Kamis, Januari 08, 2009

TRAGEDI DAN BENCANA... MARI BERDOA

Saat ini bantuanku aku hanya bisa mendoakan saudara-saudara yang tertimpah musibah baik di tragedi Palestina dan Bencana Gempa di Manokwari

Diawal tahun 2009 Tragedi Palestina dan Bencana melanda Indonesia, Gempa Guncang Manokwari hari Minggu 4 Januari 2009 Gempa berkekuatan 7,2 SR pada 0,42 Lintang Selatan-132,93 Bujur Timur sejauh 135 km Barat Laut Kota Manokwari dengan kedalaman 10 km mengguncang Manokwari pada sekitar pukul 04.45 WIT, suasana mencekam menjelang subuh ditambah listrik yang pada pada saat gempa terjadi membuat ketakutan warga. Gempa Susulan berkekuatan 7,6 SR 0,88 LS - 133,48 BT kedalaman 10 km dan pust gempa 76 km Barat Daya pusat kota Manokwari

Gempa tersebut sampai saat ini menelan korban yang meninggal, luka ringan dan berat serta korban harta benda serta fasilitas umum yang hancur berantakan dan pastinya terjadi pengungsian, sampai saat ini gempa susulan masih menghantui masyarakat pengungsi



KAMI MENDUKUNG PERJUANGANMU RAKYAT PALESTINA

Sampai saat ini 8 Januari 2009 Gempuran Israel sejauh ini telah menewaskan sekitar 700 warga Palestina (yang menjadi korban rakyat sipil terdiri dari anak-anak, kaum hawa serta laum adam)dan melukai sekitar 3.100 orang. Demikian menurut paramedis Gaza. Agresi ke Gaza tersebut mulai dilancarkan Israel pada 27 Desember 2008.

SERUKAN DOA UNTUK PERJUANGAN RAKYAT PALESTINA

"Ya Allah!! Sebagaimana Engkau Pernah menghantar burung-burung ababil menghancurkan tentera bergajah Musyrikin dan sebagaimana Engkau menuurunkan malaikat membantu Rasulullah SAW dalam perang Badar, maka kami memohon kepada MU Ya ALLAH...

Mari kita baca Surah Al Fil
"A'lam tara kayfa fa'ala rabbuka bi as-hab al-fil "A'lam ya'jal kaydahum fi tadlil Wa arsala alayhim tayran ababil "Tarmihim bi hijaratin min sijjil Fa ja'ala hum ka asfin ma'kul"

Lipat gandakan doa ini. Kirim kepada 7 orang rekan anda yang lain... Maka 7 X 7 X 7 X 7 X 7 X 7 X 7 = 823453 orang akan berbuat berdoa, kemudian 823453 X 7 = 5.8 juta orang...InsyaAllah akan ikut berdoa...

Selanjutnya Klik......

Senin, Januari 05, 2009

Turunan Rotundum di Negeri Gajah Putih

Kepiawaian itu Trubus saksikan di nurseri Unyamanee Garden milik Pramote Rojruangsang yang terletak di utara Bangkok, tepatnya di Tambon Khlongsam, Amphoe Khlong Luang, Pathum Thani. Di atas rak plastik berpenyangga beton selebar 2 m, terlihat lebih dari 100 hibrida aglaonema. Itulah turunan rotundum yang diwarisi oleh chawang-hasil silangan rotundum dengan Aglaonema simplex.

Penampilan anggota famili Araceae itu beragam. Sebut saja sri rejeki setinggi 35 cm yang terletak di tengah rak dan aglaonema berdaun 13 helai di sebelahnya. Yang disebut pertama bertangkai panjang.

Penampilannya pasti menarik setelah rimbun anakan. Sedangkan yang kedua bertangkai pendek, penampilannya lebih kompak meski tunggal.

Seluruh hibrida di kebun, hasil silangan Tjiew sendiri. Pria berkacamata itu memiliki 6.000 indukan. Lebih dari 50%indukan berupa rotundum dan turunannya -chawang. Rotundum memang idola penyilang. Anggota famili Araceae itu satu-satunya spesies yang dapat mewarisi warna merah. Selain itu, Tak ada aglaonema yang memiliki keragaman begitu tinggi dan dalam populasi tinggi, kecuali rotundum, kata Gregori Garnadi Hambali, penyilang di Bogor.

Meski rotundum berasal dari Indonesia, tapi sri rejeki itu sudah banyak di Thailand. Anggota famili Araceae itu dikirim dalam jumlah besar sejak 80-an. Nurdi Basuki, praktisi tanaman hias di Bogor, menyaksikan sendiri sejumlah 200 -250 rotundum dipasarkan di Chatuchak, Bangkok.
Kepincut

Keandalan rotundum tak hanya dimanfaatkan oleh Tjiew, tapi juga Prapanpong Tangpit. Bahkan pria yang berdomisili di Khet Thawi Watana, Bangkok,itu telah memakai rotundum sebagai indukan sejak 10 tahun silam. Di halaman rumah At -sapaan Prapanpong -seluas 50 m2 terlihat 20 hibrida turunan rotundum. Mereka diletakkan di atas rak beralaskan plastik yang disangga beton setinggi 1 m. Di rak paling kanan terdapat sri rejeki turunan cochinchinense dengan rotundum yang berumur kurang dari 6 bulan. Semua sri rejeki itu dilindungi shading net 70%.

Keindahan rotundum tidak hanya dilihat oleh Tjiew dan At, dua penyilang kawakan. Kemolekan aglaonema asal Indonesia itu pun menggaet minat para pedagang. Sebut saja Witchai Chan-aram di Bangkapi, dan Siriwat Saeko di Kum Khet Bueng Kum, Bangkok.

Yang disebut pertama berburu hibrida turunan rotundum sejak 2 tahun silam. Saking terpesona keindahan sang ratu daun, Witchai sampai tak bisa tidur sebelum memilikinya. Hampir seluruh anggota famili Araceae itu dibeli dalam bentuk seedling. Harganya pun cukup tinggi, 100.000 baht/pot setara Rp2,5-juta/pot. Sri rejeki itu diletakkan di atas rak kayu setinggi 50 cm yang beratapkan shading net 70%di halaman belakang, samping, sampai atap rumah. Maklum halaman belakang dan samping rumah masing-masing hanya seluas 15 m2 dan 8 m2. Kini 100 hibrida turunan spesies asli Indonesia itu diperbanyak dengan memisahkan anakan.

Setali tiga uang dengan Witchai, Siriwat juga rajin berburu hibrida turunan rotundum dalam bentuk seedling. Setelah diboyong ke rumah, pria 60 tahun itu merawat sri rejeki itu layaknya anak sendiri. Anggota famili Araceae itu diletakkan di atas rak bambu beralaskan asbes di lahan seluas 200 m2 yang terletak di depan rumah. Ti -begitu ia disapa -menyiram hibrida turunan rotundum itu setiap hari menggunakan sprayer. Mantan pekerja konstruksi itu menggunakan media campuran peatmoss, cocofiber, dan humus dengan perbandingan 1:2:4.

Hasilnya, semua sri rejeki koleksinya tumbuh subur terlihat dari daun yang segar. Wajar bila hibrida turunan rotundum miliknya banyak meraih juara di kontes. Ti pun dapat menjual kerabat keladi itu dengan harga tinggi. Itulah kehebatan hibrida aglaonema asli Indonesia yang dimanfaatkan oleh orang Thailand.(Rosy Nur Apriyanti)

Source : www.duniaflora.com

Selanjutnya Klik......

Budidaya Aglaonema Rotundum

Budidaya Aglaonema Rotundum
Dalam usaha untuk melestarikan A. rotundum karena di alam tidak dapat dilakukan melalui pengetatan status cagar alam Leuser yang merupakan habitat asli, maka agar dilakukan upaya pelestarian A. rotundum adalah :
BUDIDAYA
• Media tanam
Di habitat aslinya tanaman ini tumbuh pada lapisan humus yang ideal untuk pertumbuhannya. Dalam pembudidayaan tanaman ini dapat ditanam pada media berbahan humus, arang sekam, sekam lapuk, pasir kasar dan tanah kebun yang digunakan sendiri-sendiri atau berupa campuran.
• Penyiraman

Penyiraman dapat dilakukan 3 - 4 hari sekali, diselingi dengan penyiraman pupuk cair yang diberikan 2 - 3 minggu sekali.
• Pencahayaan
Tanaman ini mampu ditanam di bawah rak tanaman yang masih mendapatkan cahaya samping. Pertumbuhan yang ideal diperkirakan dapat diperoleh dengan pencahayaan sekitar 30 - 40 %.
• Perbanyakan
Tanaman ini mudah diperbanyak dengan setek batang atau biji seperti halnya jenis Aglaonema lainnya.
• Pemberantasan hama dan penyakit
Tanaman ini biasa diserang oleh hama yang menyerang jenis- jenis Aglaonema yang lain. Ulat-ulat Sphingidae dewasa mampu melalap habis 1 - 2 lembar daun dalam semalam. Ulat-ulat Noctuidae mampu mengosongkan batang-batangnya dalam beberapa hari serangannya. Pemberantasan hama-hama ini dan hama lainnya mudah dilakukan dengan penyemprotan dengan insektisida sistemik.Penyakit busuk batang dan daun merupakan masalah paling sulit diatasi dalam pembudidayaan A. rotundum, bakteri Erwinia sebagai salah satu penyebabnya sangat sulit dieliminasi jika tanaman telah terserang. Upaya memperkecil serangan penyakit dapat dilakukan dengan melakukan penyiraman pada saat media telah cukup kering dan menghindari penyiraman berlebihan. Penyakit-penyakit yang muncul di tempat pembudidayaan merupakan penyebab utama kemusnahan koleksi-koleksi hidup A. rotundum di berbagai nurseri.
KONTES A. ROTUNDUM
Kegiatan pengikut sertaan A. rotundum hasil seleksi dalam lomba-lomba Aglaonema untuk diadakan kelas khusus untuk A. rotundum seperti yang telah dirintis dan dilaksanakan oleh sdr. Frans Kusdianto (Alm) di Semarang.
PERSILANGAN A. ROTUNDUM
Usaha untuk melakukan persilangan antar klon perlu secara serius dilakukan karena melalui cara inilah klon-klon A. rotundum yang lebih cantik dan tahan penyakit dapat dihasilkan sehingga nilai komersial klon-klon A. rotundum hasil budidaya dapat kita tingkatkan

Source: www.klikhangarden.com

Selanjutnya Klik......

Spesies Aglaonema Primadona asal Sumatera Utara


Spesies aglaonema primadona asal Sumatera Utara adalah Aglaonema rotundum. A. rotundum (rotundum=bulat) dikenal juga dengan nama daun seroja. Di habitat aslinya di Sumatera utara yang meliputi wilayah provinsi Sumatera Utara dan Aceh Selatan tanaman ini tumbuh di dalam kelompok-kelompok kecil yang letaknya relatif berdekatan di bawah tajuk hutan primer yang kurang mendapat cahaya matahari pada lapisan humus, yang merupakan media yang sesuai untuk pertumbuhannya.
Keragaman ditunjukkan pula oleh sifat-sifat yang relatif mudah diamati seperti misalnya perbedaan intensitas warna merah tulang daun dan warna merah permukaan bawah daun, bentuk daun yang membulat sampai bentuk bulat telur,

Ukuran daun (lebar daun 4 - 14 cm), jumlah tulang daun yang menghiasi permukaan atas daun (6 - 20), jumlah bakal buah per tongkol bunga (1 - 15), warna bakal buah hijau muda atau merah muda, ujung kelopak bunga (runcing atau membulat), jumlah serbuk sari yang dikeluarkan (sangat sedikit atau tidak ada sama sekali sampai sangat banyak), jumlah anakan yang dihasilkan (0 - 7), toleransi tanaman terhadap serangan penyakit busuk batang dan busuk daun (sangat peka sampai sangat toleran) dan juga tingkat kekekaran pertumbuhan.
A. rotundum meskipun merupakan satu-satunya spesies yang mempunyai peran penting dalam pemunculan warna-warna merah meriah pada silangan-silangan Aglaonema komersial, kurang mendapat perhatian yang semestinya oleh berbagai pihak yang dapat membantu mempertahankan kelestariannya di alam.
Tulisan ini disampaikan untuk mengulas beberapa hal penting mengenai tanaman ini dan diharapkan dapat dijadikan bahan informasi dalam diskusi-diskusi yang mendorong diadakannya tindakan-tindakan konkrit yang diperlukan untuk mencegah kepunahannya di alam.
Kriteria A. rotundum yang baik, sebagai berikut :
• Daun berwarna merah pada permukaan atas maupun bawah
• Daun bergaris merah dan rapat antar garis (bergaris putih agak langkah)
• Daun tebal
• Daun berbentuk bulat telur
• Daun posisi datar/flat atau seperti mangkok
• Daun membentuk sudut 30
• Tangkai daun pendek
• Susunan tangkai rapat antar ruas
• Batang tegak (karena dihabitat merambat)

Source: www.klikhangarden.com

Selanjutnya Klik......

Senin, Desember 15, 2008

Widuri Tercantik di Taman Raja Thailand

Kontes Tanaman Hias Suan Luang 2007, Widuri Tercantik di Taman Raja

Dua pita merah muda dan kuning tertancap mantap di pot keramik biru itu. Pita kuning lambang aglaonema di pot itu sebagai terbaik di kelas batang majemuk. Pita merah muda ditancapkan kemudian oleh tim juri ternama: Surat Wanno, Profesor Chirayupin Chantaraprasong, Kasem Kingkaew, Wanlop Ngam-wattana, dan Kolonel Winai Puksrisukg. Itu tanda ia didaulat jadi grand champion kontes aglaonema 2007 di Suan Luang, Thailand.

Penghuni pot nomor 32 itu tak lain widuri karya penyilang tanah air (asli Indonesia) Gregori Garnadi Hambali. Aglaonema bermotif hijau berbercak merah itu kini milik Pairoj Tianchai, kolektor di Bangkok. Widuri didaulat menjadi grand champion setelah mengalahkan 12 pesaing, juara di tiap kelas. Sri rejeki berdarah rotundum itu layak dianugerahi gelar paling bergengsi karena berpenampilan aduhai.

Daunnya bersusun rapi dan mulus tak ternoda penyakit. Warna hijau daun ngejreng berpadu bercak-bercak merah sehingga terlihat kontras. Tajuknya simetris diwadahi ukuran pot yang pas. Tak heran kelima juri memilihnya menjadi yang terbaik di kontes tahunan memperingati hari ulang tahun Raja Bhumibol Adulyadej itu.

'Daunnya sehat dan warnanya indah,' kata Surawit Wannakrairoj PhD, pakar tanaman hias yang sering menjadi juri di berbagai kontes. Ia menunjuk lembar-lembar daun widuri yang memang tampak prima tanpa noda sedikit pun. Di mata Surawit, kecantikan widuri tak tertandingi yang lain.

Komentar serupa datang dari Ukay Saputra, pemilik Annisa Flora di Jakarta, yang sempat menjadi juri di kontes yang sama tahun lalu. Ukay memuji keindahan widuri. 'Tahun lalu, widuri hanya menempati peringkat dua di kelas chocin merah batang majemuk,' katanya. Ukay ingat betul, saat itu belum ada widuri berbatang majemuk sebesar itu. Paling besar satu indukan yang ditemani 2 anakan yang masih kecil-kecil. Makanya ia takjub begitu melihat sosok sang grand champion yang begitu rimbun.

'Sulit mendapat widuri rimbun seperti itu,' kata Haji Basri, pemain tanaman hias dari Pamulang, yang turut hadir di Suan Luang. Ia mencontohkan salah satu widuri batang majemuk yang ikut di kontes Trubus Agro Expo 2007 di Taman Bunga Wiladatika Cibubur. Widuri itu meski rimbun tapi masih terlihat 'kosong' di beberapa tempat. Songgo Tjahaja, sang pemilik, mengakui sulit mendapat widuri yang rimbun dan kompak. Musababnya, tangkai daun widuri sangat keras. Dalam pertumbuhannya tangkai itu saling dorong mendorong, sulit untuk disusun. 'Kalau tunggal ia cantik,' ujar Songgo.

Turun di kelas tunggal kategori daun kuning, big mama mencorong berkat kesehatannya yang prima. 'Warna kuning berpadu merah pada daun sempurna,' ujar Surawit. Ukuran daun besar dan cembung semakin menonjolkan keindahan daunnya. Ukay memuji performa apik aglaonema asal Thailand itu. Menurutnya ukuran daun dari atas sampai bawah seimbang. Tak ada daun bawah yang lebih besar dibanding di atasnya.
Superstar

Kontes sansevieria yang berlangsung bersamaan dengan lomba aglaonema tak kalah seru. Yang istimewa, kontes kali ini dipadati berbagai jenis unik dan langka. Superstar, sansevieria variegata milik Pramote Rojruangsang, dinobatkan menjadi grand champion.Padahal lawannya tak bisa dianggap enteng. Sebut saja samurai dwarf, mansoniana variegata, hibrid parva x gracilis, dan pongii berpenampilan prima.

Toh, bintang terang memang layak menaungi sang superstar. Meski dominasi variegata begitu kuat, sansevieria berumur 7 tahun itu sehat dan tak menunjukkan tanda terbakar. 'Ia memang bandel,' kata pria yang akrab disapa Tjiew itu. Keistimewaan superstar diamini Aris Andi, pemain tanaman hias di Yogyakarta, yang bertemu Trubus di area kontes. Menurutnya selain langka penampilan superstar kompak dan warna benar-benar indah. Berkali-kali Aris bolak-balik ke area lomba untuk mengabadikan sang bintang.

Keluar sebagai yang terbaik di kontes adenium, ra chinne pandok milik Choochart Suntrapornchai dari Siam Adenium. Pohon induk berumur 35 tahun itu memukau juri lewat kondisinya yang prima. Diameter batang grand champion mencapai 1,25 m dan tingginya 1,75 m. Pantaslah bila juri menganugerahinya pita merah kemenangan. 'Kualitasnya bagus,' kata Chandra Gunawan dari nurseri Godongijo di Sawangan yang hampir setiap tahun datang ke Suan Luang. Menurut Chandra sang grand champion baru sekali ini turun lapang dan langsung jadi pemenang.
Ramai

Pameran yang berlangsung di Suan Luang Rama IX Park pada 30 November-10 Desember itu juga disemarakkan kontes caladium dan bonsai. Pada kontes caladium, Putri Maha Chakri Sirindhorn yang memberikan penghargaan pada grand champion. Tak heran karena caladium memang tanaman favorit keluarga kerajaan, terutama Ratu Sirikit. Decak kagum terdengar dari ruang caladium tempat jawara kontes dipamerkan. Sang grand champion berwarna merah dengan urat daun gelap tampil memikat, bersanding dengan kontestan dan para jawara kelas lainnya. Sementara di lomba bonsai, jenis beringin yang jadi pemenang.

Sebanyak 300 stan tanaman hias dan buah serta perlengkapannya ambil bagian memeriahkan pameran flora tahunan itu. Tak kurang dari 50 pemain tanaman hias Indonesia tampak di berbagai sudut stan. Tujuannya, memantau perkembangan terkini dunia tanaman hias Thailand sekaligus berbelanja. Namun, tren tanaman hias di tanahair rupanya berimbas kencang hingga ke negeri Siam. 'Sekarang harga tanaman mahal-mahal. Bedanya hanya 20-30% daripada harga di Indonesia,' kata Sugiono Budhiprawira, hobiis anthurium. Contohnya Anthurium jenmanii golden ukuran daun 20 cm yang dijual seharga 1-juta bath setara Rp330-juta. 'Memang cantik, tapi terlalu mahal,' komentar Nurdi Basuki, pemain tanaman hias dari Bogor.

Namun begitu, kemeriahan tetap mewarnai Suan Luang Rama IX Park. Para pemenang di berbagai ajang lomba jadi perhatian utama. (Andretha Helmina)
source: www.trubus-online.co.id

Selanjutnya Klik......

Aglaonema Masa Depan

Jewel siam mendapat pujian dari Gregorius Garnadi Hambali. Aglaonema silangan Sutthi Klin-U-Thai yang dipamerkan di Suan Luang, Bangkok, Thailand, awal Desember 2007 itu disebutnya berpenampilan bagus.

Wajar bila Greg kagum pada jewel siam. 'Daun bulat, besar, dan bercaknya menarik serta menyebar,' kata penyilang aglaonema kawakan asal Bogor itu. Umumnya aglaonema asal Thailand bercorak splash, berwarna solid, dan polos mengikuti sifat induknya, Aglaonema cochinchinense. Menurut Greg, hibrida silangan Sutthi itu mirip varian ruby, tapi warna hijau lebih kuat dan bercak merah menyebar. Pola bintik-bintik seperti itu biasanya sifat yang diturunkan A. brevispathum.

Warna merah sudah tak asing lagi, pasti diturunkan oleh A. rotundum. Namun, Sutthi tak menggunakan aglaonema spesies asal Sumatera itu, tapi turunannya-chawang. Maklum, rotundum sulit dikembangkan di Thailand. Kelebihan lain, jewel siam berdaun raksasa. Panjang daun 33 cm dan lebar 18 cm. Lazimnya, panjang daun aglaonema rata-rata 20-25 cm dengan lebar 10-15 cm.

Menurut Greg A. commutatum 'tricolor' bisa menurunkan sifat daun bulat dan besar. Dengan melihat sifat-sifat yang diturunkan aglaonema-aglaonema spesies tersebut, wajar bila Handry Chuhairy, praktisi tanaman hias di Serpong, Tangerang, menduga jewel siam hasil silangan (A. commutatum x A. brevispathum) x chawang.
Layak tampil

Sebenarnya hibrida aglaonema tipe daun bulat dan besar sudah lama dihasilkan oleh Greg. Sebut saja esmeralda, moonlight, dan kresna. Namun, warna daun masih didominasi hijau dan bentuknya cekung. Sementara jewel siam, 'Sudah flat sehingga akan membentuk suatu tanaman pot plant yang kompak,' ujar Handry.

Sayang, 'Jewel siam tidak memenuhi syarat sebagai sosok untuk dikembangkan secara komersial. 'Sebagai varian ia menarik, tapi perlu diperbaiki lagi,' kata Greg. Itu karena hibrida asal Thailand itu berdaun tipis, lemas, tangkai relatif panjang, dan jarak antardaun lebar. Penampilannya lebih menarik dalam kelompok atau dengan anakan.

Menurut Greg tipe aglaonema masa depan bisa berdaun lebar, bulat, kecil, atau panjang. Yang paling utama sosoknya kokoh, kompak, banyak anakan, kombinasi warna menarik, dan memiliki corak baru. Dengan begitu layak tampil dan bisa dikembangkan secara komersial.
Serupa

Penelusuran Andretha Helmina, wartawan Trubus, di Thailand, aglaonema baru yang benar-benar berpenampilan beda sangat susah didapat. Itu karena, 'Dari 1.000 biji aglaonema yang ditanam paling hanya 20 saja yang penampilannya benar-benar beda,' kata Pramote Rojruangsang, penyilang di Pathumthani, Thailand. Buktinya, jenis seragam Trubus temui pada aglaonema silangan Tjiew-sapaannya. Corak daun dominan splash merah lantaran masih keturunan cochin. Namun, tangkai daun jadi lebih pendek dan warna daun terlihat lebih terang daripada generasi sebelumnya.

Penampilan sedikit berbeda terlihat pada aglaonema koleksi Nuu Wong Tse di Samuth Songkhram. Daun muda berwarna merah dan bercorak batik, semakin tua berubah menjadi hijau kekuningan. Mangkonyok, itulah nama hibrida aglaonema yang ditanam dalam media cocochip dan serasah daun bambu dengan perbandingan 2:1. Aglaonema yang namanya berarti giok naga dalam bahasa Thailand itu dijual seharga 100.000 bath/pot atau setara Rp33.000.000/pot.

Nun di Cilandak, Jakarta Selatan, Trubus menemui hibrida baru silangan Thailand koleksi Henry Biantoro. Hibrida itu diperoleh 1,5 tahun silam dari teman di Dumai, Riau. Ukuran daun aglaonema bercorak batik itu besar: panjang 31,5 cm dan lebar 16 cm. Tangkai daun panjang sehingga penampilannya terlihat lebih menarik ketika ada anakan.

Dua aglaonema baru juga terlihat di Sentul, Bogor. Penampilan salah satu anggota famili Araceae itu mirip butterfly. Namun, corak daun lebih cerah, warna tulang daun lebih merah, dan daun lebih tebal. Sosok butterfly varian baru koleksi nurseri Wijaya itu terlihat mempesona lantaran kompak dan rimbun. Lainnya, wijaya red. Ia tampil menarik lantaran bercorak batik warna merah. Sayang, daun berukuran sedang. Beda dengan jewel siam yang besar dan bulat. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Andretha Helmina)
source: www.trubus-online.co.id

Selanjutnya Klik......

Dua Miliar Parkir di Senayan

Dua pria kekar berambut cepak berdiri tegak di depan tenda tertutup berukuran 36 m x 16 m. Pengaman swasta berseragam hitam itu menatap waspada setiap pengunjung yang masuk. Di langit-langit ruangan terpasang 12 lensa kamera CCTV yang tersambung layar monitor yang diawasi 2 orang. Total jenderal 6 petugas mengamankan ruangan berisi tanaman senilai Rp2-miliar.
Angka itu nilai total 60 tanaman mewah dari berbagai penjuru Pulau Jawa. Sebut saja Sansevieria eilensis koleksi Iwan Rassat. Harganya Rp55-juta. Yang termahal aglaonema bidadari. Harga per lembar daun Rp15-juta. Dengan 20 daun harga sri rejeki koleksi Harry Setiawan itu Rp300-juta. Tanaman aneh Aglaomorpha sp yang mirip ular pun dipajang di sana.

Pantas pengamanannya superketat. Selain petugas keamanan, sekeliling tenda seluas 576 m2 itu dibentengi pagar besi setinggi 2,7 m. 'Itu untuk menjamin tidak ada penerobos yang masuk mencuri tanaman,' kata Utami Kartika Putri, penanggung jawab acara. Agar tanaman aman dari goresan dan luka, pengunjung dilarang menyentuh tanaman.
Parade tanaman mahal itu membuat pencinta tanaman hias dari Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung rela terbang ke Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat. Kartini Omar, asisten direktur Hotpark, National Park, Singapura, pun memuji. 'Indonesia luar biasa. Sejumlah tanaman langka bernilai tinggi berkumpul di sini,' katanya pada wartawan Trubus, Imam Wiguna. (Destika Cahyana)
www.trubus-online.co.id

Selanjutnya Klik......

Kamis, Desember 11, 2008

APA ITU HYDROGEL ??


Hydrogel, produk yang MENAWAN dan RAMAH LINGKUNGAN ini merupakan kristal polimer yang berfungsi menyerap dan menyimpan air dan nutrisi untuk tanaman dalam jumlah besar. Hydrogel dapat terurai melalui pembusukan oleh mikroba sehingga produk ini aman digunakan.

Hydrogel tidak larut dalam air tetapi dia hanya menyerap dan akan melepaskan air dan nutrisi secara proporsional pada saat dibutuhkan oleh tanaman. Dengan demikian tanaman akan selalu mempunyai persediaan air dan nutrisi setiap saat karena hydrogel berfungsi menyerap dan melepaskan (absorption - release cycles). Hydrogel mampu menyerap air sebanyak 500 kali berat hydrogel itu sendiri.

Selain tampak indah, butiran hydrogel yang lebih mirip kristal sering mengecoh siapa saja yang baru melihatnya. Hydrogel juga menarik karena warnanya. Bisa dibayangkan betapa indahnya jika ruangan Anda ada vas bening berisi tanaman yang tumbuh di dalam media hydrogel dengan warna-warna yang menawan seperti Merah, Pink, Ungu, Biru, Hijau, Kuning, Orange dan Putih yang berkilauan.

Selain untuk mempercantik ruangan, hydrogel ini dapat digunakan untuk campuran media tanam pada tanaman pot, lahan pertanian, perkebunan, hutan dll. Jadi Anda yang tinggal di daerah yang kekurangan persediaan air atau daerah yang harga airnya mahal atau Anda yang ingin mengurangi volume dan frekuensi penyiraman tanaman Anda dan Anda yang akan melakukan perjalanan jauh dan panjang, Anda tak perlu khawatir, HYDROGEL akan menyediakan air dan memenuhi kebutuhan air tanaman Anda. Keuntungan menggunakan hydrogel :

  1. Memastikan keteresediaan air sepanjang tahun.
  2. Mengurangi ferekuensi penyiraman / irigasi hingga 50%.
  3. Mengurangi hilangnya air dan nutrient disebabkan oleh leaching dan evaporasi.
  4. Memperbaiki physical properties dari compact soils dengan membentuk aerasi udara yang baik.
  5. Meningkatkan pertumbuhan tanaman karena air dan nutrient selalu tersedia di sekitar tanaman sehingga mengoptimalkan penyerapan oleh akar.
  6. Mengurangi angka mortalitas.
  7. Mengurangi pencemaran lingkungan dari erosi dan pencemaran air tanah.

Source: www.horties.com

Selanjutnya Klik......

HYDROGEL Untuk Kreasi Tanamah Hias

Tanaman hias hidroponik untuk ruangan Anda. Tidak lagi menggunakan kerikil, pasir, zeolit dll, tapi kini bertanam hidroponik sudah menggunakan hydrogel sebagai media tanamnya. Selain terlihat lebih indah, menanam dengan menggunakan hydrogel memiliki perawatan yang lebih mudah. Kalau tanaman sudah mampu beradaptasi dengan baik, kita cukup menyemprotnya satu sampai dua bulan sekali saja.

Aluminium Plant (Daun Mutiara) dan Bambu Emerald

Aluminium plant dan bambu emerald dengan bentuk kepang yang melingkar membentuk silinder ini terlihat begitu mempesona dan tumbuh segar dalam media hydrogel.



Bambu Emerald Aluminium Plant

Aglaonema dan Paku-pakuan

Indah, hijau dan segar dalam ruang yang tropis ini.


Aglaonema Paku-pakuan

Scindapsus sp. (Sirih Belanda)

Daun sirih belanda ini indah menjuntai dan vas berkaki yang dipenuhi aneka warna hydrogel. Scindapsus sp.


Cara Penanaman Persiapan pemindahan tanaman sebaiknya dilakukan sebelum membuat media hidrogel yang telah siap:
  1. Siramlah dahulu pot tanaman sehingga tanaman mudah dicabut.
  2. Angkatlah tanaman dari pot secara hati-hati supaya tidak banyak akar yang rusak.
  3. Rendam tanaman dalam air selama lebih dari 1 jam supaya tanah mudah dibersihkan
  4. Cucilah semua bagian tanaman tersebut dengan air bersih samapai seluruh daun, batang dan perakaranya bersih, perakaran yang terlalu panjang dapat dipotong
  5. Setelah diadaptasikan, periksa akar yang rusak patah atau membusuk, akar yang demikian di buang lalu di cuci lagi.
  6. Tanaman harus benar benar bersih dari tanah karena tanah dapat merusak hidrogel juga tanah dapat membuat hidroigel ditumbuhi lumut.
  7. Tanaman siap dimasukkan kedalam media baru berisikan hydrogel, pertama tama masukan hydrogel sebagian (1/4 volume vas)kemudian masukan tanaman lalu masukan hydrogel sisanya sampai semua akar tertutup, vas yang telah jadi siap untuk dijadikan hiasan dan ditempatkan sesuai dengan keinginan anda.
Tanaman yang bisa ditanam Tanaman yang akan ditanam dalam hydrogel harus mempunyai karakteristik sebagai berikut:
  1. Tahan genangan (tahan kadar air berlebih)
  2. Tahan kelembaban yang tinggi
  3. Umumnya tidak berkayu
  4. Tanaman indoor (tanaman dalam ruangan ) sehingga bisa hidup dengan cahaya pantulan atau cahaya tidak langsung.
  5. Umumnya tanaman tidak berbunga, karena pembungaan membutuhkan suplai cahaya yang besar sedangkan cahaya yang besar menyebabkan hydrogel berlumut
  6. Tanaman harus benar benar bersih dari tanah karena tanah dapat merusak hidrogel juga tanah dapat membuat hidroigel ditumbuhi lumut.
Hydrogel juga bisa ditanami tanaman sayuran seperti caisim, selada dan kangkung. Tujuan penanaman ini bukan untuk budidaya terapi hanya sebagai hiasan semata. Tanaman tersebut ditumbuhkan dahulu dalam arang sekam setelah berumur sebulan (atau jika sudah besar) kemudian pindahkan kedalam hydrogel. Cara pemindahan sama dengan pemindahan tanaman hias.

Perawatan Tanaman
Tips perawatan tanaman yang ditanam dalam media hydrogel :
  1. Gunakan tanaman yang dapat survive di media hydrogel adalah tanaman yang dapat survive di media basah antara lain Aglaonema sp, Scindapsus sp, Cripthantus sp, Dracaena sp (bambu emerald), Pilea cadieri (daun mutiara), Anthurium sp, Diffenbachia sp, Philodendron sp, Cyperus sp (rumput payung), Cordyline sp (berbagai jenis hanjuang) dll.
  2. Cukup mendapat sinar matahari.
  3. Penyiraman dan pemupukan dapat dilakukan sebulan sekali. Gunakan pupuk yang tidak merusak warna hydrogel (misal : gandapan, hyponex) dan gunakan sesuai dosis.
  4. Hindarkan dari cahaya matahari langsung, hal ini menyebabkan warna hydrogel pudar dan tumbuhnya lumut pada hydrogel.
Source: www.horties.com

Selanjutnya Klik......

Selasa, Desember 02, 2008

Mereka Tetap Primadona

Perhelatan pada 16 November di Parkir Timur Senayan, Jakarta, membuktikan aglaonema masih jadi favorit. Untuk kesekian kali diadakan, kontes siamese rainbow tetap menyedot banyak peserta. Bahkan kontes yang digelar Trubus dan komunitas Aglaonema Indonesia (AI) itu disebut-sebut sebagai yang terbesar karena diikuti 182 peserta.

Wajar bila kontes aglaonema yang pertama kali diselenggarakan oleh AI itu menyedot banyak peserta. Itu karena ada kategori baru yang dilombakan, yaitu remaja-jumlah daun di bawah 10 helai. Dengan begitu tanaman yang belum dewasa, tapi berpenampilan menarik dan sehat bisa ikut lomba. 'Artinya memberi kesempatan hobiis baru untuk mengikutsertakan aglaonemanya di arena kontes,' kata Gatot Purwoko, salah satu juri.

Maklum, selama ini banyak hobiis yang belum percaya diri mengikutsertakan tanaman kesayangan di kontes. Itu karena sri rejeki yang dikoleksi belum dewasa. Nah, dengan dibukanya kelas remaja, aglaonema berdaun 5, 6, atau 7 helai bisa ikut berpartisipasi. Kategori baru pun langsung jadi idola. Buktinya menyedot jumlah peserta terbanyak, 87 tanaman. Kategori lain, tunggal dan majemuk masing-masing 52 dan 43 peserta.

Kualitas rata

Tak hanya jumlah peserta yang menakjubkan. 'Tanaman yang dikonteskan pun berkualitas,' ujar dr Purbo Djojokusumo, juri. Bahkan kualitasnya hampir sama sehingga ketiga juri kewalahan menentukan yang terbaik. Penjurian pun berlangsung sangat ketat. Awalnya masing-masing juri memilih 20 kandidat di setiap kelas. Hasilnya didiskusikan untuk mendapat 10 kandidat. Untuk sampai ke tahap itu juri sampai 3 kali bolak-balik ke arena kontes. 'Lebih mudah menilai daripada memilih 10 besar,' kata Syah Angkasa, juri.

Setelah menilai selama 3 jam akhirnya juri sepakat memutuskan para juara. Pemenang 1 dan 2 pada kelas remaja jatuh pada hot lady dan sexy pink milik Rocky Suryanto di Jakarta Barat. Sementara juara ke-3 diraih sexy lia koleksi Paulus di Jakarta Barat. Hot lady pantas jadi jawara. Sosok tanaman kompak dan sehat. Daun yang awalnya kecil terus membesar. Pada kategori tunggal, legacy milik William asal Jakarta tampil sebagai jawara. Sosok kompak dengan tangkai daun pendek, sehat, dan corak mutasi konsisten jadi kekuatannya. Sementara di kategori majemuk diraih oleh widuri milik Krismanto di Tangerang.

Sansevieria dan anthurium

Trubus Agro Expo 2008 di Parkir Timur Senayan juga menyelenggarakan kontes sansevieria bekerja sama dengan Komunitas Pencinta Sansevieria Indonesia (KPSI). Tak mau kalah dengan aglaonema, kontes lidah mertua pun berlangsung semarak. Buktinya diikuti 108 peserta asal Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, dan Temanggung.

Kontes terbagi dalam 5 kategori: daun bulat, daun pipih, unik, variegata, dan trifasciata. Di arena itu, Tangerang Sansevieria Club (TSC) sukses meraih juara pertama di 2 kelas sekaligus: daun pipih dan variegata. Di kelas lain pemain asal Jakarta dan Jawa Tengah buktikan yang terbaik. Sebut saja kategori daun bulat yang diraih sansevieria hibrid koleksi nurseri Bloomfield, Jakarta. Sedangkan jawara kelas trifasciata diperoleh sansevieria milik Soejatno Soebekti asal Temanggung.

Sepekan berselang, Trubus yang bekerja sama dengan Petani, Pedagang, Pecinta, dan Pemerhati Anthurium Indonesia (P4IA) menggelar kontes anthurium di Senayan. Sebelumnya, 26 Oktober 2008, kontes serupa diselenggarakan di Taman Wisata Wiladatika, Cibubur. Pada ajang itu tak hanya laceleave yang beradu molek, tapi juga puring. Total jenderal ada 67 peserta anthurium dan puring yang berlaga.

Anthurium terbagi dalam 4 kelas: jenmanii prospek, madya, dan utama, serta open nonjenmanii. Di kategori nonjenmanii, hookeri variegata koleksi Lius di Cianjur jadi yang terbaik. Maklum, tanaman sangat istimewa. 'Hookeri variegata yang daun tebal, mulus, dan tanpa cacat seperti itu jarang,' kata Eko Wiwis, juri dari Salatiga.

Kota lain

Kontes tanaman hias tak hanya berlangsung di Jakarta, tapi juga di Padang, Lampung, Yogyakarta, dan Tangerang. Di ibukota Provinsi Sumatera Barat kontes digelar di halaman depan kantor gubernur pada 2 November 2008. 'Ini merupakan kontes rutin yang diselenggarakan Dinas Pertanian Sumatera Barat dan Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI),' ujar Dra Hj Wiwi Mairawita Marlis, MSi, istri wakil gubernur sekaligus ketua PAI Sumatera Barat. Kali ini merupakan kontes tanaman hias ke-2.

Pada ajang itu ada 7 kategori tanaman hias dilombakan: anggrek spesies, anggrek hibrida, aglaonema tunggal, aglaonema majemuk, anthurium jenmanii, anthurium nonjenmanii, dan philodendron. Kompetisi diikuti oleh 77 peserta. Nun di Lampung, kontes tanaman hias dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-63 yang terbagi dalam 6 kategori diikuti oleh 65 peserta.

Di Sleman, Yogyakarta, kontes puring terbagi dalam 2 kelas: tinggi lebih dari 50 cm dan kurang dari 50 cm. Kontes yang digelar untuk memperebutkan trofi Bupati Sleman itu diikuti 82 peserta yang tak hanya berasal dari Yogyakarta, tapi juga Wonosobo, Solo, Klaten, Sragen, Muntilan, dan Borobudur. Selain kontes, acara yang bertempat di Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sleman itu juga diramaikan oleh parade puring yang diikuti 25 peserta. Pemenang parade puring adalah osqar milik Winarto asal Solo.

Di Tangerang kontes selama 6 hari berturut-turut diikuti sekitar 250 peserta. Dimulai dari kelas puring, adenium, sansevieria, aglaonema, anthurium nonjenmanii, dan anthurium jenmanii. Pada kontes Flora Banten Expo 2008 di Cikokol, Tangerang, itu Angel meraih juara umum. Wanita asal Cianjur itu pun berhak membawa pulang hadiah Daihatsu Xenia lantaran koleksinya meraih juara pertama di 4 kelas anthurium: madya jenmanii, utama jenamnii, madya gelombang cinta, dan utama gelombang cinta.
Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Destika Cahyana, Imam Wiguna, dan Nesia Artdiyasa)

source: www.trubus-online.co.id/

Selanjutnya Klik......

A Favorite Indoor Plant - Chinese evergreen

One of my favorite groups of plants is the aroid family Araceae. This family has brought us so many great and wonderful indoor plants. Everything from Philodendrons, Spathiphyllum, Anthurium, Pothos, Alocasica, Dieffenbachia and Aglaonema, with dozens of others.
Since the 1980's, Anthuriums and Spathiphyllums have received most of the attention of the plant breeders. They've introduced many new varieties, flower colors, sizes and leaf textures.

Now it's the Aglaonemas turn. In the last 5 years about 20-25 new varieties have been introduced. Some have already fallen by the wayside and some of the old varieties are making a comeback.


The Aglaonema has been grown for centuries an has served as a workhorse for the professional plantscaper for the past 30 years or more. Until recently the choices were limited to about 4 varieties. The most popular being "Silver Queen".

Aglaonemas have remained popular even with limited varieties. One downside to Ag's is that they really don't like the cold weather, drafts. Aglaonemas don't like and exposure to low temperatures. This factor alone can simply limit where you can use these tough indoor plants as well as transporting them during the winter.

Many of the new Aglaonemas coming to market are being bred to have one very important characteristic. They must be able to handle much lower temperatures. This alone opens up quite a few new avenues:
• There will be more varieties grown
• Production cost should be lower since heating bills should be lower
• Less chance of cold damage in transport

• More places that the Aglaonema could be used inside

More cold tolerance is just one area of improvement as well as:
• Many new leaf patterns
• Different color combos.
• White or cream colored stems
• Wider leafs
• Taller plants
• Fuller plants
• and the list goes on.


A couple of varieties to keep on the look out for is Aglaonema "Silver Bay", Aglaonema "Jewel of India" and Aglaonema "Silver Ribbon". They all sucker well which helps them not to get leggy, have good color and handle the cooler temperatures.

Although Aglaonemas have been used for decades indoors, with all the new varieties coming to market this spring it's going to give you a lot more choices indoors. I'm looking forward to seeing what's around the corner.




Make sure you check your local nursery for these new varieties. If they don't have them... all it should take is a simple call to their plant supplier.

Just a plant or two can provide a whole new look inside. One of the best features Aglaonemas have is that they are very versatile and easy to care for... if you know the basics.

Since the aroid family has always been one of my favorites and I started collecting them back in my teen's. They hold a special place in my plant growing history. They are the plants that really taught me "how to grow".

In fact, our second eBook, is devoted Aglaonemas. It covers some of their history, production, old and new varieties, care and disorders. All wrapped up in 80 plus "e-pages" with color pictures, plant specifications and more. It's easy to read (not techie) and written for you, homeowners, plant professionals and garden center personnel.

Source: www.plant-care.com

Selanjutnya Klik......

Kamis, November 27, 2008

Hari ini aku mengerjakan PR... Selesai Bebas euyyy

PR Pertama

Tak disangka dan tak dinyana akhirnya datang juga tuch PR tepatnya tanggal 2 November 2008 dari Om EBT alias Easy Blog Trick alias Ayas…

Pengennya hari gini ada yang ngasih uang gitu ..(maunya sehh) ini adalah PR yang pertama dari awal ngeblog tapi baru saat ini aku ngerjain PR (sudah minta ijin ama Om EBT – Minta kelonggaran waktu hehehehe…dan diberikan …baik yaa) PR ini tertunda sudah lama, dan hari ini aku akan menyelesaikan PR nya.

Katanya sih PR ini merupakan 'warisan' dari RAJA. Tapi dengan adanya PR persahabatan dalam dunia maya makin asyik aja...

Bukan nya tidak mau mengerjakan PR itu tetapi akhir2 ini aku disibukan dan dikejar sama dealine ... namanya juga kuli hehehe... koq cerita melulu nich ...ya udah lihat cara aku mengerjakan PR... serius ato nggak yaaa.. Sersan aja kali yeee

Ceritanya nich EBT kan dapat PR dari bung RAJA, nah ... cerita punya cerita ketahuan tuch bahwa sebenarnya PR itu adalah : Menceritakan 10 hal tentang diri kita. OOOO walah dalah gitu tooh ... Nah, kalau sudah dikerjakan, dilanjutkan tuch PR alias di 'wariskan' kembali ke 10 teman lain... (pesan berantai tapi bukan MLM lho itu menandakan rangkaian persahabatan kali yaaa... kali aja) Kalau sudah, bagi yang kebagian warisan, harap meninggalkan koment kepada sang pewaris PR. Buat laporan klo PRnya dah dikerjain, supaya bisa cepet dinilai... (jadi pak guru nich) anda bingung jangan bingung... ikutin aja petunjuknya tinggal ngetik aja koq hehehe


PR Kedua dari Om PRIWA

PR kedua datangnya tanggal 10 November 2008 mo di tolak nggak enak... nah untuk itu sekalian aja di jawabnya nich PRnya yang datangnya dari Om PRIWA ... Konon ceritanya PR tersebut hasil warisan dari Mas Ridwan tapi buat Om PRIWA jangan berkecil hati karena PR nya akan saya selesaikan juga saat ini ... semoga tidak berkecil hati ya Om PRIWA ??? walaupun di gabung dengan PR pertama yang penting esensinya tetap kita menjalin persahabatan sesama blogger di dunia ini ... pilitis banget sih hehehehe...

Oke kali ini berikut jawaban dari PRnya, tadi... 10 hal tentang diri aku is:

1. Namaku = Berdasarkan sejarah dan melihat ijazah aku itu bernama AGUS HERMANTO, yang pasti itu nama dari kedua orang tuaku yang tercinta walaupun saat ini ibunda tercinta telah mendahulikyu (jadi sedih...)

2. Aglaonemaku = itu nama panggilan blogku tapi kalo waktu zamannya kuliah aku di panggil CHABE, kalo di kantor dipanggil HERMANTO kalo di perumahan di panggil PAK AGUS ... Jadi binun nggak tapi pastinya terserah para blogger mo panggil apa aja yang penting persahabatannya bukan begitu bukan ...sip lah... lanjut mang

3. Sejak tahun 90 aku berada di Jakarta, yang semakin hari semakin macet dan semakin macet dan semakin macet... eehhh sekarang ditambah banjir dan banjir dan banjir karena lagi musim hujan... tolong dunk pak Gubernur DKI

4. Lahirku di kota ujung pulau Sumatera tepatnya di Aceh Tengah (Takengon) dan selalu berpindah-pindah karena Bokap adalah seorang Tentara saat ini udah sepuh alias pensiun

5. Sukuku??? aku jadi binun kalo ditanya sukunya apa ... karena bokap dari Kalimantan Barat (Pontianak) Melayu dan kalo mendiang nyokap lahirnya di Padang sedangkan orang tuanya yang laki-laki tentara juga loo yang selalu berpindah-pindah terus (kakeku...sudah wafat) dari Ciamis dan ibunya (neneku... masih sehat) dari Melayu deli dicampur lagi dari Aceh ... jadi sukuku adalah orang Indonesia 100%

6. Bulutangkis adalah olah raga yang paling aku suka saat ini tapi sebelumnya sewaktu masih zamannya kuliah aku lebih sering melakukan kegiatan alam bebas dan kadang lebih spesifik di clambing (bukan clabing looo)

7. Musik ...wow suka lah, kalo menurutku orang yang tidak suka musik itu adalah hal yang teraneh... karena musik adalah bahasa yang sangat universal... sekalian looo aku sering karokean di rumah ...gayanya bak penyanyi profesional aja padahal kata istriku kalo aku nyanyi orang pada tutup kuping semua ..hahaha

8. Kerjaku saat ini disalah satu perusahaan jasa consultan management ... sering tugas keluar kota hampir seluruh Indonesia sudah disinggahi kalo kata istriku lagi nich kerjaan berwisata (jalan-jalan di gaji hehehehehe)

9. Rencana Kedepannya apabila Allah SWT memanggilku aku ingin sekali menunaikan Ibadah Haji bersama keluarga besarku, akan aku bawa kedua orang tua kami menunaikan Rukun Islam yang ke 5... semoga ...doa in ya...para Blogger

10. Akhirnya selesai juga Prnya, terakhir aku ingin selalu dan terus berbuat kebaikan ...

Itulah jawaban Prnya semoga para sahabat Blogger nggak binun yaaaa... Sekarang saatnya berbagi warisan sama sahabat blogger...siap-siap siapa yang beruntung dapet PR .... yang mendapatkan PR adalah :

1. Yunihadi Indra - Pekan Baru
2. Sulae - Kalimantan Selatan
3. Sari Dewi A - Citeureup
4. Rudi Wahyudi - Tangerang
5. Rais - Palembang
6. Odoy - Cibuntu Kuningan
7. Noeqiah - Bandung
8. Mykawali
9. Lukman Noer
10. Laurent Susanto - Kediri

Selamat mengerjakan sukses deh ... dikasih kelonggaran waktu deh untuk mengerjakan PR tapi jangan kelamaan yaaa

Salam
Aglaonemaku


Selanjutnya Klik......

PR - KU

S E L E S A I .... BEBAS EUY... ehhhh ada lagi yang kasih PR tapi aku lupa siapa yaaaa yang kasih PR... waktu itu kerjaan ku overload jadi aku minta waktu nah saat ini sedikit lenggang mohon

PENTERJEMAHKU