PR Pertama
Tak disangka dan tak dinyana akhirnya datang juga tuch PR tepatnya tanggal 2 November 2008 dari Om EBT alias Easy Blog Trick alias Ayas…
Pengennya hari gini ada yang ngasih uang gitu ..(maunya sehh) ini adalah PR yang pertama dari awal ngeblog tapi baru saat ini aku ngerjain PR (sudah minta ijin ama Om EBT – Minta kelonggaran waktu hehehehe…dan diberikan …baik yaa) PR ini tertunda sudah lama, dan hari ini aku akan menyelesaikan PR nya.
Katanya sih PR ini merupakan 'warisan' dari RAJA. Tapi dengan adanya PR persahabatan dalam dunia maya makin asyik aja...
Bukan nya tidak mau mengerjakan PR itu tetapi akhir2 ini aku disibukan dan dikejar sama dealine ... namanya juga kuli hehehe... koq cerita melulu nich ...ya udah lihat cara aku mengerjakan PR... serius ato nggak yaaa.. Sersan aja kali yeee
Ceritanya nich EBT kan dapat PR dari bung RAJA, nah ... cerita punya cerita ketahuan tuch bahwa sebenarnya PR itu adalah : Menceritakan 10 hal tentang diri kita. OOOO walah dalah gitu tooh ... Nah, kalau sudah dikerjakan, dilanjutkan tuch PR alias di 'wariskan' kembali ke 10 teman lain... (pesan berantai tapi bukan MLM lho itu menandakan rangkaian persahabatan kali yaaa... kali aja) Kalau sudah, bagi yang kebagian warisan, harap meninggalkan koment kepada sang pewaris PR. Buat laporan klo PRnya dah dikerjain, supaya bisa cepet dinilai... (jadi pak guru nich) anda bingung jangan bingung... ikutin aja petunjuknya tinggal ngetik aja koq hehehe
PR Kedua dari Om PRIWA
PR kedua datangnya tanggal 10 November 2008 mo di tolak nggak enak... nah untuk itu sekalian aja di jawabnya nich PRnya yang datangnya dari Om PRIWA ... Konon ceritanya PR tersebut hasil warisan dari Mas Ridwan tapi buat Om PRIWA jangan berkecil hati karena PR nya akan saya selesaikan juga saat ini ... semoga tidak berkecil hati ya Om PRIWA ??? walaupun di gabung dengan PR pertama yang penting esensinya tetap kita menjalin persahabatan sesama blogger di dunia ini ... pilitis banget sih hehehehe...
Oke kali ini berikut jawaban dari PRnya, tadi... 10 hal tentang diri aku is:
1. Namaku = Berdasarkan sejarah dan melihat ijazah aku itu bernama AGUS HERMANTO, yang pasti itu nama dari kedua orang tuaku yang tercinta walaupun saat ini ibunda tercinta telah mendahulikyu (jadi sedih...)
2. Aglaonemaku = itu nama panggilan blogku tapi kalo waktu zamannya kuliah aku di panggil CHABE, kalo di kantor dipanggil HERMANTO kalo di perumahan di panggil PAK AGUS ... Jadi binun nggak tapi pastinya terserah para blogger mo panggil apa aja yang penting persahabatannya bukan begitu bukan ...sip lah... lanjut mang
3. Sejak tahun 90 aku berada di Jakarta, yang semakin hari semakin macet dan semakin macet dan semakin macet... eehhh sekarang ditambah banjir dan banjir dan banjir karena lagi musim hujan... tolong dunk pak Gubernur DKI
4. Lahirku di kota ujung pulau Sumatera tepatnya di Aceh Tengah (Takengon) dan selalu berpindah-pindah karena Bokap adalah seorang Tentara saat ini udah sepuh alias pensiun
5. Sukuku??? aku jadi binun kalo ditanya sukunya apa ... karena bokap dari Kalimantan Barat (Pontianak) Melayu dan kalo mendiang nyokap lahirnya di Padang sedangkan orang tuanya yang laki-laki tentara juga loo yang selalu berpindah-pindah terus (kakeku...sudah wafat) dari Ciamis dan ibunya (neneku... masih sehat) dari Melayu deli dicampur lagi dari Aceh ... jadi sukuku adalah orang Indonesia 100%
6. Bulutangkis adalah olah raga yang paling aku suka saat ini tapi sebelumnya sewaktu masih zamannya kuliah aku lebih sering melakukan kegiatan alam bebas dan kadang lebih spesifik di clambing (bukan clabing looo)
7. Musik ...wow suka lah, kalo menurutku orang yang tidak suka musik itu adalah hal yang teraneh... karena musik adalah bahasa yang sangat universal... sekalian looo aku sering karokean di rumah ...gayanya bak penyanyi profesional aja padahal kata istriku kalo aku nyanyi orang pada tutup kuping semua ..hahaha
8. Kerjaku saat ini disalah satu perusahaan jasa consultan management ... sering tugas keluar kota hampir seluruh Indonesia sudah disinggahi kalo kata istriku lagi nich kerjaan berwisata (jalan-jalan di gaji hehehehehe)
9. Rencana Kedepannya apabila Allah SWT memanggilku aku ingin sekali menunaikan Ibadah Haji bersama keluarga besarku, akan aku bawa kedua orang tua kami menunaikan Rukun Islam yang ke 5... semoga ...doa in ya...para Blogger
10. Akhirnya selesai juga Prnya, terakhir aku ingin selalu dan terus berbuat kebaikan ...
Itulah jawaban Prnya semoga para sahabat Blogger nggak binun yaaaa... Sekarang saatnya berbagi warisan sama sahabat blogger...siap-siap siapa yang beruntung dapet PR .... yang mendapatkan PR adalah :
1. Yunihadi Indra - Pekan Baru
2. Sulae - Kalimantan Selatan
3. Sari Dewi A - Citeureup
4. Rudi Wahyudi - Tangerang
5. Rais - Palembang
6. Odoy - Cibuntu Kuningan
7. Noeqiah - Bandung
8. Mykawali
9. Lukman Noer
10. Laurent Susanto - Kediri
Selamat mengerjakan sukses deh ... dikasih kelonggaran waktu deh untuk mengerjakan PR tapi jangan kelamaan yaaa
Salam
Aglaonemaku
Kamis, November 27, 2008
Hari ini aku mengerjakan PR... Selesai Bebas euyyy
Diposting oleh ' di Kamis, November 27, 2008 |
Selasa, November 25, 2008
Cara Berbinis Tanaman Hias
Ternyata jadi buser atau hunter bisa jadi pilihan. Modal hanya handphone yang bisa MMS. Berikut ini beberapa model bisnis yang bisa Anda pilih sesuai dengan kondisi keuangan, kesehatan, dan cita-cita pribadi sejak kecil.
Sewa dan Buka Gerai Tanaman Hias.Ini cara paling konvensional.
Ini cara paling konvensional.Menjual tanaman hias dengan cara menyewa lapak di tempat terbuka.
Kalau Anda punya nyali dan mau sedikit nekad, bisa menggunakan lahan kosong milik pengembang yang tidak difungsikan atau lahan kosong milik siapa saja. Cuma konsekuensinya, Anda harus siap-siap dikejar petugas Trantib dan berurusan dengan para preman. Jelas, cara ini tidak dianjurkan. Yang paling baik, sewa saja secara resmi lapak-lapak di sentra-sentra tanaman hias yang juga resmi.
Di Jabodetabek misalnya ada di Ragunan; Flona Alam Sutera di Serpong Tangerang, dan Pusat Tanaman Hias BSD City di Kompleks Taman Tekno Tangerang.Sistem sewa biasanya dihitung per bulan atau per tahun di luar biaya kebersihan dan keamanan. Hitungan untuk tahun 2007, rata-rata per tahun 5—10 juta rupiah untuk setiap kapling. Kalau lahan sudah habis di tempat resmi tadi, Anda bisa ‘membeli hak pakai’ pada penyewa lama secara ‘bisik-bisik’. Dengan catatan, penyewa lama sudah bosan. Harga beli ‘hak pakai’ juga bervariasi, antara Rp20—100 juta per kapling.
Menyewa lapak di sentra penjualan tanaman hias resmi, selain tidak dikejar-kejar petugas Trantib, Anda juga tidak perlu repot-repot promosi. Karena sentra tanaman itu sendiri sudah mampu mengumpulkan pengunjung. Paling tidak, kalau Anda belum punya pelanggan, kalau nasib baik, ada pelanggan tetangga ‘kesasar’ masuk ke gerai Anda. Yang perlu Anda lakukan tinggal memajang tanaman-tanaman yang bagus, mempekerjakan karyawan yang ramah, dan membuat gerai Anda menyenangkan. Sewa Stan dan Buka Pameran
Pameran tanaman hias merupakan ajang promosi dan ajang penjualan yang bagus. Pihak penyelenggara melakukan banyak promosi untuk mengudang konsumen datang. Kalau Anda sewa stan dan buka pameran di situ, bukan mustahil gerai Anda dikunjungi orang, dan tanaman Anda dibeli orang.
Sekadar informasi, di Jabodetabek, sewa stan pameran saat ini berkisar Rp750.000 sampai Rp3.000.000, untuk gerai ukuran 3 x 5 meter, selama pameran berlangsung antara 7 sampai 10 hari. Di Jakarta ada beberapa event pameran tanaman yang berskala nasional, seperti Pameran Flora Fauna di Lapangan Banteng setiap bulan Agustus, atau pameran-pameran tanaman hias yang diselenggarakan Majalah Trubus. Namun, banyak juga pameran-pameran serupa yang diselenggarakan oleh Pemda, Supermal, atau event-event organizer di banyak tempat. Yang perlu Anda lakukan adalah selain menyiapkan tanaman hias andalan juga mencetak kartu nama untuk disebar. Jangan lupa cetak nomor telepon Anda jelas-jelas agar setelah pameran usai, tanaman Anda tetap dibeli orang.
Open House
Open house atau buka nurseri di rumah sendiri paling enak. Anda bisa setiap hari menongkrongi, memantau, dan menerima pembeli. Kalau bisnis Anda laku, Anda boleh bilang pada keluarga di rumah yang ikut menyaksikan, bahwa jadi pedagang tanaman hias tidak ‘hina’. Cara ini gampang dilakukan bila Anda punya pekarangan atau lahan yang memenuhi persyaratan. Namun bagi yang tidak punya lahan, jangan berkecil hati, bisa bikin dak di atas rumah. Enaknya, para tetangga yang lewat dan melihat, atau sanak keluarga yang kebetulan mampir bisa menjadi pengiklan bisnis Anda. Syukur-syukur mereka juga ikut tergerak untuk membelinya, bukan malah memintanya secara gratis.
Kalau yang terakhir ini terjadi, jangan sekali-kali Anda mengabulkannya. Lebih baik Anda menjual kepada mereka dengan harga miring atau rugi, daripada memberinya cuma-cuma. Jangan sampai yang kemudian menjadi berita dari mulut ke mulut adalah bahwa tempat Anda adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan tanaman secara gratis. Dengan menjual murah atau rugi, sedikitnya, yang akan menjadi berita adalah tempat Anda menjual tanaman dengan harga murah.Keuntungan lain dengan memilih cara ini, Anda tentu saja tidak perlu buang biaya untuk menyewa lapak. Selain itu, jika sedang tidak ada pembeli, Anda bisa menikmati keindahannya setiap hari. Kerugiannya, istri, mertua, anak atau cucu Anda bisa terganggu ruang geraknya. Anda juga harus mulai bersiap-siap memiliki rumah seperti hutan belantara. Cara ini juga bisa dilakukan secara luwes. Misalnya, kalau Anda masih kerja, atau punya usaha lain, Anda bisa melakukan open house khusus pada hari Sabtu dan Minggu.
Menitipkan Tanaman
Tanaman bisa Anda titipkan ke teman yang menjual tanaman atau ke penjual tanaman yang Anda kenal. Ini cara paling aman, terutama jika Anda tergolong hobiis pembosan. Jadi kalau ada tanaman yang Anda anggap sudah menjemukan, Anda bisa meminta mereka untuk memasarkannya. Cara titip teman juga pas jika Anda tergolong pemalu, atau masih malu-malu menjadi pedagang tanaman hias. Keuntungannya, rumah Anda nyaman, dan Anda tak perlu mengeluarkan biaya sewa lapak. Jeleknya, ada kemungkinan tanaman Anda tersia-sia di tempat ‘penitipan’. Bahkan bukan tidak mungkin, orang-orang yang Anda titipi malah ‘mencuri’ tanaman Anda dengan memotong bonggol atau akarnya tanpa Anda ketahui.
Menyewa Tukang Gerobak Keliling
Ini cara paling jitu kalau rumah Anda sempit, dan Anda tidak punya kebun sendiri. Bikin gerobak dorong, dan panggil para pengangguran yang tinggal di sekitar Anda untuk diajak menjadi pedagang keliling tanaman hias. Minta kepada mereka untuk masuk ke perumahan-perumahan menjajakan tanaman Anda. Dewasa ini banyak orang senang tanaman hias tapi terlalu sibuk untuk mendatangi nurseri. Mereka adalah pasar potensial Anda.Enaknya, setiap hari Anda menerima setoran dari para penarik gerobak dorong. Kalau setiap gerobak menyetor Anda uang Rp1 juta saja sehari, kita sudah bisa bayangkan, betapa indahnya bisnis tanaman hias. Dari sana sekaligus Anda juga bisa mendapat info tanaman yang disukai dan tanaman yang tidak disukai. Dengan demikian, Anda bisa langsung belanja tanaman yang disukai konsumen di tempat penjualan grosir tanaman hias. Risikonya, kalau penarik gerobak kabur beserta gerobaknya Anda bisa gigit jari. Namun, Anda bisa cegah terlebih dulu dengan menyimpan fotokopi KTP-nya. Kalau ada apa-apa, tinggal lapor polisi.
Menjadi Hunter atau Buser
Kalau Anda ingin dapat untung dari berjualan tanaman hias tapi modal cekak atau tidak punya modal sama sekali, cara ini bisa dilakukan, yaitu dengan menjadi seorang hunter (pemburu) atau buser (buru sergap) tanaman hias.Pada dasarnya hunter dan buser adalah makelar atau istilah kerennya brooker. Modalnya, informasi dan sebuah handphone yang bisa kirim foto melalui Multimedia Messaging Service (MMS). Dengan model bisnis ini, Anda bahkan tidak harus punya tanaman sendiri.
Membuka Kebun Khusus Sendiri di Daerah Pinggiran
Cara ini mungkin termasuk cara paling mahal. Karena kita harus menyewa atau memiliki lahan luas di daerah pinggiran yang harga atau sewa tanahnya masih murah. Namun, percayalah, meski di dearah pinggiran sekali pun, kalau koleksi tanaman hias Anda bagus, orang akan tetap memburunya. Bak syair lagu “Ke gunung kan kudaki, ke laut kan kuseberangi….”Keuntungannya, Anda bisa memilih konsumen yang datang ke kebun. Kalau Anda sedang capek Anda bisa mengatakan nurseri Anda tutup, Anda sedang di luar kota atau alasan-alasan lainnya. Bahkan Anda bisa menyeleksi pembeli Anda. Keuntungan lainnya, kalau orang sudah jauh-jauh datang ke tempat Anda, sudah pasti mereka juga akan berbelanja cukup banyak.
Membuka Kebun, Sekaligus Membuka Kedai Kopi atau Galeri
Kalau kondisi keuangan memungkinkan, dan lokasi mendukung, selain membuka kebun dan menjual tanaman, Anda bisa menambah fasilitas lain seperti kafe, kedai kopi, atau galeri lukisan. Jadi, selain berburu tanaman, pengunjung bisa menikmati kopi atau membeli lukisan.Di Bandung ada All About Strawberry. Bapak dan ibu membeli buah atau tanaman stroberi, sementara anak-anak bisa minum jus stroberi. Di Baturaden, Purwokerto ada Puspa Tiara Nurseri yang menyediakan bakso dan kopi. Istri membeli tanaman, anak-anak makan bakso dan suami bisa minum kopi. Semua happy!
Menjajakan dengan Sepeda Motor atau Mobil
Cara bisnis seperti ini boleh dicoba kalau Anda tidak punya lapak. Anda tinggal ambil dagangan di tempat kulakan, lalu menjajakan secara keliling dengan sepeda motor atau mobil. Sasarannya, pedagang-pedagang tanaman hias kaki lima atau masuk ke pedagang-pedagang yang sedang buka stan pameran yang karena terlalu sibuk tidak punya waktu untuk kulakan.. Kita bisa menjual per lima atau per sepuluh pot. Tak usah untung banyak, asal penjualan lancar dan pembayaran bagus, sudah aduhai. Modalnya, cuma tahu tempat kulakan, tahu lokasi sasaran kita berada, dan punya sepeda motor atau mobil yang bisa dipakai. Kalau Anda bisa ngutang dulu di tempat kulakan, lebih asoy. Jadi Anda tak perlu mengeluarkan modal. Tentu saja, Anda harus langsung membayarnya begitu Anda menerima uang.
Membuat Website
Kalau mau memasarkan tanaman Anda ke pasar lebih luas, Anda bisa membuat website. Di situ Anda bisa memasang foto-foto tanaman, dilengkapi deksripsi dan harganya.Membuat website tidak mahal. Anda cuma harus membayar seorang desainer web, untuk membuat website. Lalu menghubungi dan membayar pihak web hosting, agar website Anda bisa disiarkan ke seluruh dunia. Keuntungan lain jika mempunyai website, Anda malah bisa jadi brooker. Tanaman milik teman yang hendak dijual bisa Anda foto, lalu gambarnya dipasang di website. Jika laku, Anda akan mendapatkan komisi.
Pasang Iklan Baris di Internet
Punya tanaman, tapi tidak punya gerai, atau malu mejeng di pameran, tidak bisa bikin gerobak boro-boro punya website? Gampang saja. Pasang iklan baris di Internet. Dewasa ini banyak portal-portal tanaman hias yang bersedia memasangkan iklan baris Anda secara gratis. Contohnya, duniaflora.com . Syaratnya cuma satu: Anda tidak gaptek Internet. Kalau cuma tidak punya Internet, gampang, datang saja ke Warnet atau bawa laptop dan bayar vouncher sewa hot spot yang banyak dimiliki supermal atau kafe.
Buka Supermarket
Buka supermarket butuh lahan dan bangunan yang memadai. Di situ orang bisa berbelanja tanaman hias secara swalayan. Cuma mungkin, Anda tidak cukup bayar tenaga untuk bagian kasir, tapi perlu juga sewa para detektif untuk mengatasi para pengutil tanaman. Maklum, tukang kutil biasanya juga mencari peluang di supermarket Anda.
Jadi importir.
Anda berangkat ke Thailand, dan membawa pulang tanaman yang sedang digemari di tanah air. Kelihatannya keren. Syaratnya, paling sedikit Anda punya paspor, surat izin impor dan uang memadai... Menurut orang yang suka ulang-alik ke sana, sedikitnya kita harus membawa Rp. 500 juta, supaya kita untung. Kalau bawa uang dibawah itu, bisa saja, tapi Anda tekor. Anda juga harus siap berurusan dengan masalah bea cukai setelah barang Anda tiba di bandara. Repotnya, tidak ada tarip resmi, semua masih dihitung suka-suka.Saat buku ini ditulis, beaya seperti ini, untuk sekali masuk barang bisa mencapai antara Rp. 10 juta sampai Rp. 25 juta. Tentu saja beaya sebesar itu harus Anda masukkan sebagai komponen harga jual. Salah-salah berbicara dengan pihak berwenang, bukannya Anda dapat untung, barang malah disita, untuk dimusnahkan. Anda pun gigit jari. Kalau Anda tergolong tidak gentar atau suka naik pesawat terbang dan sedikit punya nyali, model bisnis ini bisa dicoba.
(Dikutip dari buku, “JURUS SUKSES BISNIS TANAMAN HIAS”, karangan Kurniawan Junaedhie, PT Agro Media Pustaka, Jakarta 2007)
Source: www.duniaflora.com
Diposting oleh ' di Selasa, November 25, 2008 |
Label: aglaonema, Bisnis, Pameran, Promosi, tanaman hias
Kamis, November 20, 2008
Walah! Aglaonema Bidadari Dijual Rp 300 Juta

JAKARTA, RABU — Sebuah tanaman dibanderol Rp 300 juta. Wow! Mengapa bisa semahal itu? Pasalnya, tanaman koleksi eksklusif Harry Setiawan berjenis aglaoneme bidadari itu merupakan tanaman langka dan hanya satu-satunya di Indonesia. Penasaran?
Tanaman itu dipajang dalam Agro Expo yang digelar di Parkir Timur Senayan hingga 22 November. Salah satu panitia, Suci Puji Suryani, mengatakan, alasan mahalnya tanaman itu semata-mata karena kelangkaannya. "Penetapan harga itu ada beberapa faktor. Melihat harga pasar, juga terserah si pemilik saja," kata Suci kepada Kompas.com, Rabu (19/11).
Saat ditanya bagaimana menjamin bahwa tanaman itu hanya satu-satunya di Indonesia, Suci mengatakan, hal itu sudah dipastikan oleh kalangan pecinta tanaman. Tanaman itu, menurut dia, merupakan hasil persilangan yang belum pernah ada sebelumnya. Daunnya agak lebar, berwarna merah muda bercampur putih.
Selain aglaonema bidadari, ada pula aglaonema harlequin yang dijual dengan harga Rp 150 juta. Saat awal kemunculannya pada 2007, tanaman ini bahkan ditawarkan dengan harga Rp 650 juta! Di atasnya, masih ada lagi adenium socotranum (batang merah) seharga Rp 250 juta. Tanaman ini berasal dari Pulau Socotra di Semenanjung Yaman yang tergolong jenis langka di habitatnya. Diperkirakan, bisa mencapai umur 60 tahun.
Tanaman-tanaman ratusan juta ini ditempatkan pada satu area yang terdiri atas sekitar 60 jenis tanaman. Jika ditotal, harga jual seluruhnya mencapai Rp 2 miliar! Siapa para pembeli tanaman mahal ini? "Ada saja yang cari. Namun, sudah laku atau belum kami tidak tahu karena untuk transaksi langsung ke pemilik dan biasanya sehabis pameran," kata Suci.
Suci mengingatkan, bagi para pecinta tanaman yang tertarik dengan bunga-bunga mahal agar mengumpulkan berbagai informasi dan memastikan jenis tanaman yang dibelinya kepada komunitas pecinta tanaman. Salah satu milis disebutkan Suci, yaitu aglaonemaindonesia@yahoogroups.com
Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary
source : www.kompas.com/
Diposting oleh ' di Kamis, November 20, 2008 |
Label: aglaonema, bidadari, Koleksi, Langka, tanaman hias
Selasa, November 18, 2008
Musim Hujan dan Dampak Bagi Tanaman
Menurut hemat saya, musim hujan dapat dibagi menjadi tiga fase.
1. Awal musim hujan (akhir musim kemarau)
Ciri, sinar matahari cukup banyak, suhu udara panas, kelembaban udara absolute (Ah) tinggi, kelembaban udara relatip (Rh) tinggi, hujan masih jarang terjadi, dan sumber air tanah maupun air permukaan sedikit.
Dampak bagi tanaman :
Proses transpirasi (proses pendinginan) terganggu karena tingginya nilai Rh. Keadaan ini diperparah dengan sulitnya proses pendinginan secara konduksi lewat daun, karena bahang panas pada fase musim ini juga tinggi. Akibatnya tanaman akan kepanasan, daun dan batang tanaman nampak layu meski masih nampak hijau. Kalau kondisi parah ranting dan daun akan menguning dan rontok.
Kesalahan yang sering dilakukan pada fase ini, melihat tanaman nampak layu timbul anggapan tanaman kurang air. Padahal kelayuan muncul bukan karena kekurangan air (seperti pada musim panas), namun akibat terganggunya proses penyerapan air karena transpirasi terhambat. Dampak selanjutnya gampang diduga, zona akar akan kelebihan air dan mengundang penyakit.
2. Pertengahan musim hujan
Ciri, sinar matahari terhalangi mendung, suhu udara turun, kelembaban udara absolute (Ah) turun / rendah, kelembaban udara relatip (Rh) tinggi, frekwensi hujan tinggi, dan sumber air tanah maupun air permukaan melimpah.
Dampak bagi tanaman :
Kelembaban (Rh) tinggi pada suhu yang rendah merupakan kondisi ideal pertumbuhan spora jamur. Tanaman yang tidak sehat atau bagian tanaman yang tua menjadi rentan serangan jamur. Genangan-genangan air pada bagian batang, bonggol, dan daun (bagian-bagian yang kaya karbohidrat) cepat atau lambat akan diserbu jamur.
3. Akhir musim hujan (awal musim kemarau)
Ciri, sinar matahari mulai banyak terlihat, suhu udara naik, kelembaban udara absolute (Ah) naik / tinggi, kelembaban udara relatip (Rh) turun/rendah, hujan semakin jarang terjadi, dan sumber air tanah melimpah sedang air permukaan menurun.
Dampak bagi tanaman :
Transpirasi dapat berjalan dengan baik dan dengan demikian proses penyerapan nutrisi dapat berlangsung dengan baik pula. Proses pertumbuhan tanaman dimulai kembali.
Thari Wie (www.omahijo.com)
Source : www.kebonkembang.com
Diposting oleh ' di Selasa, November 18, 2008 |
Label: aglaonema, media tanam, Musim Hujan, tanaman hias
Zat Pengatur Tumbuh untuk Perangsang Bunga
Munculnya bunga pada suatu tanaman menunjukkan tingkat kematangan tanaman memasuki fase atau masa dari vegetatif ke generatif. Perubahan ini dapat dikarenakan pengaruh internal hormon tanaman atau zat pengatur tumbuh tanaman secara eksternal.
Secara alamiah di dalam tanaman terdapat banyak hormon yang mengatur dan memicu terjadi proses fisiologis. Proses-proses fisiologis itu antara lain pertumbuhan akar, tunas, pembungaan dan sebagainya. Pembahasan topik dibatasi pada hormon ataupun zat pengatur tumbuh yang berperan dalam mendorong pembungaan.
Catatan: zat pengatur tumbuh adalah hormon yang disintesis (buatan)
Ada beberapa hormon di dalam tanaman yang berpengaruh dalam pembungaan, yaitu Gibberelin. Sedangkan zat pengatur tumbuh tanaman yang berperanan adalah kelompok Auksin NAA, gas etilen (karbid) dam penghambat tanaman (retardan) Paklobutrasol, Alar dan Cycocel.
Contoh penggunaan zat pengatur tumbuh untuk perangsang pembungaan:
Tanaman kelompok Bromelia (Nanas) dirangsang dengan gas Etilen (Karbid) dan Ethepon (Ethrel).
Tanaman Mangga dan Durian dirangsang dengan Paklobutrasol (Patrol, Goldstar)
Tanaman Aglaonema dan Spathiphyllum dirangsang dengan Gibberelin/GA3 (Grow Quick Flower, Sunerellin).
(Yudha Hartanto MSi., diolah dari berbagai sumber).
source: www.tokopupuk.com
Diposting oleh ' di Selasa, November 18, 2008 |
Label: aglaonema, media tanam, Perangsang, tanaman hias, Zat Pengatur
Pengenalan Hama: Cara Makan dan Pengendaliannya


Hama tanaman mempunyai ciri tersendiri dalam melakukan aktifitas makannya. Aktifitas ini dapat dijadikan acuan penentuan jenis hama yang menyerang dan sekaligus pengendaliannya.
Berikut disajikan macam cara makan dan gejala serta jenis hama yang menyerang:
Menggigit - mengunyah
daun/bunga sobek
daun/bunga berlubang
daun/bunga terpotong
daun tinggal tulang daun
kuncup bunga berlubang
daun menggulung
gerekan pada batang
Menusuk - menghisap
bentuk daun/bunga menjadi keriting
daun menjadi salah bentuk
permukaan atas daun menjadi kusam
permukaan atas daun terdapat bintik yang kontras dengan warna daun
permukaan bawah daun terdapat bekas luka tusukan
terdapat substansi yang lengket seperti �honeydew�
permukaan atas daun terdapat lapisan hitam (jelaga)
terdapat sarang seperti sarang laba-laba
Meraut - menghisap
bunga tidak membuka normal
permukaan atas daun menjadi keperakan
gugur bunga prematur
Memarut/mengorok
terdapat bekas korokan di permukaan atas daun
menimbulkan puru (gall)
Penjelasan hama yang menyerang dan pengendalian dengan insektisida
Menggigit- mengunyah
Jenis hama yang menyerang: Ulat, Kumbang dan Belalang
Insektisida: Decis, Metindo, Sevin, Supracide, Larvin, Buldok, Baycarb, Furadan 3G- Dursban, Slamfast/Mitecut, Matador, Rizotin.
Menusuk - menghisap
Jenis hama yang menyerang: Aphid, Kutu Perisai, Whitefly, Mealybug, Root Mealybug, Spider Mites (Red Spider dan Two Spotted), Fruitfly (Lalat Buah), Fungus Gnats
Insektisida: Pegasus, Confidor, Diazinon, Supracide, Matador, Metindo, Agrimec/Bamex/Schumec, Kelthane, Talstar, Demiter, Easy Clean, Curacron, Pro Leaf, Slamfast/Mitecut, Trigard, Jian Jing.
Meraut - menghisap
Jenis hama yang menyerang: Thrips
Insektisida: Pegasus, Confidor, Curacron, Regent, Akodani, Easy Clean, Pro Leaf, Jian Jing.
Memarut/mengorok
Jenis hama yang menyerang: Leafminer
Insektisida: Calypso, Confidor, Agrimec/Bamex/Schumec, Trigard, Provado
(Yudha Hartanto MSi., diolah dari berbagai sumber).
Source: www.tokopupuk.com
Diposting oleh ' di Selasa, November 18, 2008 |
Label: aglaonema, Hama, media tanam, Penyakit, tanaman hias
Manajemen Pengendalian Hama Tanaman
Tanaman dalam siklus hidupnya tidak terlepas dari serangan hama. Serangan hama muncul pada saat kondisi tertentu sesuai dengan habitat yang diinginkan. Habitat yang dimaksud adalah kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban dan sumber makanan.
Secara umum populasi hama meningkat pada musim kemarau, dimana suhu tinggi (>28oC) dan kelembaban rendah (<60%) merupakan kondisi yang sesuai untuk berkembang.
Perkembangan hama pada musim kemarau, selain sumber makanan yang tersedia adalah kondisi lingkungan yang sesuai untuk bertelur dan menetas. Sedangkan saat musim hujan banyak hama musim kemarau bertahan pada tanaman inang lain seperti gulma rumput atau bayam liar. Contoh hama musim kemarau seperti belalang, ulat, aphids, thrips, spider mites, white fly, lalat buah, pengorok daun, dan lain sebagainya.
Namun ada kasus tertentu ada hama yang berkembang pada musim hujan seperti fungus gnats dan shore fly. Dimana perkembangan hama ini lebih dikarenakan ketersediaan makanan berupa lumut yang berkembang dalam kondisi lembab.
Berdasar kondisi di atas, pengendalian hama selain menggunakan insektisida, cara lain adalah dengan membersihkan lingkungan (sampah organik dan gulma). Contoh lalat buah berkembang pada buah yang busuk, spider mites bertahan pada gulma bayam liar, dan lain-lain. Selain itu mencegah lingkungan media tanam atau sekitar tanaman terlalu lembab yang bertujuan mencegah serangan fungus gnats dan shore fly.
(Yudha Hartanto MSi., diolah dari berbagai sumber
Source : www.tokopupuk.com
Diposting oleh ' di Selasa, November 18, 2008 |
Label: aglaonema, Hama, Pengendalian, Penyakit
Manajemen Pengendalian Cendawan dan Bakteri Patogen pada Tanaman

Penyakit tanaman dapat berkembang dan menyebar bila kondisi seperti suhu dan kelembaban memenuhi syarat untuk berkembang, selain itu kondisi tanaman dan teknis budidaya juga berperan.
Penyebab penyakit yang sering menyerang tanaman yaitu bakteri dan cendawan. Bakteri dan cendawan cenderung berkembang pada lingkungan yang mempunyai kelembaban tinggi (>80%), dimana bakteri berkembang pada suhu tinggi (>28oC), sedangkan cendawan pada suhu rendah (<22 -25oC).
Tanaman yang mengalami stres rentan terhadap serangan penyakit, stres yang dimaksud dapat dikarenakan (1) penggantian media baru dan (2) penggenangan air di daerah perakaran dalam jangka waktu lama. Faktor lainnya adalah salah pemberian pupuk (konsentrasi pupuk yang kurang/lebih dan macam pupuk yang salah).
Pengaturan jarak tanam ataupun jarak antar pot tanaman di dalam membudidayakan tanaman juga mempengaruhi perkembangan dan penyebaran penyakit. Semakin rapat jarak antar tanaman memberikan resiko tinggi dalam penyebaran penyakit tersebut. Demikian pula dengan media tanam yang salah menentukan komposisi dan perbandingannya. Bila media tanam terlalu lembab dan kuat memegang air maka akan membuat akar tanaman membusuk yang dapat menjadi awal masuknya penyakit.
Solusi selain mencegah dengan menggunakan fungisida dan bakterisida adalah dengan cara kontrol lingkungan dengan membuat lingkungan sekitar tanaman mudah teraliri udara, mengatur penyiraman air, pemberian pupuk yang tepat (konsentrasi,macam pupuk), mengatur jarak antar tanaman dan membuat media tanam tepat komposisi dan perbandingan.
(Yudha Hartanto, MSi., diolah dari berbagai sumber)
source : www.tokopupuk.com
Diposting oleh ' di Selasa, November 18, 2008 |
Label: aglaonema, Hama, media tanam, Pengendalian, tanaman hias
Senin, November 17, 2008
INFORMASI: Cara Murah Mengusir Nyamuk


Belakangan ini penyakit Demam berdarah atau Dengue adalah penyakit yang diketahui paling mematikan dan sulit dicegah apalagi pada saat musim hujan. DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan virus dengueterutama menyerang anak-anak. Tanda-tandanya antara lain demam tinggi mendadak, dengan manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan shok dan kematian.
Banyak cara dilakukan untuk mencegah dan mengobatinya. Salah satunya dengan menggunakan bahan yang bisa digunakan untuk melumpuhkan sumbernya, yaitu Nyamuk. Bukti galaknya promosi dan penyuluhan untuk mencegah penyakit ini adalah banyaknya obat anti nyamuk yang beredar di pasaran. Pemberantasan nyamuk biasanya dengan menggunakan insektisida sintesis sebagai racun serangga, entah itu obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar, maupun obat antinyamuk yang dioleskan, yang tentu saja mengandung senyawa kimia.
Hampir semua obat anti nyamuk tersebut bersal dari tumbuhan karena pola hidup orangsaat ini adalah back to nature, seperti: Geranium, Lavender, Serai wangi, Selasih dan banyak sekali jenis tumbuhan yang memiliki kandungan pengusir nyamuk. Namun, dari semua jenis tumbuhan tersebut tidak ada satupun yang bisa digunakan secara langsung, yakni masih membutuhkan pengolahan sebelumnya. Proses pengolahan ini membutuhkan biaya yang cukup mahal sehingga harga obat ini pun relatif mahal.
Salah satu tanaman yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk dan pemanfaatannya mudah adalah tanaman zodia (Evodiaa suaveolens) yang termasuk dalam famili Rutaceae. Tanaman perdu ini berasal dari keluarga Rutacea. Tinggi tanaman 0,3 – 2 m dan panjang daun dewasa 20 – 30 cm. Bentuk zodia cukup menarik sehingga banyak digunakan sebagai tanaman hias. Zodia berasal dari Papua, namun saat ini sudah banyak tumbuh di Pulau Jawa. Tanaman ini tumbuh baik di ketinggian 400 – 1.000 m dpl.
Tanaman ini bisa memiliki tinggi mencapai 200 cm jika dibiarkan tumbuh bebas di alam. Daunnya berwarna hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur. Tanaman ini berfungsi ganda, selain sebagai tanaman hias yang dapat menyejukkan suasana rumah ketika dilihat, juga berfungsi sebagai anti nyamuk yang handal. Tanaman ini mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine sehingga menghasilkan aroma yang cukup tajam dan tidak disukai serangga. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool 46 persen dan apinene 13,26 persen. Linalool berfungsi sebagai pengusir nyamuk.
Daun zodiac mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70 persen. Selain efektif mengusir nyamuk, belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari zodia, misalnya penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganya juga dapat dijadikan obat gosok untuk mengobati masuk angin. Di samping itu, daun zodia terasa pahit, bisa digunakan sebagai obat tradisional, antara lain untuk menambah stamina tubuh, sementara rebusan kulit batangnya bermanfaat sebagai pereda demam malaria.
Zodia mengeluarkan aroma bila daun-daunnya digosokkan. Tanpa digosokkanpun tanaman ini akan menebarkan aroma wangi yang bisa mengusir nyamuk dari dalam ruangan. Dengan kata lain, tanaman ini merupakan tanaman hidup pengusir nyamuk yang dalam kondisi hidup mampu menghalau nyamuk. Artinya tanaman ini tidak perlu diolah terlebih dulu. Daunnya juga bisa mengobati kulit yang bentol karena gigitan nyamuk. Meskipun harga bibitnya mahal (antara Rp 5000 hingga Rp 200.000 per pohon sesuai dengan tinggi dan kesuburan tanaman), tapi dari segi manfaatnya yang sama, tanaman ini masih bisa bersaing dengan tanaman lain yang menjadi sumber bahan utama dalam pembuatan obat anti nyamuk yang ada selama ini.
Selain itu, budidaya dari tanaman ini cukup mudah bila dibandingkan dengan tanaman sejenisnya sehingga tidak perlu takut akan gagal. Ini cocok sekali dengan orang yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk merawat tanaman atau bahkan orang yang memang tidak bisa merawat tanaman. Bisa diperbanyak melalui biji dan stek ranting. Tanaman yang sudah berbunga dan berbiji, maka bijinya akan jatuh dan tumbuh di sekitar tanaman. Penanaman zodia dari biji hingga berkecambah memerlukan waktu 4 minggu. Penanaman bisa menggunakan sekam bakar sebagai medianya. biji tingal ditaburkan atau disemai kemudian diletakkan di tempat teduh. Dari habitat aslinya biji zodia menyebar dengan cara pemecahan sendiri. Sehingga biji bisa jatuh jauh dari induknya.
Perawatannya juga mudah, cuma perlu dipupuk satu bulan sekali, jarang dihinggapi hama. Dua hari sekali, zodia perlu dikeluarkan dari ruangan selama dua hingga tiga jam agar terkena cahaya matahari. Biarkan terkena sinar matahari. Hanya, fase pertumbuhan membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung kena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat.
Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang cukup dingin. Biasanya, tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor plant). Namun, baik juga bisa langsung ditanam di halaman rumah. Penyimpanan tanaman juga sering diletakkan di sekitar tempat angin masuk ke dalam ruangan, nyamuk yang hendak masukpun terhalau. Bahkan, bisa memberikan kesejukan tersendiri. Di daerah perumahan, tanaman yang habitusnya perdu ini dapat digunakan sebagai tanaman penghijau sekaligus tanaman potensial di lingkungan rumah. Tingkat efektifitasnya akan terasa apabila sirkulasi udara di sekeliling tanaman tersebut baik. Karena aroma yang dikeluarkan oleh tanaman tersebut akan disebarkan oleh angin ke sekeliling lingkungan sehingga dapat mencegah pertumbuhan nyamuk di sekitar perumahan.
Cara pemanfaatannya bisa dengan langsung menggosokkan atau mengoleskan daun yang sudah digosok-gosok ke permukaan kulit, atau hanya dengan sekedar meletakkannya di ruangan agar ruangan tersebut tidak dihuni nyamuk. Jika tanaman ini tertiup angina, maka daun-daunnya akan saling bergesekan sehingga menimbulkan bau harum. Satu yang perlu diperhatikan, jika ruangan terlalu sempit dengan sirkulasi udara yang kurang baik, aroma dari tanaman ini juga bisa menyebabkan orang mabuk atau pusing karena aromanya yang terlalu menyengat. Meskipun baunya lumayan keras, namun tanaman ini lebih sehat bila dibandingkan dengan obat nyamuk bakar atau semprot buatan pabrik karena aroma dari tanaman ini tidak membahayakan pernafasan.
Penggalakan pemanfaatan tanaman ini perlu dilakukan karena terbukti ramah lingkungan dan aman. Promosi ini bisa dilakukan dari mulut ke mulut di lingkungan sekitar kita, namun akan lebih efektif jika diberikan penyuluhan oleh pemerintah daerah untuk melakukan budidaya atau setidaknya setiap rumah punya sehingga masyarakat bisa terhindar dari penyakit DBD yang sangat mematikan.
*Oleh: Mo Awwanah*
*Penulis adalah Mahasiswi Biologi/2006
Universitas Negeri Malang
source: moaw745.wordpress.com
Diposting oleh ' di Senin, November 17, 2008 |
Label: Demam Berdarah, Informasi, Mencegah, Nyamuk
KULTUR JARINGAN AGLAONEMA

KULTUR JARINGAN AGLAONEMA: Teknik Sterilisasi Memegang Kendali
Sejak lama aglaonema telah dicoba diperbanyak lewat kultur jaringan. Namun baru kali ini menunjukkan hasil. ADALAH MONFORY NUSANTARA YANG BERHASIL. MELALUI METODE ORGANOGENIS, menggunakan batang bermata tunas. Total ada sekitar 15 hibrida aglaonema yang menunjukkan performa bagus di laboratorium dan nursery milik Monfory di Bogor, Jawa Barat. "Sejak lebih kurang dua tahun lalu kami
melakukan percobaan pada 30 hibrida dan belakangan kami tambah 12 hibrida," ungkap Suzy Ratnawati Madjid, Plant Manajer Monfory Nusantara. Hasil kuljar sudah masuk ke divisi nursery untuk diadaptasi dan dibesarkan sampai siap dipasarkan. Antara lain, Lady valentine, Cochin tembaga, Red fire, Lipstik flamingo, dan Madonna. Silangan Gregory Hambali macam Madame Suroyo, Adelia, dan Siti Nurbaya juga sudah mulai diproduksi. "Sekarang kami sudah bisa menghasilkan total 2.000 anakan silangan aglaonema perbulan. Tetapi angka tersebut akan terns meningkat," lanjut Suzy.
I
SIKLUS LEBIH PANJANG
Teknik tissue culture pada tanaman berjuluk ratu daun ini serupa dengan prosedur kuljar (kultur jaringan) tanaman hias lain. Namun aglaonema punya siklus kuljar yang lebih lama. "Kalau caladium dan alokasia hanya butuh waktu 4 minggu sampai eksplan tumbuh dan siap dipotong kembali. Tetapi aglaonema butuh waktu sampai 5-6 minggu," terang Suzy. Tahap ini biasa disebut subkultur melalui stek mikro.
Namun persoalan utama dalam proses kuljar aglaonema adalah sterilisasi eksplan. Kalau eksplan terkontaminasi, tak bakal bisa tumbuh. Setup tanaman menyimpan bakteri endogen yang bisa jadi berbeda. "Kami melakukan banyak trial £t error sampai menemukan teknik sterilisasi khusus dan berhasil. Bahan untuk sterilisasi persis seperti yang kami pakai untuk tanaman hias lain," lanjut Susy.
Setelah proses sterilisasi berhasil, tinggal mencoba-coba ramuan media dan hormon paling pas supaya pertumbuhannya maksimal. Monfory menggunakan media kuljar padat berbahan dasar media MS.
"Tapi dengan beberapa modifikasi dan penambahan ramuan hormon tertentu. Teknik pemotongan eksplan juga berbeda," lanjutnya.
KULJAR HEMAT
Kultur jaringan skala rumahan untuk tanaman bernama lokal Sri rejeki ini sudah dicoba. Seperti
yang dilakukan oleh Novi Syatria di Klender, Jakarta Timur. Namun belum seratus persen berhasil, permasalahan sterilisasi masih jadi kendala. "Eksplan sudah kelihatan tumbuh tetapi masih terkontaminasi bakteri. Saya sedang mencoba dengan tambahan formula anti bakteri yang hasilnya bagus pada tanaman lain," ungkap down Universitas Bengkulu.
Novi melakukan sterilisasi eksplan sebelum ditanam. Potongan batang bermata tunas dicuci dengan air mengalir dan deterjen. Kemudian di-shaker dalam larutan fungisida dan dibilas dengan air stern. Dilanjutkan direndam larutan fungisida, dibilas air stern sampai bersih.
Ketiga langkah itu dilakukan masingmasing 30 menu Terakhir direndam dalam larutan alkohol 70% sambil digoyang dan dibilas 5 kali dengan air. Proses kultur jaringan, menurut Novi, bisa dilakukan dalam skala rumah tangga. Bisa menggunakan
peralatan yang terjangkau. Semisal Laminar air flow, semacam kotak stern, bisa diganti dengan incase yang bisa dipesan pada tukang kaca. Autoclaf bisa diganti dengan panci presto, asalkan suhunya bisa melebihi 100 °C. Penggunaan mediaa padat tak perlu mesin shaker. Kalau menggunakan media beli jadi, tak perlu timbangan dan alat ukur. Perlengkapan botol juga bisa diganti. Namun perlu ruang sejuk untuk menyimpan kultur yang sudah diisolasi. Bagi pemula bisa memanfaatkan kamar ber-AC.
"Proses kerja dasar bisa dipelajari hanya dalam satu hari, selebihnya lewat praktik langsung," lanjut Novi yang acap memberikan pelatihan kuljar.
Nah, Anda pun bisa mencobanya. ~
TAHAPAN KULJAR
1. Media masak masuk botol, dimasukkan ke autoclaf selama 1 jam. Pastikan steril sampai 3 hari.
2. Alat yang hendak digunakan disterilisasi dulu dalam autoclaf.
3. Sterilisasi alat, kalau menggunakan laminar, letakkan dalam laminar tertutup dan lampu UV
menyala sejam.
4. Laminar dibuka, blower dan lampu nyala, semprot alkohol 70%.'
5. Bahan dan alat disemprot alkohol.
6. Memotong bahan eksplan dari induk yang sehat.
7. Sterilisasi dan pemotongan eksplan diluar dan di dalam alat kerja (laminar atau in case).
8. Eksplan ditanam, gunakan pinset yang telah dibakar api bunsan dan dicelup air steril. Mulut
botol juga dibakar api bunsan.
9. Botol diletakkan di ruangan steril bersuhu sejuk sampai siap dimultifikasi lewat jalan stek
mikro.
Silangan Lokal Menggembirakan
Kebanyakan aglaonema yang sukses dikembangbiakkan lewat semacam teknologi clone di Monfory adalah hibrida hash persilangan Thailand. Sementara aglaonema silangan Gregory Hambali di Bogor, belum optimal. "Barangkali dipengaruhi bahan silangan, silangan Thailand keturunan cochin punya rugs lebih panjang pertanda pertumbuhannya cepat. Berbeda dengan keturunan rotundum yang beruas pendek," ungkap Lewi Pohar Cuaca, manajer marketing Monfory Nusantara. "Kuljar menggunakan ramuan media dan formula yang sama, pertumbuhan aglaonema lokal masih belum secepat silangan Thailand," tambah Suzy. Diperlukan ramuan hormon khusus. Sampai saat ini,
Monfory telah membuat 28 ramuan media untuk menginisiasi 12 spesies tanaman.
TEKS: RUDI
FOTO: ROHEDI/RUDI
Discan dan diedit oleh Sabina dari majalah Flona Edisi 65/V Juli 2008
source : www.kebonkembang.com
Diposting oleh ' di Senin, November 17, 2008 |
Label: aglaonema, Hibrida, Kultur Jaringan, Metode, tanaman hias
Selasa, November 11, 2008
Aglaonema Abnormal yang Menarik

Pantas bila Tum-sapaan Satid Srimarksook-memiliki pride of sumatera berpenampilan nyeleneh dalam jumlah banyak. Pria kelahiran 35 tahun silam itu punya 100.000 indukan sehingga peluang mutasi terbuka lebar. 'Dari 1.000 tanaman paling hanya 1 yang mengalami mutasi,' ujar Sukasdi, pemulia aglaonema di Bogor. Nah, dengan asumsi itu, Tum bisa memperoleh sekitar 100 tanaman mutasi. Angka spektakuler untuk sebuah kelainan pemicu harga tinggi.
Harga sri rejeki abnormal yang langka itu memang luar biasa. Sebut saja balanthong mutasi berdaun 4 helai milik Anti Nursery yang terjual seharga Rp2,5-juta/pot. Pride of sumatera mutasi dihargai Rp250-ribu-Rp300-ribu per pot untuk tanaman berdaun 6-7 helai. Harga pride normal paling hanya Rp125-ribu.
Kultur jaringan
Sekitar 100 km dari kebun Satid Srimarksook, Trubus pun menemukan 'gudang' balanthong mutasi. Daun yang awalnya berwarna hijau dengan tulang dan jari-jari daun merah berubah jadi merah muda. Saat beralih rupa sang ratu bertambah cantik. Di antara 1.000 indukan yang ada di sana hanya segelintir yang abnormal.
Di nurseri lain ditemukan dynamic ruby dengan motif seperti lipstik. Warna hijau hanya terlihat menghiasi daun bagian pinggir. Lazimnya, corak menyerupai lady valentine, bercak hijau muncul di tengah daun berwarna merah muda itu. Perubahan rupa aglaonema milik Pichai Manichote itu muncul lantaran diperbanyak dengan kultur jaringan.
Menurut Sukasdi, teknik perbanyakan itu memang kerap memacu munculnya kelainan. 'Jadi, tergantung sel yang diambil,' katanya. Bila yang diambil sel hijau, maka yang muncul dominan hijau. Selain itu, mutasi juga dapat disebabkan oleh perbanyakan dengan cara vegetatif, yakni setek batang atau pemisahan anakan. Sel-sel yang sebelumnya dorman, terpicu bangun dan membentuk tunas yang mengalami penyimpangan. Jadi, 'Setiap titik tumbuh diaktifkan,' ujar Greg Hambali, penyilang di Bogor. Perubahan sosok bisa berupa warna, gurat daun, atau bentuk daun.
Pisah Anakan
Sebut saja snow white mutasi koleksi Prapanpong Tangpit. Daun aglaonema asal Florida yang awalnya berwarna putih dengan bercak hijau itu berubah jadi dominan putih. Itu karena At-begitu ia disapa-sering memperbanyak kerabat alokasia itu dengan cara memisahkan anakan. Bak mendapat durian runtuh, pria yang berdomisili di Khet Thawi Watana, Bangkok, itu memperoleh satu yang berpenampilan abnormal dari 3.000 indukan. Wajar bila ia masih enggan melepas anggota famili Araceae itu.
Nun di Serpong, Tangerang, Trubus juga menjumpai nina dan hot lady berpenampilan beda koleksi Handry Chuhairy. Nina yang semula berdaun hijau dengan tulang daun merah berubah warna jadi lebih cerah. Hijau kekuningan dengan merah muda yang sangat menonjol di tulang daun.
Sebaliknya dengan hot lady. Warna daun aglaonema silangan Greg Hambali itu berubah menjadi dominan hijau tua. Bercak merah nyaris tak ada sehingga penampilannya gelap. Pantas bila sri rejeki itu menyemat nama black hot lady.
'Semakin sering aglaonema diperbanyak dengan vegetatif, peluang mutasi yang muncul semakin besar,' ujar Prempree Na Songkhla, pimpinan redaksi majalah pertanian Kehakaset di Bangkok. Terbukti banyaknya kasus dengan sosok menyimpang yang ditemukan pada donna carmen dan pride of sumatera asli Indonesia. Karena berpenampilan nyeleneh, si mutan pun langsung menyedot perhatian peminat (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Evy Syariefa)
Source: www.trubus-online.co.id
Pic : Adelia Mutant - Koleksi Bung Moes
Diposting oleh ' di Selasa, November 11, 2008 |
Label: aglaonema, Mutasi, Sri Rejeki, sumatera, tanaman hias
Creating Indoor Gardens
Indoor gardening can be tricky and there is definitely an art to doing it right. There are five important factors to consider when starting your own indoor garden; light, temperature, water, nutrition, and soil.
Light
Light is the main source of energy to manufacture food and different plants need differing amounts, which are designated as low, medium, high or very high light.
Temperature
Most varieties of indoor plants do well under normal household temperatures in the range of 70 to 80 degrees during the day and 60 to 65 degrees at night. Most tropical indoor plants will tolerate temperatures below that and can be damaged by ‘chilling injury’ if they are.
Water
One of the most common problems is improper watering. Some plants thrive in drier conditions while other must be kept moist at all times. Too little water can cause wilting and too much water can cause root rot problems.
Don’t let the surface of the soil be your guide. Be sure to feel the soil by pushing your finger in an inch or so below the soil’s surface to determine whether or not more water is needed. Another option is investing in a ‘watering meter,’ which can give you an easy and accurate indication of when your plants need watering.
Tap water is completely satisfactory for most indoor plants and once a month, plants should be put in the sink and watered thoroughly to leach salts from the soil.
Soil
Most nurseries sell a variety of soil mixes for indoor gardening and as long as they have good drainage abilities, are aerated and have good water and nutrient holding capacity, they will be very satisfactory. It is not necessary to use specialty mixes for most types of houseplants.
Fertilization
Most houseplants have reduced fertilizer requirements because of their indoor environment and nutritional problems usually result from overfertilization rather than lack of nourishment. In some cases, specialty fertilizers are needed, but they are the exception.
There are literally hundreds of plant species to choose from that are suitable for your indoor garden. Here is a list of some of the most common varieties.
African Violet - among the most popular of flowering indoor plants and are available in multiple colours.
Aglaonema - compact, low-growing and hardy. A tough plant well suited for the indoors.
Begonia - an excellent indoor plant if there is adequate light.
Cast-iron Plant - often overlooked but a very hardy plant that will persist under difficult conditions.
Coleus - commonly grown outdoors in summer for its colourful foliage. It is a good indoor plant if adequate light is provided.
Dracaena - common varieties include solid green or striped foliage. All are dependable plants, especially where height is needed.
Fern - some types suffer from low humidity indoors so they make a good kitchen or bathroom plant.
Ficus - tolerant of a wide range of environmental conditions but sometimes reacts to rapid changes in environment by almost total defoliation.
Geranium - popular outdoor plants as well as good indoor plants that will flower continuously if they are given adequate light.
Jade Plant - very susceptible to overwatering and resultant leaf drop.
Palm - not the easiest of indoor plants to grow, but popular because of their height and graceful character.
Peperomia - most are small compact plants, but leaf size, shape, texture, and coloration vary widely. Peperomias are easily overwatered.
Philodendron - there are numerous species and varieties cultivated, and they differ widely in growth habit, leaf size, and height.
Pothos - one of the easiest of indoor plants to grow, well adapted to hanging baskets.
Snake Plant - one of the easiest indoor plants to grow.
Spathiphyllum - one of the most satisfactory plants for low light situations.
Spider Plant - very easy to grow and is very adaptable for hanging baskets. All are susceptible to fluoride tip-burn from tap water so be careful.
Wandering Jew - fast growing, trailing plants. Many have variegated leaves. The underside of some are also brightly purple colored.
Wax Plant - some varieties are vigorous vines which climb by means of twining. Many have highly variegated foliage, which is sometimes deeply curled or crinkled.
Yucca - grow upright and stiff and may become somewhat grotesque in appearance with age. The plant is often confused with Dracaena, but require much higher light intensities.
Written By: Ann Zaza
Source :www.wnetwork.com
Picture :
Diposting oleh ' di Selasa, November 11, 2008 |
Label: aglaonema, Garden, indoor plant, tanaman hias