.&lt;br /&gt;Aglaonema Lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis terakhir adalah aglaonema lokal. Meski dulu jarang dilirik dan keberadaannya hanya difungsikan sebagai indukan, tapi kini pencinta jenis ini kian marak. Bahkan tak mau kalah, pemilik aglaonema yang kebanyakan didominasi warna hijau dan putih ini sudah berani unjuk gigi dengan mendaftar setiap kontes aglaonema digelar. Karena jika kita membicarakan warna, jenis ini kalah telak dengan jenis silangan lokal maupun impor. Umumnya, jenis ini memiliki keunggulan di bentuk daun. Daun besar dan aneka bentuk lancip adalah bentuk yang sering dijumpai pada aglaonema lokal. Karena sering dijumpai dan sudah familiar hidup di Indonesia, jenis ini banyak ditemukan di mana-mana dan berjumlah banyak, sehingga dalam hal harga jenis ini tergolong paling murah ketimbang dua jenis sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di pasaran, aglaonema lokal yang sudah berusia dewasa sering dijual maksimal Rp 500 ribu (untuk tanaman yang belum menang kontes). Jika sudah merasakan gelar, harga naik jadi dua kali lipat sekitar Rp 10 juta per pot,” jelas M Zainudin, Kolektor dan Pecinta Aglaonema Lokal di Banjarbaru Kalsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat serangan penyakit dari virus dan bakteri, jenis ini paling tahan banting. Namun umumnya, jika melihat musuh alaminya, aglaonema lokal sering jadi santapan lezat serangga dan jamur, sehingga jika Anda memutuskan untuk membeli jenis ini, usahakan daun yang ada tak memiliki sedikit pun bekas jamur dan serangga atau telur-telur serangga yang biasa melekat. [adi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedakan Lokal dengan Impor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini diambil untuk membedakan mana jenis aglaonema lokal yang didatangkan dari luar negeri dengan proses kultur jaringan. Memang saat ini untuk aglaonema lokal mendapatkan apresiasi besar, terutama dari karya Greg Hambali. Namun masalahnya, produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi permintaan pasar yang besar.&lt;br /&gt;Sebab dengan cara pengembang-biakan secara tradisional, maka untuk mendapatkan bibit baru membutuhkan waktu yang lama. Sementara untuk melakukan pembiakan masal dengan kultur jaringan masih sedikit yang bisa membuatnya. Padahal proses kultur jadi satu-satunya cara pembiakan secara masal dan celakanya pelaku industri tanaman hias lokal kurang bisa menangkap peluang ini. Akhirnya, mau tak mau Thailand jadi tujuan utama mencari produk aglaonema yang dihasilkan oleh anak bangsa.&lt;br /&gt;Beruntung hasil aglaonema dari kultur jaringan melalui impor – meski dari jenis yang sama – tapi punya karakter berbeda. Untuk membedakan aglaonema lokal yang diperbanyak secara alami lewat stek maupun cangkok dengan aglaonema dari kultur jaringan, menurut M Siregar – Penghobi Tanaman Hias di Banjarmasin Kalsel, itu ternyata mudah. Wajar, karena bagi penghobi berpengalaman bukan hal sulit, tapi bagi pemula lain ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paling gampang melihat struktur warna merah yang jadi ciri khas produk lokal,” tandas Siregar. Untuk produk alami, warna merah yang muncul bisa cerah dan tegas, terutama untuk bagian belakang daun, tangkai daun, dan motif di permukaan daun. Kondisi ini berbeda dengan hasil dari kultur yang memiliki warna lebih pudar. Pudar di sini tetap memberikan kesan merah, tapi tak begitu cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya yang paling mudah dilihat adalah dari ukuran daun yang lebih kecil dibandingkan jenis lokal. Pembanding ini sulit, karena harus melihat dulu aglaonema lokal. Namun bisa juga dilihat dari daun tua yang ada di bawah. Bila daun tua jauh lebih kecil dari daun baru, itu jadi ciri khas dari hasil kultur jaringan. Namun jangan khawatir bila mendapatkan produk kultur, karena saat tumbuh tunas baru, maka kualitas anakan akan sama dengan aglaonema lokal. Sebab, sudah melalui perbanyakan secara alami. [wo2k]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan Aglaonema Berharga Mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patokan harga tinggi untuk beberapa jenis aglaonema, tentu berkaitan dengan urusan tampilan maksimal. Selama ini keberadaan aglaonema impor bisa disejajarkan dengan jenis lokal. Hanya varian untuk jenis impor lebih beragam, sehingga kehadirannya makin memperkaya khasanah tanaman hias Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada dasarnya, semua tanaman itu memiliki nilai ekonomi. Hanya untuk tinggi-rendahnya bergantung pada pesona yang ditampilkan,” imbuh Greg. Untuk aglaonema jenis impor masih memegang kendali cukup kuat. Lantaran beragamnya jenis yang ditampilkan, sehingga konsumen pun mempunyai banyak alternatif untuk memilih, seperti harga aglaonema silangan dari Thailand yang memiliki nama pasar legacy, harga yang dipatok tergolong tinggi, yaitu Rp 500 ribu per tanaman atau bahkan harga ini bisa lebih tinggi. Itu bergantung pada tampilannya, dimana semakin berkarakter tentu akan berpengaruh pada nilai jualnya. Ini berkaitan dengan nilai estetika, tren, dan kelangkaan. Sepertinya, membuat tanaman tampil prima bukan jadi satu hal yang sulit dilakukan, dimana tampilan yang maksimal akan berdampak pada tingginya nilai ekonomi. Ingin tahu kiat membuat pesonanya tampil ciamik, baik untuk aglaonema jenis lokal ataupun impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus Penghobi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kriteria yang diperhatikan untuk membuat tanaman berharga mahal dengan tampilan optimal. Utamanya adalah masalah kelangkaan, keunikan, terawatt, dan tren – dimana penghobi di sini sebagai end user yang menilai tanaman bukan hanya dari harga, tapi lebih ke pesona tanaman keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Langka&lt;br /&gt;Faktor kelangkaan bisa memicu mahalnya tanaman. Kelangkaan ini bisa ditimbulkan dari sulitnya dikembang-biakan, masih sedikit yang menjual karena tak tren atau tanaman banyak, tapi penjualnya tak mau melepas. Jadi bisa dikategorikan sebagai langka di pasar dan langka, karena sulit dikembang-biakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Unik&lt;br /&gt;Semua tanaman unik dan tak memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain. Tapi unik yang dimaksud adalah memiliki ciri khas mencolok dan berbeda dari aslinya. Di pasaran dikenal istilah variegata dan mutasi. Kadang ada juga yang menyebut albino. Kebanyakan tanaman yang variegata dihasilkan dari biji. Mutasi adalah kelainan yang terjadi, karena campur tangan alam (penyakit karena virus atau faktor bawaan lain) atau campur tangan manusia. Biasa dikenal dengan rekayasa genetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perawatan Optimal&lt;br /&gt;Tanaman yang terawat baik akan memiliki bentuk yang baik dan sehat. Karena terawatt, maka bentuk daun, batang, dan bunga jadi lebih indah. Tanaman yang mahal pun apabila tak terawat dengan baik akan berkurang nilainya. Misalnya, aglaonema yang daunnya rusak, pasti tak dihitung dalam penilaian. Itu berkaitan juga dengan keserempakan daun yang makin menambah nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membaca Tren&lt;br /&gt;Seperti halnya fashion, tanaman punya tren sendiri. Saat tren turun, otomatis tanaman akan turun nilainya. Turunnya nilai bukan karena tanaman tersebut tak unik atau tak terawat, tapi mutlak karena hukum pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kenali Hukum Pasar&lt;br /&gt;Saat sedang tren atau memang langka, maka persediaan biasanya tak sebanding dengan permintaan. Sesuai hukum pasar, maka naiklah harganya. Ini wajar terjadi di dunia tanaman hias, berputar sesuai dengan siklusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Pedagang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri, para pedagang lebih berharap pada profit oriented. Namun bukan berarti tak memperhitungkan kualitas barang. Inilah yang paling orang mau lakukan walau tak mudah melakukannya. Tanaman bisa dibuat jadi mahal apabila Anda mau mengerjakan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merawat tanaman dengan baik&lt;br /&gt;Ini adalah mutlak. Tanaman yang terawat baik secara kasat mata akan indah. Walau hanya sekedar tanaman sansiviera yang biasa ada di pinggir jalan, kalau dirawat dengan baik pasti akan punya nilai yang lebih tinggi. Perawatan adalah dengan memberikan tempat yang baik (pot dan media), melakukan perawatan daun kalau tanaman itu punya nilai di daunnya, memberikan pupuk yang tepat, mengganti media saat dibutuhkan, dan terus mengecek kesehatan secara berkala. Dalam hal ini juga bisa dilakukan proses pembentukan, supaya bentuk lebih indah dan kompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Koleksi tanaman unik dan langka&lt;br /&gt;Kadang tanaman jenis unik dan langka tak serta-merta harganya mahal saat membeli. Pemilihan tanaman unik bisa dilakukan dengan berkeliling di kebun pembibitan tanaman hias. Biasanya bibit unik bisa mulai terdeteksi saat usia seedling muda. Untuk tanaman langka bisa berburu langsung ke daerah yang bersangkutan. Tanaman langka biasanya sulit ditemukan di nurseri biasa. Kalau ada sedikit kenekatan dan modal, bisa saja langsung cari ke nurseri di luar negeri. Pembelian bisa lewat internet atau langsung ke lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pintar prediksi tren tanaman&lt;br /&gt;Dalam hal ini lebih mengandalkan kemampuan insting, yaitu dengan memperbanyak referensi tentang jenis tanaman, baik dari media ataupun komunitas yang banyak terbentuk di masing-masing kota. Hanya diperhatikan bahwa tren tanaman biasanya berputar. Jadi kalau ketinggalan tren – tak masalah – toh nantinya tanaman kita bisa terangkat naik.[santi]&lt;br /&gt;http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/05/22/jurus-jitu-memilih-aglaonema/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-6668497114925533590?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/6668497114925533590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=6668497114925533590' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6668497114925533590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6668497114925533590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/jurus-jitu-memilih-aglaonema.html' title='Jurus Jitu Memilih Aglaonema'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-2331265995347541725</id><published>2008-07-29T10:58:00.002+07:00</published><updated>2008-07-29T11:03:18.926+07:00</updated><title type='text'>Tampilan Aglaonema Rusak?</title><content type='html'>Waspadai Penyakit Umum yang Menyerang&lt;br /&gt;Penyakit pada aglaonema, tentu jadi masalah serius. Selain akan berdampak pada tampilan tanaman, juga mempengaruhi kesehatan tanaman secara keseluruhan. Serangan penyakit ini, lantaran disebabkan oleh dua faktor utama. Mau tahu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang dimaksud adalah cendawan dan bakteri. Cendawan merupakan patogen yang bertanggung jawab terhadap kerusakan sebagian besar tanaman. Jenis patogen ini cenderung memperbanyak diri melalui miselium (spora), dimana spora mempunyai sifat mudah tersebar ke tanaman lain melalui alat pertanian, air atau udara.&lt;br /&gt;Proses perusakannya dilakukan ketika ia memperoleh inang yang cocok, sehingga dengan mudahnya mereka memperbanyak diri. Sedangkan untuk keikutsertaan bakteri lebih sedikit populasinya, dibandingkan dengan cendawan. Biasanya, bakteri menginfeksi tanaman melalui bagian yang terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus pemberian pupuk yang berlebihan dan berpotensi akan membuat akar seperti terbakar, sehingga menimbulkan luka. Nah, dari luka inilah yang jadi pintu masuknya bakteri. Kelembaban tinggi pun bisa memicu kemunculan bakteri. Kebanyakan, munculnya bakteri berasamaan dengan cendawan. Sebagai penanggulangan, penanganan secara kimiawi bisa dijadikan suatu alternatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena jumlah bakterisida di pasar tidak sebanyak fungisida, sehingga alternatif ini terkesan merepotkan. Adapun beberapa tanda-tanda penyakit aglaonema yang sering terjadi, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busuk Akar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti para penggemar agalonema. Sebab jika hal ini terjadi, besar kemungkinan tanaman tak dapat terselamatkan alias mati, sehingga secara tak langsung akan berdampak pada nilai ekonominya. Tak sedikit orang yang sampai menanggung puluhan juta rupiah, karena aglaonemanya terserang busuk akar. Berawal dari media yang terlalu basah dan kelembaban terlalu tinggi, dimana air yang terlalu banyak menggenangi akan membuat medianya becek dan lembab, sehingga dalam waktu singkat akar akan berwarna coklat kehitaman. Selain itu, struktur batang terkulai dan terdapat lubang, daun jadi pucat dan harapan untuk muncul daun muda sangat kecil.&lt;br /&gt;- Penyebab: Phytium sp&lt;br /&gt;- Penanggulangan:&lt;br /&gt;Ganti dengan media porous, agar kelebihan air di dalam pot langsung keluar. Akar yang terserang busuk, sebaiknya langsung dipotong. Oleskan fungisida pada bekas potongan hingga batang. Itu berguna untuk mencegah serangan sampai batang. Tanam kembali dalam media sekam bakar. Tunggu perubahan selama kurang lebih satu minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layu Fusarium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelayuan pada daun ini terjadi, karena media tanam ber-pH rendah (masam). Hal ini disebabkan, karena media selalu dalam keadaan basah. Gejala serangan ditandai dengan memucatnya tulang daun sampai berubah warna jadi coklat keabuan. Kemudian diikuti dengan menunduknya tangkai yang membusuk.&lt;br /&gt;- Penyebab: Fusarium oxysporium&lt;br /&gt;- Penanggulangan:&lt;br /&gt;Media jangan sampai tergenang air.&lt;br /&gt;Tanaman yang terserang, sebaiknya dicabut. Kemudian dilanjutkan dengan mengganti media tanam. Sebagai pencegahan, sebaiknya siram tanaman dengan formalin 2-5 cc/l sebanyak 200 ml per tanaman di sekitar bagian yang terserang.&lt;br /&gt;Setelahnya, aglaonema diberi pupuk dengan kadar P dan K tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layu Bakteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala serangan ditandai dengan melunaknya daun dan batang yang disertai bau tak sedap. Akan terlihat lendir putih yang kental dan lengket, jika bagian pangkal batang dipotong.&lt;br /&gt;- Penyebab: Erwinia coratovora&lt;br /&gt;- Penanggulangan:&lt;br /&gt;Cegah jangan sampai media terlalu basah. Usahakan selalu ada dalam lingkungan yang tak terlalu lembab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercak Daun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diyakini adanya bercak pada daun disebabkan karena serangan cendawan, sehingga membuat daun bersifat patogen dan sekaligus saprofit, dimana bercak daun ini tersambung dengan warna daun asli yang belum terserang, sehingga kelamaan bercak itu akan membusuk.&lt;br /&gt;- Penyebab: Botrys sp&lt;br /&gt;- Penanggulangan:&lt;br /&gt;Cukup mudah hal yang dilakukan untuk menanggulangi masalah ini, yaitu hanya dengan memotong bagian daun yang rusak atau terserang bercak. [santi]&lt;br /&gt;http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/07/04/tampilan-aglaonema-rusak/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-2331265995347541725?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/2331265995347541725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=2331265995347541725' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2331265995347541725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/2331265995347541725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/tampilan-aglaonema-rusak.html' title='Tampilan Aglaonema Rusak?'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-9168951094421074970</id><published>2008-07-29T10:52:00.002+07:00</published><updated>2008-07-29T10:58:14.646+07:00</updated><title type='text'>Perawatan Tepat Bagi Aglaonema</title><content type='html'>Beda Jenis, Beda Perlakuan&lt;br /&gt;Aglaonema terkenal dengan tanaman ‘manja’. Untuk itulah ia butuh perlakuan khusus, sehingga penting mengetahui bagaimana merawat aglonema berdasarkan jenisnya. Sebab, setiap jenis – beda pula perlakuannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya salah satu contoh dari sekian banyak kasus yang terjadi pada pecinta aglaonema Tanah Air. Katakan Susi, ia pecinta aglaonema yang membeli jenis anjamnee dari teman di Thailand. Jenis ini memiliki warna sempurna, dengan kemilau gradasi cantik. Namun naaasnya, tak berselang beberapa minggu koleksi kebanggaannya perlahan menunjukkan gejala kurang enak. Setelah terserang penyakit – daun yang dulu indah – kini berubah jadi layu. Begitu pun warnanya – kemilau daun yang berwarna-warni – kian memudar dan pucat. Bahkan di beberapa bagian, sudah terjadi gejala pembusukan dengan perubahan warna coklat. Anehnya hampir bersamaan, si Susi juga membeli sebuah aglaonema lokal dengan warna yang juga tak kalah menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalami perawatan dan intensitas pemberian nutrisi yang selalu bersamaan, namun justru aglaonema lokal Susi yang berjenis lipstik ini bisa bertahan dan malah jadi cantik. Jadi, apa latar belakang yang sedang dialami pada kasus ini? Apakah jenis berbeda juga membuat aglaonema harus mendapatkan perawatan yang berbeda pula?&lt;br /&gt;Beda pabrik, ternyata beda pula barang yang dihasilkan, sehingga dalam hal penanganan tentu jelas berbeda satu dengan yang lain. Itu dikatakan Pakar Aglaonema Indonesia, Gregori Garnadi Hambali. Sebab umumnya, orang sering membeli aglaonema tanpa memikirkan perawatannya. Bila dibandingkan dengan jenis lokal, jenis impor biasanya lebih sensitif dan sering sakit-sakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak aglaonema yang cantik, tapi ‘manja’. Namun tak sedikit pula aglaonema cantik yang tahan banting. Beruntung bagi kita, produk lokal memiliki daya tahan lebih daripada impor,” ujar pria asal Bogor ini. Tak sedikit dari pedagang asing yang memanfaatkan dan terlalu mengeksploitasi kultur jaringan kasar. Jadi, hasilnya jelek. Jika tidak jeli, kejadian penipuan tak urung akan sering tejadi. Namun tak mendeskreditkan produk impor, tak jarang banyak juga barang berkualitas yang akhirnya sampai ke Indonesia. Namun di luar kontek itu, beberapa jenis aglaonema lokal dan impor tertentu juga sering terserang penyakit. Misalnya, jenis dona carmen dan lady valentine, sehingga sebelum membelinya, sebaiknya tanya diri Anda, apakah siap menghadapi masalah yang akan timbul kelak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus Jitu Kembangkan Potensi Aglaonema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik impor maupun lokal – dalam merawat aglaonema – tampilan tanaman jadi prioritas utama. Pasalnya, bagus dan semahal apapun tanaman – sampai sejauh mana didapatkannya – akan jadi sesuatu yang mubadzir jika tampilannya tidak prima. Seperti halnya tanaman hias yang lain pada umumnya, kesan pertama jadi penting dalam hal penilaian dan standarisasi kualitas. “Maka untuk membangun kesan positif, beberapa hal perlu diperlihatkan. Misalnya, kesehatan bagian daun dan kerumpunan tumbuh kembang daun,” ungkap Kolektor Aglaonema di Banjarbaru Kalimantan Selatan (Kalsel), M Zainudin.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana cara membuat daun agar terlihat sehat dan enak dilihat? Pada dasarnya, menurut Zainudin, ada dua macam perawatan mendasar untuk mencemerlangkan daun. Sebab, daun sehat atau sedap dipandang mata biasanya memiliki struktur mengkilap. Bahkan tak jarang, terlihat seperti daun yang terbuat dari plastik. Cara ini biasa dilakukan dengan manual atau tahapan perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara manual biasanya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, mengelap daun agar daun terlihat berkilau dan kinclong, sehingga bisa menarik mata setiap orang, bahkan juri kontes. Caranya, bisa dengan air atau bahan pengkilap yang lain, seperti leaf shiner (pengkilap daun instan yang banyak dijual di pasar) sampai bahan pengkilap manual. Misalnya susu dan santan, seperti melakukan pembersihan daun pada anthurium.&lt;br /&gt;“Untuk hasil maksimal, terutama jika untuk keperluan kontes, persiapan atau pengkilapan daun dilakukan 3 hari sebelum acara diadakan. Dan biasanya, perawatan ini dilakukan berulang-ulang setiap harinya, tergantung kapan kita ingin memunculkan kecantikan si daun,” jelas Zainudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain adalah paket keperluan nutrisi. Umumnya seperti manusia, jika kebutuhan makanan cukup dan tak berlebih, maka orang tersebut akan sehat. Begitu juga dengan daun pada aglaonema, semakin baik dan berkualitas nutrisi yang diberikan, maka makin optimal pula struktur daunnya. Hal ini bisa berupa media tanam, jenis dan intensitas pemupukan, sampai stimulasi lingkungan. Media tanam yang tepat umumnya tak terlalu asam. Dan jika terpaksa, menggunakan tanah yang bersifat asam, kapur bisa ditambahkan dengan ukuran tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika tak ingin susah, penggunaan pakis penuh yang dicampur pupuk organik, bisa jadi solusi tepat,” imbuh Zainudin. Kelebihan air bagi tanaman, juga kabar buruk. Kesalahan pemilihan media tanam dengan porositas rendah dan penyiraman yang terlalu sering, akan mengakibatkan tanaman tak sehat. Umumnya, ini terjadi secara bertahap. Biasanya tanaman tak akan langsung mati, tapi bagian bawah mengalami kerusakan perlahan-lahan. Dan jika tak segera ditangani, seluruh bagian pun akan mengalami kerusakan, bahkan kematian. Pemilihan pupuk dengan kandungan tertentu, juga bisa membuat daun kian cantik. Menurut Pakar Tanaman Hias di Jogjakarta, Arie W Purwanto, pupuk dengan kandungan P dan K tinggi, akan mempercepat dan membuat daun kian sehat, cantik, dan mengkilap. Jenis ini bisa didapat, karena dijual bebas di pasaran. Pada dasarnya, mengetahui karakter tanaman adalah hal utama. Sebab, ini berkaitan dalam hal perawatan ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Luar Negeri, Aglaonema tak Boleh Diperbanyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mencoba memperbanyak atau membudidaya aglaonema, jika Anda ada di luar negeri, seperti Belanda dan Amerika. Pasalnya bukan keuntungan didapat, justru penjara yang kemungkinan menanti Anda.&lt;br /&gt;Bukan karena tanaman ini membahayakan atau karena tanaman ini bisa jadi bahan pembuat narkoba seperti daun ganja, tapi apreasiasi yang tinggi terhadap silangan jenis aglaonema masyarakat luar yang tinggi. Seperti membeli barang langka, aglaonema silangan yang keluar dan di-share ke pecinta aglaonema lain, sering juga disertai sertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya, selain memberi tahukan nama penyilang serta indukan aglaonema ini berasal, dalam nota kesepahaman ini juga terdapat larangan bagi si pemilik baru untuk memperbanyak. “Biasanya penduduk Belanda, sering melakukan hal tersebut. Selain bisa menjaga stabilitas harga aglaonema di pasaran, tindakan ini juga bisa menekan produksi yang berlebih. Itu juga disamping standarisasi kualitas yang tetap terjaga,” jelas Greg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Greg, apresiasi dan penghormatan masyarakat luar sangat tinggi. Bahkan setiap kali ada orang yang berhasil menciptakan silangan, selalu diabadikan dalam bentuk sertifikat. [adi]&lt;br /&gt;http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/07/04/perawatan-tepat-bagi-aglaonema/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-9168951094421074970?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/9168951094421074970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=9168951094421074970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/9168951094421074970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/9168951094421074970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/perawatan-tepat-bagi-aglaonema.html' title='Perawatan Tepat Bagi Aglaonema'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-5648527714111124257</id><published>2008-07-29T10:47:00.001+07:00</published><updated>2008-07-29T10:49:10.488+07:00</updated><title type='text'>Membuang Akar Busuk</title><content type='html'>Jangan Sayang untuk Memotong&lt;br /&gt;Musim hujan, musimnya akar busuk. Itu tentu jadi hal yang mengganggu, karena bisa menyebabkan kematian. Langkah tepat adalah mengangkat tanaman dan membongkar media tanam untuk melihat seberapa parah kondisi di dalamnya. Akar busuk wajib dipotong, meski harus menghabiskan separuh lebih bagian akar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Busuk akar merupakan penyakit yang ditimbulkan karena akar ada dalam kondisi yang terlalu basah dan serangan bakteri. Ia bisa menghilangkan pasokan makan dan pastinya menghambat pertumbuhan. Dalam tahap kronis, akan menyebabkan kematian. Kematian akibat busuk akar menempati posisi pertama, terutama untuk aglaonema dan anthurium.&lt;br /&gt;Gejala yang muncul cukup mudah, yaitu pertumbuhan daun mengecil, warna daun menguning, pertumbuhan melambat, dan daun cepat layu. Bila mendapati kondisi ini, segera lihat bagian akar untuk memastikan ada tidaknya busuk akar. Bila terlihat bagian ini berwarna cokelat dan berbau busuk, segera lakukan pengobatan.&lt;br /&gt;Alat yang dipersiapkan adalah pisau tajam, gunting, ember, fungisida, vitamin B1 serta aliran air yang bersih. Langkah pertama, lihat bagian akar untuk memastikan bagian yang busuk – apakah bawah atau samping. Semprot perlahan dengan aliran air untuk menghilangkan sisa media tanam di akar.&lt;br /&gt;Selanjutnya, potong bagian yang busuk dengan menggunakan gunting atau pisau dan hanya menyisakan bagian sehat. Kadang sang pemilik sering sayang untuk memotong, bila kebusukan akar sudah parah dan menyerang sebagian besar akar. Namun hilangkan pikiran itu, karena bila tak dipotong – busuk akar akan lebih besar. Sebab, mampu menyebar ke bagian yang sehat.&lt;br /&gt;“Busuk akar harus hilang, meski sebagian besar akar hilang, termasuk tangkai daun, sehingga separah apapun kondisi akar, tetap harus dibuang di bagian yang busuk,” kata Pebisnis Anthurium di Surabaya, Heru Trisaksono.&lt;br /&gt;Setelah yakin semua bagian yang busuk sudah hilang, maka berikan bakterisida. Larutkan bakterisida dalam ember sesuai dosis. Selanjutnya, masukkan akar tersebut dan rendam beberapa saat. Dengan cara ini, semua bagian yang terkena potongan akan terlidungi dari bakteri.&lt;br /&gt;Terakhir adalah mempersiapkan media tanam baru yang harus porous. Sebab, media yang menyimpan air bisa memicu terjadinya bususk akar. Jadi, drainase air di dalam media tanam harus bagus. Alternatif campuran yang bisa diambil adalah dengan akar pakis, sekam baker, dan kotoran kambing/kompos. Komposisinya lebih didominasi oleh pakis hingga 75%, sementara sekam dan kotoran kambing mengisi tak lebih dari 25%.&lt;br /&gt;Masukkan dalam media yang sebelumnya sudah disemprot dengan vitamin B1 untuk mengurangi stres tanaman. Media jangan ditekan, tapi ditepuk perlahan, agar media tak padat. Siram dengan mengalirkan air secara langsung di media tanam hingga air yang keluar dari bawah pot jadi jernih.&lt;br /&gt;Bila perlu, daun yang sudah busuk di atas bisa dipotong, tapi bila hanya menguning atau kering sebagian, sebaiknya biarkan untuk membantu proses fotosintesis. Ke depan, anthurium pasti akan lambat tumbuh, karena memperbaiki akar terlebih dulu, baru kemudian mengeluarkan daun. [wo2k]&lt;br /&gt;http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/04/10/membuang-akar-busuk/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-5648527714111124257?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/5648527714111124257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=5648527714111124257' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5648527714111124257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/5648527714111124257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/membuang-akar-busuk_29.html' title='Membuang Akar Busuk'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-7626069711008119517</id><published>2008-07-10T14:41:00.004+07:00</published><updated>2008-12-10T06:11:37.188+07:00</updated><title type='text'>Berkat Pasungan, sang Ratu Juara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SI6PJ5G2IBI/AAAAAAAAAJo/ThDF8eMd0Eo/s1600-h/Gbr+berkat+pasungan+SR+Juara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 239px; height: 262px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SI6PJ5G2IBI/AAAAAAAAAJo/ThDF8eMd0Eo/s200/Gbr+berkat+pasungan+SR+Juara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228273617534853138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selasa, 20 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiara berdaun 60 lembar itu istimewa. Daun bersusun ke segala arah terlihat kompak. Mereka muncul dari 5 anakan di sekeliling induk berumur 1,5 tahun. Mahkota bersusun tiga itu mencetak sejarah. Ia merengkuh gelar terbaik di kontes aglaonema akbar di Tangerang, Maret, 2008. Tiara mengantarkan Sun Sun, pemiliknya, meraih tiket perjalanan umrah ke negeri Padang Pasir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penampilan tiara itu memang luar biasa. 'Daun kompak ke segala arah tanpa ada ruang yang kosong,' ujar Nurdi Basuki, salah seorang juri. Menurut Nurdi kecantikan sang ratu itu diperoleh dari proses pemilihan bakalan, pembentukan, dan perawatan yang panjang, 3-6 bulan. Artinya, tangga menuju jawara tak sekadar dengan perawatan prima yang dilakukan pemilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Nurdi itu diamini Songgo Tjahaja, kolektor aglaonema di Jakarta Barat, yang kerap menjuarai berbagai kontes. Menurutnya dari ratusan hibrida aglaonema terdapat jenis tertentu yang berdarah juara dan layak sebagai bakalan. Disebut berdarah juara karena secara genetik hibrida tersebut gampang tampil kompak dan gagah dengan perawatan biasa. Misalnya tiara dan sexy pink. Yang disebut pertama berdaun lebar, lentur, dan melambai tapi bertangkai pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sexy pink bertangkai lebih panjang, berdaun lebih lebar, lentur, tapi tetap kokoh. 'Secara keseluruhan sexy pink lebih besar,' kata Songgo. Tiara dan sexy pink itu tergolong aglaonema kelas atas (harga per daun di atas Rp1-juta, red) yang berdarah juara. Sejatinya, widuri pun kerap menjadi juara. Hanya saja, proses membentuk widuri jauh lebih sulit karena daun keras sehingga gampang sobek. Di kelas menengah legacy tergolong berdarah juara. Menurut Songgo aglaonema jenis massal seperti butterfl y, pride of sumatera, dan donacarmen pun berdarah jawara. Namun, donacarmen masih memiliki kelemahan karena ujung daun mudah sobek.&lt;br /&gt;Beranak lima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sun Sun tak semua hibrida berdarah juara layak dipilih sebagai bakalan. Pemilik nurseri Rumah Bunga di Jakarta Barat itu mensyaratkan hanya aglaonema yang memiliki minimal 4 anakan saja yang pantas dipilih. Artinya, pada tanaman itu terdapat 5 pucuk, termasuk induk. Sedangkan Songgo menyebut 5 anakan alias 6 pucuk dengan induk. 'Yang paling baik bila anakan itu muncul di sekeliling induk, bukan hanya di 1 sisi,' kata Sun Sun. Bila 4 atau 5 anakan itu muncul di 1 sisi, maka bentuk kompak sulit terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan pada tanaman berpucuk banyak bukan tanpa alasan. 'Untuk aglaonema di kelas batang majemuk, sosok rimbun dan banyak daun mengesankan kegagahan. Apalagi bila tampil kompak,' kata Andy Solviano Fajar, juri aglaonema asal Solo. Dengan jumlah pucuk 5 atau 6 maka pertambahan daun bisa digenjot cepat. Dengan asumsi setiap pucuk bertambah 3 daun setiap 2 bulan, maka selama 6 bulan muncul 9 daun per pucuk. Artinya, tanaman berpucuk 5 akan memunculkan 45 daun. Pucuk 6, 54 daun. Jumlah itu belum termasuk daun awal, 25-30 daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperoleh indukan dengan 4-5 anakan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Lazimnya, setiap indukan hanya menghasilkan 2-3 anakan. Toh, menurut Songgo dari 10 indukan biasanya ditemukan 1 indukan yang banyak anak. 'Proses seleksi tak terhindarkan. Indukan terpilih harus dipisahkan dan dirawat secara ekstra,' kata ayah 1 puteri itu. Setiap minggu tanaman mesti diputar agar memperoleh cahaya yang merata.&lt;br /&gt;Pengikatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakalan terpilih pun mesti dibentuk agar tampil kompak di arena kontes. Secara alami daun aglaonema yang muncul dari anakan tumbuh melebar ke samping. Itu karena pergerakan daun mencari cahaya dan ruang kosong. Oleh karena itu 4 atau 5 anakan itu mesti diikat agar tumbuh vertikal (lihat ilustrasi). 'Selama 3-6 bulan diikat. Mirip dengan pengawatan dan treking pada bonsai dan adenium. Tujuannya untuk mengarahkan pertumbuhan,' kata Songgo. Pasungan pada sang ratu itu baru dibuka 1 hari atau sesaat menjelang kontes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun yang muncul pun perlu diarahkan pertumbuhannya. Prinsipnya, permukaan daun mesti seluas mungkin mendapatkan cahaya. Artinya, 2 atau 3 daun yang arah tumbuh dan permukaannya sejajar mesti dihindari. 'Tangkai daun itu harus ditarik dan disangga agar daun di bawahnya tidak tertutupi,' kata Sun Sun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Songgo menyangga tangkai daun itu cukup dengan saling menyilangkan antartangkai daun. Intinya, susunan tangkai daun saling menopang. Susunan tangkai daun itu mesti dikoreksi secara periodik setiap minggu seiring pertumbuhan umur tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerapkali pertumbuhan anakan di sekeliling induk dominan. Itu karena akar dan batang anakan jauh lebih muda ketimbang induk. Daun pada pangkal batang induk pun rontok akibat kurang cahaya. Selama tak mengganggu penampilan, maka batang induk tetap dapat dipertahankan. Namun, bila pertumbuhan induk ngelancir, maka induk dipotong. Posisi batang anakan diperketat agar lebih vertikal. Pertumbuhan pucuk anakan bakal mengisi ruang bekas induk. Dengan teknik itu, bakalan pun siap beradu cantik di arena kontes. (Destika Cahyana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-7626069711008119517?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/7626069711008119517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=7626069711008119517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7626069711008119517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/7626069711008119517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/berkat-pasungan-sang-ratu-juara.html' title='Berkat Pasungan, sang Ratu Juara'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SI6PJ5G2IBI/AAAAAAAAAJo/ThDF8eMd0Eo/s72-c/Gbr+berkat+pasungan+SR+Juara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-608830889006268396</id><published>2008-07-10T12:36:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T06:11:37.384+07:00</updated><title type='text'>Pertempuran 3 Penguasa Daun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWgOpfjLjI/AAAAAAAAAGw/hX78VRJm5jA/s1600-h/Gbr+3+Penguasa+Daun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWgOpfjLjI/AAAAAAAAAGw/hX78VRJm5jA/s200/Gbr+3+Penguasa+Daun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221255516522753586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, Juni 17, 2008 15:51:23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sansevieria humiflora itu sudah ada di tangan Edi Sebayang sejak setahun lalu. Namun, ini baru kali pertama si empu memilihnya untuk maju ke medan perang lidah mertua. Keputusannya tepat, 21 lawan di kelas majemuk dikalahkannya dengan mulus, hingga kursi jawara pun direngkuh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak mulus, semua juri kontes sansevieria Trubus Agro Expo 2008 langsung sepakat saat diketahui nilai tertinggi di kelas majemuk diperoleh S. humiflora bernomor peserta 4 itu. Itu persis seperti prediksi Dian Adijaya Susanto - juri dari Trubus - sebelum penilaian. 'Setelah dinilai detailnya, ternyata memang unggul di semua kriteria,' kata Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran dan susunan daun yang proporsional membuatnya indah dilihat dari semua sisi. Itu rupanya yang menggenjot nilai kesan pertama. Nilai semakin meroket tatkala dinilai potensi warna, kedewasaan dan kelangkaan. Semua juri - Sentot Pramono, Ida Riyani Tahir, dan Dian Adi Jaya Susanto - memberi nilai tertinggi pada seluruh kriteria itu. Lihat saja, selain langka, lidah mertua berumur 6 tahun itu tampil prima dengan warna hijau tua serta corak lurik yang tegas dan stabil.&lt;br /&gt;Bintang baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas S. ballyi yang juga milik Edi Sebayang harus puas menduduki posisi ke-2 lantaran kalah dewasa dan kalah langka. Di kelas variegata, lagi-lagi pemenangnya adalah bintang baru yang pertama kali turun kontes. Sang jawara S. masoniana, memang mulus dengan corak variegata kuning stabil. Ia menumbangkan 8 sansevieria belang lainnya. 'Sulit membuat masoniana dengan daun sebanyak itu tetap mulus. Apalagi yang variegata, karena rentan penyakit,' kata Ida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kelas majemuk dan variegata gampang diprediksi pemenangnya, kelas tunggal lebih sulit. Persaingan sangat ketat, kualitas dan kesehatan peserta merata. Makanya jalan S. suffruticosa menumbangkan 33 lawannya tak semulus pemenang di kelas lain. Perebutan nilai sangat ketat. Nilai yang diperoleh juara ke-1, 2, dan 3 hanya berbeda angka di belakang koma. Juara 1, 77,33; 2, 77,03; dan 3, 77,00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trubus Agro Expo 2008 yang diselenggarakan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah itu juga dimeriahkan dengan kontes anthuriun dan philodendron. Sayang, pesertanya tak sebanyak kontes sansevieria, hanya ada 42 peserta anthurium dan philodendron. Juri Sugiono Budiprawira, Iwan Hendrayanta, dan Syah Angkasa sepakat menganugerahkan gelar juara pada jenmanii milik Dicky. 'Keutuhan daun sang juara dari yang kecil sampai daun besar sempurna dan susunannya kompak,' kata Sugiono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di kelas nonjenmanii, kedewasaan dan kesehatan tanaman jadi senjata Anthurium monenii menumbangkan semua lawannya. Anthurium milik Domu, hobiis di Tangerang itu dinobatkan sebagai yang terbaik. Sementara di kontes philodendron, gelar jawara direngkuh lecy tree milik Mukti. Ia mengalahkan 4 lawannya dengan bermodal belang variegata yang stabil.&lt;br /&gt;Bekasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang sama, 17 aglaonema, 32 anthurium, dan 27 tanaman langka juga adu cantik di Kota Harapan Indah Bekasi. Sexy pink milik Sun Sun dipilih juri Purbo Djoyokusumo, Hery Saefudin dan Ukai Saputra sebagai kampiun aglaonema kelas merah majemuk. Dona carmen mutasi yang berwarna hijau putih berjaya di kelas nonmerah majemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan juri Nurdi Basuki, Deborah Herlina, dan Nesia Artdiyasa menyematkan gelar juara untuk anthurium jenmanii milik Budi dari Banyumas di kelas jenmanii besar. 'Karakter bentuk, warna, dan urat daun yang sangat tegas dan atraktif, kunci kemenangannya,' ujar Nurdi. Sedangkan di kelas nonjenmanii besar, sirih berdaun 8 milik Sudarji di Bekasi, menggilas lawannya dengan kemulusan dan kelangkaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran seru terjadi di kelas tanaman langka yang terbagi dalam 2 kategori: variegata dan kristata. Pemenang di kedua kategori itu sama-sama bersosok raksasa. Gelombang cinta dengan sebelas daun yang panjangnya rata-rata 1 m paling mencuri perhatian juri dan penonton. Apalagi corak kuning tegas mendominasi semua daunnya. Pantas jika juri Husein Ahmad, Dwi Tok, dan Gunariyanto kompak memilihnya jadi kampiun. Sedangkan juara kelas kristata direbut Pachypodium lamerei raksasa milik Rusli Hadinata.&lt;br /&gt;Jawa Tengah-Madura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung April 2008, bertanding 170 sansevieria yang terbagi dalam 10 kelas di Wonogiri, Jawa Tengah. Itu kontes sansevieria terbesar di Indonesia dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Peserta berasal dari Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. 'Wonogiri bisa menjadi barometer kontes sansevieria di Indonesia. Ini kontes dengan pembagian kelas terlengkap dan mendekati ideal,' kata Willy Poernawan, ketua Forum Komunikasi Sansevieria Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, kontestan dari Tangerang dan Banten berkibar di Jawa Tengah. Tangerang Sansevieria Club (TSC) mampu mengimbangi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terkenal sebagai gudang sansevieria berkualitas. Mereka merebut juara pertama di 3 kelas: unik warna, mini, dan mix spesies. Dari 16 tanaman yang diboyong, sebanyak 7 sansevieria merebut posisi 6 besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam lidah mertua pun menjalar sampai Semarang. Buktinya kontes di Taman KB Menteri Supeno menjaring peserta sansevieria terbanyak dibanding kontes aglaonema, puring dan anthurium. Kontes dalam rangka ulang tahun ke-436 Kota Semarang itu diikuti 62 sansevieria yang terbagi dalam 5 kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat penjurian, aksi bongkar tanaman yang dilakukan juri Sudjianto mencuri perhatian. Itu dilakukan lantaran penonton ragu pada Sansevieria trifasciata beranak S. trifasciata 'golden hahnii'. Setelah dibongkar ternyata kedua tanaman itu satu rimpang, bukan grouping. Juri pun akhirnya menilai lebih pada sansevieria itu karena kelangkaan. Sayang, ia masih kalah kualitas dibanding sang kampiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama-sama di Semarang, Perkumpulan Flora Fauna Semarang juga menggelar adu aglaonema di ruang pamer Sri Ratu, Semarang. Tercatat 8 kontestasn ikut beradu cantik yang terbagi dalam kelas merah batang tunggal dan merah batang majemuk. Keluar sebagai juara kelas merah batang tunggal adalah aglaonema milik Andre Yoga dari Temanggung dan juara kelas merah batang majemuk di raih aglaonema andalan Sutrisno Budi, juga dari Temanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Semarang tren tanaman ular merayap ke timur hingga Madura. Meski baru pertama kali digelar, sebanyak 123 lidah mertua turut-serta dalam kontes yang dibagi 4 kelas: trifasciata, nontrifasciata, campuran, dan unik. Menurut Januar Herwanto, koordinator Masyarakat Sansevieria Madura, membludaknya peserta menjadi indikator Pulau Garam tak kalah dengan Pulau Jawa. Makanya, pada Agustus 2008 direncanakan kontes Nasional di Madura. Itulah kontes-kontes yang sering dijadikan indikator tren tanaman hias di tanahair. (Nesia Artdiyasa/Peliput: Destika Cahyana, Imam Wiguna, dan Niken Anggrek Wulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=7&amp;artid=1329&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-608830889006268396?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/608830889006268396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=608830889006268396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/608830889006268396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/608830889006268396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/pertempuran-3-penguasa-daun.html' title='Pertempuran 3 Penguasa Daun'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWgOpfjLjI/AAAAAAAAAGw/hX78VRJm5jA/s72-c/Gbr+3+Penguasa+Daun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-3419084779999535235</id><published>2008-07-10T12:31:00.004+07:00</published><updated>2008-12-10T06:11:37.720+07:00</updated><title type='text'>Termolek di 5 Kota</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWfhiq-jbI/AAAAAAAAAGo/8kjfuMdmSbE/s1600-h/Gbr+Termolek+di+5+Kota.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWfhiq-jbI/AAAAAAAAAGo/8kjfuMdmSbE/s200/Gbr+Termolek+di+5+Kota.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221254741597523378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 07 Juli 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari mulai merebahkan diri ke peraduan. Suasana lokasi kontes yang diselenggarakan di kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya itu pun mulai remang. Meski demikian 5 juri tetap konsentrasi mengamati setiap peserta. Kutu putih yang bersarang di ujung daun Sansevieria parva lanset salah satu peserta tak luput dari perhatian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hewan mungil itu juga ditemukan di Sansevieria trifasciata milik salah satu peserta lain di kategori daun pipih. Setelah berdiskusi, juri akhirnya sepakat mengeluarkan kedua kontestan dari arena lomba. Keputusan itu diambil karena kutu bersarang hampir di setiap daun. 'Kalau banyak begini khawatir menular ke peserta lain. Lagi pula aturan kontes mewajibkan setiap peserta sehat secara klinis maupun fi sik,' ujar Agus Gembong Kartiko, juri asal Malang, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutu putih itu memang tersembunyi. Mereka bersarang di sudut celah daun yang menyempit dan pangkal daun. Pantas bila panitia meloloskan tanaman itu bersaing di arena kontes. Apalagi sebagian besar peserta mendaftarkan tanaman lomba pada malam hari. Namun, ketelitian para juri akhirnya membuyarkan harapan sang pemilik merengkuh gelar juara di kategori daun pipih. Posisi paling bergengsi itu akhirnya diraih Sansevieria kirkii var kirkii koleksi Taufi k asal Wonosobo, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;Sansevieria gratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta bernomor 27 itu memang layak dinobatkan sebagai juara. 'Dari penampilan keseluruhan ia lebih unggul daripada peserta lain. Tanamannya pun benar-benar sehat,' ujar Gembong. Sosok tanaman yang roset membuat para juri sepakat memberikan poin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kategori daun bulat, Sansevieria pinguicula milik Tina Puspita asal Jember tampil sebagai juara. 'Dari segi ketuaan dan keaslian warna ia paling unggul,' kata Gembong. Bedak putih dibiarkan bertaburan di permukaan daun. Tidak seperti peserta lain yang biasanya mengelap daun demi tampil mengilap. Langkah itu sebetulnya menghilangkan karakter asli dari pinguicula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes lidah mertua yang diikuti 106 peserta itu merupakan salah satu rangkaian acara pameran bertajuk Pets &amp; Plants Untag 2008. Perhelatan itu yang kedua kalinya diselenggarakan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag). 'Kami berencana menjadikannya sebagai agenda tahunan,' kata Paguh Hudoro, kepala Biro Akademik Untag. Ajang itu menjadi bukti bahwa dunia hobi seperti tanaman hias dan satwa mulai diterima di kalangan akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pameran itu juga diselenggarakan gerakan penanaman sansevieria sebagai tanaman antipolusi. Panitia membagi-bagikan trifasciata laurentii kepada siswasiswa SD dan SMP yang berkunjung ke arena pameran secara gratis. Kesempatan itu juga dimanfaatkan para pekebun dan penggemar sansevieria di Jawa Timur untuk mendeklarasikan Masyarakat Sansevieria Jawa Timur (MSJT).&lt;br /&gt;Marak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes ilat mertuo juga diselenggarakan di beberapa kota lain. Di Kota Harapan Indah, Bekasi, berlangsung pula kontes sansevieria yang diikuti 41 peserta asal Bekasi, Tangerang, dan Jakarta. Di arena itu Tangerang Sansevieria Club (TSC) sukses mengumpulkan 3 juara di 1 kelas sekaligus: nontrifasciata tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas lain pemain asal Bekasi tak mau kalah. Sebut saja Rizal dari Taman Anggrek Bekasi yang sukses merebut juara di kelas trifasciata tunggal dan Lia yang merengkuh juara pertama di kelas trifasciata majemuk. 'Itu bukti Bekasi tak ketinggalan dengan daerah lain,' kata Aan Kurniawan, panitia pelaksana. Kontes serupa juga diselenggarakan di Gresik dan Purwodadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan berselang, di Yogyakarta digelar kontes sansevieria oleh Masyarakat Sansevieria Indonesia (MSI). Sebuah terobosan baru dilakukan MSI dengan menggelar kontes lebih dari sehari. Seusai penilaian sansevieria dipamerkan pada pengunjung selama 2-3 hari. Lazimnya, kontes tanaman hias daun hanya digelar sehari. 'Waktu yang panjang membuat pengunjung dapat menilai kualitas tanaman juara. Penilaian juri pun langsung dipertanggungjawabkan pada publik,' ujar Titho Salman, salah seorang juri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kontes yang digelar dalam rangka ulang tahun pertama MSI itu diikuti 64 peserta. Di kelas daun bulat ballyi milik Jimmy dari Wonosobo tak terkalahkan dengan nilai 78. Ia mengempaskan 2 pesaingnya: pinguicula koleksi Yunaim Munandar dan cylindrica milik Kondang Jaya. Sedangkan di kelas daun pipih nontrifasciata Sansevieria scimitariformis milik Lady A menjadi yang terbaik setelah mengalahkan kirkii coppertone koleksi Soesatio dan asborescens milik Jimmy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ajang itu digelar pula saresehan sansevieria dengan tema Fenomena Sansevieria sebagai Tanaman Hias Modern. Dari saresehan itu terungkap nama dagang sansevieria yang berbeda sah-sah saja meski tak diakui secara internasional. 'Itu bisa mendongkrak pamor. Namun, pemain sansevieria wajib mempelajari dan mengetahui nama ilmiah agar dalam komunikasi tak keliru,' kata Arie Wijayani Purwanto, dosen Fakultas Pertanian Universitas Veteran Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terungkap pula sansevieria memiliki banyak keunggulan yang menjadikannya layak sebagai tanaman hias koleksi modern. Dua pekan sebelumnya kontes sansevieria juga berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan di Semarang.&lt;br /&gt;Adenium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes tanaman hias tak hanya diramaikan sansevieria. Di Kota Harapan Indah, Bekasi, berlangsung pula kontes perdana adenium di penghujung Mei 2008. Sebanyak 68 peserta berkompetisi menjadi yang terbaik. Pada kontes itu nama Anugerah Firmanto berkibar. Kolektor asal Tangerang itu merebut 6 piala dari 9 kelas yang dipertandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gresik sebagai kota adenium juga tak henti-hentinya menggelar kontes. Kompetisi kali ini diikuti 54 peserta asal Gresik, Jombang, Kediri, Surabaya, Mojokerto, Sumenep, dan Bali yang dibagi ke dalam 15 kategori. Kekuatan kontestan pada kompetisi itu cukup merata. Tak ada kontestan yang mendominasi gelar juara. 'Itu tandanya setiap hobiis mampu menghasilkan tanaman berkualitas,' kata Nizam Zuhri Khafid, penanggung jawab panitia kontes. (Imam Wiguna/Peliput: Destika Cahyana)&lt;br /&gt;http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=7&amp;artid=1390&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-3419084779999535235?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/3419084779999535235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=3419084779999535235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/3419084779999535235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/3419084779999535235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/termolek-di-5-kota.html' title='Termolek di 5 Kota'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWfhiq-jbI/AAAAAAAAAGo/8kjfuMdmSbE/s72-c/Gbr+Termolek+di+5+Kota.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-1167947693590432357</id><published>2008-07-10T12:28:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T06:11:37.876+07:00</updated><title type='text'>Pesona Gadis Berbau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWeY-jC4uI/AAAAAAAAAGY/8Exn-Sh5p5A/s1600-h/Gbr+Pesona+Gadis+Berbau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 148px; height: 158px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWeY-jC4uI/AAAAAAAAAGY/8Exn-Sh5p5A/s200/Gbr+Pesona+Gadis+Berbau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221253494949995234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 07 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu ratusan wahong Premna serratifolia teronggok di halaman belakang rumah Piko-pemburu bakalan bonsai di Pacitan, Jawa Timur. Daun besar dan alur rumit membuat wahong tak dilirik pebonsai. Sekarang bakalan itu diperebutkan lantaran tak kalah bagus dibanding santigi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran jin shari-kulit batang yang terkelupas sehingga berkesan tua-secara alami jadi keunggulan wahong. Jin shari terbentuk lantaran di habitatnya-pantai berkarang-wahong diterpa ombak dan pasir. Ini mirip santigi yang habitatnya serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang ukuran daun wahong besar. Daun berbentuk bulat telur itu lebarnya mencapai 5 cm dan panjang 8-10 cm. Bandingkan dengan lebar daun santigi yang hanya 5 mm dan panjangnya kurang dari 1 cm. Padahal daun bonsai idealnya kecil. Pantas pebonsai lebih memilih santigi, cemara udang, dan sancang.&lt;br /&gt;Saudara sancang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya daun mengecil, pada 2000-an banyak pebonsai menyambung wahong dengan sancang Premna mycrophila. Saudara sekeluarga wahong yang pertama kali didatangkan dari Taiwan dan Filipina itu memang serupa. Hanya saja daunnya jauh lebih kecil dan karakter jin shari-nya kurang tegas. Makanya sambungan wahong dan sancang mampu menampilkan karakter batang tegas, atraktif dengan ukuran daun kecil yang proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pebonsai kerap mengalami kegagalan. 'Tingkat keberhasilan hanya 60% jika dilakukan di Jakarta. Di Bandung bisa sampai 90%,' kata Husein Ahmad, pemain bonsai kawakan di Tangerang. Keberhasilan penyambungan sangat tergantung lingkungan. Lantaran banyak kasus kegagalan, pamor wahong pun meredup. Wahong identik sebagai bakalan yang gampang mati dan sulit digarap. Pantas, jika akhirnya tanaman yang dijuluki the stinky lady-gadis berbau-lantaran bau daunnya yang khas itu mulai dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh kondisi itu tak membuat Robert Steven-pemain bonsai di Jakarta-urung jatuh cinta pada spesies endemik Indonesia itu. Robert terpikat pada pandangan pertama tatkala melihatnya di sebuah nurseri di Solo, Jawa Tengah, pada 2003. Melihat guratannya yang artistik, Robert tak mempedulikan ukuran daun yang besar dan tidak proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran Medan itu yakin, dengan perlakuan tepat, tanaman yang habitat aslinya di pesisir laut dan tebing itu tampil sempurna. Belajar dari kegagalan pebonsai lain, Robert tak menyambung wahong dengan sancang. Si gadis berbau itu diperlakukan sebagai individu.&lt;br /&gt;Tumbuh cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja Robert mengutak-atik wahong dengan teknik bonsai. Mula-mula ditentukan batang utama dan arah geraknya. Lalu merencanakan tunas-tunas yang akan dimunculkan. Semua cabang dan ranting yang tak masuk dalam perencanaan dipangkas. Tunas yang muncul di sembarang tempat disambung ke titik yang dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya mengejutkan. Wahong tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan santigi. Daun mengecil sampai lebarnya hanya 2 mm. Jika bonsai santigi baru terbentuk sempurna setelah 8 tahun, wahong hanya 4 tahun. Musababnya dengan pembesaran cabang dan pertumbuhan ranting cepat, wahong lebih sering dipangkas dan dibentuk. Makanya dalam waktu singkat ia jadi bonsai sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tumbuh cepat, wahong lebih tahan banting. Robert berani mencuci dan memutar-mutar posisi akar bahkan memotong akar sebelum menggarapnya. 'Padahal pada santigi, akar harus dalam bola tanah dan tak boleh sembarangan diubah posisinya,' ungkap juri bonsai internasional itu. Santigi sangat gampang stres, apalagi jika akarnya terkoyak. Risiko kegagalan pada wahong jauh lebih rendah daripada santigi. Mengeksplorasinya pun lebih leluasa. Jin sharinya yang dramatis paling sesuai untuk gaya bonsai ekspresionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utak-utik Robert membuahkan prestasi. Wahong koleksinya merebut gelar the best original design pada lomba di Amerika pada 2007. Penghargaan the best broadleaf bonsai pun digondolnya. Waktu dipamerkan di Asia Pacific Bonsai and Suiseki Convention and Exhibition (ASPAC) pada 2007 di Bali, wahong jadi pusat perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pebonsai luar negeri pun terpikat. Sejak akhir tahun lalu, sekitar 200 bakalan diekspor ke Afrika, Italia, Amerika, dan Poertorico. Nama si gadis berbau pun mengharum hingga kancah internasional. (Nesia Artdiyasa/Peliput: Argohartono Arie Raharjo dan Destika Cahyana)&lt;br /&gt;http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=7&amp;artid=1389&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-1167947693590432357?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/1167947693590432357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=1167947693590432357' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1167947693590432357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/1167947693590432357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/pesona-gadis-berbau.html' title='Pesona Gadis Berbau'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWeY-jC4uI/AAAAAAAAAGY/8Exn-Sh5p5A/s72-c/Gbr+Pesona+Gadis+Berbau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-6193111738654296873</id><published>2008-07-10T12:13:00.005+07:00</published><updated>2008-12-10T06:11:38.038+07:00</updated><title type='text'>Melonjak 700%</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWc67CaeMI/AAAAAAAAAGQ/BFFtJXPm_HE/s1600-h/Gbr+700%25.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 119px; height: 157px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWc67CaeMI/AAAAAAAAAGQ/BFFtJXPm_HE/s200/Gbr+700%25.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221251879100119234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 07 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester pertama 2008 telah dilewati. Semua kalangan menyadari ekonomi global tengah amburadul. Harga minyak dunia melambung hingga US$130 per barel. Harga BBM sudah naik. Efek domino seperti kenaikan harga bahan pokok tak dapat dihindari. Belum lagi isu kompetisi bahan pangan dengan bioenergi memicu harga bahan pangan melonjak. Apalagi hari raya umat Islam tinggal dalam hitungan bulan. Intinya, kehidupan semakin sulit. Bagaimana nasib pemain tanaman hias?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja harga kebutuhan nonprimer-seperti tanaman hias-ikut terpengaruh. Agenda belanja masyarakat untuk tanaman hias berada di deretan paling belakang. Kalangan pengusaha nonpertanian boleh bilang, apa kepentingan bisnis tanaman hias di tengah terpuruknya ekonomi global. Mereka menganggap peminat tanaman itu middle up. Namun, kalangan itu juga saat ini ikut waswas. Sejujurnya penggemar tanaman hias adalah segala kalangan, maka kalangan menengah ke bawah paling terpukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal setahun lalu, masih segar dalam ingatan, pedagang tanaman hias mengalami euforia luar biasa. Pamor tanaman-anthurium dan aglaonema-melesat. Ia bahkan dipandang sebagai barang investasi. Masyarakat mengalami apa yang disebut gegar budaya, struktur otak di kepala jadi jungkir balik. Mengeja dan menghitung uang Rp100-juta dan Rp1-miliar seperti menghitung gula-gula meski tak tahu berapa jumlah nolnya. Anthurium seharga Rp30-juta-Rp75-juta dianggap biasa.&lt;br /&gt;Kesurupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu-dari satu perspektif-Indonesia tampak makmur lohjinawi. Semangat kewirausahaan melambung tinggi. Ada bocah yang masih di sekolah dasar di Solo menjadi juragan anthurium. Setiap pulang sekolah, ia bermain SMS, tahu-tahu mengantongi jutaan rupiah. Saat itu Bupati Karanganyar Hj Rina Iriani mengaku pendapatan warganya mencapai Rp3-juta-Rp7-juta per bulan berkat anthurium. Karanganyar menjadi ibukota anthurium. Wonogiri, Magelang, Yogyakarta, dan Solo pun ikut jadi ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita terjaga dari kesurupan dan mimpi indah. Kenyataan tak sama dengan mimpi. Kita merasa heran jika mengenang tanaman hias berharga Rp1-miliar dan pernah menawar separuhnya. Kita kaget ternyata semua orang memiliki tanaman dari keluarga Araceae itu. Yang mengejutkan tanaman bersosok besar itu kini sudah beranak-pinak, menghasilkan puluhan sampai ratusan ribu bahkan jutaan biji atau bibitan. Dua tiga tahun ke depan mereka menjadi jutaan tanaman bersosok raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tanaman itu hampir 'menenggelamkan' Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah. Setiap hari di Jawa Tengah terlihat orang sibuk mengangkuti anthurium ke mana saja, termasuk ke luar pulau untuk memasarkan dengan harga rendah. Dengan semangat, maaf, 'membuang limbah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman yang konon digemari para bangsawan itu kini ngumpul, beranakpinak, tumbuh, dan berkembang di sebuah ruangan yang tak berjendela atau berpintu. Bila tak ada upaya menjual ke luar negeri, mungkin giliran negeri ini yang bakal tenggelam. Pedagang tanaman hias kebingungan, tersinggung sedikit mengamuk karena mereka tengah memeluk bola panas yang belum sempat dilepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Gregorius Garnadi Hambali pernah dituduh sebagai 'orang sirik' karena selagi banyak orang menimang anthurium, ia menulis: 'lonceng kematian bisnis anthurium semakin dekat berdentang' (baca: Belum Tentu Seindah Induk, Trubus Oktober 2007). Rhenald Kasali pun pernah dihujat karena mengatakan bisnis anthurium seperti ikan lou han. (baca: Pop Marketing Anthurium, Trubus Desember 2007). Kenapa kita tidak waspada? Waktu itu kita bilang: Emang siapa Rhenald? Dia tak tahu tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang membuat tekanan psikologis pedagang tanaman hias ialah teman yang dulu berdatangan mengaku pemain anthurium kini menghilang entah ke mana. Di saat sepi mencekam seperti ini, idealnya, kita saling bertemu untuk saling curhat. Nyatanya mereka menghilang. Kemungkinan kembali ke profesi semula karena menganggap bisnis tanaman tak ada prospek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat terjaga baru disadari jumlah penjual atau pedagang anthurium, sekarang meningkat hampir 600-700 persen dibanding dua tahun sebelumnya. Pantas saja semua orang bersikap menjual daripada membeli. Baru kita mau menjual, orang lebih dulu menawari.&lt;br /&gt;Kecewa dan paranoid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bisnis yang sepi tak hanya anthurium. Aglaonema, sansevieria, puring, dan philodendron juga serupa. Namun, itu tak sepenuhnya tepat. Penjualan tetap berjalan. Hanya pembelian partai yang tak ada sama sekali. Banyak kolega bertanya: apa orang Indonesia sudah tidak lagi menyukai tanaman hias?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya harga tanaman sampai semester pertama 2008, praktis dibilang stabil, bahkan cenderung turun. Di pameran orang sibuk membanting harga. Namun, orang masih malas masuk ke lapak, membuat transaksi. Situasi yang terjadi saat ini seperti anomali: aneh, tak terbaca, tak tertebak, dan tak teraba. Cuaca dan perekonomian disebut sebagai biang keladi. Kebutuhan masyarakat meningkat dan daya beli justru merosot. Analisis yang menghibur mengatakan situasi ini tak hanya dialami oleh tanaman hias. Toko mas, tukang kelontong, penerbit buku, dan majalah pun mengalami nasib serupa: sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perspektif sempit, saya berpendapat, rakyat masih marah, kecewa, dan dendam pada anthurium yang dianggap menyengsarakan. Sebagian lain mengalami paranoid atau phobia akut sehingga benci pada semua tanaman. Ada juga kesal pada pedagang tanaman yang dianggap menjerumuskan hidup. Majalah atau tabloid tanaman hias ikut dimusuhi. Ketika mereka mencoba menawarkan alternatif baru, mereka langsung dicurigai, dianggap menyesatkan, dan menjerumuskan dalam mimpi sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan pakar ekonomi dan bukan paranormal. Saya sekadar pencinta tanaman hias. Jadi anjuran saya, cuci muka adalah cara terbaik setelah kita bangun tidur. Maksudnya, supaya wajah kita segar dan pandangan tidak nanar. Dengan itu kita pasti akan lebih mahir dan cerdas menyongsong hari esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, bila nanti muncul jagoan tanaman hias baru, selalu ambil posisi yang jelas. Kalau mau jadi pedagang, jadilah pedagang sejati, bukan spekulan atau penjudi. Jangan mencoba-coba menahan harga dengan harapan harga naik terus. Anthurium mengajarkan kita bahwa spekulan-seperti penjudi-yang hanya mengenal istilah kalah dan menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila memilih menjadi breeder, jadilah breeder sejati dan profesional. Jangan jadi breeder merangkap pedagang. Pedagang berpikir jangka cepat, menjual hanya barang yang fast moving. Sebaiknya seorang breeder atau petani mesti bersabar: berpikir jangka menengah dan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah penting, jangan menuding pihak lain sebagai pembuat harga tanaman terjun bebas. Dalam kasus anthurium, yang disalahkan barang impor. Kita lihat sendiri, yang bikin ulah ternyata kita sendiri. Sangat konyol, pistol kita arahkan ke depan, teman di belakang justru menohok kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang juga penting dicatat, kita sekarang tahu betapa pentingnya peran pemerintah untuk membantu membuka keran ekspor seluas-luasnya. Pemeritah harus tahu bahwa kita punya potensi, yang selama ini tidak pernah diperhitungkan. Ke depan mungkin Departemen Luar Negeri mesti dilibatkan mempromosikan tanaman Indonesia sehat dan bebas hama. Sementara Departemen Pertanian, atau pihak terkait di Indonesia harus menyederhanakan semua aturan yang bikin susah sekaligus memberi insentif kepada pengekspor. Bila Thailand bisa, kenapa kita tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, anthurium sudah memberi banyak pelajaran berharga bagi kita. Tapi jangan mau terpenjara oleh masa lalu, betapa pun indahnya masa lalu itu. (Kurniawan Junaedhie, wartawan &amp;amp; pencinta tanaman hias)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;cid=7&amp;amp;artid=1388&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-6193111738654296873?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/6193111738654296873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=6193111738654296873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6193111738654296873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/6193111738654296873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/07/melonjak-700_5536.html' title='Melonjak 700%'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SHWc67CaeMI/AAAAAAAAAGQ/BFFtJXPm_HE/s72-c/Gbr+700%25.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912592747411612117.post-526942009096350123</id><published>2008-05-28T15:07:00.003+07:00</published><updated>2008-11-25T09:54:47.781+07:00</updated><title type='text'>TIPS - TIPS</title><content type='html'>HAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hama adalah hewan penggangu tanaman yang secara fisik masih dapat dilihat secara kasat mata tanpa bantuan alat. Hama pada aglaonema bermacam-macam dan gejalanya berbeda-beda.. Setiap hama memiliki cara penanggulangan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Kutu Putih / Kutu Kebul&lt;br /&gt;hama &amp; penyakit aglaonemaKutu ini lebih banyak menyerang aglaonema di dataran rendah dibanding dengan di dataran tinggi. Kutu putih whitefly ini dapat ditemukan di batang dan daun bagian bawah. Kutu tersebut mengisap cairan daun dan meninggalkan jelaga pada daun. Hal ini dapat ditanggulangi dengan membersihkan dengan kapas yang telah dicelupkan insektisida encer. Setelah itu, daun disemprotkan kembali dengan insektisida. Insektisida kontak atau sistemik yang bisa digunakan, seperti mitac 200 EC dosis 1-2 ml/l, Decis 1 cc/l, dan Cofidor 200 SL dosisi 1 ml/l.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ulat&lt;br /&gt;hama &amp; penyakit aglaonemaHama ulat ada yang menyerang daun, yaitu spodoptera sp., ditandai dengan daun muda atau setengah tua yang rombeng dari pinggir. Ada juga ulat yang menyerang batang, yaitu noctuidae. Penanggulangannya dapat dilakukan dengan menggambil ulat secara mekanis. Namun, bila jumlahnya sudah banyak, ulat dapat dibasmi dengan menyemprotkan insektisida 2 minggu sekali. Insektisida yang dapat digunakan adalah Decis 25 EC 0,5-1 ml/l, Atabron 1 ml/l, atau Buldok 25 EC dosis 0.5-2 ml/l.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Belalang&lt;br /&gt;Gejala penyerapan hama belalang ini sama dengan ulat, yaitu daun menjadi rombeng. Hama ini dapat ditanggulangi dengan penangkapan secara manual. Tangkap belalang yang belum bersayap atau saat masih pagi dan berembun-belalang tidak bisa terbang dengan sayap basah. Anda juga dapat menyemprotkan Confidor 200 SL dosis 1 ml/l. Campurkan Decis 2,5 EC dosis 0,75-1 ml/l dengan frekuensi penyemprotan 2 minggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kutu Perisai&lt;br /&gt;Hama ini menyerang bagian daun. Kutu ini biasanya terdapat koloni dengan membentuk barisan di bagian tulang punggung daun, Sesuai namanya, kutu ini memiliki bentuk fisik seperti perisai pada bagian punggungnya. Kutu perisai diatasi dengan menggunakan insektisida sistemik dengan bahan aktif acephate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Root Mealy Bugs&lt;br /&gt;Hama ini menyerang bagian akar tanaman, bentuknya seperti kutu putih. Tanaman menjadi kurus, kerdil daunnya mengecil dan layu. Anda dapat menanggulangainya dengan mengganti media tanam. Selain itu, gunakan insektisida Confidor 200 SL dosis 0,5-0,75 ml/l atau Supracide 25 WP dosis 1-2 g/l dengan frekuensi 2 minggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kutu Sisik&lt;br /&gt;Menyerang bagian daun, pelepah, batang, dan bunga. Bentuknya seperti lintah dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Kutu sisik dapat menyebabkan daun mengerut, kuning, layu dan akhirnya mati. Bersihkan kutu sisik dengan cara dikerik. Anda juga dapat menyemprotkan insektisida Confidor 200-SL atau Agrimex 18 EC dosis 1 ml/l dengan frekuensi 1 minggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYAKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit pada tanaman khususnya aglaonema disebabkan oleh 2 patogen, yaitu cendawan dan bakteri. Jumlah cendawan yang menyebabkan penyakit umumnya lebih banyak dibanding bakteri. Bagian tanaman yang terkena bakteri biasanya mengeluarkan bau tidak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Busuk Akar&lt;br /&gt;Penyakit ini ditandai dengan daun yang menjadi pucat lalu busuk, batang yang berlubang dan layu, serta akarnya berwarna coklat kehitaman. Busuk akar disebabkan karena media yang terlalu lembap sehingga menyebabkan cendawan cepat berkembang. Tanggulangi busuk akar dengan mengganti media baru yang lebih porous, lalu potong bagian akar yang busuk dan oleskan fungisida pada bekas potongan. Bisa juga dengan menyemprotkan fingisida Previcur N dosis 1 ml/l dengan frekuensi 2 minggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Layu Fusarium&lt;br /&gt;Gejala serangan ditandai dengan tulang daun yang pucat berubah warna menjadi cokelat keabuan lalu tangkainya membusuk. Penyababnya adalah media yang selalu basah sehingga media tanam jadi ber-pH rendah. Kondisi tersebut membuat cendawan fusarium oxysporium leluasa berkembang. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan cara mengganti media tanam. Dapat juga dengan menyiramkan fungisida Derosol 500 SC dosis 1,5 ml/l setiap 2 minggu. Bisa juga diatasi dengan menyemprotkan fungsida Folicur 25 WP 1-2 g/l atau Folocur 250 EC 1-2 ml/l atau Delsane MX 200 dosis1 g/l. Penyakit ini dapat dicegah dengan menyiramkan Folicur 250 EC dengan konsentrasi 2 ml/l setiap 2 minggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Layu Bakteri&lt;br /&gt;Dari namanya tentu dapat diketahui bahwa penyakit tanaman disebabkan oleh bakteri. Layu bakteri ditandai dengan daun dan batang yang melunak serta bau yang tak sedap. Untuk mencegahnya, media tanam harus tetap dijaga agar tidak terlalu basah dan lingkungan sekitar tidak terlalui lembap. Atasi layu fusarium dengan menyemprotkan bakterisida Agrept dosis 1-2 ml/l atau Starner dosis 1 g/l setiap 2 minggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bercak Daun&lt;br /&gt;Penyakit ini disebabkan oleh cendawan. Sesuai namanya, penyakit ini ditandai dengan adanya bercak daun yang lama kelamaan akan membusuk. Bercak daun ini dapat diatasi dengan langsung memotong daun yang busuk. Dapat juga menyemprotkan fungisida folicur 25 WP dosis 1-2 g/l atau folicur 250 EC dosis 1-2 ml/l. Selain itu, dapat juga dengan menggunakan Score dosis 1 cc/l. Frekuensi penyemprotan 2 minggu sekali. Pupuk berkadar kalsium tinggi juga dapat membantu mengatasi penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIRUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya virus pada aglaonema ditandai dengan daun yang berlubang menjadi kekuningan atau menjadi keriting. Perubahan tersebut karena virus dapat menghancurkan klorofil dan jaringan lainnya pada daun. Tanaman yang terjangkit virus tidak dapat ditanggulangi. Perawatan dan pengendalian lingkungan yang baik merupakan cara pencegahan yang paling efektif. Virus dapat menyebar dengan bantuan vektor seperti hama pengisap cairan tanaman dan penggunaan alat potong yang tidak steril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan Fisiologis&lt;br /&gt;Gejala fisiologis disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan seperti sinar matahari, suhu, defisiensi hara, air, dan tingkat keasaman. Sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan daun mengering dan layu. Bercak coklat akan timbul bila daun yang tidak berklorofil terbakar sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber cahaya yang tidak merata dan posisi tanaman yang tidak pernah diputar menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi miring. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan warna daun pada aglaonema menjadi memucat. Selain itu, kelebihan air dapat menyebabkan daun menguning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping gejala-gejala tersebut, pernahkah Anda melihat daun aglaonema menjadi kecil dan kerdil? Hal itu bisa disebabkan oleh defisiensi hara, media yang sudah lama tidak diganti, atau aglaonema tidak cocok dengan ketinggian tempat.&lt;br /&gt;source : www.duniaflora.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit Bawang Bikin Subur dan Berbunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin tanaman di halaman rumah Anda subur dan berbunga? Mudah sekali caranya. Kumpulkan sisa kupasan kulit bawang merah atau putih, dan rendam dalam air secukupnya selama satu malam. Esok harinya, siramkan air tersebut tanpa membuang kulit bawangnya ke tanaman. Lakukan terus secara rutin. Anda bisa melihat hasilnya. (Dyah Retnaningsih, Bandung)www.tabloidrumah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basmi Ulat Bulu? Nggak Susah Kok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulat bulu memang mendatangkan banyak masalah. Apalagi kalau ia bergelantungan di pohon yang kita sayangi. Seorang penjual tanaman memberikan cara jitu untuk mengusir ulat-ulat bulu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya sangat sederhana dan murah. Semprotkan campuran sabun deterjen dan air ke tempat ulat-ulat itu bergelantungan. Ulat tersebut akan menjadi kaku dan selanjutnya akan berjatuhan ke tanah. (Fintawati Rahardjo, Bandung) www.tabloidrumah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapur Sirih Pembasmi Hama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun pohon rambutan, mangga, atau tanaman hias sering dihinggapi hama putih yang mengganggu kesuburan. Hilangkanlah dengan larutan kapur sirih. Caranya, siapkan satu gayung air yang dicampur dengan kapur sirih kira-kira satu genggam tangan. Aduk hingga rata, lalu siram atau semprotkan pada daun yang terkena hama. Lakukan setiap pagi. Hasilnya, hama hilang, daun tanaman Anda pun kembali hijau dan berbuah segar. (Dyah Retnaningsih, Bandung)www.tabloidrumah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepit Gabus Agar Mekar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sansevieria yang baru didatangkan dari luar negeri biasanya stres, daun mengkerut kekurangan air. Jika daun telanjur menutup, butuh waktu lama untuk kembali ke bentuk semula. Untuk mengatasinya, Boen Soediono di Pluit, Jakarta Utara, menyelipkan potongan styrofoam di helaian daun. Styrofoam membantu daun sansevieria membuka. Lamanya pemakaian styrofoam berkisar 3-8 minggu, tergantung jenis. Malawi midnight butuh waktu 3 minggu, sementara kirkii, 1-2 bulan. Segera setelah beradaptasi di tempat baru-ditandai dengan jepitan pada styrofoam yang makin longgar-styrofoam bisa dilepas. Daun yang awalnya mengkerut kembali segar. www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthurium Tampil Beda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap jenis anthurium memiliki cara tersendiri agar tampil indah dan menarik. Jenmanii, wave of love, dan keris cocok ditanam dalam pot lantaran pertumbuhan daun ke atas. Namun, jenis anthurium yang daunnya menjuntai, seperti selendang dan dasi, lebih menarik jika ditanam dalam lempengan pakis seperti anggrek. Itulah yang dilakukan Wied Setia Sanjaya, perancang taman di Pasuruan, Jawa Timur. Dengan begitu tidak perlu repot menggantung pot, cukup ditempelkan di dinding, kerabat aglaonema itu tampil menawan. www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedotan Lindungi Ujung Sanse&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan sansevieria seringkali tak sempurna lantaran ujung-ujung daun tak utuh. 'Sansevieria memang gampang patah ujung daunnya,' kata Anna Sylvana, juri sansevieria. Namun, M Burhan di Yogyakarta punya cara mengatasinya. Ujung-ujung daun S. ballyi nampak berwarna biru dari kejauhan saat Trubus bertandang ke nurserinya. Rupanya Burhan menggunakan potongan sedotan untuk melindungi ujung-ujung daun. Begitu dibuka, tampilan lidah mertua sempurna dengan semua ujung daun utuh. www.trubus-online.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912592747411612117-526942009096350123?l=aglaonemaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/feeds/526942009096350123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1912592747411612117&amp;postID=526942009096350123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/526942009096350123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912592747411612117/posts/default/526942009096350123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aglaonemaku.blogspot.com/2008/05/namun-bukan-berarti-jenis-jenis-mahal.html' title='TIPS - TIPS'/><author><name>'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660886780024378807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_-k0c-UTDpVk/SSoulsdX7mI/AAAAAAAAARo/IJwe2BeCnhQ/S220/Poto+Berdua+Bali..JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
